Skip to main content

Penyebab Krisis Pendidikan Islam

A. Pengertian Krisis Pendidikan Islam

Kaitan antara pendidikan dan masyarakat sangat dekat, sehingga dalam proses pembangunan mempengaruhi satu sama lain. Masyarakat memobilisasi semua komponen kehidupan manusia, yang terdiri dari sektor sosial, ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, politik dan agama. Masing-masing sektor ini bergerak dan berevolusi satu sama lain dalam arah yang telah ditentukan.

Ketika pergerakan setiap sektor berada dalam pola yang harmonis dan harmonis, komunitas bergerak dan berkembang secara harmonis. Namun, jika salah satu dari beberapa sektor mengalami ketidakharmonisan. Kemudian sektor lain akan terpengaruh. Dari sinilah awal krisis kehidupan komunitas menghantam sekolah.

Fenomena sosial yang telah dipelajari oleh para ahli perencanaan kebijakan pendidikan, misalnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu membawa perubahan sosial yang memiliki dampak positif dan negatif terhadap kehidupan. Meskipun demikian kita tidak bisa menyalakan kemajuan teknologi, karena sains dan teknologi telah menjadi tumpuhan harapan manusia, di mana kita selalu mengharapkan kehidupan yang baik berkat kemajuan tekhnologi, namun pada gilirannya kita justru menanggung risiko yang mencemaskan batin kita, itulah peta kehidupan umat manusia kini dan masa depan yang semata-mata bergantung pada kemampuan intelektual dan logis, terlepas dari nilai-nilai mental, spiritual, dan religius.

Dr. Fadhil al-djamid menyerukan umat Islam untuk memulai pendidikan berdasarkan iman kepada Tuhan, karena hanya iman yang benar adalah dasar dari pendidikan yang benar dan menuntun kita pada pencarian kebenaran & untuk mencari pengetahuan yang benar.

B. Penyebab Krisis Pendidikan Islam

Krisis pendidikan selalu sejalan dengan intensitas krisis yang melanda rakyat. Dimensi sosial-budaya merasakan perubahan & pergeseran nilai-nilai, yang disebabkan oleh sumber daya baru yang mempengaruhinya. Pada manusia saat ini adalah krisis karena pengaruh kekuatan ilmu pengetahuan modern dan teknologi yang mempercepat, meningkatkan sektor kehidupan lainnya. Adapun penyebab krisis pendidikan Islam, yaitu:

  • Nilai dari krisis. Kekhawatiran tentang masalah sikap untuk menilai sesuatu tentang baik dan buruk, tidak pantas & tidak konsisten, benar salah dan sebagainya perilaku etis individu & masyarakat.
  • Kredibilitas Gap. Orang tua, guru, penguasa agama di mimbar, penegak hukum, & sebagainya mengalami kekuatan otoritas, di mana meremehkan orang yang tepat mematuhi atau mengikuti aturan.
  • Beban institusi sekolah besar melebihi kemampuan mereka. Sekolah dituntut untuk mempertimbangkan bagian tanggung jawab moral dan sosio-kultural dari program yang dirancang, dengan cara bahwa sekolah tidak siap untuk mengambil tanggung jawab ini.
  • Kurangnya idealisme dan citra remaja untuk perannya di masa depan. Sekolah dituntut untuk mengembangkan idealisme & pemuda untuk visi masa depan yang realistis, sehingga mereka siap untuk berpartisipasi dalam pengembangan negara mereka sesuai dengan keterampilan, keterampilan dan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan oleh Negara.
  • Kurang sensitif terhadap kelangsungan hidup masa depan
  • Program pendidikan yang kurang relevan di sekolah dengan kebutuhan pembangunan
  • Keberadaan kenaifan dalam penggunaan kekuatan tekchogi canggih. Kenaifan batin
  • Ledakan Pertumbuhan Penduduk
  • Pergeseran sikap manusia dari arah pragmatisme menuju materialisme dan individualisme. Kecenderungan manusia telah mulai menurunkan nilai-nilai agama
  • Jumlah ulama tradisional semakin kecil.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar