Home » » Ajaran Pokok Khawarij dan Murji'ah

Ajaran Pokok Khawarij dan Murji'ah

Ajaran Pokok Khawarij dan Murj'ah

A. Ajaran Pokok Khawarij

Berdasarkan berbagai literatur yang dapat ditemukan, dapat dilihat bahwa ajaran-ajaran pokok khawarij berkisar pada isu Khilafah atau Imamah, masalah perselingkuhan & masalah dosa besar.

1. Masalah khilafah
Khawarij memiliki pendapat khusus tentang imamah, menurut mereka, imamah harus berasal dari pilihan bebas Muslim. & jika Imam terpilih, dia tidak dapat dikalahkan atau diserang. Imam menjadi pemimpin umat Islam selama persi&gannya yang adil, & siapapun yang meninggalkannya, wajib untuk membela Imam. Tetapi jika Imam itu cacat & tidak adil, maka dia harus dipecat atau dibunuh. Menurut Khawarij dia bisa memilih Imam yang disukainya. & pengaturan Imam tidak wajib menurut syar'i, tetapi jaiz. & jika wajib bahwa Imam berkewajiban, itu didasarkan pada manfaat & kebutuhan. Mereka memungkinkan wanita untuk menjadi Priest jika mereka mampu melakukan tugasnya.


2. Masalah kafir
Penyelesaian perselisihan antara Ali bin Abi Thalib & Mu'awiyah bin Abi Sofyan dengan cara tahkim / arbitrasi oleh Khawarij dalam pan&gan bertentangan dengan ajaran Islan. Berdasarkan QS Al-Maidah (5): 44 yang berbunyi;

و من لم يحكم بما أ نز ل االله فأ و لئك هم ا لگفر ون Terjemahkan;
"....... Siapa pun yang tidak memutuskan dengan apa yang telah diungkapkan Allah, maka mereka adalah orang-orang kafir." 

Penyelesaian sengketa dengan arbitrase bukanlah penyelesaian sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Allah, & karena itu mereka yang menyetujui arbitrase telah menjadi kafir menurut pendapat Khawarij. Jadi Ali, Mu'awiyah, Abu Musa al-Asy'ari & Amr Ibn al-Aas, menurut mereka, telah menjadi kafir. Dalam arti murtad (di luar Islam), adalah wajib untuk dibunuh. Mereka juga memutuskan untuk membunuh empat garis. 

Dalam pertemuan itu, mereka memutuskan untuk membunuh tiga orang, Ali, Mu'awiyah & Amru ibn Aas, tepatnya pada malam ke-21 Ramadhan 40 Hijriah. Tetapi hanya Abdur Rahman ibn Muljam yang dibunuh oleh Al-Asy ja'i yang berhasil membunuh Ali bin Abi Thalib. 

3. Masalah Sakit Besar
Orang-orang kafir sebelumnya menafsirkan kemurta& (di luar Islam), menurut Khawarij dalam Islam ada orang-orang yang kafir, yaitu ketika melakukan dosa besar. Mereka membagi orang-orang kafir menjadi dua bagian, yaitu kafir ni'mah (orang-orang yang tidak bersyukur atas berkat-berkat Allah yang disukai), & al-millah (mereka yang keluar dari Islam). Apa yang mereka maksud di sini adalah kafir ni'mah. Karena pendapat ekstrim ini, mereka ditolak oleh mayoritas Muslim, jadi mereka benar-benar terisolasi. Sikap ekstrim ini juga membuat mereka terpecah menjadi beberapa kelompok, karena perbedaan dalam menanggapi apakah orang yang melakukan dosa besar, masih percaya atau telah menjadi kafir.

Karena perbedaan-perbedaan ini, muncullah berbagai kelompok di antara kaum khawarij. Menurut Al-Syahrastani, mereka dibagi menjadi delapan belas sub-sekte. Diantara Sekte terkemuka adalah sebagai berikut:

a. Al - Muhakkimah 
Al - Muhakkimah adalah kelompok khawarij asli yang keluar dari jajaran Ali. Bagi mereka, Ali, Muawiyah, dua perantara Amar Ibnu Al-As & Abu Musa Al-Syari & semua yang menyetujui arbistrase bersalah & menjadi kafir. Lebih lanjut, orang-orang berdosa besar dianggap kafir.

b. Al-Azariqah
Mereka adalah pengikut Nafi 'bin al-Azraq yang berhasil membangun kekuatan keruntuhan setelah Al-Muhakkimah dihancurkan. Mereka memilih Nafi 'sebagai imam, maka ia diberi pangkat Amir al-Minin. Kelompok ini lebih ekstrim daripada Al-Muhakkimah. Bagi mereka, istilah kafir digantikan oleh istilah penyembahan berhala & menganggap bahwa semua Muslim yang tidak setuju dengan itu adalah penyembah berhala. Bahkan anak yang belum lahir dapat disandera & disembelih. Juga, anak-anak dilihat sebagai penyembah berhala. Bahkan orang yang tinggal di lingkungan mereka juga dianggap penyembah berhala & harus diperangi. Siapa pun yang mereka temui & bukan Al-Azariqa, mereka membunuh. Tidak mampu berada di luar kelas mereka. Para pezinah muhshan tidak bisa dirajam karena nash hanya mengirim cambuk. 

c. Al - Najdat
Mereka adalah Najdat bin Amir Al-Hanafi dari Yamamah. Sekte ini menunjukkan bahwa orang-orang berdosa besar menjadi kafir & tetap di neraka, kecuali orang-orang dari kelasnya. Jika para pengikutnya melakukan dosa besar masih akan disiksa tetapi tidak di neraka, & kemudian akan masuk surga.

Najdat lebih moderat dari pada Azariqah, menurutnya Muslim bukanlah kafir atau penyembah berhala, tetapi jika dosa kecil dilakukan terus menerus akan membuat bajak laut menjadi penyembah berhala.  Ide lain yang mereka bawa adalah bahwa manusia pada dasarnya tidak memimpin mereka n memahami taqidah, yaitu menyembunyikan keyakinan untuk keselamatan pribadi baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan. Kebohongan lebih jahat daripada melakukan perzinahan & melakukan dosa besar tidak terus menerus bukan syirik.

d. Al - 'Ajariah
Mereka adalah pengikut Abdul Karim bin Ajrad. Menurutnya, hijrah bukanlah kewajiban seperti yang diajarkan oleh Azraq, tetapi itu hanya kebajikan, sehingga bisa tetap berada di luar wilayah kekuasaan & tidak dianggap kafir. Anak-anak bukan pagan karena orang tuanya. Bisa mengambil rampasan perang dari milik orang mati, menurut Azariqah semua milik musuh bisa dijadikan rampasan. Mereka tidak mengenali Surah Yusuf dalam Al Qur'an, karena kitab suci tidak memuat kisah cinta. Sekte ini terbagi lagi dalam beberapa golongan kecil, seperti al-Maimuniah & al-Hamziah (menganut paham Qadariah) serta golongan al-syu'aibiah & al-Hazimiah menganut paham sebaliknya.

e. Al - Sufriah
Kelompok ini dipimpin oleh Ziad bin al - Asfar. Pemahaman mereka dekat dengan Azariqah, sangat ekstrim. Tetapi ada hal lain yang membuat mereka kurang ekstrim, yaitu: 
1. Orang yang tidak bermigrasi dianggap kafir.
2. Anak-anak & penyembah berhala tidak bisa dibunuh.
3. Tidak semua dari mereka berpendapat bahwa pelanggar besar adalah penyembah berhala. Mereka membagi dosa-dosa besar menjadi dua kelompok yaitu, ada yang tenggelam di dunia & tidak ada yang tenggelam di dunia.
4. Diskriminasi seksualitas Islam tidak boleh diperangi & anak-anak & perempuan tidak boleh ditawan.
5. Kurf terbagi menjadi dua: Kurf bi inkar al-ni'mah (menyangkal kasih karunia Tuhan). & Kurf bi inkar al-rububiah (mengingkari tuhan) .Jadi term kafir tidak selamanya keluar dari Islam.Ada juga pendapat spesifik bagi mereka yaitu taqiah bisa dalam bentuk kata & tidak dalm bentuk perbuatan serta perempuan bisa kawin dengan pria kafir di daerah bukan Islam demi keamanannya. 

f. Al-Ibaddah 
Kelompok ini adalah pengikut Abdullah bin Ibad, yang memisahkan diri dari Al-Azariqah pada 686 M. Kelompok ini adalah yang paling moderat dari semua khawarij. 

B. Ajaran Pokok Murji'ah

Pada umumnya kaum Murji'ah dapat dibagi dalam dua golongan besar, yaitu golongan moderat & golongan ekstrim. 
1. Golongan moderat 
Mereka berpendapat bahwa orang yang berdosa besar bukanlah kafir tetapi mukmin. Iman tidak bertambah atau berkurang, & tidak ada perbedaan antara manusia dalam hal iman. Jika orang masih mengatakan dua kalimat keyakinan, mereka bukan orang kafir & bukan penyembah berhala tapi Muslim. Orang berdosa yang besar diberikan keputusannya kepada Allah pada Hari Penghakiman karena mungkin orang itu akan diampuni. Dosa tidak membahayakan iman, karena iman adalah pengakuan, pembenaran, keyakinan & pengetahuan (ma'rifah). Imoralitas tidak merusak sifat iman. Iman terpisa dari perbuatan. 

2. Golongan ekstrim 
Mereka berpendapat bahwa orang yang percaya kepada Tuhan, kemudian menyatakan kekafiran dengan lidahnya, menyembah berhala, bergabung dengan orang-orang Yahudi & Nasrani diwilayah Islam, menyembah salib, menyatakan trinitas diwilayah Islam, lalu mati dalam keadaan seperti itu, ia tetap seorang mukmin yang imannya sempurna disisi Allah serta termasuk ahli surga. 

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa golongan moderat bersikap pasif dalam menetapkan hukum atas pertentangan yang terjadi di antara para sahabat & yang terjadi di masa pemerintahan Bani Umayyah. Se&gkan golongan ekstrim meman&g bahwa ampunan Allah sangat luas, mencakup segala sesuatu.

Selain kedua golongan tersebut di atas, Murji'ah juga terpecah menjadi beberapa sekte, adapun sekte-sekte itu antara lain: 
1. Al- YunusiyahTokoh sekte ini adalah Yunus Bin Aun Al-Namiri, dengan ajaran dasarnya bahwa iman berarti mengenal Tuhan, menyerahkan & mematuhinya, mengakhiri dosa besar & cinta dalam hati. Orang percaya masuk surga bukan karena amal & ketaatannya, tetapi karena ketulusan & cintanya kepada Tuhan. Iman tidak bisa rinci, tidak bertambah & tidak berkurang. Allah hanya bisa memasukkan orang-orang kafir ke neraka, mempertahankan atau tidak memelihara.
2. Al-Ghassaniyah
Tokohnya adalh Ghassan Al-Khufi.Adapun ajaran pokoknya bahwa Iman adalah mengenal Allah & Rasul-Nya, sebuah janji untuk apa yang telah diungkapkan kepada Rasul-Nya secara keseluruhan. Iman tidak bisa percaya & berkurang.
3. Saubaniyah
Tokohnya adalah Abd. Sauban Al-Murji. Ajaran utama adalah Imam adalah ikrar, mengenal Tuhan & Rasul-Nya. Mengetahui segala hal yang harus dilakukan menurut alasan tidak termasuk Iman. Intelek tahu kewajiban sesuatu sebelum kewajiban Shara.
4. Al-Tumaniyah
Tokohnya adalah Abu Mu'az Al-Tumany. Beberapa ajaran utama adalah Iman adalah sesuatu yang dapat menghindari sikap tidak mementingkan diri sendiri. Kafirnya orang yang membunuh Nabi, bukan karena membunuh atau menikamnya, akan tetapi karena rasa benci, memusuhi, & meremehkan hak Nabi.
Orang yang meninggalkan ibadah fardu atas dasar penolakan & meremehkan keinginan d. Tuhan memiliki otoritas untuk menyiksa orang-orang yang ada pada-Nya.
5. Salihiyyah
Tokohnya adalah Abul Husain Al-Salihy. Dia berpendapat bahwa doa bukanlah penyembahan kepada Allah swt. Jadi ibadah adalah iman kepada-Nya & mengakui-Nya. & Iman menurut mereka tidak meningkat & tidak berkurang, serta tidak percaya.
6. Marisyiah
Tokohnya adalah: Bisyer Al-Marisyi. Ini adalah pendapat Ajaran Fiqhiyah adalah sama dengan fiqhi Abu Yusuf Al-Qadi.
Al-Qur'an adalah makhluk. Iman adalah Tasdiq di jantung janji dengan lisan. Mereka yang bersujud di bawah matahari bukanlah orang kafir, tetapi tanda-tanda tidak percaya. Allah tidak akan menjaga orang-orang percaya yang berbelas kasihan di neraka.
Terimakasih telah membca artikel berjudul Ajaran Pokok Khawarij dan Murji'ah

Kumpulan Makalah
Kumpulan Makalah Updated at: 7/15/2018

0 komentar Ajaran Pokok Khawarij dan Murji'ah

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak