Home » » Perayaan Tahun Baru Bagi Muslim Menurut Said Aqil Sirad

Perayaan Tahun Baru Bagi Muslim Menurut Said Aqil Sirad

   

Perayaan Tahun Baru Bagi Muslim Menurut Said Aqil Sirad
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), Said Aqil Sirajd menuturkan sebagai Muslim ada empat hal yang perlu dilakukan sebagai bentuk perayaan terhadap pergantian tahun. Hal keempat lebih penting daripada merayakan tahun demi tahun dengan hal-hal yang boros seperti Rusia, partai, atau lainnya.


1. Mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT 
Said Aqil Sirad Mengatakan bahwa Allah SWT telah memberikan rahmat dan hidayah kepada bangsa Indonesia, utamanya umat Islam selama satu tahun ini. 

2. Muhasabah (introspeksi diri)
Penting untuk mengetahui seberapa jauh seseorang itu  perbuatan manusia dan melanggar aturan Allah SWT. "Kami diwajibkan untuk mengevaluasi, memperbaiki diri sendiri, dan kemudian hati nurani kami akan menghakimi diri sendiri.

3. Membersihkan diri
Said Aqil Sirad mengatakan, tahun ini berbagai peristiwa telah dialami oleh manusia. Baik senang, sedih, hidup atau mati. "Sangat penting, agar kita benar-benar mengaku atau menyatakan bahwa kita sebagai mahkluk-Nya yang serba terbatas, lemah dan lain-lain," kata dia.

4. Murokobah (pengawasan). 
Menurut  Said Aqil Sirad, bangsa Indonesia, utamanya umat Islam ke depan harus optimis jangan menyerah meskipun berbagai cobaan atau masalah yang mendera bangsa Indonesia, utamanya umat islam.sebab, dari sekian musibah atau cobaan yang menerpa tak sebanding dengan banyaknya barokah yang melimpah kepada bangsa Indonesia dan Muslim. "Allah SWT bersama kami, jadi jangan putus asa dan selalu optimis," katanya. 

Sikap Orang Islam dalam Menyikapai Perayaan Tahun Baru Menghadapi momen pergantian tahun tersebut, seorang muslim tidak bisa ikut-ikutan dalam merayakannya. Seperti sikap mukmin yang berlebihan terhadap perubahan waktu, tidak terjebak pada akhir tahun, tidak ada sunnahnya merayakan tahun baru, petasan, terompet, saling mengucapkan selamat apalagi sampai perayaan maksiat, ini perayaan yang sia-sia, boros dan jauh dari syariat Allah.Seperti dalam firman-Nya sebagai berikut: "... Dan janganlah kamu menghambur hamburkan (hartamu) secara boros," (QS. Al Isra ': 26) .

Juga dalam hadis Rasulullah Saw bersabda, "Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha, "(HR An Nasaai) .Dan Rasulullah juga melarang umatnya meniup terompet karena tradisional orang-orang yahudi (HR Abu Daud) .Wajar saja , jika islam melarang umatnya melakukan kegiatan yang tidak ada dalilnya, apalagi kegiatan tersebut menyerupai kegiatan umat agama lain.

Oleh karena itu, agar kita tidak ikut-ikutan merayakantahun baru, maka bagaimana sikap seorang muslim.
1.Sebaiknya kita bersikap biasa dalam menghadapi tahun baru Masehi ini, artinya kita menganggap pada tahun baru masehi tidak ada momen yang dianggap istimewa dan tidak ikut-ikutan mengucapkan selamat tahun baru atau ikut melakukan kegiatan di tahun baru ini.

2. Bila ada teman kita yang mengikuti perayaan tahun baru, maka sebagai seorang muslim yang baik harus mengingatkan dan menasihati teman kita terkait hukum merayakan tahun baru masehi, mungkin teman kita belum tahu.

3. Jika ada teman kita yang mengundang kita untuk merayakan tahun baru kemudian menolaknya dengan lancar dan memberikan hujjah dengan hujjah syara.

4. Dari pada mengikuti kegiatan tahun baru yang cenderung hura-hura lebih baik tingkatkan kualitas ibadah kita pada Allah SWT, seperti membaca al Qur'an, shalat tahajud, dan ibadah mahdah lain yang dapat mendekatkan diri pada Allah SWT.

5. Berdoa kepada Allah agar kita terhindar dari perilaku orang munafik, dan mohon ampun kepada Allah untuk kita, keluarga, dan saudara-saudara muslim jika mereka ikut merayakan tahun baru.
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Perayaan Tahun Baru Bagi Muslim Menurut Said Aqil Sirad

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 6/25/2018

0 komentar Perayaan Tahun Baru Bagi Muslim Menurut Said Aqil Sirad

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak