Home » » Pengertian Profesi dan Profesionalisme

Pengertian Profesi dan Profesionalisme

   
Pengertian Profesi dan Profesionalisme

A. Pengertian Profesi

Profesi adalah pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan adalah sebuah profesi. Profesi memiliki karakteristik mereka sendiri yang membedakan mereka dari pekerjaan lain.

Istilah profesi telah dipahami oleh banyak orang bahwa sesuatu yang terkait dengan bidang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, bahwa banyak orang yang bekerja adalah tepat. Tetapi dengan hanya keterampilan yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, itu juga tidak cukup untuk disebut profesi. Tetapi membutuhkan penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek, dan hubungan antara teori dan aplikasi dalam praktek. Kami tidak hanya tahu istilah profesi untuk bidang pekerjaan seperti kedokteran, guru, militer, pengacara, dll, tetapi juga meluas ke bidang-bidang seperti manajer, wartawan, pelukis, penyanyi, seniman, sekretaris dan sebagainya. 


Oleh karena itu, menurut DE GEORGE, kebingungan muncul pada gagasan profesi itu sendiri, berkenaan dengan istilah profesional dan profesional. Kebingungan ini muncul karena banyak orang profesional tidak atau tidak boleh dimasukkan dalam profesi. Profesi dan profesi profesi berikut ini menurut DE GEORGE: PROFESSIONAL, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan utama untuk mencari nafkah dan mengandalkan keterampilan. PROFESIONAL, adalah orang yang memiliki profesi atau pekerjaan penuh waktu dan hidup dari kerja dengan mengandalkan keterampilan tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktikkan keterampilan tertentu atau dengan terlibat dalam aktivitas tertentu yang cakap, sementara yang lain melakukan hal yang sama seperti hobi, untuk bersenang-senang, atau untuk relaksasi.

B. Pengertian Profesionalisme

Dalam Kamus Besar Indonesia, profesionalisme memiliki makna; kualitas, kualitas, dan perilaku yang menjadi ciri profesi atau profesional. Profesionalisme adalah sikap profesional. Ini berarti bahwa istilah tersebut menjelaskan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan oleh seseorang yang memiliki keahlian di bidang atau profesi. Menurut Supriadi, penggunaan istilah profesionalisme mengacu pada tingkat penampilan seseorang sebagai profesional atau penampilan pekerjaan sebagai profesi, beberapa di antaranya sangat profesional, sedang dan rendah. Profesionalisme juga mengacu pada sikap dan komitmen anggota profesi untuk bekerja pada standar tinggi dan kode etik profesional.

Konsep profesionalisme, seperti dalam studi yang dikembangkan oleh Hall, secara luas digunakan oleh para peneliti untuk melihat bagaimana para profesional memandang profesi mereka, tercermin dalam sikap dan perilaku mereka. Konsep profesionalisme dalam penelitian Sumardi telah dijelaskan bahwa ia memiliki lima beban atau prinsip, yaitu: Pertama, afiliasi komunitas adalah menggunakan ikatan profesional sebagai referensi, termasuk organisasi formal atau kelompok rekan informal dari sumber utama gagasan pekerjaan. Melalui profesional ikatan profesional, ini membangun kesadaran profesional.

Kedua, kebutuhan otonomi adalah wawasan bahwa seorang profesional dapat membuat keputusan sendiri tanpa tekanan dari orang lain (pemerintah, klien, non-profesi). Setiap gangguan (gangguan) yang berasal dari luar, dianggap sebagai penghalang kebebasan profesional. Banyak yang menginginkan pekerjaan yang memberikan keistimewaan untuk membuat keputusan dan bekerja tanpa diawasi secara ketat. Perasaan bebas dapat datang dari kebebasan untuk melakukan yang terbaik sesuai dengan keadaan tertentu. Ketiga, self-regulation of beliefs berarti bahwa yang paling memenuhi syarat dalam menilai pekerjaan profesional adalah profesional profesional, bukan "orang luar" yang tidak memiliki kompetensi dalam bidang pekerjaan dan pengetahuannya.

Keempat, dedikasi terhadap profesi (dedikasi) tercermin dalam dedikasi profesional dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Tetap bekerja meskipun penghargaan ekstrinsik berkurang. Sikap ini merupakan ekspresi keegoisan. Pekerjaan didefinisikan sebagai tujuan. Jumlah ini telah menjadi komitmen pribadi, sehingga kompensasi utama yang diharapkan dari pekerjaan adalah kepuasan spiritual dan kemudian materi baru, dan yang kelima, kewajiban sosial adalah pandangan tentang pentingnya profesi serta manfaat yang diperoleh oleh masyarakat maupun profesional karena pekerjaan itu.
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Pengertian Profesi dan Profesionalisme

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 4/21/2018

0 komentar Pengertian Profesi dan Profesionalisme

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak