Home » » 10 Etika Guru Terhadap Murid dan Etika Murid Terhadap Guru

10 Etika Guru Terhadap Murid dan Etika Murid Terhadap Guru

   
10 Etika Guru Terhadap Murid dan Etika Murid Terhadap Guru

A. Etika Guru Terhadap Murid

Etika guru para murid, menurut Sa'id bin Muhammad Da'ib Hawwa ada sepuluh:

1. Prioritaskan kemurnian jiwa dari kejahatan moral dan kerugian alam, karena pengetahuan adalah penyembahan hati, doa jiwa, dan pemujaan batin Tuhan.

2. Kurangi keterikatannya dengan keasyikan dunia, karena mereka sibuk dan beralih kepada Tuhan. Jika pikiran terbagi maka tidak dapat mengetahui berbagai esensi. Karena itu, pengetahuan tidak akan diberikan kepada seseorang sebelum orang itu menyerahkan seluruh jiwanya.


3. Tidak arogan kepada yang berpengetahuan luas dan tidak bertindak sewenang-wenang terhadap guru, bahkan ia harus menyerahkan semua urusannya dan mematuhi sarannya. Oleh karena itu, mahasiswa sains tidak boleh arogan terhadap guru. Di antara bentuk kebanggaan guru adalah penolakannya untuk mengambil keuntungan kecuali untuk orang-orang hebat yang terkenal.

4. Haruskah seorang murid menahan diri dari mendengar perselisihan di antara mereka, apakah subjek termasuk sains dunia atau akhirat. Karena itu akan menyesatkan pikiran dan pikirannya, dan membuatnya putus asa untuk belajar dan belajar secara mendalam.

5. Ilmuwan tidak dapat meninggalkan cabang ilmu pengetahuan, atau ilmu apa pun, kecuali ia perlu berhati-hati dan mengamati tujuan dan niatnya.

6. Jika seseorang tidak mengejar semua ilmu sekaligus tetapi mulailah lebih mudah.

7. Biarkan siswa tidak memasuki cabang sains sebelum menguasai cabang sains sebelumnya.

8. Katakanlah faktor-faktor yang menyebabkan ilmu pengetahuan luhur. Itu berarti hasil dari kemuliaan, ketegasan dan kekuatan proposisi.

9. Hendaklah tujuan murid di dunia adalah semata-mata untuk menghias dan mempercantik hatinya dengan prioritas, dan akhirat adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan diri untuk bisa berdekatan dengan makhluk tertinggi dari kalangan malaikat dan orang-orang yang didekatkan (muqarrobin).

10. Jika Anda tahu hubungan dengan tujuan prioritas tinggi.

B. Etika Murid Terhadap Guru

Sementara itu, menurut Hasyim Ash'ari, etika siswa dari sepuluh jenis yang harus diketahui siswa:

1. Siswa harus membersihkan hati dari semua kotoran, sehingga sains dapat dengan mudah memasukinya.

2. Berfokus hanya pada tujuan Allah dan amal dengan pengetahuan, menjaga Syariah, menerangi hati dan taqorrub kepada Allah.

3. Berusaha keras untuk segera mendapatkan ilmu, jangan terkecoh dengan amarah kosong atau kemalasan.

4. Qona'ah dan kesabaran untuk makanan dan pakaian mudah untuk masuk ke dalam sains dan sumber daya kebijaksanaan.

5. Waktu set cerdas, sehingga semua potensi dapat dimanfaatkan sepenuhnya.

6. Makan secukupnya, jangan terlalu penuh, jangan sampai menghalangi ibadah dan tubuh yang membebani.

7. Mencoba untuk menjadi '(waspada terhadap masalah tidak sah, subhat dan sia-sia); pilih yang halal untuk kebutuhan hidupnya sehingga hati selalu bersinar dan siap menerima cahaya sains dan kekkahanya.

8. Hindari makanan yang menyebabkan kemalasan dan melemahkan keberanian, serta menghindari hal-hal yang menyebabkan banyak kekurangan memori.

9. Kurangi tidur selama tidak mengganggu kesehatan Anda sendiri.

10. Meninggalkan sesuatu yang dapat menarik perhatian dan kelalaian belajar dan ibadah.

Sangat jelas sekali, keharusan adanya niat dan kebersihan hati dalam belajar.Karena belajar dianggap sebagai ibadah dan tujuannya adalah ridha dan mendekatkan diri kepada Allah.Untuk itu, murid harus menyesuaikan diri dengan sifat-sifat bersih dan suci dari Allah.Penekanan pentingnya kebersihan hati dalam mempelajarinya berdasarkan keyakinan bahwa sains adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Tinggi. Lebih murni dan bersih dari hati manusia akan menjadi lebih baik dan lebih kuat untuk menerima pengetahuan dan pengetahuan tentang Tuhan.

Dan juga perlu disadari, bahwa hormat dan patuh kepada gurunya bukanlah manifestasi penyerahan total kepada guru yang dianggap memiliki kekuatan, melainkan karena keyakinan murid bahwa guru adalah penyalur kemurahan Tuhan kepada para murid di dunia maupun di akhirat. Selain itu juga berdasarkan atas kepercayaan bahwa guru tersebut memiliki kesucian karena memegang kunci penyalur ilmu pengetahuan dari Allah.Dengan demikian, dalam kontek kepatuhan santri pada guru hanyalah karena hubungannya dengan kesalehan guru kepada Allah, ketulusannya, dan kecintaanya mengajar murid-murid.
Terimakasih telah membaca artikel berjudul 10 Etika Guru Terhadap Murid dan Etika Murid Terhadap Guru

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 4/17/2018

0 komentar 10 Etika Guru Terhadap Murid dan Etika Murid Terhadap Guru

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak