Home » » Pengertian, Jenis-jenis dan Cara Mensucikan Benda yang Terkena Najis

Pengertian, Jenis-jenis dan Cara Mensucikan Benda yang Terkena Najis

   
Pengertian, Jenis-jenis dan Cara Mensucikan Benda yang Terkena Najis

A. Pengertian Najis

Najis adalah bentuk kotoran yang setiap muslim diwajibkan untuk membersihkan diri darinya atau mencuci bagian yang terkena olehnya. mengenai hal ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mesucikan diri.” (Al-Baqarah: 222)

Sedangkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bersabda:

الطَّهَوْرُشَطُرُالاِيْمَنِ (رواه مسلم)

“Kesucian itu sebagian dari iman.”(HR. Muslim).

B. Jenis-Jenis Najis

1. Najis Mughalladhoh 
Najis Mughalladhoh yaitu najis anjing. Benda yang terkena najis ini hendaklah dibasuh tujuh kali, satu kali diantaranya  hendaklah dibasuh dengan air yang dicampur dengan tanah.

2. Najis Mukhaffafah 
Najis Mukhaffafah misalnya kencing anak laki-laki yang belum memakan makanan lain selain ASI. Mencuci benda yang kena najisini sudah memadai dengan memercikan air pada benda itu, meskipun tidak mengalir,adapun kencing anak perempuan yang belum memekan apa-apa selain ASI, kaifiaat mencucinya hendaklah dibasuh sampai air mengalir di atas benda yang kena najis itu, dan hilang zat najis dan sifat-sifatnya,

3. Najis Mutawassitah 
Najis Mutawassitah yaitu najis yang lain daripada kedua macam yang tersebut di atas. Najis pertengahan ini terbagi atas dua bagian :

a. Najis hukmiah, yaitu yang kita yakini adanya , tetapi tidak nyata zat, bau, rasa, dan warnanya, seperti kencing yang sudah lama kering, sehingga sifat-sifatnya telah hilang. Cara mencuci najis ini cukup dengan mengalirkan air diatas benda yang kena itu.

b. Najis ‘ainiyah, yaitu yang masih ada zat, warna, rasa, dan baunya, kecuali warna atau bau yang sangat sukar menghilangkannya, sifat ini dimaafkan. Cara mencuci najis ini hendaklah dengan menghilangkan zat, rasa, warna, dan baunya.

C. Cara Mensucikan Benda yang Terkena Najis

1.  Pakaaian atau Anggota Badan yang Terkena Najis
Pakaian atau anggota badan yang terkena najis, wajib dicuci dengan air bersih(air yang suci dan mensucikan), sedemikian rupa sehingga zat najis itu hilang warnanya, baunya dan rasanya. Jika, setelah cukup dicuci, masih juga ada sedikit warna atau bau yang sukar dihilangkan, hal itu dimaafkan.

2. Zat Najis yang Tidak Tampak
Bila zat najis itu tidak tampak; seperti kencing yang sudah lama kering, sehingga telah hilang tanda-tandanya atau sifat-sifatnya, cukup mengalirkan air diatasnya, walaupun hanya satu kali saja.

3. Bejana yang Terkena Jilatan Anjing
Bejana (tempat makan, tempat minum atau alat memasak seperti piring, gelas dan periuk) yang bagian dalamnya terkena jilatan anjing, dibasuh tujuh kali, yang pertama atau salah satunya dicampur dengan tanah. Boleh juga menggantikan tanah dengan sabun, atau pembersih lain yang kuat.

Benda-benda selain bejana, demikian pula anggota badan seseorang atau pakainannya, jika tersentuh anjing, wajib mencucinya sampai benar-benar bersih, walaupun hanya satu kali saja jika dengan itu dapat menjadi bersih kembali.

4. Benda yang Tersentuh Babi
Untuk menyucikan sesuatu yang tersentuh babi, cukup dengan membasuhnya satu kali saja dengan air, tanpa tanah, apabila sudah dianggap cukup bersih kembali(sama seperti najis-najis lainnya).

5.  Cara Menyucikan Kencing Bayi
Kencing bayi (laki-laki atau perempuan) berusia dibawah dua tahun dan tidak makan makanan selain air susu manusia (baik dari ibinya sendiri atau ataupun seorang wanita lainnya), cukup diperciki air bersih diatasnya dan sedikit lagi dibawahnya.

6. Tanah yang Terkena Najis
Untuk menyucikan tanah yang terkena najis, cukup dengan menuangkan air diatasnya, sehingga meliputi tempat najis tersebut.

7.  Mentega yang Terkena Najis
Mentega, minyak yang bekudan yang serupa dengan itu, apabila terkena zat najis(misalnya kejatuhan bangkai cicak dan lainnya) cukup dibuang bagian yang terkena najis tersebut dan sekitarnya saja. Akan tetapi,  jika najis itu menyentuh bahan makanan yang cair, seperti minyak goreng misalnya, maka semuanya manjadi najis.

8.  Kaca, Pisau dan Keramik
Untuk membersihkan kaca, pisau, pedang keramik dan segala benda yang permukaannya licin seperti itu, apabila terkena najis, cukup dengan mengusapnya sehingga hilang bekas-bekas najis tersebut.

9.  Sepatu dan Sandal
Bagian bawah sepatu, sandal dan sebagainya, apabila terkena najis, cukup dibersihkan dengan cara menggosoknya ketanah sehingga hilang zat dari najisnya.

10. Tali Jemuran
Tali jemuran yang pernah digunakan untuk menjemur pakaian yang terkena najis, dapat dianggap suci kembali jika telah mengering, baik karena panas matahari atau hembusan angin.

11. Tetesan Air yang Meragukan
Apabila seseorang terkena tetesan air atau percikan air yang tidak jelas najis atau tidaknya, maka tidak wajib menanyakan hal itu dan menyucinya. Akan tetapi jika ia telah diberitahu oleh orang terpercaya bahwa air itu adalah najis, maka wajib manyucinya.

12.  Pakaian yang Terkena Lumpur Jalanan
Pakaian yang terkena lumpur jalanan, tidak harus dicuci walaupun jalanan tersebut biasanya terkena najis. Kecuali jika ia yakin bahwa yang mengotorinya itu zat najis.

13.  Melihat Najis di Pakaian Setelah Selesai Shalat
Jika seseorang telah menyelesaikan shalatnya, lalu melihat najis di pakaian atau tubuhnya, sedangkan sebelum itu ia tidak mengetahuinya, atau telah mengetahui tetrapi terlupa maka ia hanya wajib mengulangi shalatnya yang terakhir saja. Yakni sebelum mengetahui adanya najis tersebut.

14. Najis yang Tidak Dikenali Tempatnya
Jika seseorang mengetahui adanya najis pada pakaiannya tetapi kini ia tidak tahu lagi di bagian manakah najis tersebut, wajiblah ia mencuci semuanya, karena hanya dengan begitu ia dapat meyakini kesuciannya.

15.  Menyamak Kulit Bangkai
Kulit bangkai, selain anjing dan babi, dapat menjadi suci setelah melalui proses penyamakan.

16. Menggunakan Alat-Alat Makan-Minum Orang-Orang Non-Muslim
Dirawikan bahwa abu Tsa’labah Al-Khusyani pernah bertanya, “Ya Rasulullah, adakalanya kami berada di negeri Ahl’l-Kitab. Bolehkah kami makan dengan menggunakan alat-alat makan-minum mereka?

Jawab Nabi Saw., “jika ada yang lainnya, sebaiknya tidak menggunakan alat-alat mereka. Tetapi jika tidak ada, cucilah dan kemudian makanlah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

DAFTAR PUSTAKA

Al-Habsyi, Muhammad Bagir.1999. Fiqih Praktis. Bandung: Penerbit Mizan.
Rasjid, Sulaiman. 2014. Fiqh Islam. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Sa’id, Adil. 2006. Fiqhun Nisa, Thaharah-Shalat. Jakarta: PT Mizan Publika.
‘Uwaidah, Syaikh Kamil Muhammad. 2007. Al-Jami’ fii Fiqhi An-Nisaa’(Edisi Indonesia). Jakarta: Pustaka Al-Kautsar
http://fatchurahmanali.blogspot.co.id/2016/09/makalah-pai-najis-dan-cara.html
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Pengertian, Jenis-jenis dan Cara Mensucikan Benda yang Terkena Najis

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 3/21/2018

0 komentar Pengertian, Jenis-jenis dan Cara Mensucikan Benda yang Terkena Najis

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak