Skip to main content

Macam-macam Model Pembelajaran Lengkap

Model Pembelajaran Lengkap

A. Pengertian Model Pembelajaran

Model pembelajaran adalah serangkaian presentasi materi pengajaran yang mencakup semua aspek sebelum menjadi dan setelah pembelajaran oleh guru dan semua fasilitas terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar. 
Memahami model pembelajaran menurut para ahli adalah sebagai berikut:
Agus Suprijono Menurutnya, model pembelajaran adalah pola yang digunakan sebagai panduan dalam perencanaan pembelajaran di kelas atau tutorial.
Slavin Mengungkapkan model pembelajaran sebagai referensi ke pendekatan pembelajaran termasuk tujuan, sintaksis, lingkungan dan sistem manajemen.
Trianto menjelaskan model pembelajaran sebagai pendekatan yang luas dan komprehensif dan dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan pembelajaran, sintaksis (pola urutan) dan sifat lingkungan belajar.
Komarudin  menjelaskan model pembelajaran sebagai kerangka kerja konseptual yang digunakan sebagai panduan atau panduan dalam melakukan kegiatan pembelajaran.

B. Macam-Macam Model Pembelajaran

Model pengajaran dapat diartikan sebagai rencana atau pola yang digunakan dalam mempersiapkan kurikulum, mengatur materi siswa, dan memberikan instruksi kepada instruktur di kelas dalam pengaturan pengajaran atau pengaturan lainnya. Untuk lebih jelasnya berikut dijelaskan secara lengkap macam-macam model pembelajaran.
1. Model Pembelajaran Contoh 
Mempersiapkan gambar, diagram, atau tabel sesuai dengan bahan dan kompetensi mengajar, menyajikan gambar yang dilampirkan atau menggunakan OHP, dengan instruksi guru siswa memperhatikan presentasi, diskusi kelompok tentang gambar yang disajikan sebelumnya, presentasi hasil kelompok, panduan tentang kesimpulan, penilaian dan refleksi. Examples adalah metode pembelajaran yang menggunakan contoh. Contohnya bisa dari case / gambar yang relevan dengan KD
Langkah:
a. Guru menyiapkan gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
b. Guru menempel gambar di papan tulis atau menunjukkan melalui OHP.
c. Para guru memberikan instruksi dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperhatikan / menganalisis gambar.
d. Melalui diskusi kelompok yang terdiri dari 2-3 siswa, hasil diskusi dari analisis gambar direkam di atas kertas.
e. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk membaca hasil diskusi.
f. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
g. Kesimpulan
2. Model Pembelajaran Kepala Bernomor 
Langkah-langkah model pembelajaran kepala bernomor adalah sebagai berikut:
a. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
b. Guru memberi tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
c. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan bahwa setiap anggota kelompok dapat melakukannya / mengetahui jawabannya.
d. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil untuk melaporkan hasil kolaborasi mereka.
e. Tanggapan dari teman lain, kemudian guru menunjuk ke nomor lain.
f. Kesimpulan.
3. Model Pembelajaran Naskah Koperasi
Metode pembelajaran di mana siswa bekerja berpasangan dan secara verbal meringkas, bagian-bagian dari materi yang dipelajari (Danserau cs., 1985).
Langkah:
a. Guru membagi siswa menjadi berpasangan.
b. Guru membagikan wacana / bahan untuk setiap siswa untuk membaca dan membuat ringkasan.
c. Guru dan siswa menentukan siapa yang pertama bertindak sebagai pembicara dan siapa yang bertindak sebagai pendengar.
d. Pembicara membaca ringkasan selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide utama dalam ringkasan. Sedangkan pendengar: Mendengarkan / mengoreksi / menunjukkan ide-ide utama yang tidak lengkap. membantu mengingat / menghafal ide-ide utama dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. Berganti peran, awalnya sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Dan lakukan seperti di atas
f. Kesimpulan Siswa bersama dengan guru
g. Penutupan
4. Model Pembelajaran Struktur Kepala Bernomor (Modifikasi Kepala Angka)
Langkah:
a. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
b. Tugas diberikan kepada setiap siswa berdasarkan sejumlah tugas. Misalnya: siswa nomor satu bertugas menulis pertanyaan. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan sebagainya
c. Jika perlu, guru dapat memesan kerjasama antar kelompok. Siswa disuruh meninggalkan grup dan bergabung dengan beberapa siswa dengan nomor yang sama dari kelompok lain. Pada kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama dapat saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
d. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok lain
e. Kesimpulan
5. Model Pembelajaran Prestasi Tim (STAD)
Langkah-langkah model pembelajaran STAD yaitu sebagai berikut:
a. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (dicampur menurut prestasi, jenis kelamin, etnis, dll.).
b. Guru mempresentasikan pelajaran.
c. Guru memberikan tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang sudah mengerti dapat menjelaskan kepada anggota lain sampai semua anggota dalam grup mengerti.
d. Guru memberikan kuis / pertanyaan kepada semua siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
e. Berikan evaluasi
f. Kesimpulan
6. Model Pembelajaran Jigsaw
Model pembelajaran ini termasuk pembelajaran kooperatif dengan sintaksis sebagai berikut. Bimbingan, informasi tentang bahan ajar, untuk kelompok heterogen, menyediakan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian menurut banyak siswa dalam kelompok, setiap anggota kelompok ditugaskan untuk membahas bagian tertentu, masing-masing kelompok bahan belajarnya sama, buat ahli kelompok sesuai dengan bagian bahan ajar yang sama sehingga ada kerjasama dan diskusi, kembali ke kelompok asli, menerapkan tutorial pada kelompok asli oleh anggota kelompok ahli, menyimpulkan dan mengevaluasi, merefleksikan.
Tim Ahli Model Kooperatif (Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, Dan Snapp, 1978)
Langkah:
a. Siswa dikelompokkan = 4 anggota tim.
b. Setiap orang dalam tim diberikan materi yang berbeda.
c. Setiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan.
d. Anggota dari berbagai tim yang telah mempelajari bagian / sub-bab yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok baru (kelompok pakar) untuk membahas sub-bab mereka.
e. Setelah menyelesaikan diskusi sebagai tim ahli, masing-masing anggota kembali ke kelompok asal dan bergiliran mengajar rekan tim mereka tentang sub-bab yang mereka kuasai dan masing-masing anggota mendengarkan dengan seksama
f. Setiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
g. Guru memberikan evaluasi
h. Penutupan
7. Model Pembelajaran Problem Based Indroduction (PBI)
Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Masalah:
a. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan fasilitas atau alat pendukung yang dibutuhkan. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam kegiatan penyelesaian masalah yang dipilih.
b. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengatur tugas belajar yang terkait dengan masalah (menugaskan topik, tugas, jadwal, dll.)
c. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, percobaan untuk mendapatkan penjelasan dan penyelesaian masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
d. Guru membantu siswa dalam merencanakan untuk mempersiapkan pekerjaan yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan teman-teman mereka.
e. Guru membantu siswa untuk mencerminkan atau mengevaluasi percobaan mereka dan proses yang mereka gunakan.
8. Model Pembelajaran Artikulasi
Artikulasi adalah mode pembelajaran dengan sintaksis: menyampaikan konferensi, mempresentasikan materi, membentuk kelompok dalam sepasang kursi, salah satu siswa yang menyampaikan materi yang baru saja diterima oleh pasangannya lalu bergantian, presentasi di depan hasil diskusi, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan.
Langkah:
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b. Guru menyajikan materi seperti biasa.
c. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok yang terdiri dari dua orang.
d. Tugaskan salah satu siswa untuk membagikan materi yang baru saja diterima dari guru dan rekannya mendengarkan sambil membuat catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga dengan kelompok lain.
e. Tugaskan siswa untuk bergiliran / secara acak menyampaikan hasil wawancara dengan pasangannya. Hingga beberapa siswa telah menyerahkan hasil wawancara.
f. Guru mengulangi / menjelaskan materi jika tidak dipahami oleh siswa.
g. Kesimpulan
9. Model Pembelajaran Pemetaan Pikiran
Pembelajaran ini sangat cocok untuk meninjau pengetahuan awal siswa. Sintaksnya adalah: informasi kompetensi, presentasi masalah terbuka, siswa dalam kelompok menanggapi dan membuat berbagai alternatif jawaban, presentasi hasil diskusi kelompok, siswa membuat kesimpulan dari hasil masing-masing kelompok, evaluasi dan refleksi.
Langkah:
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b. Guru mempresentasikan konsep / masalah yang akan ditanggapi oleh siswa dan masalah yang memiliki jawaban alternatif.
c. Membentuk kelompok yang terdiri dari 2-3 orang.
d. Setiap kelompok menginventarisir / mencatat jawaban alternatif untuk diskusi.
e. Setiap kelompok membacakan hasil diskusi sementara guru mencatatnya
f. Dari data di papan tulis siswa diminta untuk membuat kesimpulan atau guru memberikan perbandingan sesuai dengan konsep yang diberikan oleh guru.
10. Model Pembelajaran Match Card 
Langkah-langkah model pembelajaran match card yaitu sebagai berikut:
1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang sesuai untuk sesi peninjauan, alih-alih satu bagian dari kartu pertanyaan dan bagian lain dari kartu jawaban.
2. Setiap siswa mendapat satu kartu.
3. Setiap siswa memikirkan jawaban / pertanyaan dari kartu yang dipegang.
4. Setiap siswa mencari pasangan yang memiliki kartu yang cocok dengan kartu tersebut (menjawab pertanyaan).
5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartu sebelum batas waktu diberikan poin.
6. Setelah satu putaran kartu dikocok lagi sehingga setiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
7. Dan seterusnya
8. Kesimpulan
11. Model Pembelajaran Pikirkan Pasangan dan Bagikan
Model pembelajaran ini diklasifikasikan sebagai tipe kooperatif dengan sintaksis: Guru menyajikan materi klasik, memberikan masalah kepada siswa dan siswa bekerja dalam kelompok dengan cara berpasangan (think-pair), presentasi kelompok (berbagi), kuis individu, membuat skor untuk setiap siswa. pengembangan, umumkan hasil kuis dan berikan hadiah.
Langkah:
1. Guru menyampaikan materi inti dan kompetensi yang ingin dicapai
2. Siswa diminta untuk memikirkan materi / masalah yang disampaikan oleh guru
3. Siswa diminta berpasangan dengan teman mereka berikutnya (kelompok 2 orang) dan mengekspresikan hasil dari setiap pemikiran
4. Guru memimpin pleno diskusi kecil, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi
5. Mulai dari kegiatan, guru mengarahkan diskusi ke masalah utama dan menambahkan materi yang belum diungkapkan oleh siswa
6. Guru memberikan kesimpulan
7. Penutupan
12. Model Pembelajaran Debat
Debat adalah model pembelajaran dengan sintaksis: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadap-hadapan, siswa membaca materi pengajaran untuk diamati oleh masing-masing kelompok, presentasi hasil bacaan oleh perwakilan dari satu kelompok kemudian menanggapi kelompok lain segera setelah itu berubah secara bergantian , guru memandu pembuatan kesimpulan dan menambahkannya ke biola diperlukan.
Langkah:
1. Guru membagi dua kelompok peserta debat, satu pro dan kontra lainnya
2. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan diperdebatkan oleh kedua kelompok di atas
3. Setelah selesai membaca materi, guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara pada saat itu, kemudian menanggapi kelompok lawan. Demikian seterusnya hingga sebagian besar siswa dapat mengungkapkan pendapatnya
4. Sementara siswa mempresentasikan ide-ide mereka, guru menulis inti / ide dari setiap percakapan sampai mereka mendapatkan jumlah ide yang diharapkan
5. Guru memberikan penjelasan untuk melengkapi
9. Guru memberikan kesimpulan umum
10. Evaluasi
11. Penutupan
14. Model Pembelajaran Investigasi Kelompok
Langkah-langkah model pembelajaran investigasi kelompok:
1. Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok heterogen.
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan tugas kelompok.
3. Guru memanggil ketua kelompok dan setiap kelompok mendapat satu materi / tugas yang berbeda dari kelompok lain.
4. Setiap kelompok mendiskusikan materi yang ada secara kooperatif yang bersifat penemuan.
5. Setelah diskusi selesai, juru bicara kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
6. Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberikan kesimpulan
7. Evaluasi
8. Penutupan
15. Model Pembelajaran Talking Stick
Sintaks pembelajarannya adalah: guru menyiapkan tongkat, menyajikan materi pelajaran, siswa membaca materi lengkap dalam wacana, guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang mendapat tongkat menjawab pertanyaan dari guru, tongkat diberikan kepada siswa lain dan guru memberikan pertanyaan lagi dan seterusnya, guru membimbing kesimpulan-refleksi-evaluasi.
Langkah:
1. Guru menyiapkan tongkat
2. Guru menyampaikan materi utama yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi tersebut
3. Setelah selesai membaca materi / buku teks dan mempelajarinya, siswa menutup buku
4. Guru mengambil tongkat dan memberikannya kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat harus menjawabnya, dan seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru
5. Guru memberikan kesimpulan
6. Evaluasi
7. Penutupan
16. Model Pembelajaran Pertukaran Pasangan
Langkah:
1. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru dapat menunjuk pasangannya atau siswa memilih pasangannya sendiri)
2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan mitra mereka
3. Setelah menyelesaikan masing-masing pasangan bergabung dengan satu pasangan lainnya
4. Kedua pasangan bertukar pasangan, lalu pasangan baru saling bertanya dan mencari kepastian dalam jawaban mereka
5. Temuan baru yang diperoleh dari pertukaran mitra kemudian dibagikan dengan mitra asli
17. Model Pembelajaran Bola Salju Melempar
Langkah-langkah model belajar melempar bola salju:
1. Guru mempresentasikan materi yang akan disajikan
2. Guru membentuk kelompok dan memanggil setiap pemimpin kelompok untuk memberikan penjelasan materi
3. Setiap pemimpin kelompok kembali ke kelompoknya, lalu menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
4. Kemudian setiap siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan setiap pertanyaan terkait dengan materi yang telah dijelaskan oleh ketua kelompok
5. Kemudian kertas yang berisi soal dibuat seperti bola dan dilemparkan dari satu siswa ke siswa lain selama ± 15 menit
6. Setelah siswa memiliki satu bola / satu pertanyaan diberikan kesempatan bagi siswa untuk menjawab pertanyaan yang ditulis pada kertas berbentuk bola secara bergantian
7. Evaluasi
8. Penutupan
18. Model Pembelajaran Fasilitator dan Penjelasan Siswa
Langkah:
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru menunjukkan / mempresentasikan materi
3. Berikan siswa kesempatan untuk menjelaskan kepada siswa lain misalnya melalui grafik / peta konsep
4. Guru menyimpulkan ide / pendapat siswa
5. Guru menjelaskan semua materi yang disajikan pada waktu itu
6. Penutupan
19. Model Pembelajaran Ulasan Kursus Horay
Langkah-langkahnya: informasi kompetensi, penyajian materi, pertanyaan dan jawaban untuk stabilisasi, siswa atau kelompok menulis angka acak dan dimasukkan ke dalam kotak, guru membaca pertanyaan yang nomornya dipilih secara acak, siswa yang memiliki nomor yang sama dengan jumlah membaca pertanyaan yang guru memiliki hak untuk menjawab jika jawaban diberikan skor dengan benar dan siswa menyapanya dengan berteriak hore atau yang lain, memberikan hadiah, kesimpulan dan evaluasi, refleksi.
Langkah langkah
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru menunjukkan / mempresentasikan materi
3. Beri siswa kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan jawaban
4. Untuk menguji pemahaman, siswa diminta untuk membuat 9/16/25 kotak sesuai dengan kebutuhan mereka dan setiap kotak diisi dengan angka sesuai dengan selera masing-masing siswa.
5. Guru membaca pertanyaan secara acak dan siswa menuliskan jawaban mereka di kotak di mana nomor tersebut disebutkan oleh guru dan segera didiskusikan, jika diisi dengan benar dengan tanda yang benar (Ö) dan salan diisi dengan tanda silang (x ).
6. Siswa yang mendapat tanda Ö vertikal atau horizontal atau diagonal harus berteriak horay ... atau teriakan lainnya
7. Skor siswa dihitung dari jumlah jawaban yang benar yang diperoleh
8. Penutupan
20. Model Pembelajaran Demonstrasi
Pembelajaran ini terutama untuk materi yang membutuhkan demonstrasi atau eksperimen media. Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi, menyajikan deskripsi umum tentang bahan ajar, membagi tugas membahas materi untuk setiap kelompok, menunjuk siswa atau kelompok untuk menunjukkan bagian mereka, diskusi kelas, kesimpulan dan evaluasi, refleksi.
Khusus materi yang memerlukan demonstrasi atau percobaan.
Langkah langkah
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru menyajikan tinjauan singkat materi yang akan disampaikan
3. Siapkan bahan atau alat yang dibutuhkan.
4. Tunjuk salah satu siswa untuk berdemonstrasi sesuai dengan skenario yang telah disiapkan.
5. Semua siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisisnya.
6. Setiap siswa mempresentasikan hasil analisisnya dan juga pengalaman siswa yang ditunjukkan
7. Guru membuat kesimpulan
21. Model Pembelajaran Pemetaan Pikiran
Pembelajaran ini sangat cocok untuk meninjau pengetahuan awal siswa. Sintaksnya adalah: informasi kompetensi, presentasi masalah terbuka, siswa dalam kelompok menanggapi dan membuat berbagai alternatif jawaban, presentasi hasil diskusi kelompok, siswa membuat kesimpulan dari hasil masing-masing kelompok, evaluasi dan refleksi
Sangat baik untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan jawaban alternatif
Langkah:
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mempresentasikan konsep / masalah yang akan ditanggapi oleh siswa dan masalah yang memiliki jawaban alternatif
3. Bentuk kelompok yang terdiri dari 2-3 orang
4. Setiap kelompok menginventarisir / mencatat jawaban alternatif untuk diskusi
5. Setiap kelompok (atau secara acak oleh kelompok tertentu) membaca hasil diskusi dan guru mencatatnya di papan tulis dan mengelompokkannya sesuai dengan kebutuhan guru
6. Dari data di papan tulis siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberikan perbandingan sesuai dengan konsep yang diberikan oleh guru
22. Model Pembelajaran Gambar dan Gambar
Menyajikan informasi kompetensi, menyajikan materi, menunjukkan gambar kegiatan yang berkaitan dengan materi, siswa (perwakilan) menyortir gambar sehingga secara sistematis, guru mengkonfirmasi urutan gambar, guru mengimplementasikan konsep sesuai dengan bahan ajar, kesimpulan, evaluasi dan refleksi .
Langkah:
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
1. Menyajikan materi sebagai pengantar
2. Guru menunjukkan / menunjukkan gambar kegiatan yang berhubungan dengan materi
3. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian untuk menginstal / mengurutkan gambar menjadi urutan logis
4. Guru menanyakan alasan / dasar pemikiran untuk urutan gambar
5. Dari alasan / urutan gambar guru mulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
6. Kesimpulan
23. Model Pembelajaran Instruksi Eksplisit
Langkah:
1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
2. Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan
3. Pelatihan membimbing
4. Periksa pemahaman dan berikan umpan balik. Berikan peluang untuk pelatihan lebih lanjut
24. Model Pembelajaran Bacaan Dan Komposisi 
Langkah:
1. Membentuk kelompok heterogen yang terdiri dari 4 orang
2. Guru mendeskripsikan topik 
3. Siswa bekerja bersama untuk saling membaca dan menemukan ide-ide utama dan menanggapi wacana / kliping dan ditulis di selembar kertas
4. Sajikan / bacakan hasil grup
5. Guru mengumpulkan kesimpulan
6. Penutupan
25. Inside-Outside-Circle (Lingkaran Kecil)
Langkah:
1. Setengah kelas berdiri dalam lingkaran kecil dan menghadap ke luar
2. Bagian lain dari kelas membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap ke dalam
3. Dua siswa berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini dapat dilakukan oleh semua pasangan pada saat yang bersamaan
4. Kemudian siswa yang berada di lingkaran kecil tetap diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam.
5. Sekarang giliran siswa di lingkaran besar untuk berbagi informasi. Dan seterusnya
26. Model Pembelajaran Tebak Kata
Langkah:
1. Guru memaparkan apa yang ingin dicapai 
2. Guru memberi tahu siswa untuk berdiri berpasangan di depan kelas
4. Seorang siswa diberikan kartu berukuran 10 x 10 cm yang kemudian dibacakan kepada pasangannya. Siswa lain diberikan kartu 5 x 2 cm yang isinya tidak dapat dibaca (dilipat) dan kemudian diletakkan di dahi atau diselipkan di telinga. Siswa yang membawa kartu 10 x 10 cm membacakan kata-kata yang tertulis di dalamnya sementara pasangan mereka menebak apa yang dimaksud dengan kartu 10 x 10 cm. Jawaban yang tepat jika cocok dengan isi kartu yang ditempel.
5. Jika jawabannya benar (sebagaimana tertulis pada kartu) maka pasangan tersebut dapat duduk6. Dan seterusnya
27. Model Pembelajaran Tari Bambu
Model pembelajaran ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk berbagi informasi secara bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang membutuhkan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar siswa. 
28. Model Pembelajaran Cooperative Learning
Dengan memanfaatkan kenyataan itu, belajar dalam kelompok kooperatif, siswa dilatih dan terbiasa berbagi pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan mempraktikkan interaksi-berkomunikasi-bersosialisasi karena koperasi adalah miniatur kehidupan masyarakat, dan belajar saling mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing. Jadi model pembelajaran kooperatif adalah kegiatan belajar dalam kelompok untuk bekerja bersama untuk saling membantu membangun konsep, menyelesaikan masalah, atau penyelidikan. . Menurut teori dan pengalaman sehingga kelompok itu kohesif (kompak-partisipatif), setiap anggota kelompok terdiri dari 4-5 orang, siswa heterogen (kemampuan, jenis kelamin, karakter), ada kontrol dan fasilitasi, dan bertanggung jawab atas hasil kelompok dalam bentuk laporan atau presentasi. pembelajaran kooperatif adalah informasi, arahan strategis, pembentukan kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan pelaporan.
29. Model Pembelajaran Kontekstual 
Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan presentasi atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka, bernegosiasi) yang berkaitan dengan dunia nyata kehidupan siswa (pemodelan kehidupan sehari-hari), sehingga manfaat materi akan disajikan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi kondusif - nyaman dan menyenangkan. Pengarsipan pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa, siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan mencatat, dan mengembangkan keterampilan sosialisasi. Ada tujuh indikator pembelajaran kontekstual yang dapat dibedakan dari model lain, yaitu pemodelan (konsentrasi perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi-tujuan, arahan-petunjuk, tanda-tanda, contoh), pertanyaan (eksplorasi, membimbing, membimbing, membimbing, mengarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, generalisasi), komunitas pembelajaran (semua siswa yang berpartisipasi dalam pembelajaran kelompok atau individu, mind-on, hands-on, mencoba, melakukan), inquiry (identifikasi, penyelidikan, hipotesis, dugaan, generalisasi, penemuan), konstruktivisme (membangun memiliki pemahaman, membangun konsep, analisis-sintesis), refleksi (tinjauan, ringkasan, tindak lanjut), penilaian otentik (penilaian selama proses dan setelah pembelajaran, penilaian aktivitas bisnis masing-masing siswa, penilaian portofolio, evaluasi objektif-obyektif dari berbagai aspek dengan berbagai cara).
30. Model Pembelajaran Realistis
Prinsip RME adalah kegiatan konstruksi (melakukan), realitas, (proses-aplikasi bermakna), pemahaman (menemukan-informal dan konteks melalui refleksi, informal ke formal), antar-kembaran (antar-kembar) interkoneksi antar konsep), interaksi ( belajar sebagai kegiatan sosial, berbagi), dan bimbingan (dari guru dalam penemuan).
31. Model Pembelajaran SAVI
Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa pembelajaran harus memanfaatkan semua alat yang dimiliki oleh siswa. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatik yang berarti gerakan tubuh (hands-on, aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan; Auditori yang berarti bahwa pembelajaran harus melalui mendengarkan, mendengarkan, berbicara, mempresentasikan, berdebat, menyarankan yang benar, dan merespons; Visualisasi yang berarti belajar harus menggunakan indera mata melalui mengamati, menggambar, menunjukkan, membaca, menggunakan media dan alat bantu mengajar; dan Intelektual yang berarti bahwa pembelajaran harus menggunakan kemampuan berpikir (mind-on) belajar harus dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui penalaran, investigasi, mengidentifikasi, menemukan, menciptakan, membangun, menyelesaikan masalah, dan menerapkan.
32. Model Pembelajaran TGT 
Penerapan model ini dengan mengelompokkan siswa yang heterogen, tugas masing-masing kelompok dapat sama dengan berbeda. Setelah mendapatkan tugas, masing-masing kelompok bekerja bersama dalam bentuk pekerjaan individu dan diskusi. Cobalah kohesif dan dinamika kelompok yang kompak dan kembangkan rasa persaingan antar kelompok, suasana wacana yang nyaman dan menyenangkan dalam kondisi permainan (yaitu oleh guru yang terbuka, ramah, lembut, sopan, dan ada presentasi bodoran. Setelah selesai) kerja kelompok, presentasikan hasil kelompok sehingga diskusi kelas berlangsung. Jika waktu memungkinkan TGT dapat diadakan dalam beberapa pertemuan, atau dalam konteks mengisi waktu setelah UAS sebelum pembagian kartu laporan. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Sebuah. Buat grup heterogen yang terdiri dari 4 siswa kemudian berikan informasi materi utama dan mekanisme aktivitas
b. Siapkan tabel turnamen yang cukup, misalnya 10 tabel dan untuk setiap tabel ditempati oleh 4 siswa dengan kemampuan yang sama, tabel I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari setiap grup dan seterusnya hingga tabel X ditempati oleh siswa dengan level terendah. Penentuan setiap siswa yang duduk di meja tertentu adalah hasil dari perjanjian kelompok.
c. Berikutnya adalah pelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu pertanyaan yang telah disediakan di setiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu tertentu (misalnya 3 menit). Siswa dapat mengerjakan lebih dari satu pertanyaan dan hasilnya diperiksa dan dinilai, sehingga skor turnamen diperoleh untuk setiap individu dan pada saat yang sama skor kelompok asli. Siswa pada setiap tabel tunamen cocok dengan skor yang diperoleh dengan judul (judul) unggul, sangat baik, bagus, sedang.
d. Bumping, di turnamen kedua (juga untuk turnamen keempat keempat dll), pergeseran kursi dibuat di meja turnamen sesuai dengan judul gelar, siswa unggul dalam kelompok tabel turnamen yang sama, serta untuk tabel turnamen lainnya diisi oleh siswa dengan judul yang sama.
e. Setelah selesai, hitung skor untuk masing-masing kelompok asli dan skor individu, kelompok penghargaan dan penghargaan individu.
33. Model Pembelajaran Kata Kata
Langkah:
Guru menyampaikan materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
Guru membagikan lembar kegiatan sesuai dengan contoh
Peserta didik menjawab pertanyaan kemudian menyinari surat-surat dalam kotak sesuai dengan jawaban
Berikan poin untuk setiap jawaban di kota
34. Model Pembelajaran Terang
Sintaksnya adalah: membuat kartu pertanyaan sesuai dengan bahan ajar marteri, membuat kartu jawaban dengan angka acak, menyajikan materi, membagikan kartu pertanyaan kepada kelompok dan kartu jawaban, siswa bekerja dalam kelompok dan menemukan kartu pertanyaan untuk jawaban yang cocok.
Langkah:
Guru menyajikan materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
Bagikan lembar kerja sesuai dengan contoh
35. Model Pembelajaran  Ambil dan Beri
Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaksis, menyiapkan kartu dengan nama siswa - materi pembelajaran - dan nama yang diberikan, menginformasikan kompetensi, presentasi materi, pada tahap stabilisasi setiap siswa diminta untuk berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalamannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya di kartu, dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian, evaluasi dan refleksi
Langkah:
Persiapkan kelas sebagaimana mestinya
Jelaskan materi sesuai dengan kompetensi yang ingin Anda capai
Untuk memperkuat penguasaan peserta setiap siswa diberikan satu kartu masing-masing untuk dipelajari (dihafal) kurang lebih 5 menit
Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling memberi informasi. Setiap siswa harus mencatat nama pasangan mereka pada kartu sampel.
Demikian seterusnya hingga masing-masing peserta dapat saling memberi dan menerima materi (menerima dan memberi).
Untuk mengevaluasi keberhasilan, berikan siswa pertanyaan yang tidak sesuai dengan kartu mereka (kartu orang lain).
Strategi ini dapat dimodifikasi sesuai keadaan
Kesimpulan
36. Model Pembelajaran Kalimat Konsep
Langkah:
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
Guru menyajikan materi yang cukup.
Guru membentuk kelompok sekitar 4 orang secara heterogen.
Guru menyajikan beberapa kata kunci sesuai dengan materi yang disajikan.
Setiap kelompok diminta untuk membuat beberapa kalimat menggunakan setidaknya 4 kata kunci per kalimat.
Hasil diskusi kelompok dibahas lagi dalam pleno yang dipandu oleh guru.
Kesimpulan.
37. Model Pembelajaran Kalimat Lengkap
Langkah:
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru menyampaikan materi yang cukup atau siswa disuruh membaca buku atau modul dengan waktu yang cukup
Guru membentuk kelompok 2 atau 3 secara heterogen
Guru membagikan lembar kerja dalam bentuk paragraf yang kalimatnya tidak lengkap (lihat contoh).
Peserta didik mendiskusikan untuk menyelesaikan kalimat dengan kunci jawaban yang disediakan.
Siswa berdiskusi dalam kelompok
Setelah jawaban didiskusikan, jawaban yang salah dikoreksi. Setiap siswa membaca sampai mereka mengerti atau menghafalnya
Kesimpulan
38. Model Pembelajaran Token Waktu
Model ini digunakan (Arebds, 1998) untuk melatih dan mengembangkan keterampilan sosial sehingga siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. Langkah-langkahnya adalah mengkondisikan kelas untuk melakukan diskusi, masing-masing siswa diberikan kupon bahan ajar (1 menit), siswa berbicara (ucapan-tidak membaca) berdasarkan materi pada kupon, setelah selesai kupon dikembalikan
Langkah:
Syaratkan kelas untuk melakukan diskusi (pembelajaran kooperatif / CL)
Setiap siswa diberikan kupon berbicara dengan waktu sekitar 30 detik. Setiap siswa diberi sejumlah nilai sesuai dengan waktu yang digunakan.
Setelah selesai berbicara, kupon yang dipegang oleh siswa diserahkan. Setiap bicara satu kupon.
Siswa yang telah menggunakan kupon mereka mungkin tidak dapat berbicara lagi. Mereka yang masih memegang kupon harus berbicara sampai kupon habis.
Dll
39. Model Pembelajaran Sekitar Grup
Itu agar setiap anggota kelompok mendapat
kesempatan untuk memberikan kontribusi dan
dengarkan pandangan dan pikiran anggota lain
Jalan
1. Salah satu siswa dalam setiap kelompok mengevaluasi dengan memberikan pandangan dan pemikiran mereka tentang tugas yang mereka lakukan
2. Siswa selanjutnya juga berkontribusi
3. Dan selanjutnya pada giliran bicara dapat dilakukan searah jarum jam atau dari kiri ke kanan
40. Model Pembelajaran Two Stay Two Guest 
Bagaimana:
Siswa bekerja bersama dalam kelompok yang terdiri dari 4 (empat) orang
Setelah selesai, dua orang dari masing-masing dua kelompok lainnya adalah tamu
Dua orang yang tinggal dalam kelompok ditugaskan untuk membagikan pekerjaan dan informasi mereka kepada tamu mereka
Para tamu memaafkan diri mereka sendiri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain
Kelompok mencocokkan dan mendiskusikan pekerjaan mereka.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar