Skip to main content

Macam-Macam Model Pembelajaran

A. Pengertian Model Pembelajaran

Model pembelajaran adalah serangkaian presentasi materi pengajaran yang mencakup semua aspek sebelum menjadi dan setelah pembelajaran oleh guru dan semua fasilitas terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar. 

Memahami model pembelajaran menurut para ahli adalah sebagai berikut:
  • Agus Suprijono Menurutnya, model pembelajaran adalah pola yang digunakan sebagai panduan dalam perencanaan pembelajaran di kelas atau tutorial.
  • Slavin Mengungkapkan model pembelajaran sebagai referensi ke pendekatan pembelajaran termasuk tujuan, sintaksis, lingkungan dan sistem manajemen.
  • Trianto menjelaskan model pembelajaran sebagai pendekatan yang luas dan komprehensif dan dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan pembelajaran, sintaksis (pola urutan) dan sifat lingkungan belajar.
  • Komarudin  menjelaskan model pembelajaran sebagai kerangka kerja konseptual yang digunakan sebagai panduan atau panduan dalam melakukan kegiatan pembelajaran.

B. Macam-Macam Model Pembelajaran

Model pengajaran dapat diartikan sebagai rencana atau pola yang digunakan dalam mempersiapkan kurikulum, mengatur materi siswa, dan memberikan instruksi kepada instruktur di kelas dalam pengaturan pengajaran atau pengaturan lainnya. Untuk lebih jelasnya berikut dijelaskan secara lengkap macam-macam model pembelajaran.

1. Model Pembelajaran Contoh 

Mempersiapkan gambar, diagram, atau tabel sesuai dengan bahan dan kompetensi mengajar, menyajikan gambar yang dilampirkan atau menggunakan OHP, dengan instruksi guru siswa memperhatikan presentasi, diskusi kelompok tentang gambar yang disajikan sebelumnya, presentasi hasil kelompok, panduan tentang kesimpulan, penilaian dan refleksi. Examples adalah metode pembelajaran yang menggunakan contoh. Contohnya bisa dari case / gambar yang relevan dengan KD

Langkah:

  • Guru menyiapkan gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  • Guru menempel gambar di papan tulis atau menunjukkan melalui OHP.
  • Para guru memberikan instruksi dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperhatikan / menganalisis gambar.
  • Melalui diskusi kelompok yang terdiri dari 2-3 siswa, hasil diskusi dari analisis gambar direkam di atas kertas.
  • Setiap kelompok diberi kesempatan untuk membaca hasil diskusi.
  • Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
  • Kesimpulan

2. Model Pembelajaran Kepala Bernomor 

Langkah-langkah:
  • Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
  • Guru memberi tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
  • Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan bahwa setiap anggota kelompok dapat melakukannya / mengetahui jawabannya.
  • Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil untuk melaporkan hasil kolaborasi mereka.
  • Tanggapan dari teman lain, kemudian guru menunjuk ke nomor lain.
  • Kesimpulan.

3. Model Pembelajaran Naskah Koperasi

Metode pembelajaran di mana siswa bekerja berpasangan dan secara verbal meringkas, bagian-bagian dari materi yang dipelajari.

Langkah:

  • Guru membagi siswa menjadi berpasangan.
  • Guru membagikan wacana / bahan untuk setiap siswa untuk membaca dan membuat ringkasan.
  • Guru dan siswa menentukan siapa yang pertama bertindak sebagai pembicara dan siapa yang bertindak sebagai pendengar.
  • Pembicara membaca ringkasan selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide utama dalam ringkasan. Sedangkan pendengar: Mendengarkan / mengoreksi / menunjukkan ide-ide utama yang tidak lengkap. membantu mengingat / menghafal ide-ide utama dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. Berganti peran, awalnya sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Dan lakukan seperti di atas.
  • Kesimpulan Siswa bersama dengan guru.
  • Penutupan

4. Model Pembelajaran Struktur Kepala Bernomor

Langkah:
  • Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
  • Tugas diberikan kepada setiap siswa berdasarkan sejumlah tugas. Misalnya: siswa nomor satu bertugas menulis pertanyaan. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan sebagainya.
  • Jika perlu, guru dapat memesan kerjasama antar kelompok. Siswa disuruh meninggalkan grup dan bergabung dengan beberapa siswa dengan nomor yang sama dari kelompok lain. Pada kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama dapat saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka.
  • Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok lain.
  • Kesimpulan

5. Model Pembelajaran Prestasi Tim (STAD)

Langkah-langkah:
  • Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (dicampur menurut prestasi, jenis kelamin, etnis, dll.).
  • Guru mempresentasikan pelajaran.
  • Guru memberikan tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang sudah mengerti dapat menjelaskan kepada anggota lain sampai semua anggota dalam grup mengerti.
  • Guru memberikan kuis / pertanyaan kepada semua siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
  • Berikan evaluasi.
  • Kesimpulan

6. Model Pembelajaran Jigsaw

Langkah:
  • Siswa dikelompokkan  4 anggota tim.
  • Setiap orang dalam tim diberikan materi yang berbeda.
  • Setiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan.
  • Anggota dari berbagai tim yang telah mempelajari bagian / sub-bab yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok baru (kelompok pakar) untuk membahas sub-bab mereka.
  • Setelah menyelesaikan diskusi sebagai tim ahli, masing-masing anggota kembali ke kelompok asal dan bergiliran mengajar rekan tim mereka tentang sub-bab yang mereka kuasai dan masing-masing anggota mendengarkan dengan seksama.
  • Setiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi.
  • Guru memberikan evaluasi.
  • Penutupan.

7. Model Pembelajaran Problem Based Indroduction (PBI)

Langkah-langkah:
  • Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan fasilitas atau alat pendukung yang dibutuhkan. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam kegiatan penyelesaian masalah yang dipilih.
  • Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengatur tugas belajar yang terkait dengan masalah (menugaskan topik, tugas, jadwal, dll.)
  • Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, percobaan untuk mendapatkan penjelasan dan penyelesaian masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
  • Guru membantu siswa dalam merencanakan untuk mempersiapkan pekerjaan yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan teman-teman mereka.
  • Guru membantu siswa untuk mencerminkan atau mengevaluasi percobaan mereka dan proses yang mereka gunakan.

8. Model Pembelajaran Artikulasi

Langkah:
  • Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
  • Guru menyajikan materi seperti biasa.
  • Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok yang terdiri dari dua orang.
  • Tugaskan salah satu siswa untuk membagikan materi yang baru saja diterima dari guru dan rekannya mendengarkan sambil membuat catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga dengan kelompok lain.
  • Tugaskan siswa untuk bergiliran / secara acak menyampaikan hasil wawancara dengan pasangannya. Hingga beberapa siswa telah menyerahkan hasil wawancara.
  • Guru mengulangi / menjelaskan materi jika tidak dipahami oleh siswa.
  • Kesimpulan

9. Model Pembelajaran Pemetaan Pikiran

Langkah:
  • Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
  • Guru mempresentasikan konsep / masalah yang akan ditanggapi oleh siswa dan masalah yang memiliki jawaban alternatif.
  • Membentuk kelompok yang terdiri dari 2-3 orang.
  • Setiap kelompok menginventarisir / mencatat jawaban alternatif untuk diskusi.
  • Setiap kelompok membacakan hasil diskusi sementara guru mencatatnya
  • Dari data di papan tulis siswa diminta untuk membuat kesimpulan atau guru memberikan perbandingan sesuai dengan konsep yang diberikan oleh guru.

10. Model Pembelajaran Match Card 

Langkah-langkah:
  • Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang sesuai untuk sesi peninjauan, alih-alih satu bagian dari kartu pertanyaan dan bagian lain dari kartu jawaban.
  • Setiap siswa mendapat satu kartu.
  • Setiap siswa memikirkan jawaban / pertanyaan dari kartu yang dipegang.
  • Setiap siswa mencari pasangan yang memiliki kartu yang cocok dengan kartu tersebut (menjawab pertanyaan).
  • Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartu sebelum batas waktu diberikan poin.
  • Setelah satu putaran kartu dikocok lagi sehingga setiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
  • Dan seterusnya.
  • Kesimpulan
Demikian dijelaskan beberapa macam model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran dikelas. Terdapat banyak macam-macam model pembelajaran yang ada, namun yang dibahas dalam artikel kali ini dibatasi hanya sepuluh macam model pembelajaran.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar