Home » » Ciri-ciri Manusia Berakhlak Menurut Al-Qur'an

Ciri-ciri Manusia Berakhlak Menurut Al-Qur'an

Ciri-ciri Manusia Berakhlak Menurut Al-Qur'an

A. Ciri-ciri Manusia Berakhlak Menurut Al-Qur'an

Ciri-ciri manusia berakhlak (husn al-khulug) adalah tertanamnya iman dalam hati dan teraplikasikannya takwa dalam perilaku. Sebaliknya, manusia yang tidak berakhlak (su’al-khulug) adalah manusia yang ada nifaq (kemunafikan) di dalam hatinya. Nifak adalah sikap mendua terhadap allah. Tidak ada kesesuain antara hati dan perbuatan.


Taat akan perintah Allah dan tidak mengikuti keinginan hawa nafsu dapat menyilaukan hati. Sebaliknya, melakukan dosa dan maksiat dapat menghitamkan hati. Barang siapa melakukan dosa kemudian menghapusnya dengan kebaikan tidak akan gelap hatinya, hanya saja cahaya itu berkurang.

Ahli tasawuf mengemukakan bahwa indikator manusia berakhlak, antara lain adalah memiliki budaya malu dalam interaksi dengan sesamanya, tidak menyakiti orang lain, banyak kebaikannya, benar dan jujur dalam ucapannya, tidak banyak bicara tapi banyak berbuat, penyabar, tenang hatinya selalu bersama allah, bijaksana, hati-hati dalam bertindak, disenangi teman dan lawan, tidak pendendam, tidak suka mengadu domba, sedikit makan dan tidur, tidak pelit dan hasad, cinta karena allah dan benci karena allah.

Kalau akhlak dipahami sebagai pandangan hidup, manusia berakhlak adalah manusia yang menjaga keseimangan antara hak dan kewajibannya dalam hubungannya dengan allah, sesama makhluk dan alam semesta.

Didalam al-quran banyak ditemukan ciri-ciri manusia yang berima dan memiliki akhlak mulia.

1. Istiqamah atau konsekwan dalam pendirian (QS. Al Ahqof:13),
2. Suka berbuat kebaikan (QS. Al Baqarah:112),
3. Memenuhi amanah dan berbuat adil (QS. An Nisa’:58),
4. Kreatif dan tawakkal (QS. Ali Imron:160),
5. Disiplin waktu dan produktif (QS.Al Ashr:1-4),
6. Melakukan sesuatu secara profesional dan harmonis (QS. Al’Araf:31).
7. Akhlak dan Aktualisasinya dalam Kehidupan

Dalam ilmu akhlak dijelaskan bahwa kebiasaan yang baik harus dipertahankan dan disempurnakan, serta kebiasaan yang buruk harus di hilankan , karena kebiasaan merupakan faktor yang sangat penting dalam membentuk karakter manusia berakhlak.

Aktualisasi akhlak adalah bagaimana seseorang dapat mengimplementasikan iman yang dimilikinya dan mengaplikasikan seluruh ajaran islam dalam setiap tingkah laku sehari- hari. Dan akhlak seharusnya diaktualisasikan dalam kehidupan seorang muslim seperti di bawah ini.

1. Akhlak terhadap Allah
2. Mentauhidkan Allah (QS. Al-Ihlas: 1-4)
3. Tidak berbuat musyrik pada Allah (QS. Luqman: 13)
4. Bertaqwa pada allah (QS. An Nisa’: 1)
5. Banyak berdzikir pada Allah (QS. Al-Ahzab: 41-44)
6. Bertawakkal hanya pada Allah (QS. Ali Imron: 159)
7. Akhlak terhadap diri sendiri
8. Sikap sabar (QS. Al Baqarah: 153)
9. Sikap syukur (QS. Ibrahim: 7)
10. Sikap amanah atau jujur (QS. Al Ahzab: 72)
11. Sikap tawadlu’ (rendah hati) (QS. Luqman: 18)
12. Cepat bertobat jika berbuat khilaf (QS. Ali Imron: 135)
13. Akhlak terhadap sesama manusia
14. Merajut ukhuwah atau persaudaraan (QS. Al Hujurat: 10)
15. Ta’awun atau saling tolong menolong (QS. Al Maidah: 2)
16. Suka memaafkan kesalahan orang lain (QS. Ali Imron: 134 & 159)
17. Menepati janji (QS. At Taubah: 111).

Al-Ghozali menjelaskan bahwa mencapai akhlak yang baik ada tiga cara.
1. Akhlak merupakan anugrah dan rahmat allah, yakni orang, memiliki akhlak baik secara almiah.
2. Mujahadah, selalu berusaha keras untuk merubah diri menjadi baik dan tetap dalam kebaikan, serta menahan diri dari sikap putus asa.
3. Riyadloh, ialah melatih diri secara spritual untuk senantiasa dzikir (ingat) kepada allah dengan dawam al-dzikir.

B. Hubungan Tasawuf dengan Akhlak

Tasawuf adalah proses pendekatan diri kepada Tuhan (Allah) dengan cara mensucikan hati. Hati yang suci bukan hanya bisa dekat dengan Tuhan malah dapat melihat Tuhan (al-Ma’rifah). Dalam tasawuf disebutkan bahwa Tuhan Yang Maha Suci tidak dapat didekati kecuali oleh hati yang suci.

Kalau ilmu akhlak menjelaskan mana nilai yang baik dan mana yang buruk juga bagaimana mengubah akhlak buruk agar menjadi baik secara zahiriah yakni dengan cara-cara yang nampak seperti keilmuan, keteladanan, pembiasaan, dan lain-lain maka ilmu tasawuf menerangkan bagaimana cara menyucikan hati , agar setelah hatinya suci yang muncul dari perilakunya adalah akhlak al-karimah. Perbaikan akhlak, menurut ilmu tasawuf, harus berawal dari penyucian hati. pendapat para sufi adalah dengan ijtinab al-manhiyyat, dan adaa al-wajibat, serta adaa al-naafilat

Dalam kacamata akhlak, tidaklah cukup iman seseorang hanya dalam bentuk pengakuan, apalagi kalau hanya dalam bentuk pengetahuan. Yang “kaffah” adalah iman,ilmu dan amal. Amal itulah yang dimaksud akhlak . Tujuan yang hendak dicapai dengan ilmu akhlak adalah kesejahteraan hidup manusia de dunia dan kebahagian hidup di akhirat.

Dari satu segi akhlak adalah buah dari tasawuf (proses pendekatan diri kepada Tuhan), dan istiqamah dalam hati pun bagian dari bahasan ilmu tasawuf.”

Src:https://ichsanwebblog.wordpress.com/2014/11/20/makalah-pendidikan-agama-islam-etika-moral-dan-akhlak/
Terimakasih telah membca artikel berjudul Ciri-ciri Manusia Berakhlak Menurut Al-Qur'an

Kumpulan Makalah
Kumpulan Makalah Updated at: 3/24/2018

0 komentar Ciri-ciri Manusia Berakhlak Menurut Al-Qur'an

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak