Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 31, 2017

Masa Pemerintahan Muawiyah Bin Abi Sufyan

Gambar
Muawiyah bin Abi Sufyan dilahirkan di Mekkah pada tahun 600 Masehi, empat tahun sebelum Nabi SAW menerima wahyu pertama dan wafat pada tahun 680 M di Damaskus. Nama lengkapnya adalah Muawiyah bin Abi Sufyan Sakhr bin Harb bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf bin Qushay. Ia seorang bangsawan dari suku Quraish. Nama panggilannya, Abu Abd. Ar-Rahman, digelari dengan “paman orang mukmin”. Ibunya bernama Hindun binti Rabi’ah bin Abdi Syams. Sedang bapaknya bernama Abu Sufyan, seorang Quraish  pada mulanya sangat membenci Nabi. Tetapi akhirnya masuk Islam setelah ia mendapat jaminan berupa keamanan dengan berlindung dirumahnya pada peristiwa penaklukkan Kota Mekkah. A. Biografi Muawiyah Bin Abi Sufyan Muawiyah bin Abi Sufyan  mempunyai beberapa isteri dan anak. Yang pertama, Masyun binti Unaif al-Qalbiyah. Dari perkawinan ini lahirlah Yazid yang kelak menggantikan posisi Muawiyah sebagai Khalifah. Isteri kedua, Fakhitah binti Karazat bin Amr bin Naufal bin Abdi Manaf, lahirlah Abdul Rahm…

Model dan Strategi Penyebaran Agama Pada Masyarakat Multukultural

Gambar
A. Model Penyebaran Agama Pada Masyarakat MultikulturalSedikitnya terdapat dua kelompok atau mazhab pemikiran yang dominan dalam menentukan arah perspektif pluralisme.
Pertama, adalah mereka yang berpandangan bahwa pluralisme merupakan cetak biru (blue print) dari Tuhan, dan karena itu harus diterima bukan saja sebagai hukum kehidupan, tetapi juga sebagai cermin keteraturan masyarakat. Tidak ada makhluk Tuhan yang berdiri sendiri dan terlepas dari kaitannya dengan yang lain. Ajaran-ajaran luhur tentang adanya titik temu agama dan perlunya sikap lapang dada menghadapi perbedaan selalu menyertai artikulasi dan ajakan dari paham ini. Ajaran yang dikembangkan paham ini ialah tercapainya kerukunan antar umat beragama dan tertib sosial yang harmonis, sehingga dengan demikian energi masyarakat bisa diarahkan untuk kerja yang lebih produktif.

Tantangan Penyebaran Agama Pada Masyarakat Multikultural

Gambar
A. Pengertian Masyarakat MultikulturalKata ”multikultural” terdiri dari  dua suku kata, yaitu ”Multi” berarti banyak, beragam, berbeda-beda, dan “cultural” berasal dari kata cultural yang berarti kebudayaan. Jadi multikultural berarti keanekaragaman budaya. 
Menurut M. Arfah Shiddiq, secara hakiki dalam kata multikultural terkandung pengakuan akan martabat manusia  yang hidup di tengah-tengah budaya, etnis dan kepercayaan yang berbeda. Dengan demikian setiap individu merasa dihargai sekaligus merasa bertanggung jawab untuk hidup bersama dalam komunitasnya. Pengingkaran suatu masyarakat terhadap kebutuhan untuk diakui, merupakan akar dari ketimpangan-ketimpangan di dalam pengembangan wawasan multikultural.
Di era globalisasi masa kini, umat beragama dihadapkan pada serangkaian tantangan baru yang tidak terlalu berbeda dengan apa yang pernah dialami sebelumnya. Pluralisme agama, konflik internal, baik terhadap agama maupun terhadap budaya dan peradaban. Kesemuanya merupakan fenomena yang …