Home » » Renungan Jiwa Dari Hamba Yang Hina

Renungan Jiwa Dari Hamba Yang Hina

   
Renungan Jiwa Dari Hamba Yang Hina
Ketika niat tak lagi terikat, mungkin itulah pernyataan yang saat ini perlu direnungkan oleh masing-masing diri. Setiap tingkah dan laku kita, setiap alur nalar pikiran kita apakah sudah benar berasaskan asa tujuan hidup yang hakiki? ataukah hanya terbawa bisikan ambisi iblis penghancur kehidupan?

Memang manusia mahluk yang lalai, lalai dari kehidupan yang akan berujung, berujung pada kematian yang tak terbantahkan, tak terbantahkan oleh setiap wasilah hidup, oleh nalar logika yang jenius, oleh setiap rabaan qalbu yang tak pernah berdusta, dan oleh persaksian realita yang  setiap hari ia sodorkan. harta,tahta,dan wanita adalah media empuk untuk dijadikan umpan para pembangkan-pembangkan Tuhan untuk mengalihkan hati dengan logika mereka.

Haruskah diri bersandar pada ambisi nafsu penyembah materi ataukah hati mati terkubur dalam kenyataan hidup gelap tanpa pelita?

Kawanku, kita terlahir tak beda dengan yang lain tanpa sebongkahan emas, segenggam kekuasaan, ataupun seuntai nalar ilmu yang kita sodorkan pada mereka yang menanti menyambut kedatangan kita di alam yang baru. Hanyalah tangisan dalam dekapan bunda dengan tetesan air mata kebahagian mereka yang menanti tersenyum lebar lambang harapan penerus tonggak beban silsilah.

Kawanku, Suatu masa kita berusaha menghindari sesuatu bukan berarti kita membencinya. Kita menginginkannya tapi kita tahu bahwa itu salah. Berdiri di ujung bukit kebenaran adalah mutlak berlakunya. Menjunjung prinsip hidup mungkin dipandang hina bagi si kaya dan penguasa tapi jiwa bebas lepas dari bayang-bayang dosa adalah sejatinya kekayaan dan kekuasaan.

Kawanku, dari ujung pena kugoreskan seuntai kata pelumat asa yang sirna semoga dengannya engkau menggenggam dunia dari langkah gontai tak berasa dari diri yang datang tak disapa pergi tak dicari dari diri yang ada tak terhitung hilang tak mengurangi " Seberat apapun harimu, jangan pernah biarkan seseorang membuatmu merasa bahwa kamu tidak pantas mendapat apa yang kamu inginkan."

Goresan Pena: AZ
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Renungan Jiwa Dari Hamba Yang Hina

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 12/07/2017

0 komentar Renungan Jiwa Dari Hamba Yang Hina

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak