Home » » Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSP

Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSP

   
Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSP

Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSP

KTSP pada tingkat dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standaar kompetensi alumni dan standar isi serta petunjuk penyusunan kurikulum yang diciptakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dengan menyimak prinsip-prinsip pengembangan KTSP inilah ini :

a. Prinsip Berorientasi pada Tujuan

Pengembangan kurikulum ditunjukkan untuk menjangkau tujuan tertentu, yang bertitik tolak dari tujuan edukasi nasional. Tujuan kurikulum adalahpenjabaran dan upaya untuk menjangkau tujuan satuan dan jenjang edukasi tertentu. Tujuan kurikulum berisi aspek-aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai, yang selanjutnya menumbuhkan evolusi tingkah laku peserta didik yang merangkum ketiga aspek itu dan bertalian dengan aspek-aspek yang terdapat dalam tujuan edukasi nasional.

b. Prinsip Relevansi (kesesuaian)

Pengembangan kurikulum yang mencakup tujuan, isi dan system penyampaiannya mesti relevan dengan keperluan dan suasana masyarakat, tingkat pertumbuhan dan keperluan siswa, serta serasi dengan pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi.

c. Prinsip Efisiensi dan Efektivitas

Pengembangan kurikulum mesti mempertimbangkan segi efisiensi dalam pendayagunaan dana, waktu, tenaga dan sumber-sumber yang tersedia supaya dapat menjangkau hasil yang optimal. Dana yang terbatas mesti dipakai sedemikian rupa dalam rangka menyokong pelaksanaan pembelajaran. Waktu yang tersedia untuk siswa belajar di sekolah terbatas sampai-sampai harus dimanfaatkan secara tepat cocok dengan tata doktrin dan bahan pembelajaran yang diperlukan. Tenaga di sekolah pun sangat terbatas, baik dalam jumlah maupun dalam mutunya, hendaknya didayagunakan secara tepat guna untuk mengemban proses pembelajaran. Demikian pun keterbatasan kemudahan ruangan, perlengkapan dan sumber keterbacaan, mesti dipakai secara tepat oleh murid dalam rangka pembelajaran, yang kesemuanya demi untuk menambah efektivitas atau keberhasilan siswa.

d. Prinsip Fleksibilitas (keluwesan)

Kurikulum yang luwes gampang disesuaikan, diubah, dilengkapi atau dikurangi menurut tuntutan dan suasana ekosistem dan keterampilan setempat, jadi tidak statis atau kaku.

e. Prinsip Berkesinambungan (Kontinuitas)

Kurikulum dibentuk secara berkesinambungan, dengan kata lain bagian-bagian, aspek-aspek, materi, dan bahan kajian dibentuk secara berurutan, tidak terlepas-lepas, tetapi satu sama beda mempunyai hubungan fungsional yang bermakna, cocok dengan jenjang pendidikan, struktur dalam satuan pendidikan, dan tingkat pertumbuhan siswa. Dengan prinsip ini, terlihat jelas alur dan kebersangkutanan di dalam kurikulum tersebut sampai-sampai mempermudah guru dan murid dalam mengemban proses pembelajaran.

f. Prinsip Keseimbangan

Penyusunan kurikulum memperhatikan ekuilibrium secara proporsional dan fungsional antara sekian banyak  program dan sub program, antara seluruh mata ajaran, dan aspek-aspek perilaku yang hendak dikembangkan. Keseimbangan pun perlu diselenggarakan antara teori dan praktik, antara unsur-unsur keilmuan sains, social, humaniora, dan keilmuan perilaku. Dengan ekuilibrium tersebut diinginkan terjalin perpaduan yang menyeluruh dan menyeluruh, yang satu sama lainnya saling menyerahkan sumbangan terhadap pengembangan pribadi.

g. Prinsip Keterpaduan

Kurikulum dirancang dan dilakukan menurut prinsip keterpaduan. Perencanaan terpadu bertitik tolak dari masalah atau topic dan konsistensi antara unsur-unsurnya. Pelaksanaan terpadu dengan melibatkan seluruh pihak, baik di lingkungan sekolah maupun pada tingkat inter-sektoral. Dengan keterpaduan ini diinginkan terbentuknya individu yang bulat dan utuh. Disamping tersebut juga dilakukan keterpaduan dalam proses pembelajaran, baik dalam interaksi antara murid dan guru maupun antara teori dan praktik.

h. Prinsip Mutu

Pengembangan kurikulum berorientasi pada edukasi mutu, yang berarti bahwa pengamalan pembelajaran yang berbobot ditentukan oleh derajat bobot guru, pekerjaan belajar mengajar, peralatan/media yang bermutu. Hasil edukasi yang berbobot diukur menurut kriteria tujuan edukasi nasional yang diharapkan.
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSP

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 11/20/2017

0 komentar Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSP

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak