Home » » Pengertian, Tujuan, Karakteristik, dan Komponen KTSP

Pengertian, Tujuan, Karakteristik, dan Komponen KTSP

Pengertian, Tujuan, Karakteristik, dan Komponen KTSP

A. Pengertian KTSP

KTSP merupakan singkatan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah upaya guna menyempurnakan kurikulum supaya lebih tak asing dengan guru sebab mereka tidak sedikit dilibatkan dan diinginkan mempunyai tanggung jawab yang memadai. Berdasarkan keterangan dari Mulyasa mengaku bahwa :


KTSP ialah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilakukan oleh masing-masing satuan edukasi yang sudah siap dan dapat mengembangkannya dengan menyimak system edukasi nasional.

Lebih jelas lagi Mulyasa mengaku bahwa :
KTSP ialah suatu gagasan tentang pengembangan kurikulum yang di taruh pada posisi yang sangat dekat dengan pembelajaran yaitu sekolah dan satuan pendidikan. KTSP adalahparadigma baru pengembangan kurikulum, yang menyerahkan otonomi luas pada masing-masing satuan pendidikan, dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar melatih di sekolah. Otonomi diberikan supaya setiap satuan edukasi dan sekolah mempunyai keleluasaan dalam mengelola sumber daya, sumber dana, sumber belajar dan mengalokasikannya cocok prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terhadap keperluan setempat.

KTSP ialah suatu gagasan tentang penyambungan kurikulum yang ditaruh pada posisi yang sangat dekat dengan pembelajaran, yaitu sekolah dengan satuan pendidikan. Pemberdayaan sekolah dengan satuan edukasi dengan menyerahkan otonomi yang lebih besar, disamping mengindikasikan sikap tanggap dari pemerintah terhadap tuntutan masyarakat pun adalahsarana penambahan kualitas, efisiensi, dan pemerataan pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalahsuatu wujud reformasi edukasi yang menyerahkan otonomi untuk sekolah dan satuan edukasi untuk mengembangkan kurikulum cocok dengan potensi, tuntutan, dan keperluan masing-masing.

Otonomi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran adalahpotensi untuk sekolah untuk menambah kinerja guru dan staf.

B. Tujuan KTSP

Secara umum destinasi diterapkannya KTSP ialah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melewati pemberian kewenangan (otonomi) untuk lembaga edukasi dan mendorong sekolah untuk mengerjakan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum.

Secara khusus destinasi diterapkannya KTSP ialah :
a. Meningkatkan bobot pendidikan melewati kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
b. Meningkatkan kepedulian penduduk sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melewati pengambilan keputusan bersama.
c. Meningkatkan persaingan yang sehat antar satuan edukasi tentang kualitas edukasi yang bakal dicapai.

Sedangkan menurut keterangan dari Baedhowi mengaku bahwa :
Tujuan KTSP ialah untuk mewujudkan kurikulum yang cocok dengan kekhasan (karakteristik), kondisi, potensi daerah, keperluan dan persoalan daerah, satuan edukasi dan peserta didik dengan mengacu pada tujuan edukasi nasional”.

C. Karakteristik KTSP

Karakteristik KTSP dapat diketahui antara beda dari bagaimana sekolah dan satuan edukasi dapat mengoptimalkan kinerja, proses pembelajaran, pengelolaan sumber belajar, profesionalisme tenaga kependidikan, serta sistem penilaian. Berdasarkan uraian diatas, Dalam bukunya Mulyasa bisa dikemukakan sejumlah karakteristik KTSP yaitu inilah ini :

a. Pemberian Otonomi Luas Kepada Sekolah dan Satuan Pendidikan
KTSP menyerahkan otonomi luas untuk sekolah dan satuan pendidikan, disertai seperangkat tanggung jawab guna mengembangkan kurikulum cocok dengan situasi setempat. Sekolah dan satuan pendidikan pun diberi kewenangan dan dominasi yang luas guna mengembangkan pembelajaran cocok dengan situasi dan keperluan peserta didik serta tuntutan masyarakat. Di samping itu, sekolah dan satuan edukasi juga diserahkan kewenangan untuk mencari dan mengelola sumber dana cocok dengan prioritas kebutuhan.

b. Partisipasi Masyarakat dan Orang Tua yang Tinggi
Dalam KTSP, pengamalan kurikulum didukung oleh partisipasi masyarakat dan orang tua peserta didik yang tinggi. Orang tua peserta didik dan masyarakat tidak melulu mendukung sekolah melalui pertolongan keuangan, tetapi melewati komite sekolah dan dewan edukasi merumuskan serta mengembangkan program-program yang dapat menambah kualitas pembelajaran.

c. Kepemimpinan yang Demokratis dan Profesional
Dalam KTSP, pengembangan dan pengamalan kurikulum didukung oleh adanya kepemimpinan sekolah yang demokratis dan profesional. Kepala sekolah dan guru-guru sebagai tenaga penyelenggara kurikulum adalahorang-orang yang memiliki keterampilan dan integritas profesional. Dalam proses pemungutan keputusan, kepala sekolah mengimplementasikan proses “bottom-up” secara demokratis, sampai-sampai semua pihak mempunyai tanggung jawab terhadap keputusan yang dipungut beserta pelaksanaannya.

d. Tim Kerja yang Kompak dan Transparan
Dalam KTSP, keberhasilan pengembangan kurikulum dan pembelajaran didukung oleh kinerja team yang kompak dan transparan dari sekian banyak  pihak yang tercebur dalam pendidikan. Dalam dewan edukasi dan komite sekolah misalnya, pihak-pihak yang tercebur bekerja sama secara harmonis cocok dengan posisinya setiap untuk mewujudkan sebuah sekolah yang bisa dibanggakan oleh semu pihak. Dalam pengamalan pembelajaran contohnya pihak-pihak bersangkutan berkolaborasi secara profesional untuk menjangkau tujuan atau target yang sudah disepakati bersama. Dengan demikian, keberhasilan KTSP adalahhasil sinergi (sinergistic effect) dari kolaborasi team yang kompak dan transparan. ”.

D. Komponen-Komponen KTSP

Berdasarkan keterangan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pengamalan KTSP di masing-masing satuan pendidikan memakai prinsip-prinsip inilah ini :

a. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, pertumbuhan dan situasi peserta didik guna menguasai kompetensi yang berguna untuk dirinya. Dalam urusan ini peserta didik mesti menemukan pelayanan edukasi yang bermutu, serta memperoleh peluang untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.

b. Kurikulum dilakukan dengan menegakan kelima pilar belajar, yakni : (a) belajar guna beriman dan bertaqwa untuk Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk mengetahui dan menghayati, (c) belajar untuk dapat melaksanakan dan melakukan secara efektif, (d) belajar guna hidup bareng dan berguna untuk orang lain, dan (e) belajar untuk membina dan mengejar jati diri, melewati proses pembelajaran yang efektif, aktif, kreatif, dan menyenangkan.

c. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang mempunyai sifat perbaikan, pengayaan, dan/ atau percepatan cocok dengan potensi, etape perkembangan, dan situasi peserta didik dengan tetap menyimak keterpaduan pengembangan individu peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.

d. Kurikulum dilakukan dalam keadaan hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (dibelakang menyerahkan daya dan kekuatan, ditengah membina semangat dan prakarsa, didepan memberikan misal dan teladan).

e. Kurikulum dilakukan dengan memakai pendekatan multi strategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan selama sebagai sumber belajar.
f. Kurikulum dilakukan dengan mendayagunakan situasi alam, sosial dan kebiasaan serta kekayaan wilayah untuk keberhasilan edukasi dengan muatan semua bahan kajian secara optimal.

g. Kurikulum yang merangkum seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri diadakan dalam keseimbangan, kebersangkutanan, dan kesinambungan yang sesuai dan mencukupi antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.
Terimakasih telah membca artikel berjudul Pengertian, Tujuan, Karakteristik, dan Komponen KTSP

Kumpulan Makalah
Kumpulan Makalah Updated at: 11/20/2017

0 komentar Pengertian, Tujuan, Karakteristik, dan Komponen KTSP

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak