Home » » Pengertian dan Macam-macam Pendekatan Studi Islam

Pengertian dan Macam-macam Pendekatan Studi Islam

Pengertian dan Macam-macam Pendekatan Studi Islam

A. Pengertian Pendekatan 

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia,pendekatan ialah  proses perbuatan, cara mendekati, usaha dalam rangka kegiatan  penelitian untuk menyelenggarakan  hubungan dengan orang yang diteliti cara  untuk menjangkau  pengertian mengenai  masalah penelitian.

Secara termonologi Mulyanto Sumardi mengaku  bahwa pendekatan mempunyai  sifat  axiomatic.Ia terdiri dari serangkaian asumsi tentang  hakikat bahasa dan pengajaran bahasa serta belajar bahasa.Bila dikaitkan denganedukasi  islam pendekatan mempunyai makna  serangkaian asumsi tentang  hakikat edukasi  Islam dan pengajaran agama Islam serta belajar agama Islam.

Selain tersebut  ada sejumlah  istilah beda  yang mempunyai makna  yangnyaris  sama dan mengindikasikan tujuan yang sama dengan pendekatan yakni  theoretical framework,conceptual framework,approach,perspective,point of fiew (sudut pandang dan paradigm (paradigm). Semua istilah ini dapat  diartikan sebagai teknik  memandang dan teknik  menjelaskan sebuah  gejala/peristiwa.

Dari sejumlah  pengertian diatas makna  pendekatan masih terus diperdebatkan sehingga mencetuskan  dua kumpulan  besar.Kelompok kesatu berasumsi  bahwa makna  pendekatan memiliki  dua maknya yaitu di anggap  atau dihampiri dengan dan teknik  menghampiri atau memandang gejala  (budaya dan sosial). Jika di anggap  atau hampiri,pendekatan berarti paradigma sedangkan teknik  menghampiri atau memandang, pendekatan berarti perspektif atau sudut pandang.

Sedangkan kumpulan  kedua berasumsi  bahwa pendekatan berarti disiplin ilmu. Maka saat  disebut studi islam dengan pendekaan sosiologis samadengan kata lain  dengan mengkaji islam dengan memakai  disiplin ilmu sosiologi.Konsekuensinya, pendekatan di sini memakai  teori atau teori-teori dari disiplin ilmu yang di jadikan sebagai pendekatan.

Oleh sebab  itu makna  pendekatan dalam agama tidak saja  monopoli kalangan teolog dan normalis saja tetapi  agama dapat dicerna  semua orang cocok  dengan pendekatan dan kesanggupannya sehingga bilamana  terjadi perbedaan pendapat dalam mengetahui makna pendekatan tersebut  sendiri adalah hal yang wajar tetapi  dari seluruh  pendapat diatas dapat dicerna  bahwa pendekatan memiliki  peranan yang sangat urgen  dalam studi Islamsebab  bersangkutan  dengan pemahaman mengenai  Islam tersebut  sendiri.

B. Macam-macam Pendekatan dalam Studi Islam

1. Pendekatan Normatif
Pendekatan normatif ialah  studi islam yang memandang   masalah dari sudut legal-formal atau normatifnya. Legal-formal ialah  hukum yang terdapat  hubungannya dengan halal dan haram,boleh atau tidak dan sejenisnya.Sementara normatif ialah  seluruh doktrin  yang terdapat  dalam nash.Dengan demikian,pendekatan normatif mempunyai jangkauan  yang paling  luas karena  seluruh pendekatan yang dipakai  oleh berpengalaman  usul fikih (usuliyin),ahli hukum islam(fuqaha),ahli tafsir (mufassirin) danberpengalaman  hadits (muhaddithin) terdapat  hubungannya dengan aspek legal-formal serta doktrin  islam dari sumbernya tergolong  pendekatan normatif.

Sisi beda  dari pendekatan normatif secara umum terdapat  dua teori yangbisa  digunakan bareng  pendekatan normatif-teologis.Teori yang kesatu ialah  urusan  - urusan  yang bertujuan untuk memahami  kebenaran serta dapat diperlihatkan  secara empirik dan eksperimental.Teori yang keduaialah  hal-hal yang sulit diperlihatkan  secara empirik dan eksperimental.Untuk hal-hal yang dapat diperlihatkan  secara empirikseringkali  disebut masalah yang bersangkutan   dengan ra’yi (penalaran).

Sedang masalah-masalah yang tidak bersangkutan   dengan empirik (ghaib)seringkali  diusahakan pembuktiannya dengan mendahulukan kepercayaan.Hanya saja lumayan  sulit guna  menilai  hal-hal apa saja yang masuk klasifikasi empirik dan mana yang tidak terjadi sehingga mengakibatkan  perbedaan pendapat dikalangan semua  ahli.Maka sikap yang perlu dilaksanakan  dengan pendekatan normatif ialah  sikap kritis.

Adapun sejumlah  teori popular yang dapat dipakai  dengan pendekatan normatif disamping teori-teori yang dipakai  oleh semua  fuqaha’,usuluyin,muhaddithin dan mufassirin diantara ialah  teori teologis-filosofis yakni  pendekatan mengetahui  Al Qur’an dengan teknik  menginterpretasikannya secara logis-filosofi yaitu  mecari nilai-nilai objektif dari subjektifitas Al Quran.

Teori lainnya ialah  normatif-sosiologis atau sosiologis laksana  yang ditawarkan Asghar Ali Engerineer dan Tahir al-Haddad yaitu  dalammengetahui  nash (Al Qur’an dan sunah Nabi Muhammad SAW.) selain tersebut  ada pemisahan antara nash normatif dengan nash sosiologis.Nash normatifialah  nash yang tidak tergantung pada konteks. Sementara nash sosilogisialah  nash yang pemahamannya me sti dicocokkan  dengan konteks waktu,lokasi  dan lainnya.

Dalam aplikasinya pendekatan nomatif tekstualis tidak menemui tantangan  yang berarti ketika digunakan  untuk menyaksikan  dimensi islam normatif yang mempunyai  sifat  Qoth’i. Persoalanya malah  akan semakin rumit saat  pendekatan ini dihadapkan pada realita dalam Al-Quran bahkan dilaksanakan  oleh komunitas tertentu secara luas misal  yang sangat  kongkrit ialah  adanya ritual tertentu dalam komunitas muslim yang telah  mentradisi secara turun temurun,seperti slametan (Tahlilan atau kenduren).

Dari uraian itu  terlihat bahwa pendekatan normatif tekstualis dalammengetahui  agama memakai  cara beranggapan  deduktif yakni  caraberanggapan  yang bermula  dari kepercayaan  yang dipercayai  benar dan mutlak sampai-sampai  tidak butuh  dipertanyakan lebih dulu melainkandibuka  dari kepercayaan  yang selanjutnya diperkuat dengan dalil-dalil dan argumentasi.

Pendekatan normatif tektualis sebagaimana dilafalkan  diatas sudah  menunjukan adanya kelemahan  seperti khusus  dogmatis yang berarti tidakinginkan  mengakui adanya paham kelompok  lain bahkan agama beda  dan sebagainya.Namun demikian melewati  pendekatan norrmatift tektualis ini seseorang bakal  mempunyai  sikap militansi dalam beragama sampai-sampai  berpegang teguh untuk  agama yang diyakininya sebagai yang benar tanpamemandang   dan meremehkan agama lainya.

2. Pendekatan Semantik
Semantik dalam bahasa Yunani ialah  semantikos yang berarti menyerahkan  tanda.Berasal dari akar kata sema yang berarti tanda.Semantik menurut keterangan dari  Toshihiko Izutsu ialah  kajian analitik terhadap istilah-istilah kunci sebuah  bahasa dengan sebuah  pandangan yang akhirnyahingga  pada definisi  konseptual weltan schaung (pandangan dunia) masyarakat yang memakai  bahasa tersebut, tidak melulu  sebagai perangkat  bicara dan berfikir,akan namun  yang lebih urgen  lagi ialah  pengkonsepan dan pengartian  dunia yang melingkupinya.

Dalam bahasa ada tidak sedikit  kosakata yang mempunyai  sinonim terlebih dalam bahasa Arab.Bidang semantik mengetahui  jaringan konseptual yang terbentuk oleh ucapan-ucapan  yang bersangkutan   erat karena  tidakbarangkali  kosakata bakal  berdiri sendiri tanpa adanya kaitan dengan kosakata lain.Al-Qur’an sering memakai  kata yang nyaris  mempunyai  kesamaan,namun memiliki makna  yang berbeda.

Semantik adalah istilah kiat  yang menunjuk pada studi mengenai  makna. Semantik berarti teori arti  atau teori makna  yakni cabang sistematik bahasa yang menginvestigasi  makna.Semantik terdiri dari dua komponenyakni  komponen yang menafsirkan  yang berbentuk bunyi-bunyi bahasa dan komponen yang.Kedua komponen ini adalah tanda atau emblem  sedangkan yang ditandai atau dilambangkan ialah  suatu yang sedang di  luar bahasa yang biasa.

Maksud dari pendekatan semantik diatas ialah  kajian yang menekankan pada aspek bahasa.Maka studi Islam dengan memakai  pendekatan semantik samadengan kata lain  dengan studi mengenai  Islam dengan menekankan padabagian  bahasa yang dalam bahasa Arab tidak jarang  disebut dengan lughawi.Pendekatan ini telah  demikian popular dalam kajian tafsir dan fiqh.Dalam riset  hukum Islam dengan pendekatan semantik terdapat  dua pendekatan yang umum dipakai  yakni sisi bahasa,sisi illat dan hikmah (analogi dan hikmah).Maka yang dimaksud semantik ialah  sisi bahasa yangjangkauan  bahasanya demikian luas antara beda  sisi struktur / gramatikal,tunjukannya dan (3) maknawi.

Semantik dalam studi Islam dipakai  untuk memahami  makna suatu  kata atau kalimat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits atau lainnya.Hal ini paling  pentingmenilik  satu pendekatan bisa  dimengerti bilamana  diketahui dengan kata lain  dengan benar.Dengan demikian,konsep atau definisi  dari kosakatatersebut  menjadi jelas atau memperjelas arti  kata yang kabur. Berdasarkan keterangan dari  Az-Zarkasyi,pendekatan ini sama saja dengan memperjelas sesuatu yang global sampai-sampai  menilai  bisa jadi  maknabeda  di samping  yang dikehendaki,mengkhususkan yang umum atau mengikat yang mutlak contohnya makna  kata kufur ialah  tutup,penutup,berkaitan dengan memberi dan menerima keuntungan, alu bermakna “mengabaikan dengan sengaja kesenangan  yang diperoleh” yang kesudahannya  bermakna “tidak berterima kasih”.

3. Pendekatan Filologi
Filologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani yakni  kata philos yang berarti cinta dan logos yang berarti pembicaraan,kata atau ilmu.Pada kata filologi kedua kata tersebut  secara harfiyah membentuk makna  cintaucapan-ucapan  atau senang bertutur yang lantas  berkembang menjadi senang belajar,senang untuk  ilmu,senang kebudayaan sampai-sampai  dalam perkembangannya kini  filologi identik dengan senang untuk  tulisan-tulisan yang bernilai tinggi’.

Filologi ialah  pengetahuan mengenai  sastra-sastra dalam makna  luas yangmerangkum  sastra bahasa dan kebudayaan.Maka filologi bermanfaat  untukmenganalisis  bahasa,meneliti kajian linguistik,makna ucapan-ucapan  danevaluasi  terhadap ungkapan karya sastra. Dalam lingkup kajian linguistik filologi tidak jarang  dirujuk sebagai ilmu untuk mengetahui  teks dan bahasa kuno.Atas dasar anggapan lingusitik itulah dalam tradisi akademik istilah filologi diterangkan  sebagai kajian terhadap suatu  bahasa tertentu bersamaan dengan aspek kesusasteraan dan konteks historis serta aspek kulturalnya.

Dalam urusan  ini bisa  pula diterangkan  bahwa lingkup kajian filologismencakup  kajian mengenai  tata bahasa,gaya bahasa,sejarah dan pengartian  tentang penulis  serta tradisi kritikal yang dikaitkan dengan bahasa yang disampaikan.Oleh karena tersebut  jika filologi dipakai  untuk mengetahui  suatu bahasa maka pendekatan yang menggunakan  disiplin ilmu ini dimaksudkan untuk menggali  pemahaman terhadap asal usul bahasa tersebut.

Ada dua urusan  pokok dalam pekerjaan  filologi yaitu:

1. Penulisan atau penyalinan pulang  terhadap teks asli

2. Pemahaman atau mengetahui  teks pribumi  yang ada

Sebagai konsekuensinya ada sejumlah  hal yang barangkali  terjadi yakni  :

1. Kesalahan dan perubahan

Kesalahan terjadi karena sejumlah  kemungkinan yakni

a. Kurang mengetahui  bahasa

b. Kurang mengetahui  pokok permasalahan  teks

c. Tulisannya tidak cukup  jelas

d. Salah baca atau tidak cukup  teliti.

2. Perubahan bisa  terjadi karena

a. Memang disengaja oleh penyalin dengan anggapan terdapat  ketidak tepatan dalam teks asli.Maka yang hendak  dikaji oleh filologi ialah  memahami dan mencatat  teks guna  disesuaikan dengan teks aslinya .

b. Bagi  membahasakan cocok  dengan bahasa yang terdapat  pada masa filologi.


Istilah pendekatan filologis merangkum  pengertian-pegertian istilahakademik, baik sebagai kajian bahasa secara umum yang dinamakan  sebagai filologi klasik, maupun pertumbuhan  mutakhirnya yang merasakan  penyempitan sebagai unsur  dari ilmu linguistik modern.

Dalam pertumbuhan  terakhirnya filologi menitikberatkan pengkajiannya pada perbedaan yang terdapat  dalam sekian banyak   naskah sebagai suatupembuatan  dan menyaksikan  perbedaan-perbedaan tersebut  sebagai pilihan  yang positif.Dalam hubungan ini sebuah  naskah di anggap  sebagaipembuatan  kembali (baru) sebab  mencerminkan perhatian yang aktif dari pembacanya.Sedangkan varian-varian yang ada ditafsirkan  sebagai pengungkapan pekerjaan  yang kreatif guna  memahami,menafsirkan danmemperbaiki  teks bila   ada yang di anggap  tidak tepat.

Obyek kajian filologi ialah  teks sedang sasaran kerjanya berupa naskah.Naskah adalah istilah yang dipakai  untuk mencerminkan  peninggalanartikel  masa lampau dan teks adalah kandungan yang tersimpan dalamsebuah  naskah.Naskah tidak jarang  pula dinamakan  dengan manuskrip atau kodeks yang berarti artikel  tangan.

Naskah yang menjadi obyek kajian filologi memiliki  karaktristik bahwa naskah tersebut terbuat  dari latar social kebiasaan  yang telah  tidakterdapat  lagi atau yang tidak sama dengan latar social kebiasaan  masyarakat pembaca masa sekarang  dan kondisinya telah  rusak. Bahan yang berupa kertas dan tinta serta format  tulisan, dalam perjalanan waktusudah  mengalami kehancuran  atau perubahan.Gejala yang demikian initampak  dari munculnya sekian banyak   variasi bacaan dalam karya artikel  masa lampau.

Istilah pendekatan filologis merangkum  pengertian-pegertian istilah akademik, baik sebagai kajian bahasa secara umum yang dinamakan  sebagai filologi klasik, maupun pertumbuhan  mutakhirnya yang merasakan  penyempitan sebagai unsur  dari ilmu linguistik modern.

4. Pendekatan Hermaneutika
Kata hermaneutika berasal dari kata yunani hermeneuien yang berarti mengartikan, penafsirkan, menerjemahkan, bertidak sebagai penafsir.Dalam mitodologi yunani ada figur  yang namanya yang dikaitkan dengan hermaneutika yakni  Hermes. Berdasarkan keterangan dari  mitos,Hermes (Nabi Idris) bertugas untuk mengartikan  kehendak dewa dengan bantua ucapan-ucapan  manusia supaya  dapat memehami kehendak dewa karena  bahasa dewa tidak dapat  dipahami manusia.

Hermeneutika pun  dikenal sebagai format  metode filsafat kontemporer yangmengupayakan  menguak arti  teks.Teks itu  didialogkan oleh reader dan dikomunikasikan dengan the world of the teks.

Munculnya pendekatan hermaneutika bertujuan guna  menunjukan doktrin  tentang aturan-aturan yang arus dibuntuti  dalam penfsiran suatu  teks masa lampau,khususnya teks buku  suci dan teks buku  klasik.Hermaneutika diutuhkan sebab  teks adalah symbol yang mengadung arti  ketikadisaksikan  oleh pembaca sebab  pada saat tersebut  pembaca di sudutkan pada dua situasi  yang bersamaan yakni  Akrab atau kenal (familiar) dan asing (alien) dengan teks.

Akan namun  dalam abad19,hermaneutika dalam makna  luas meliputi nyaris  semua tema filosofis tradisional,sejauh sehubungan  dengan masalah bahasa.Dalam peluasan pengertian,Hans George Gademer meringkas teori hermaneutika secara filosofis dalam tiga kegiatan  aksistensi manusia:subtilitas intellegendi yang berarti mengetahui  (understsnding),subtilitas explicandi yang berarti menyatakan  atau menguraikan arti  yang tersirat menjadi arti  tersurat dan subtilitas applicandi yang berarti merealisasikan  atau mengaitkan makna sebuah  teks dengan kondisi  baru dan kini.

5. Pendekatan Wacana
Pendekatan wacana lebih umum dinamakan  analisis wacana.Analisis inidipakai  untuk melacak dan meneliti  historisitas lahirnya konsepmenyeluruh  dengan latar belakangnya.Teori yang umum dipakai  dengan pendekatan ini ialah  teori Arkeologi Ilmu Pengetahuan yang ditawarkan Michel Foucault (1926-1984)

Analisis wacana ialah  ilmu baru yang muncul sejumlah  puluh tahun belakangan ini.Aliran-aliran linguistik sekitar  ini memberi batas  penganalisisannya melulu  kepada soal kalimat dan baru belakangan ini sebagian berpengalaman  bahasa memalingkan perhatiannya untuk  penganalisisan wacana.

Seperti yang tidak sedikit  dilakukan dalam penelitian tentang  organisasiperkabaran  selama dan setelah  tahun 1960-an,analisis wacana menekankan pada ”how the ideological significance of news is part and parcel of the methods used to process news” (bagaimana siginifikansi ideologis berita adalah bagian dan menjadi paket cara  yang dipakai  untuk memproses media)

Analisis wacana/pendekatan wacana ialah  studi mengenai  stuktur pesan dalam komunikasi.Lebih tepatnya analisis wacana bersangkutan   denganragam  fungsi (pragmatik) bahasa dalam pemakaian  bahasa dan kesinambungan atau untaian wacana.

Analisis wacana bermunculan  dari kesadaran bahwa permasalahan  yang di dalamnya terdapat teknik  komunikasi bukan serbatas pada pemakaian  kalimat atau unsur  kalimat faedah  yang dinamakan  wacana.Dalam upayameneliti  unit bahasa yang lebih banyak  dari kalimat tersebut,analisis wacana tidak terlepas dari pemakai an  kaidah sekian banyak cabang ilmu bahasa laksana  halnya semantik, sintaksis, morfologi, dan fonologi.


DAFTAR PUSTAKA

Arief Armai, Pengantar IlmuMetodologi Pendidikan Islam, Jakarta:Ciputat Pers, 2002
Chamami Rikza, Studi Islam Kontemporer, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2012
Hasan Chalidjah, KajianPendidikan Perbandingan, Surabaya: Al-Ikhlas,1995
Naim Ngainun, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta: Teras, 2009
Nasution Khoirudin, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta:ACAdeMIA + TAZZAFA,2009
Terimakasih telah membca artikel berjudul Pengertian dan Macam-macam Pendekatan Studi Islam

Kumpulan Makalah
Kumpulan Makalah Updated at: 11/26/2017

0 komentar Pengertian dan Macam-macam Pendekatan Studi Islam

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak