Skip to main content

Definisi Diferensiasi Sosial dan Bentuknya

Definisi Diferensiasi Sosial

A. Definisi Diferensiasi Sosial

Definisi diferensiasi sosial adalah suatu bentuk lapisan tetapi tidak ada strata kelas sosial yang tinggi atau rendah di masyarakat. Diferensiasi sosial adalah suatu bentuk menurut struktur sosial yang bersifat horizontal. Diferensiasi sosial memiliki tiga karakteristik:
a. Karakter fisik
b. Karakteristik sosial
c. Karakteristik Budaya

B. Bentuk Diferensiasi Sosial

Berbagai bentuk diferensiasi sosial dalam warga negara dari perbedaan ras, agama, gender, profesional, klan, dan etnis. Diferensiasi sosial adalah perbedaan yang diamati dari kelompok etnis, ras, kepercayaan, klan, dll. Pada dasarnya, hal-hal yang terkandung dalam diferensiasi tidak memiliki strata, tetapi yang membedakan satu individu dari yang lain adalah sesuatu yang biasanya ia ambil sejak lahir. Misalnya, suku Sunda dan Batak memiliki kelebihan masing-masing. Jadi seseorang tidak dapat menganggap etnisitasnya lebih baik, karena itu akan mengarah pada etnosentrisme dalam masyarakat.
Diferensiasi adalah perbedaan yang dapat kita lihat dan rasakan di masyarakat, bukan untuk membuat kita tidak selaras dengan tingkat sosial seperti yang terjadi di Afrika Selatan. Bentuk diferensiasi sosial meliputi:

1. Ras

Ras adalah kategori individu yang selama beberapa generasi memiliki karakteristik fisik dan biologis yang eksklusif. Manusia di dunia harus memiliki perbedaan fisik seperti warna kulit, bentuk hidung, bentuk rambut, dan sebagainya di antara orang lain di bumi. Misalnya: Di lingkungan Nurul di Jl. HM Swignyo Gg. Swignyo 1, masih ada beberapa orang yang memiliki ras berbeda. Ada yang berkulit coklat, langsat kuning, rambut putih dan lurus, keriting, bergelombang, dll.

2. Etnis

Kelompok etnis adalah kelompok sosial yang dibedakan menurut kelompok sosial lain karena mereka memiliki karakteristik generik paling dasar terkait dengan asal dan tempat serta budaya. Sebagai contoh: Di daerah kakap ada banyak suku yang tidak selaras seperti suku Bugis, suku Sambas, suku Melayu, dll. Tetapi mereka masih bisa bergaul satu sama lain. Meskipun banyak perbedaan berasal menurut daerah masing-masing.

3. Klan

Klan adalah sekelompok hubungan yang ditemukan di masyarakat menggunakan undian garis keturunan unilateral. Misalnya: Seperti dua siswa di kelas XI IPS 2 SMAN dua yaitu Windi Minha ZF yang merupakan keturunan Padang, Minangkabau mengikuti aliran Ibu (matrilineal). Dan Ruth S. Sihombing, seorang keturunan batak yang mengikuti genre patrilineal.

4. Agama

Menurut Emile Durkheim, keyakinan adalah menjadi sistem agama dan praktik yang terintegrasi terkait dengan yang suci dan menyatukan semua pengikutnya ke dalam komunitas moral yang diklaim oleh rakyat. Jadi agama adalah agama yang dianut oleh masyarakat dan merupakan kepercayaan yang kuat. Misalnya: di lingkungan sekitar dua sekolah menengah PONTIANAK, ada siswa dan guru yang memiliki perbedaan agama / kepercayaan. Tetapi itu tidak menciptakan kontradiksi mendasar untuk perjuangan / kecemburuan sosial.

5. Gender 

Gender adalah perbedaan gender antara wanita dan pria. Orang-orang dulu sering berkata, "Untuk apa seorang wanita SMA, nanti di dapur juga bekerja." Angka tersebut kini telah berubah, ini bisa ditinjau sesuai dengan kemajuan globalisasi yang membuat perempuan bisa turun dan dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Sebagai contoh: kita dapat mengambil menurut mantan presiden kita Megawati Soekarno, putrinya dapat mengambil alih kekuasaan negara dan menjadi pemimpin negara. Selain itu, kita juga bisa melihat berdasarkan sekolah di lingkungan kita, perempuan lebih banyak bersekolah daripada laki-laki dan tidak jarang perempuan sebagai anggota politik dan memainkan peran aktif menurut laki-laki.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar