Home » » Metode Pembelajaran Al-Qur’an Hadis

Metode Pembelajaran Al-Qur’an Hadis

Metode Pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis

A. Pengertian Metode Pembelajaran Al-Qur’an Hadis

Ditinjau dari sisi etimologis (bahasa), cara berasal dari bahasa Yunani,yakni “methodos”. Kata ini terdiri dari dua suku kata,yaitu “metha” yang berarti melewati atau melewati,dan “hodos” yang berarti jalan atau cara. Maka cara memiliki makna suatu jalan yang dilewati untuk menjangkau tujuan. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama method dan way yang diterjemahkan dengan cara dan cara, dan dalam bahasa Arab, kata cara diungkapkan sekian banyak  kata laksana kata al-thariqah, al-manhaj, dan al-wasilah. Al-thariqah berarti jalan, al-manhaj berarti sistem, dan al- wasilah berarti mediator atau perantara. Dengan demikian, kata Arab yang sangat dekat dengan makna metode ialah al-thariqah.


Ahmad Tafsir menyatakan bahwa metode merupakan istilah yang dipakai untuk mengungkapkan pengertian teknik yang sangat tepat dan cepat dalammengemban sesuatu. Ungkapan sangat tepat dan cepat itulah yang mebedakan method dengan why (yang pun berarti cara) dalam bahasa inggris berasal dari bahasa Inggris method yang dengan kata lain cara. Dalam kamus umum bahasa Indonesia cara ialah teknik yang sudah teratur dan terpikir baik-baik untuk menjangkau suatu maksud dalam ilmu pengetahuan dan sebagainya.

Sedangkan bila ditinjau dari sisi terminologis (istilah), metode bisa dimaknai sebagai jalan yang ditempuh oleh seseorang agar sampai padadestinasi tertentu, baik dalam lingkungan atau perdagangan maupun dalam kaitan ilmu pengetahuan dan lainnya. Metode pun adalahsuatu teknik yang dipergunakan untuk menjangkau tujuan yang sudah ditetapkan. Dalampekerjaan belajar mengajar, cara sangat dibutuhkan oleh guru, denganpemakaian yang bervariasi cocok dengan destinasi yang hendak dicapai. Menguasai metode melatih adalahkeniscayaan, karena seorang guru tidakbakal dapat melatih dengan baik bilamana ia tidak menguasai cara secara tepat.

Sedangkan pembelajaran Al-Qur’an dan hadits ialah kegiatan pembelajaran pelajaran ilmu Al-Qur’an dan Hadits didalam proses pendidikan. Jadi cara pembelajaran Al-Qur’an dan hadits ialah memberikan tuntunan mengenai jalan yang mesti ditempuh didalam pekerjaan pembelajaran pelajaran ilmu Al-Qur’an dan hadits untuk anak didik.

Ketika mendengar nama salah satu latihan yang terdapat di madrasah ataupun di pesantren, yakni latihan Al-Qur’an dan hadits, barangkali akan terbayang di pikiran kita sebuah latihan yang menjemukan dan menjemukan. Ya, layak saja kesan itu segera menyeruak dalam pikiran kita. Sebab, sekitar ini latihan tersebut memang dikatakan denganteknik dan cara yang membosankan. Metode yang ditempuh oleh guru yangmenuntun mata latihan tersebut melulu itu-itu saja, hampir tidak adaevolusi sama sekali. Membaca ayat atau hadis, memperhatikan ceramah guru atau ustaz yang membosankan dan menciptakan ngantuk, atau menghafalsusunan ayat Al-Qur’an dan hadits. Itulah susunan rutinitas pembelajaran Al-Qur’an dan hadits yang sekitar ini terjadi. Melihat tradisi pembelajaran Al-Qur’an hadits yang barusan disebut, layak dan paling wajar andai murid-murid merasa bosan dan bosan.

Dalam pekerjaan mengelola interaksi belajar melatih guru sangat tidakmesti mempunyai dua modal dasar, yakni keterampilan mendisain program dan kemampuan mengkomunikasikan program tersebut untuk anak didik. Seorang guru mesti dapat memilih dan memilah strategi apa yang akandipakai dalam pembelajaran. Strategi itu haruslah dicocokkan denganpelajaran yang bakal diajarkan.

B. Metode Pengajaran Al-Qur’an Hadis

Metode pengajaran yang dipakai dalam pekerjaan pembelajaran bermacam-macam, cara yang dapat dipilih oleh guru dalam proses pembelajaran al-Qur’an dan hadits yaitu: cara drill, cara kerja kelompok, cara tanya jawab cara resitasi, cara diskusi dan cara ceramah.

a. Metode Drill (Latihan)
Penggunaan istilah “latihan” tidak jarang disamakan dengan kata lain dengan istilah “ulangan”.[9] Padahal muksudnya berbeda, pelajaran bermaksud supaya pengetahuan dan kemampuan tertentu bisa menjadikepunyaan anak didik dan dikuasai sepenuhnya, sementara ulangan hanyalah untuk sebatas mengukur sejauh mana dia sudah menyerap pengajaran tersebut.

Pengajaran yang diserahkan melalui cara Drill dengan baik tidak jarang kali akan menghasilkan hal-hal sebagai berikut:
1. Anak didik tersebut akan bisa mempergunakan daya berfikirnya yangkian lama makin meningkat baik, sebab dengan pengajaran yang baik maka anak didik bakal menjadi lebih tertata dan lebih teliti dalam mendorong daya ingatnya. Ini berarti daya beranggapan bertambah.
2. Pengetahuan anak didik meningkat dari sekian banyak  segi, dan anak didik itu akan mendapat  paham yang lebih baik dan lebih mendalam. Guru berkewajiban menginvestigasi sejauh mana peradaban yang telah dijangkau oleh anak didik dalam proses belajar-mengajar, salah satu teknik ialah mengukur peradaban tersebut melewati ulangan (tes) tertulis atau lisan.

b. Metode Kerja Kelompok
Apabila guru dalam menghadapi anak didik di ruang belajar merasa butuh membagi-bagi anak didik dalam kelompok-kelompok guna memecahkan sebuah masalah atau untuk memberikan suatu kegiatan yang perlu digarap bersama-sama, maka secara melatih tersebut dapat disebut metode kerja kelompok.

c. Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab ialah salah satu teknik melatih yang dapat menolong kekurangan-kekurangan yang ada pada cara ceramah. Ini diakibatkan karena guru bisa memperoleh cerminan sejauh mana siswa dapat memahami dan bisa mengungkapkan apa yang sudah di ceramakan

d. Metode Pemberian Tugas (Resitasi)
Yang dimaksud denag cara ini ialah suatu teknik dalam proses belajar-mengajar apabila guru memberi tugas tertentu dan siswa mengerjakannya,lantas tugas itu dipertanggungjawabkan untuk guru. Dengan teknik demikian diharapkan supaya murid belajar secara bebas bertanggungjawab dan murid-murid akan kawakan mengetahui sekian banyak  kesulitan kemudian berjuang untuk ikut menanggulangi kesulitan-kesulitan itu.

e. Metode Diskusi
Metode ini seringkali erat kaitanya dengan cara lainnya, contohnya metode ceramah, karyawisata dan lain-lain sebab metode diskusi ini ialah bagian yang terpenting dalam memecahkan sesuatu masalah (problem solving). Dalam dunia edukasi metode diskusi ini mendapat perhatian sebab dengan diskusi akan memicu murid-murid beranggapan atau menerbitkan pendapat sendiri.

f. Metode Ceramah
Guru menyerahkan uraian atau penjelasan untuk sejumlah siswa pada masa-masa tertentu (waktunya terbatas) dan lokasi tertentu pula. Dilaksanakan dengan bahasa lisan untuk menyerahkan pengertian terhadap sesuatu masalah. Dalam cara ceramah ini siswa duduk, melihat, dan mendengar serta percaya bahwa apa yang diceramakan guru itu ialah benar, siswa mengutip ikhtisar ceramah semampu murid tersebut sendiri dan menghafalnya tanpa ada investigasi lebih lanjut oleh guru yang bersangkutan. 

Dalam cara ceramah ini siswa duduk, menyaksikan dan memperhatikan serta percaya bahwa apa yang diceramakan guru itu ialah benar, siswa mengutip ikhtisar ceramah semampu murid tersebut sendiri dan menghafalnya tanpa ada investigasi lebih lanjut oleh guru yang bersangkutan. Cara melatih hadits sama dengan teknik mengajar al-Qur’an, melulu saja hadits tidak dibaca secara berlagu. Hadits seringkali lebih pendek dari ayat-ayat al-Qur’an. Mengajar hadits bisa menggunakan teknik mengajar al-Qur’an, baiktentang pengantar, pembahasan, memberi contoh, mengajak murid membaca, mendiskusikan, membagi-bagi untuk satuan-satuan pikiran, menyatakan sinonim-sinonimnya, menghubungkan maksud hadits dengan persoalan-persoalan yang timbul dalam kehidupan keseharian dan mengambil benang merah dari maksud hadits. Disamping tersebut guru pun harus menyimak hubungan pengajaran hadits dengan persoalan-persoalan agama yang terdapat hubungannya dengan hadits dengan hadits yang diajarkan dan dengan ayat-ayat al-Qur’an serta persoalan-persoalan akhlak.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Qadir, Muhamaad, Ahmad. 1981. Metodologi Pengajaran PendidikanAgama Islam. Jakarta
Ash-Shalih, Subhi. 1991. membicarakan ilmu-ilmu al-qur’an (terjemahan)kesebelasan pusataka firdaus dari judul pribumi mabahist fi ulum al-qur’an. Jakarta: buku firdaus.
Darajat, Zakiah. 2011. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Fathurrohman, Pupuh, M. Sobry Sutikno. 2009. Strategi Belajar Mengajar Melalui Penanaman Konsep Umum Dan Konsep Islami. Bandung: PT Refika Aditama. 
Ismail.2009. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM. Semarang: LSIS dan RASAIL Media Group.
Tafsir, Ahmad. 1996. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Yunus, Mahmud. 1990. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Jakarta: PT. Hidakarya Agung.
Terimakasih telah membca artikel berjudul Metode Pembelajaran Al-Qur’an Hadis

Kumpulan Makalah
Kumpulan Makalah Updated at: 11/22/2017

0 komentar Metode Pembelajaran Al-Qur’an Hadis

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak