Home » » Biografi dan Pandangan Aristoteles Tentang Kebaikan

Biografi dan Pandangan Aristoteles Tentang Kebaikan

Biografi dan Pandangan Aristoteles Tentang Kebaikan

A. Biografi Aristoteles

Ahli filsafat terbesar di dunia sepanjang zaman, bapak peradaban Barat, bapak ensiklopedi, bapak ilmu pengetahuan, atau pengajar(nya) para ilmuwan adalah berbagai julukan yg diberikan pada ilmuan ini. Berbagai temuannya misalnya akal yang dianggap jua dengan ilmu mantik yaitu pengetahuan mengenai cara berpikir menggunakan baik, benar, dan sehat,  menciptakan namanya begitu dikenal oleh setiap orang pada semua global yg pernah mengecap pendidikan.

Begitu pula menggunakan hayati, ekamatra, nabati, astronomi, kimia, meteorologi, anatomi, zoologi, embriologi, dan psikologi eksperimental merupakan temuannya jua. Penemuan-inovasi yg Sudah 2.000 tahun lebih, namun istilah-istilah yang dipakainya dalam berbagai kreasi atau temuannya masih dipakai hingga sekarang, seperti: berita, rekanan, tenaga, kuantitas, kualitas, individu, substansi, materi, esensi, & sebagainya. Disamping itu, ia pula seseorang pengarang yg telah membuat lebih menurut 50 butir buku yang semuanya dilengkapi menggunakan uraian yang sistematis, kentara, & dalam.

Pria yang lahir di Stagirus, Macedonia, dalam tahun 384 sM, inilah orang pertama pada dunia yang dapat menandakan bahwa bumi bulat. Pembuktian yang dilakukannya menggunakan jalan melihat eklips. 

Sepuluh jenis istilah seperti yang dikenal orang ketika ini seperti; istilah kerja, kata benda, kata sifat, & sebagainya adalah pembagian kata output pemikirannya. Dia jugalah yg mengungkapkan bahwa “manusia adalah makhluk sosial”, bahwa “tiap pernyataan wajib  dibuktikan kebenarannya”, bahwa “kunci pengetahuan merupakan nalar”, dan “dasar pengetahuan merupakan informasi”.

Aristoteles merupakan ilmuan yg religius. Ia sangat percaya akan kuasa Tuhan. “Semua yang beranjak di alam semesta ini berkiprah menuju Tuhan” pungkasnya. Maka, “orang yang ingin bahagia harus berbuat baik sebesar-banyaknya”, katanya lagi.

Ayahnya yang bernama Nicomachus, seseorang dokter pada istana Amyntas III, raja Macedonia, kakek Alexander Agung, meninggal saat Aristoteles berusia 15 tahun. Karenanya, beliau lalu dipelihara sang Proxenus, pamannya- saudara menurut ayahnya. Pada usia 17 tahun ia masuk akademi milik Plato di Athena. Dari situlah beliau kemudian sebagai murid Plato selama 20 tahun.

Dengan meninggalnya Plato pada tahun 347 sM, Aristoteles meninggalkan Athena & mengembara selama 12 tahun. Dalam jenjang saat itu beliau mendirikan akademi pada Assus, dan menikah menggunakan Pythias yg tidak usang lalu tewas. Ia lalu menikah lagi menggunakan Herpyllis yang lalu melahirkan baginya seorang anak pria yg beliau beri nama Nicomachus, seperti nama ayahnya. Pada tahun-tahun berikutnya beliau jua mendirikan akademi di Mytilene. Saat itulah dia sempat jadi pengajar Alexander Agung selama tiga tahun.

Di Lyceum, Athena pada tahun 335 sM, dia juga mendirikan semacam akademi. Di sinilah ia selama 12 tahun menaruh kuliah, berpikir, mengadakan riset dan eksperimen, dan membuat catatan-catatan dengan tekun dan cermat.

Pada tahun 323 SM Alexander Agung mangkat . Lantaran takut dibunuh orang Yunani yang membenci pengikut Alexander, Aristoteles akhirnya melarikan diri ke Chalcis. Tapi ajal memang tak mengenal loka. Mau bersembunyi kemanapun, jikalau ajal sudah tiba nir terdapat yg bisa menolak. Demikian juga dengan tokoh ini, satu tahun setelah pelariannya ke kota itu, yaitu tepatnya pada tahun 322 sM, pada usia 62 tahun ia mati juga pada kota tersebut, Chalcis, Yunani.

B. Konsep Kebaikan Menurut Aristoteles

Berbicara tentang perkembangan psikologi, Aristoteles adalah galat satu tokoh psikologi yang semula memperlajari filsafat kemudian melanjutkan pengetahuannya ke bidang psikologi. Wacana yg bisa kita ambil dari beliau merupakan perbedaan antara kebaikan & kebahagiaan. Kebaikan, menurut Aristoteles, merupakan tujuan tiap sesuatu. Dan kebaikan merupakan tujuan akhir. Sedangkan kebahagiaan, beliau pula adalah kebaikan dalam kaitannya menggunakan pemiliknya dan adalah kesempurnaan bagi pemiliknya. Kebahagiaan adalah kebaikan pada kaitannya dengan seorang atau orang lain; dia itu relatif, dan esensinya nir niscaya. Ia berbeda menurut orang yang mengupayakannya, namun kebaikan absolut nir terdapat perbedaannya.
Kebaikan dan kebahagiaan dari Aristoteles

Ada yang sebagai tujuan, & terdapat yg bukan adalah tujuan. Di antara yang pertama ada yang sempurna, dan ada yg nir sempurna. Contoh menurut yg pertama merupakan kebahagiaan, sebab bila kita mencapainya, kita tidak perlu lagi menambahnya dengan sesuatu yang lain. Contoh dari yg ke 2 merupakan kesehatan & kekayaan, karena meski kita peroleh, kita permanen memerluan lagi, sampai kita mencari yg lain. Sebagian kebaikan ada yang pada jiwa, terdapat yang pada tubuh, & terdapat juga yg pada luar keduanya.

Dua strata inilah yang dibahas Aristoteles dalam bukunya yg berjudul Kebajikan Jiwa, & dia menentukan yang kedua. Aristoteles mengatakan: “Tingkatan kebajikan yg pertama yang dinamakan kebahagiaan adalah strata pada mana manusia mengarahkan kehendak & upayanya menuju kemaslahatan dirinya pada global inderawi ini termasuk kasus-kasus jiwa, tubuh, maupun keadaan jiwa yang berkaitan dengannya.”
Terimakasih telah membca artikel berjudul Biografi dan Pandangan Aristoteles Tentang Kebaikan

Kumpulan Makalah
Kumpulan Makalah Updated at: 11/09/2017

0 komentar Biografi dan Pandangan Aristoteles Tentang Kebaikan

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak