Home » » Sejarah Terbentuknya Dinasti Idrisiyah di Maroko

Sejarah Terbentuknya Dinasti Idrisiyah di Maroko

Sejarah Terbentuknya Dinasti Idrisiyah di Maroko

A. Terbentuknya Dinasti Idrisiyah

Peradaban Islam pada Afrika Utara bermula menurut serangkaian penaklukan bangsa Arab pada abad ketujuh dan kedelapan. Sejarah daerah ini sejalan menggunakan periode kekhalifahan Abbasiyah.[1]

Peradaban Arab-Islam pada Afrika Utara dibentuk berdasarkan integrasi kalangan Arab menggunakan masyarakat Barbar & kota-kota di wilayah Laut Tengah. Barbar yg dikenal dengan nama Masmudah, Sanhaja, dan Zenata, adalah rakyat yang majemuk corak mencakup grup nomad yang mengembala unta, kalangan pengembala, dan kaum petani. Meskipun mereka memiliki sebuah kultur yg seragam, namun jarang sekali mereka membangun rezim negara.[2] 

Salah satu rezim negara yang lahir dalam waktu itu merupakan dinasti Idrisiyah di Maroko. Daerah Utara Maroko merupakan sentra bagi dinasti Idrisiyah, dinasti Maroko-Islam yg pertama. Dinasti ini didirikan sang Idris ibn Abd Allah, seorang keturunan al-Hasan bunda Ali ibn Abi Thalib, yang melarikan diri dari Arabiah sesudah gagalnya pemberontakan Syi’i dalam tahun 786.[3]  Idris melarikan diri ke Mesir kemudian ke Maroko.[4]

Maroko merupakan daerah yang kurang lebih lima puluh tahun sebelum kedatangan Idris pernah mengguncang kekuasaan khalifah. Di sana Idris disambut hangat sang suku-suku Barbar yg baru masuk Islam. Suku-suku ini tertarik menggunakan klaim Idris menjadi keturunan Nabi, sehingga beliau diangkat menjadi pemimpin suku. Idris berhasil menyatukan suku-suku Barbar di wilayah tersebut ke pada konfederasi, dan didirikanlah sebuah dinasti yaitu dinasti Idrisiyah.[5]

Dinasti Idrisiyah berdiri selama hampir dua abad (789-974). Dinasti ini didirikan dalam bekas ibukota bangsa Romawi kuno, Volabulis. Dinasti ini menampakan sebuah kecenderungan yg mengarah pada konsolidasi sebuah pemerintahan teritorial Maroko.[6]

B. Kemajuan-kemajuan yg dicapai Dinasti Idrisiyah

Kekuasaan Idris ibn Abd Allah (Idris I) berlangsung singkat, kesuksesannya memimpin masyarakat Aurabah pada Maroko sebagai akibatnya memiliki tentara & pula bisa melakukan ekspansi ke wilayah lain mengakibatkan kekhawatiran kekhalifahan Abbasiyah pada Baghdad. Harun al-Rasyid, penguasa Abbasiyah ketika itu, mengutus seseorang agen, Sulaiman ibn Jarir, ke Maroko yg berhasil menyusup ke istana dan meracun Idris I (791). Setelah berhasil membunuh Idris I Harun al-Rasyid beserta suku Barbar mengangkat putra mahkota yg masih sangat muda, Idris ibn Idris (Idris II : 804-828).[7] 

Idris II adalah pendiri sejati negara Maroko modern. Meskipun ayahnya menaklukkan dan mengislamkan poly suku pemeluk agama Kristen, Yahudi, atau agama Pribumi. Dia masih bergantung dalam suku Aurabah. Idris II menekankan karakter Arab-Islam Maroko dalam upaya melepaskan diri berdasarkan Aurabah, dengan mengundang prajurit dan pemimpin Arab berdasarkan Spanyol ke istananya. Pada 809, Idris II mencapai prestasi yg dapat dianggap sebagai galat satu output dinasti yg terpenting & bertahan usang mendirikan balik  kota Fez. Semula didirikan pada 789 M. Oleh Idris I, Fez masih merupakan kota pasar Barbar ketika Idris II bertekad menegakkan otoritasnya yg nir bergantung pada Aurabah dan mengakibatkan Fez sebagai ibukotanya. Kedatangan beberapa gelombang imigran, yg pertama dari Cordova dan kemudian menurut Tunisia, memberikan karakter Arab yg tegas kepada kota Fez.[8]

Di antara prestasi politiknya, Idris II berhasil mengkonsolidasikan, dibawah kekuasaannya, sebagian besar  daerah yg sekarang merupakan Maroko Utara. Untuk menstabilkan pemerintah, dia mengorganisasi Makhzan (pemerintah sentra) -sebuah konsep Arab yang sampai kini   ini tidak dikenal oleh suku-suku Barbar di wilayah ini- sejati yg pertama pada Maroko. Pembangunan masjid Fathimah, yang merupakan benih daripada masjid & universitas Qairuwan, pula membantu membuahkan Fez sebagai sentra keagamaan dan kebudayaan yang penting.[9]

Kestabilan sosial politik dalam dinasti Idrisiyah ini hanya berlangsung selama 2 generasi. Setelah Idris II keadaan menjadi berubah karena kesalahan langkah politik yg diambil oleh penerusnya.

C. Kemunduran Dinasti Idrisiyah

Kemunduran dinasti Idrisiyah berawal berdasarkan era pemerintahan Muhammad II, putra Idris II, (828-836). Muhammad II membagi daerah kerajaannya pada delapan orang saudara-saudaranya.[10] Tindakan Muhammad II ini menampakan penyimpangan berdasarkan kebijaksanaan politik yg dianut oleh para pendahulunya.[11]

Wilayah Idrisiyah yg terpecah-pecah secara efektif pula merusakkan kontrol terpusat yg dikembangkan sang pemerintah sebelumnya. Kelompok-kelompok famili kerajaan dan gerombolan-kelompok suku akhirnya terlibat pada upaya panjang memperebutkan kekuasaan.

Pada masa Yahya IV (905-923) daerah-daerah yg terpecah berhasil dikuasai dan disatukan balik . Tetapi kondisi ini hanya bersifat ad interim. Sejak waktu itu Bani Idris terlibat pada persaingan antara dua kekuatan akbar yaitu Bani Umayyah dari Spanyol & dinasiti Fathimiyah pada rangka memperbutkan supremasi di Afrika Utara. Dua kekuatan tersebut, yang secara hati-hati menghindari bentrokan langsung, memperalat orang-orang Barbar taklukan masing-masing buat berperang. Fez dan daerah Bani Idris yg lain menjadi arena pertikaian ini.[12]

Tahun 921, masih dalam masa pemerintahan Yahya IV, Fez akhirnya diduduki sang dinasti Fathimiyah. Pelosok Maroko baru dapat dikuasai sang Idrisiyah menjelang akhir masa pemerintahannya. Tetapi Bani Umayyah yang berkuasa pada Spanyol memukul mundur Idrisiyah tahun 974. Al Hasan ibn Ghanum. Pemimpin Idrisiyah saat itu, & keluarganya dibawa ke Cordova dan diperlukan secara baik oleh khalifah al-Hakam II.[13]

Pada tahun 985 al-Hasan ada balik  pada Rif. Ia berhasil mengumpulkan tentaranya dan bersiap-siap buat menciptakan balik  kekuasaannya yg telah runtuh. Namun, ia dapat dikalahkan sang suatu ekspedisi militer menurut Spanyol. Ia ditahan, akan tetapi dalam perjalanan ke Cordova beliau  meninggal global (985).[14] Sebagian akbar keluarga Idris dan para pengikutnya lalu pindah dari Afrika ke Spanyol. Dari kalangan mereka pernah ada suatu dinasti yg berusia pendek yaitu dinasti Hammudiyah yg berkuasa di Algeciras dan Malaga menjadi keliru satu penguasa berdasarkan Muluk al-Thawif.[15]

[1] Ira M. Lapidus, A History of Islamic Societies diterjemahkan oleh Ghufron A Mas’adi dengan Judul Sejarah Sosial Ummat Islam, Bagian kesatu & 2 (Cet. I; Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1999), h. 562.
[2] Ibid., h. 563.
[3] Jhon L Esposito dalam Ensiklopedinya menulis bahwa pemberontakan anti Abbasiyah yang dilancarkan sang kaum Syi’i terjadi pada tahun 788 di Fakh pada dekat kota Makah, lihat Jhon L. Esposito, The Oxford-Encyclopaedia of the Modern Islamic World, diterjemahkan sang Eva Y.N. Dkk. Dengan judul Ensiklopedi-Oxford Dunia Islam Modern, jilid 2 (Cet. II; Bandung: Mizan, 2002), h. 257.
[4] Lihat Departemen Agama RI, Ensiklopedi Islam, (Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Peningkatan Prasarana & Sarana Perguruan Tinggi Agama/IAIN, 1992/1993), h. 423. Lihat pula Ali Mufrodi, Islam Dikawasan Kebudayaan Arab (Cet. I; Jakarta: Logos, 1997), h. 109.
[5] Dinasti Idrisiyah adalah Dinasti Syi’i yg pertama dalam sejarah. Nama Idrisiyah diambil berdasarkan nama pendirinya Idris ibn Abdullah. Lihat Departemen Agama RI, op. Cit., h. 423. Lihat juga Jaih Mubarok, Sejarah Peradaban Islam (Sebuah Ringkasan), (Cet. I; Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004), h. 98.
[6] Lihat Ira M. Lapidus, op.Cit., h. 571.
[7] Idris II merupakan anak keliru seorang selir Idris I. Idris tidak meninggalkan keturunan laki-laki  dalam ketika tewas, namun meninggalkan seorang selir yang sedang mengandung yg kemudian melahirkan seorang anak laki-laki  yaitu Idris II. Lihat Jhon L. Esposito, op.Cit.,  h. 258.
[8] Lihat Ibid.,
[9] Ibid., lihat pula Departemen Agama RI. Op.Cit., h. 423
[10] Walaupun Muhammad II permanen menguasai bunda kota (Fez) dan memiliki semacam supremasi moral terhadap daerah-daerah yg lain akan tetapi tindakan tadi mengakibatkan fatal terhadap kestabilan dinasti tersebut. Lihat Ibid., Lihat jua Jaih Mubarak, op.Cit.,  h. 99.
[11] Jhon L. Espsito, op.Cit., h. 258.
[12] Departemen Agama RI. Op.Cit., h. 423.
[13] Ibid.,
[14] Ibid.,
[15] Muluk al-Thawaif adalah dinasti-dinasti mini   yang berpusat di kota-kota tertentu. Dinasti-dinasti mini   ini muncul lantaran labilitas situasi sosial politik sepeninggal Hakam II, keliru seseorang khalifah Bani Umayah II di Andalusia/Spanyol. Lihat Murodi, Sejarah Kebudayaan Islam (Semarang: PT. Karya Toha Putra, 1994), h. 103.
Terimakasih telah membca artikel berjudul Sejarah Terbentuknya Dinasti Idrisiyah di Maroko

Kumpulan Makalah
Kumpulan Makalah Updated at: 10/11/2017

0 komentar Sejarah Terbentuknya Dinasti Idrisiyah di Maroko

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak