Home » » Sejarah Kehidupan Manusia Pada Masa Aksara di Indonesia

Sejarah Kehidupan Manusia Pada Masa Aksara di Indonesia

   
Sejarah Kehidupan Manusia Pada Masa Aksara di Indonesia

A. Pengertian Masa Aksara

Sebelum masa aksara terlebih dahulu kehidupan manusia berada pada zaman praakasara, yaitu dimana manusia belum mengenal tulisan. Dengan demikian yang dimaksud dengan masa aksara yaitu masa dimana manusia sudah mengenal tulisan. Tulisan biasanya berupa simbol-simbol tertentu yang dijadikan sebagai alat komunikasi diantara mereka. Tradisi sejarah warga  Indonesia berkembang pula pada masa aksara, yaitu masa waktu masyarakat Indonesia telah mengenal tulisan. Pada masa aksara, tradisi sejarah direkam melalui goresan pena sehingga lahirlah rekaman tertulis. Rekaman tertulis ini pun, sama halnya dengan tradisi masa praaksara, yaitu tumbuh & berkembang melalui pewarisan dalam rakyat. Jadi dalam materi ini kita akan mempelajari perkembangan sejarah masyarakan indonesia sesudah mengenal tulisan (masa aksara) dan impak adanya zaman aksara terhadap kehidupan warga  indonesia.

B. Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia Masa Aksara

Kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia berdasarkan Yunan ke Nusantara yg melewati jalan barat (melewati Yunan – Malaka – Sumatra – Jawa), serta yang melewati jalur utara Yunan – Formosa – Jepang – Sulawesi Utara & hingga di Irian/Papua ternyata membawa efek akbar terhadap perkembangan sejarah kehidupan bangsa Indonesia. Adanya beraneka ragam budaya daerah yang muncul pada tengah-tengah perkembangan warga  yang masih bisa dirasakan sang masyarakat nusantara pada masa kini  .

Bangsa Deutero Melayu yang tiba 500 SM ke Nusantara ternyata membawa efek yg lebih maju daripada pendahulunya. Mereka melalui jalan barat, yakni Yunan – Malaka – Sumatra – Jawa. Mereka hidup di Nusantara & berkembang menjadi rakyat yang produktif serta menjadi bangsa Indonesia sampai sekarang. Masyarakat Deutero Melayu yang telah berkembang sebagai bangsa Indonesia itu sudah memiliki kemajuan di aneka macam bidang, antara lain, sebagai berikut.

1. Dalam bidang pemerintahan, mereka menganut asas demokrasi melalui musyawarah buat memilih pimpinan mereka, bentuk organisasi kemasyarakatan yg ada merupakan kesukuan. Kepala suku dipilih berdasarkan orang yg mempunyai kemampuan tertinggi (primus inter pares).

2. Dalam bidang ekonomi, bisnis untuk memenuhi kebutuhan diupayakan dengan memakai ekonomi barang (pertukaran/barter), hayati gotong royong dalam mengerjakan sawah, berkelompok, & seluruh hak milik dipakai beserta.

3. Kepercayaan nenek moyang kita merupakan animisme & dinamisme. 
Keadaan alam Nusantara memaksa mereka wajib  pintar berlayar sebab Nusantara terdiri atas tempat kepulauan dan adanya tuntutan kebutuhan buat saling mencukupi. Akhirnya, ada perdagangan antarpulau dan berkembang menjadi perdagangan antarnegara. Pelayaran lintas laut telah membawa bangsa Indonesia bisa mengarungi samudera  internasional sehingga terciptalah interaksi dagang yg maju, yg melibatkan tempat Nusantara. 

Kita ketahui bahwa kemajuan pelayaran perdagangan antara Cina – India yg melewati kawasan Nusantara menyebabkan terjalinnya perdagangan pada Nusantara juga, namun impak India di Nusantara jauh lebih besar . Pengaruh India yg masuk ke Nusantara membawa perkembangan bagi kemajuan hayati masyarakat pada Nusantara dalam saat itu & berkembang hingga sekarang, misalnya, dalam bidang pemerintahan, budaya, sosial, dan agama.

1. Dalam bidang pemerintahan
Masyarakat Nusantara yang hayati secara berkelompok pada masa lalu, ternyata mampu berkembang secara dinamis dengan bentuk kesukuan. Kontak menggunakan India ternyata membawa imbas positif dalam kehidupan masyarakat terutama pada pemerintahan. Masyarakat Nusantara yang semula berbentuk kesukuan, dengan masuknya imbas hinduisme ke pada warga , mengubah bentuk pemerintahannya sebagai bentuk kerajaan. Kekuasaan raja diberikan secara turun temurun dan nir dipilih rakyat sebagai akibatnya masyarakat menerima saja. Tetapi, raja yang lemah pasti segera jatuh digantikan raja yg lebih bijaksana atau lebih bertenaga.

2. Dalam bidang budaya
Kita mengetahui bahwa masuknya budaya India ke Nusantara ternyata memberi semangat bangsa Indonesia buat berkarya lebih bagus & terarah. Bahkan para raja dan penguasa mulai menuliskan perintah melalui prasasti. Hasil karya budaya Nusantara yg rupawan & memiliki seni yg tinggi, misalnya, candi Borobudur yang menjadi pujian global dan relief dalam dinding candi yg melebihi kehebatan orang India. Misalnya, relief Ramayana pada candi Prambanan. Begitu pula keluarnya seni sastra yang dihasilkan sang sastrawan Nusantara misalnya cerita  Mahabharata & Ramayana versi Nusantara buku Gatotkacasraya yg sudah memuat unsur javanisasi.

3. Dalam bidang sosial
Pranata sosial di zaman Indonesia-Hindu telah teratur, sudah ada desa sebagai satu grup masyarakat. Penerapan anggaran buat membina rakyat telah terdapat, kehidupan masyarakatnya bersifat gotong royong.
4) Dalam agama
Nenek moyang yg sudah memiliki agama asli (animisme, dinamisme) mulai mengenal agama Hindu & Buddha. Sehingga, meskipun telah menyembah Dewa Hindu atau Buddha, mereka tetap bersesaji buat memuja roh (sinkron keyakinan animisme & dinamisme).

B. Jejak-jejak Kehidupan Manusia Pada Masa Aksara di Indonesia

Jejak-jejak masa lampau sebagai bahan krusial untuk menuliskan kembali sejarah umat insan. Jejak masa lampau mengandung warta yang bisa dijadikan bahan penulisan sejarah. Masa lampau yg hanya meninggalkan jejak-jejak sejarah tersebut menjadi komponen penting dan mengandung berita yg dapat dijadikan bahan untuk penulisan sejarah.
Kisah sejarah tadi disampaikan dari generasi ke generasi dan dapat dipelihara terus sebagai akibatnya bisa buat mengisahkan kembali peristiwa berdasarkan jejak-jejak pada masa lampau. Jejak sejarah dapat dibedakan menjadi 2.
1. Jejak historis
Jejak historis yaitu jejak sejarah yg dari sejarawan mempunyai atau mengandung keterangan mengenai insiden-insiden yang historis sebagai akibatnya dapat digunakan buat menyusun penulisan sejarah.
2. Jejak nonhistoris
Jejak nonhistoris yaitu suatu kejadian dalam masa lampau yg tidak mempunyai nilai sejarah.

Jejak historis yg berwujud tulisan adalah rekaman tertulis tradisi masyarakat pada masa lalu. Rekaman tertulis di Indonesia terbagi menjadi asal tertulis sezaman & setempat, asal tertulis sezaman tetapi nir setempat, & asal tertulis setempat tidak sezaman.

1. Sumber tertulis sezaman dan setempat
Sumber tertulis sezaman adalah asal tersebut ditulis oleh orang yg mengalami peristiwa itu, atau ditulis waktu itu, atau ditulis nir usang sesudah peristiwa itu terjadi. Sumber setempat maksudnya adalah penulisannya pada dalam negeri sendiri. Contoh asal tertulis sezaman & setempat merupakan prasasti. Prasasti berarti pengumuman atau proklamasi, semacam perundang-undangan yang memuji raja, dan umumnya berbentuk puisi atau bahasa puisi. Dalam istilah bahasa Inggris diklaim enloggistie. Istilah lain buat prasasti adalah inscriptie atau piagam. Ilmu yang mempelajari tentang prasasti dianggap epigraphy.

2. Sumber tertulis sezaman namun tidak setempat
Sumber ini dimaksudkan ditulis sezaman, tetapi ditulis pada luar negeri. Sumber ini umumnya tidak begitu jelas, kebanyakan berasal berdasarkan Tiongkok, Arab, Spanyol, dan India. Misalnya, kitab   Ling Wai Taita karangan Chou Ku Fei pada tahun 1178.

3. Sumber tertulis setempat tidak sezaman
Sumber ini ditulis lama   sesudah insiden terjadi, mungkin telah menurut cerita berdasarkan verbal ke verbal atau berdasar cerita warga. Misalnya, kitab    Babad Tanah Jawi & kitab Pararaton (walau- pun ada babad sezaman, tetapi tidak banyak).

Sejak masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu-Buddha (India) di Indonesia, warga  Indonesia mulai mengenal goresan pena. Tulisan-tulisan tadi dapat dibaca & hingga pada generasi penerus. Tulisan yang ditinggalkan itu dicermati sebagai suatu rekaman tertulis tentang peristiwa yang terjadi dalam mesa lampau. Berikut rekaman tertulis yg dimaksud.

1. Prasasti
Prasasti adalah keliru satu rekaman tertulis mengenai masa lampau yg sudah sebagai norma para penguasa buat mengingat dan mengabadikan suatu insiden penting yang dialami sang raja atau penguasa. Prasasti adalah peninggalan tertulis yg dipahatkan & dilukiskan pada bahan yang nir gampang hancur, seperti batu, logam, dan gading. Pada biasanya, prasasti menuliskan suatu peristiwa yg cukup penting pada masa lampau. Prasasti umumnya dibuat atas perintah raja yg berkuasa. Tujuan pembuatan prasasti merupakan buat mengabadikan suatu peristiwa krusial yang dialami oleh seseorang raja atau sebuah kerajaan. Pada abad ke-4 sampai menggunakan ke-8, prasasti pada Nusantara mengguankan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta, prasati-prasasti tadi biasa ditulis dalam bentuk syair dengan memakai kaidah-kaidah menurut India.

Berikut contoh prasasti pada awal perkembangan kebudayaan Hindu-Budha.
a. Prasasti Kutai pada Kalimantan Timur
b. Prasasti Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat
c. Prasasti Kerajaan Sriwijaya
d. Prasasti Kerajaan Mataram Kuno
Prasasti Canggal (654 Saka/732 M), menggunakan bahasa Sanskerta dan alfabet  Pallawa. 

2. Dokumen
Dokumen merupakan surat berharga yg bertulis  atau dicetak sehingga dapat digunakan buat sebuah bukti atau keterangan. Dokumen-dokumen tadi harus didokumentasikan. Dokumentasi adalah pengumpulan, pemilihan pengolahan, & penyimpanan infoermasi menurut banyak sekali bidang, bisa berupa pengumpulan bukti-bukti atau liputan misalnya gambar, kutipan, guntingan koran, bahan surat keterangan, & lain sebagainya. Dokumen merupakan suatu yg snagat berharga, baik bagi pemakainya maupun pembuatnya.

3. Kitab
Kitab merupakan sebuah kasastra para pujangga pads masa lampau yg bisa dijadikan petunjuk buat mengungkap suatu insiden pada masa lampau. Para pujangga  umunya menulis atas perintah raja. Itulah sebabnya, isi tulisan banyak menulis keagungan dan kebesaran raja yg bersangkutan.
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Sejarah Kehidupan Manusia Pada Masa Aksara di Indonesia

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 10/28/2017

0 komentar Sejarah Kehidupan Manusia Pada Masa Aksara di Indonesia

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak