Perjuangan Imam Hambali dalam Menuntut Ilmu dan Pujian Imam Syafi'i

Perjuangan Imam Hambali dalam Menuntut Ilmu dan Pujian Imam Syafi'i

Perjuangan Imam Hambali dalam Menuntut Ilmu dan Pujian Imam Syafi'i

A. Perjuangan Imam Hambali dalam Menuntut Ilmu


Imam Hambali tumbuh dewasa sebagai seseorang anak yatim. Ayah meninggalkan buat Imam Hambali dan Ibunya Syafiya dua butir rumah di kota Baghdad. Yang sebuah mereka tempati sendiri, sedangkan yang sebuah lagi mereka sewakan menggunakan harga yang sangat murah. Dalam hal ini, keadaan Imam Hambalisama menggunakan keadaan syaikhnya, Imam Syafi‘i, yg yatim dan miskin, namun permanen mempunyai semangat yg tinggi. Keduanya jua mempunyai bunda yg bisa mengantar mereka kepada kemajuan dan kemuliaan.

Imam Hambali mendapatkan pendidikannya yang pertama pada kota Baghdad. Saat itu, kota Bagdad sudah menjadi sentra peradaban dunia Islam, yg penuh menggunakan insan yang tidak sinkron asalnya dan beragam kebudayaannya, serta penuh dengan majemuk jenis ilmu pengetahuan. 


Imam Hambali terus menuntut ilmu dengan penuh azzam yg tinggi dan tidak mudah goyah. Sang bunda poly membimbing dan memberi Imam Hambali dorongan semangat. Tidak lupa dia mengingatkan Imam Hambaliagar permanen memperhatikan keadaan diri sendiri, terutama pada perkara kesehatan. 

Perhatian Imam Hambali saat itu memang tengah tertuju kepada cita-cita merogoh hadits menurut para perawinya. Imam Hambalimengatakan bahwa orang pertama yang darinya Imam Hambali mengambil hadits merupakan al-Qadhi Abu Yusuf, murid/rekan Imam Abu Hanifah.

Imam Ahmad tertarik buat menulis hadits pada tahun 179 waktu berumur 16 tahun. Imam Hambaliterus berada di kota Baghdad merogoh hadits dari syaikh-syaikh hadits kota itu hingga tahun 186. Imam Hambalimelakukan mulazamah kepada syaikhnya, Hasyim bin Basyir bin Abu Hazim al-Wasithiy hingga syaikhnya tersebut wafat tahun 183. Disebutkan sang putra Imam Hambalibahwa Imam Hambalimengambil hadits dari Hasyim kurang lebih tiga ratus ribu hadits lebih.

Imam Hambali di tahun 186mulai melakukan bepergian (mencari hadits) ke Bashrah lalu ke negeri Hijaz, Yaman dan selainnya. Imam Hambalib anyak mengambil hadits dan faedah ilmu dari Imam Syafi'i. Ulama lain yg sebagai sumber Imam Hambalimengambil ilmu adalah Sufyan bin ‘Uyainah, Ismail bin ‘Ulayyah, Waki‘ bin al-Jarrah, Yahya al-Qaththan, Yazid bin Harun, dan lain-lain.

B. Pujian Imam Syafi'i Kepada Imam Hambali

Imam Hambali pernah diusulkan Oleh Imam Syafi'i kepada Khalifah Harun ar-Rasyid untuk menjadi qadi'. Imam Syafi'dalam hari-hari akhir hayati khalifah tadi, supaya mengangkat Imam Ahmad sebagai qadhi pada Yaman, namun Imam Ahmad menolaknya dan berkata kepada Imam Syafi‘i, “Saya tiba kepada Anda buat mengambil ilmu berdasarkan Anda, tetapi Anda malah menyuruh aku  menjadi qadhi buat mereka. Imam Hambali menolaknya.
Suatu hari, Imam Syafi‘i masuk menemui Imam Ahmad dan berkata, “Engkau lebih tahu tentang hadits dan perawi-perawinya. Apabila terdapat hadits shahih (yang kamu tahu), maka beri tahulah saya. Insya Allah, apabila (perawinya) menurut Kufah atau Syam, saya akan pergi mendatanginya jika memang shahih.” Ini menunjukkan kesempurnaan kepercayaan  dan akal Imam Syafi‘i karena mau mengembalikan ilmu pada ahlinya.

Imam Syafi‘i pula menyampaikan, “Aku keluar (meninggalkan) Bagdad, ad interim itu nir saya tinggalkan di kota tadi orang yg lebih wara’, lebih faqih, dan lebih bertakwa daripada Ahmad bin Hanbal.”

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar