Skip to main content

Ekonomi Islam :Pengertian, Tujuan dan Prinsipnya

Pengertian, Tujuan dan Prinsip-prinsip Ekonomi Islam
Ekonomi Islam adalah ilmu pengetahuan yang meneliti kegiatan ekonomi manusia yang diselenggarakan sesuai dengan ajaran agama Islam dan berdasarkan penggunaan Tauhid sebagai diringkas dalam pilar iman dan pilar Islam. Untuk mengenal ekonomi islam lebih jauh, berikut dijelaskan pengertian, tujuan, dan prinsipnya.

Pengertian Ekonomi Islam

Berikut adalah pemahaman ekonomi Islam dari para ahli:
S.M. Hasanuzzaman,  ekonomi Islam adalah pengetahuan dan penerapan ajaran Syariah dan aturan yang mencegah ketidakadilan dalam pencarian dan pengeluaran sumber daya, dalam rangka memberikan kepuasan kepada manusia dan memungkinkan mereka melaksanakan kewajiban mereka kepada Tuhan dan warga.

M.A. Mannan, ekonomi Islam adalah ilmu sosial yang menyangkut masalah ekonomi yang didasarkan pada masyarakat yang memiliki nilai Islami.

Khursid Ahmad, ekonomi Islam adalah upaya sistematis untuk mencoba mengetahui perseteruan ekonomi dan perilaku manusia dalam kaitannya dengan konflik menurut sudut pandang Islam.

M.N. Siddiqi, ekonomi Islam adalah respon  pemikir Muslim untuk tantangan ekonomi waktu mereka. Dalam upaya ini mereka dibantu oleh Al-Qur'an dan sunnah serta intelek dan pengalaman. 

Tujuan Ekonomi Islam

Ekonomi islam memiliki tujuan yang jelas dalam melaksanakan prinsip keadilan dalam masyarakat. Adapun tujuan ekonomi Islam yaitu:

1. Mewujudkan kesejahteraan manusia

Memenuhi kebutuhan manusia dalam pandangan Islam sama pentingnya dengan kesejahteraan masyarakat sebagai upaya peningkatan spiritual. Oleh karena itu, konsep kesejahteraan Islam tidak hanya berorientasi dalam memenuhi kebutuhan materi duniawi, tetapi juga berorientasi pada pemenuhan kesejahteraan spiritual-ukhrowi. Bagian sebagai hak setiap manusia menggunakan kesadaran harus diberikan kepadanya. Dalam hal ini, tuntutan ekonomi Islam adalah kesetimbangan dan porsi yang tepat bukanlah persamaan.
Oleh karena itu, konsep kesejahteraan dalam Islam dikatakan sebagai upaya untuk menyelaraskan kepentingan dunia dan akhirat adalah ciri utama dari tujuan ekonomi Islam dan di sisi lain membedakan konsep kesejahteraan ekonomi Islam dengan menggunakan sistem ekonomi seperti kapitalisme berorientasi pada materialisme individu dan sosialisme berorientasi pada materialisme kolektif.

2. Menciptakan sistem distribusi kekayaan yang adil

Dalam pandangan Islam adalah sesuatu yang telah menjadi kondisi bahwa setiap manusia memiliki kemampuan dan keterampilan yang berbeda. Namun kesenjangan tidak diperbolehkan untuk menjadi alat untuk mengeksplorasi gerombolan lain. Dalam hal ini kehadiran ekonomi Islam bertujuan untuk membangun prosedur distribusi kekayaan yang adil di tengah kehidupan warga. Oleh karena itu, Islam secara ketat melarang praktek arrestasi dan monopoli sumber daya alam pada kolom orang.

3. Menciptakan keseimbangan ekonomi di masyarakat

Keseimbangan ekonomi hanya dapat terwujud sementara kekayaan tidak berputar pada sekelompok orang. Oleh karena itu, dalam rangka menciptakan kesetimbangan ekonomi, Islam memerintahkan sirkulasi kekayaan harus merata hanya dapat berputar pada sekelompok warga mini. Kondisi ini diterangkan di dalam Al-Qur'an S. Al-Hasyr: 7.

4. Larangan menimbun harta

Sistem ekonomi Islam melarang individu untuk mengumpulkan aset dalam dalam ketidakwajaran. Karena, menggunakan koleksi kelebihan kekayaan mengakibatkan roda ekonomi. Oleh karena itu, pembakaran adalah perilaku yang dihentikan dalam ajaran Islam. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an S. at-Taubah: 34.

5. Mendorong pencapaian kesuksesan dunia dan akhirat

Ini adalah sebagai Amin Akhtar mengungkapkan bahwa tujuan ekonomi Islam hanya dapat dipahami dalam konteks pandangan holistik kehidupan Islam. Oleh karena itu, dalam esensi ekonomi Islam adalah sebuah sistem yang didasarkan pada nilai keadilan, amal, manfaat dan kebajikan dan kemakmuran. 13 nilai tersebut ketika dirujuk dalam Al-Qur'an, itu akan berada di beberapa Nash legitimasi nilai di atas.

Prinsip Ekonomi Islam

Menurut Yusuf Qardhawi, ekonomi Islam memiliki tiga prinsip dasar Tawhid, moralitas, dan keseimbangan. Dua prinsip pertama kita sama-sama memahami dasar ekonomi konvensional. Prinsip keseimbangan juga, dalam prakteknya, justru yang membuat ekonomi konvensional semakin dikritik dan ditinggalkan oleh manusia. 

Ekonomi Islam dikatakan memiliki dasar pembangunan ekonomi sistem ekonomi ini dilaksanakan dan ditujukan untuk kesejahteraan manusia. Sementara itu, menurut Chapra, dianggap sebagai perekonomian Tauhid. Iman memiliki peran penting dalam perekonomian Islam, karena secara eksklusif akan membantu untuk melihat perspektif menciptakan kepribadian, perilaku, gaya biologis, selera, dan preferensi manusia, perilaku terhadap manusia, sumber daya dan lingkungan. Saringan moral ini bertujuan untuk menjaga kepentingan diri di dalam batasan kepentingan sosial dengan memperbarui preferensi individu dengan menggunakan prioritas sosial dan menghilangkan atau meminimalkan penggunaan sumber daya tujuan yang akan menggagalkan visi sosial, yang akan meningkatkan keselarasan antara kepentingan pribadi dan kepentingan sosial.

Dengan mengacu pada anggaran ilahi, setiap perbuatan manusia memiliki nilai moral dan penyembahan. Pada pemahaman naturalis, asal-usul kekuasaan menjadi faktor yang paling penting dan dalam kasus Monetaris untuk menempatkan modal keuangan sebagai yang paling penting. Dalam Comastia Islam, insanation sumber daya yang paling penting.

Karasteristik ekonomi Islam bersumber dalam Islam itu sendiri yang meliputi tiga prinsip utama. Ketiganya pada dasarnya dan secara bersama-sama mengatur teori ekonomi tentang Islam, yaitu prinsip kredo, moralitas, dan prinsip hokum muamalah. Uang tabungan menurut bidang normal adalah bunga yang biasa dikenal sebagai riba.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar