Home » » Pengertian, Jenis-jenis dan Manfaat Ilmu Forensik

Pengertian, Jenis-jenis dan Manfaat Ilmu Forensik

Pengertian, Jenis-jenis dan Manfaat Ilmu Forensik

A. Pengertian Ilmu Forensik

Forensik (dari dari bahasa Yunani ’Forensis’ yg berarti debat atau perdebatan) merupakan bidang ilmu pengetahuan yang digunakan buat membantu proses penegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu (sains). Dalam gerombolan  ilmu-ilmu forensik ini dikenal antara lain ilmu ekamatra forensik, ilmu kimia forensik, ilmu psikologi forensik, ilmu kedokteran forensik, ilmu toksikologi forensik, personal komputer  forensik, ilmu balistik forensik, ilmu metalurgi forensik & sebagainya.

Ilmu forensik adalah sebuah penerapan berdasarkan berbagai ilmu pengetahuan buat menjawab pertanyaan-pertanyaan yg krusial buat sebuah sistem hukum yg mana hal ini mungkin terkait dengan tindak pidana. Namun disamping keterkaitannya dengan sistem aturan, forensik umumnya lebih mencakup sesuatu atau metode-metode yg bersifat ilmiah (bersifat ilmu) & juga aturan-aturan yg dibentuk menurut warta-informasi banyak sekali insiden, untuk melakukan sosialisasi terhadap bukti-bukti fisik (misalnya mayat, bangkai, & sebagainya). Atau untuk pengertian yang lebih mudahnya, Ilmu Forensik adalah ilmu buat melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti-bukti fisik yg ditemukan pada loka insiden perkara & lalu dihadirkan di pada sidang pengadilan.

Dengan demikian bisa disimpulkan Ilmu forensik merupakan penerapan ilmu pengetahuan dengan tujuan penetapan hukum & pelaksanaan hukum dalam sistem peradilan aturan pidana juga hukum perdata.

B. Jenis-jenis Ilmu Forensik

Terdapat beberapa jenis ilmu forensik, diantaranya:
1. Patologi & Biologi Forensik
Forensik patologi dan biologi merupakan dokter generik yang dilatih khas dalam bidang patologi klinis dan anatomis, yg berfungsi buat menentukan penyebab kematian dimana kematian yg terjadi secara mencurigakan atau pada keadaan nir alami. Patologi merupakan cabang ilmu kedokteran yg mengusut tentang penyakit & stress berat. Patologi klinis berhubungan dengan inspeksi laboratorium sampel yang diambil berdasarkan tubuh jenazah, sedangkan patologi anatomis berhubungan dengan perubahan struktural tubuh insan. Forensik patologi dan biologi tak jarang melibatkan kerja tim menggunakan autopsi atau pemeriksaan postmortem berdasarkan jenazah. Penyelidiknya seringkali dipanggil ke tempat kejadian kasus buat membuat observasi awal termasuk perkiraan waktu kematian, menghipotesiskan jenis senjata yg digunakan yg menyebabkan kematian, membedakan apakah kematian itu adalah pembunuhan atau bunuh diri, dan menerima bukti diri jenazah.

2. Antropologi Forensik
Forensik antropologi adalah cabang ilmu antropologi fisik, yaitu studi tentang manusia, biologinya, & leluhur mereka. Forensi antropologi berhubungan dengan identifikasi tubuh yang sudah tidak mampu diidentifikasi melalui sidik jari atau foto. Biasanya forensik anthropologist menganalisa residu tulang buat memilih apakah tulang tadi merupakan tulang insan atau bukan. Apabila beliau tulang itu merupakan tulang manusia, maka anthropologist akan menganalisa usia, jenis kelamin, tinggi badan, & karakteristik lain berdasarkan jenazah tadi. Forensik anthropologist adalah bagian primer yg mengidentifikasi korban massal misalnya masalah pengeboman, kecelakaan pesawat, & lain lain.

3. Forensik Engineering
Forensik engineering menganalisis mengapa sesuatu gagal terjadi, misalnya terjadi kesalahan listrik yang menyebabkan seorang kontak hingga mati, mengapa bangunan & jembatan bisa rubuh & membunuh poly orang, & sebagainya. 

4. Questioned Document
Orang yg bekerja dalam bidang ini akan menganalisa mengenai dokumen yg kebenarannya dipertanyakan. Para teknisi nantinya akan menilik & menyediakan testimoni mengenai cetakan, goresan pena tangan, tipe penulisan, tinta, dan hal-hal lain yang bisa dipandang berdasarkan dokumen tadi.

5. General Forensik.
Melibatkan spesialis lain yg terkualifikasi buat menganalisis bukti spesifik seperti desainer, fotografer, & ahli mesin. Mereka nantinya akan melaporkan masalah yang misalnya berhubungan dengan pertanggungjawaban sebuah produk yang herbi kematian atau injuri pada seorang.

6. Radiologi Forensik.
Radiologi forensik adalah area spesialisasi medical imaging yg memakai teknik radiologi untuk  membantu dokter & patologist dalam mendapatkan hukum. Patologist umumnya menggunakan radiologi selama proses autopsi buat membantu mengidentifikasi jenazah asing atau memilih penyebab kematian tadi. Penggunaannya seperti CT Scan dan MRI. Bersama dengan catatan dental & analisis DNA, radiograf dapat digunakan dalam identifikasi korban yang nir diketahui identitasnya. Radiologi forensik membutuhkan inspeksi antemortem seperti x-ray individu yg dicurigai dan pencocokan detail anatomi menggunakan studi postmortem.

7. Forensik Entomology.
Melibatkan ilmu serangga buat investigasi kematian yg tidak diketahui waktunya. Pengetahun entomologi dapat menunjukkan lokasi kematian, jua mampu mnentukan ketika kematian. Hal ini dapat ditentukan dari pertumbuhan larva serangga yang memakan jenazah korban. Entomologi forensik dipakai dalam syarat tubuh korban menggunakan estimasi kematian lebih menurut 3 hari.

8. Forensik Psychiatry and Behavioral Sciences.
Psikiatri forensik akan menilik & menyediakan opini sah yg berhubungan dengan kewarasan, motivasi insan, & profil kepribadian yg herbi pemeriksaan kasus kejahatan.

9. Criminalistic
Merupakan ilmu forensik yang menganalisa sidik jari, peluru, & bekas pisau, gergaji, palu, dan indera-indera lain. Forensik krimialitas juga menganalisa bukti fisik lain yg didapatkan menurut loka kejadian perkaran yang telah diinvestigasi buat merekonstruksi kejahatan atau insiden lain dan buat memastikan dan menghilangkan interaksi antara tersangka & korban.

10. Toxicology
Menggunakan ilmu kimia, foto, dan ilmu biologi buat mengidentifikasi zat atau senyawa berbahaya ditubuh korban, misalnya obat-obatan, racun, dan obat terlarang.Kebanyakan kasus toksikologi forensik herbi mengendarai tunggangan ketika mabuk atau mengendarai kendaraan ketika fly karena obat-obatan terlarang. Toksikologi nantinya akan memilih apakah pada darah dan ekspresi terdapat alkohol atau tidak.

11. Forensik Jurisprudence
Melibatkan advokat kriminal & pembela terdakwa resmi sipil buat menuliskan laporan dan testimoni buat melanjutkan kasusnya ke sistem aturan yang lebih lanjut.

12.  Odontologi Forensik
Odontologi forensik merupakan penggunaan ilmu kedokteran gigi terhadap aturan. Odontologi forensik termasuk beberapa area studi ilmiah, dimana sistem hukum & ilmu kedokteran gigi bertemu. Bidang kedokteran gigi ini melibatkan pengumpulan dan interpretasi bukti dental bukti lain yg bekerjasama dalam seluruh bidang kriminalitas.

C. Manfaat Ilmu Forensik

Di negara yg berlandaskan hukum, maka telah selayaknya apabila hukum pada jadikan supremasi, dimana setiap orang di harapkan tunduk dan patuh terhadap hukum tersebut. Hal ini terjadi apabila tersedia perangkat hukum yang mengatur semua sektor kehidupan, diantaranya merupakan sektor kesejahteraan masyarakat. Salah satu berdasarkan bagian sektor kesejahteraan yaitu kesehatan, maka di sini di perlukan perangkat hukum kesehatan guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Dalam upaya mewujudkan warga  sejahtera khususnya melalui hukum kesehatan, dokter adalah keliru satu faktor krusial yang harus di soroti bersama. Lantaran dalam praktik kedokteran kesalahan dokter pada menjalankan tugas dapat menyebabkan sesuatu yg fatal.

Peranan dari kedokteran forensik dalam penyelesaian masalah pidana pada Pengadilan merupakan membantu hakim dalam menemukan & mengambarkan unsur-unsur yg pada dakwakan dalam pasal yang diajukan oleh penuntut. Serta memberikan gambaran bagi hakim tentang hubungan kausalitas antara korban & pelaku kejahatan dengan mengetahui laporan pada visum et repertum. 

Disamping itu, diperoleh hasil bahwa pada setiap praktek persidangan yg memerlukan kabar menurut kedokteran forensik, nir pernah menghadirkan ahli pada bidang ini buat diajukan di sidang pengadilan menjadi alat bukti saksi. Implikasi teoritis persoalan ini adalah bahwa hakim pada menjatuhkan putusan suatu kasus yang memerlukan berita dokter forensik, hanya memerlukan keterangan yg berupa visum et repertum tanpa perlu menghadirkan dokter yg bersangkutan di sidang pengadilan. Sedangkan akibat praktisnya bahwa hal ini dapat dijadikan pertimbangan bagi hakim pada menangani kasus yang memerlukan kiprah menurut kedokteran forensik.


DAFTAR PUSTAKA

Karagiozis MF, Sgaglio R. Forensik Investigation Handbook. Illinois: Charles Thomas Publisher. 2005. P.3, 9-12
Houck MM. Forensik Science: Modern Methods of Solving Crime. USA: Praeger Publishers. 2007. P.Dua, 9-11
Utomo MPB. Peranan Ilmu Forensik dalam Usaha buat Memecahkan Kasus-Kasus Kriminalitas (Ditinjau menurut Segi Ilmu Hukum Pidana). Surakarta: Universitas Sebelas Maret. 2005 (Skripsi)
Schied RC, Weiss G. Woelfel’s Dental Anatomy. 8th Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. 2012. P.345-6
Senn DR, Stinson PG. Forensik Dentistry. 2nd Edition. USA: Taylor & Francis Group. 2010. P.4
Terimakasih telah membca artikel berjudul Pengertian, Jenis-jenis dan Manfaat Ilmu Forensik

Kumpulan Makalah
Kumpulan Makalah Updated at: 10/22/2017

0 komentar Pengertian, Jenis-jenis dan Manfaat Ilmu Forensik

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak