Komponen-komponen dalam Pembelajaran

Komponen-komponen dalam Pembelajaran

Komponen-komponen dalam Pembelajaran

Komponen-komponen dalam Pembelajaran

Adapun Komponen-komponen dalam pembelajaran antara lain yaitu:

1. Tujuan Pembelajaran

Tujuan yg jelas akan memberi petunjuk yg kentara terhadap pemilihan materi atau bahan ajar, taktik, media dan penilaian. Berkaitan dengan tujuan pembelajaran terjadi pertentangan pendapat tentang tujuan pembelajaran, terdapat sebagian pakar menyatakan tujuan pembelajaran adalah proses dan sebagian menyatakan tujuan haruslah menggambarkan output belajar bukan prosesnya. Terlepas berdasarkan kontradiksi pendapat bahwa tujuan sebagai proses atau nir, tujuan pembelajaran nir dapat melepaskan diri berdasarkan tuntunan dan kebutuhan masyarakat, dan didasari atas falsafah dan ideologi suatu Negara.

2. Guru

Hermawan, dkk (2008: 9.4) Guru menempati posisi kunci dan strategis dalam membentuk suasana belajar yang aman dan menyenangkan buat mengarahkan murid supaya dapat mencapai tujuan secara optimal. Untuk pengajar harus mampu menempatkan dirinya sebagai diseminator, informator, transmitter, transformator, organizer, fasilitator, motivator, dan evaluator bagi terciptanya proses pembelajaran anak didik yg bergerak maju dan inovatif.

3. Siswa

Peserta didik merupakan semua individu yang sebagai audiens pada suatu lingkup pembelajaran. Biasanya penyebutan siswa ini mengikuti skup atau ruang lingkup dimana pembelajaran dilaksanakan, antara lain : siswa buat jenjang pendidikan dasar dan menengah, mahasiswa buat jenjang pendidikan tinggi dan peserta training buat diklat. Peserta didik merupakan masukan mentah (raw input) pada sebuah proses pembelajaran yg wajib  dithreat agar output dan outcomesnya sinkron dengan yang dicanangkan institusi (khususnya) dan dunia pendidikan Indonesia dalam umumnya. 

4. Kegiatan Pembelajaran

Winataputra (2007: 1.2) Kegiatan Pembelajaran pada dasarnya mengacu dalam Pendekatan Mengajar, Metode, Materi, Media.

a. Pendekatan Mengajar
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan menjadi titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yg merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yg sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran menggunakan cakupan teoretis eksklusif.

b. Metode
Metode merupakan “a way in achieving something” ” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan menjadi cara yang dipakai buat mengimplementasikan planning yang telah disusun pada bentuk aktivitas nyata dan mudah buat mencapai tujuan pembelajaran. Asep Herry Hermawan, dkk (2008: 11.11-11.13, Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran). Metode pembelajaran adalah cara pada menyajikan (menguraikan materi, memberi model dan memberi latihan) isi pelajaran kepada anak didik buat mencapai tujuan tertentu

c. Materi Pembelajaran
Winataputra (2007: 1.2) Materi pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dibahas pada pembelajaran dalam rangka menciptakan proses belajar,antara lain membahas materi  dan melakukan pengalaman belajar sebagai akibatnya tujuan pembelajaran bisa dicapai secara optimal. Materi sebagai asal belajar dapat dikelompokkan menjadi beberapa begian diantaranya asal belajar cetak/tertulis, terekan, tersiar jaringan, dan lingkungan (alam, budaya, sosial, spiritual). 

Hermawan (2008: 1.Dua) Materi adalah komponen terpenting ke 2 pada pembelajaran yg menentukan tercapainya suatu tujuan pada pembelajaran. Materi pembelajaran bisa mencakup berita-liputan, observasi, data, persepsi, pengindraan, pemecahan kasus, yg dari menurut pikiran insan dan pengalaman yg diatur dan diorganisasikan pada bentuk berupa warta-informasi, gagasan (ideas), konsep (concept), generalisasi (generalitation), prinsip-prinsip (principles) dan pemecahan kasus ( solution). 

d. Media Pembelajaran
Winataputra (2007: 11.19) Secara harfiah media dianggap medium atau perantara. Dalam kaitannya dengan proses komunikasi media diartikan sebagai wahana penyalur pesan pembelajaran

5. Evaluasi

Komponen evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan yg sudah dipengaruhi. Hasil berdasarkan kegiatan evaluasi dapat digunakan sebagai umpan kembali (feedback) buat melaksanakan perbaikan pada aktivitas pembelajaran yg berkaitan menggunakan materi yg digunakan, pemilihan media, pendekatan pengajaran, dan metode dalam pembelajaran.

Baca juga:

Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak