Home » » Kisah Lengkap Nabi Adam Berdasarkan Al Qur'an

Kisah Lengkap Nabi Adam Berdasarkan Al Qur'an

Kisah Lengkap Nabi Adam Berdasarkan Al Qur'an

A. Awal Mula Penciptaan Nabi Adam 

Setelah Allah s.W.T.Membentuk bumi menggunakan gunung-gunungnya, bahari-lautannya dan. tumbuh-tumbuhannya, menciptakan langit menggunakan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yg bergemerlapan membangun malaikat-malaikatnya merupakan homogen makhluk halus yang diciptakan buat beribadah sebagai perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul & nabinya maka tibalah kehendak Allah s.W.T. Buat membangun sejenis makhluk lain yang akan menghuni & mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam pada dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang sudah ditakdirkan baginya.

B. Kekhuatiran Para Malaikat Akan Penciptaan Nabi Adam

Para malaikat ketika diberitahukan sang Allah s.W.T. Akan kehendak-Nya membentuk makhluk lain itu,mereka khuatir jikalau-kalau kehendak Allah membangun makhluk yg lain itu,ditimbulkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau lantaran pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari.Berkata mereka pada Allah s.W.T.:"Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan membangun makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yg terlihat diatasnya & terpendam di dalamnya,sebagai akibatnya akan terjadilah kerusakan & kehancuran di atas bumi yg Tuhan ciptakan itu."


Allah berfirman,menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
"Aku mengetahui apa yg kamu nir ketahui & Aku sendirilah yang mengetahui hikmat dominasi Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya & meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan menjadi sujud ibadah,lantaran Allah s.W.T. Melarang hamba-Nya beribadah pada sesama makhluk-Nya."

Kemudian diciptakanlah Adam sang Allah s.W.T.Menurut segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh kreasi Tuhan ke dalamnya & berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.

C. Iblis Menolak Sujud Kepada Nabi Adam

Iblis membangkang & enggan mematuhi perintah Allah misalnya para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam menjadi penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh pada atasnya dan yg terpendam pada dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,lantaran beliau diciptakan menurut unsur api,sedang Adam berdasarkan tanah & lumpur.Kebanggaannya menggunakan berasal usulnya menjadikan ia sombong & merasa rendah buat bersujud menghormati Adam misalnya para malaikat yang lain,walaupun diperintah sang Allah.

Tuhan bertanya pada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yg sudah Aku ciptakan menggunakan tangan-Ku?"
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul berdasarkan beliau.Engkau ciptakan saya dari api dan menciptakannya dari lumpur."

Lantaran kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yg diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis menggunakan mengusir berdasarkan syurga dan mengeluarkannya menurut barisan malaikat menggunakan disertai kutukan & laknat yg akan melekat pd.Dirinya sampai hari kiamat.Di samping itu beliau dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik sanksi Tuhan itu & ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hayati tak pernah mati sampai hari kebangkitan balik  di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,nir berterima kasih dan bersyukur atas anugerah jaminan itu,bahkan sebaliknya dia mengancam akan menyesatkan Adam,menjadi karena terusirnya dia menurut syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut buat memujuk mereka meninggalkan jalan yg lurus dan bersamanya menempuh jalan yg sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mensugesti mereka agar nir bersyukur & beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yg terkutuk itu:
"Pergilah engkau  bersama pengikut-pengikutmu yg semuanya akan sebagai isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau nir akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yg telah beriman kepada Ku menggunakan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yg mantap yg tidak akan tergoyah sang rayuanmu walaupun engkau  menggunakan segala kepandaianmu menghasut & memfitnah."

D. Pengetahuan Nabi Adam Tentang Nama-Nama Benda

Allah hendak menghilangkan asumsi rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya memilih Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah pada Adam nama-nama benda yg berada pada alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,apabila kamu sahih merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti menurut Adam."

Para malaikat nir berdaya memenuhi tentangan Allah buat menyebut nama-nama benda yang berada pada depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka menggunakan mengungkapkan:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan mengenai sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."

Adam kemudian diperintahkan oleh Allah buat memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan selesainya diberitahukan sang Adam,berfirmanlah Allah pada mereka:"Bukankah Aku sudah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit & bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang engkau  sembunyikan."

E. Nabi Adam Menghuni Syurga

Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa buat mendampinginya & sebagai sahabat hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya buat menyebarkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan sang Allah berdasarkan keliru satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu dia masih tidur sebagai akibatnya saat dia terjaga,dia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.Dia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"

Berkatalah Adam:"Seorang perempuan  ."Sesuai menggunakan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku & mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."
 
Segala kesenangan terdapat pada dalamnya. Semua tersedia apa saja yg diinginkan, tanpa bersusah payah memperolehnya. Sungguh suatu loka yg amat indah & permai, sebagai idaman setiap manusia. Demikianlah dari riwayat tatkala Allah SWT. Selesai mencipta alam semesta & makhluk-makhluk lainnya, maka dicipta-Nya juga Adam 'alaihissalam menjadi insan pertama. Hamba yang dimuliakan itu ditempatkan Allah SWT di pada Syurga (Jannah).

Adam a.S hayati sendirian dan sebatang kara, tanpa mempunyai seseorang kawan pun. Ia berjalan ke kiri dan ke kanan, menghadap ke langit-langit yg tinggi, ke bumi terhampar jauh di seberang, maka tiadalah sesuatu yang dilihatnya berdasarkan mahkluk sejenisnya kecuali burung-burung yg berterbangan ke sana ke yuk, sambil berkejar-kejaran pada angkasa bebas, bernyanyi-nyanyi, bersiul-siul, seolah-olah memamerkan kemesraan.

Adam a.S terpikat melihatnya, rindu berkeadaan demikian. Namun sungguh malang, siapalah gerangan kawan yang hendak diajak. Ia merasa kesepian, lama   telah. Ia tinggal di syurga bagai orang kebingungan, tiada pasangan yang akan dibujuk bermesraan sebagaimana burung-burung yang dilihatnya.

Tiada pekerjaan sehari-hari kecuali bermalas-malasan begitu saja, bersantai berangin-angin pada pada taman syurga yg indah permai, yang ditumbuhi sang bermacam-macam bunga semerbak yg wangi, yang di bawahnya mengalir anak-anak sungai bercabang-cabang, yg desiran airnya bagai mengandung pembangkit rindu.

F. Nabi Adam kesepian

Apa saja yang terdapat pada dalam syurga semuanya nikmat! Namun apalah arti segalanya jikalau hati selalu gelisah, bingung di dalam kesepian seseorang diri?

Itulah satu-satunya kekurangan yg dirasakan Adam a.S pada pada syurga. Ia perlu akan sesuatu, iaitu kepada kawan homogen yang akan mendampinginya di dalam kesenangan yang tidak terhingga itu. Kadangkala jikalau rindunya tiba, turunlah beliau ke bawah pohon-pohon rindang mencari hiburan, mendengarkan burung-burung bernyanyi bersahut-sahutan, tetapi aduhai kasihan...Bukannya hati sebagai tenteram, malah sebagai lebih tertikam.

Kalau angin bertiup sepoi-sepoi basah pada mana daun-daunan beranjak lemah gemulai & mendesirkan bunyi sayup-sayup, maka terkesanlah pada hatinya keharuan yang begitu mendalam; dirasakannya menjadi derita batin yang dalam dibalik kenikmatan yg dianugerahkan Allah kepadanya.

Tetapi walaupun demikian, agaknya Adam a.S membuat malu mengadukan halnya pada Allah SWT. Namun, walaupun Adam a.S membuat malu buat mengadu, Allah Ta'ala sendiri Maha Tahu serta Maha Melihat apa yg tersembunyi pada kalbu hamba-Nya. Oleh karenanya Allah Ta'ala ingin mengusir rasa kesepian Adam.

G. Hawa diciptakan

Tatkala Adam a.S sudah berada pada zenit kerinduan dan impian untuk mendapatkan kawan, sedang beliau lagi duduk termenung di atas tempat duduk yang berlapiskan tilam permadani serba mewah, maka tiba-tiba ngantukpun tiba menawannya dan langsung membawanya hanyut ke alam tidur.

Adam a.S tertidur nyenyak, tidak sadar pada sesuatu yg terdapat di sekitarnya. Dalam waktu-waktu yang demikian itulah Allah SWT menyampaikan wahyu kepada malaikat Jibril a.S buat mencabut tulang rusuk Adam a.S berdasarkan lambung sebelah kiri. Bagai orang yg sedang terbius, Adam a.S tidak mencicipi apa-apa ketika tulang rusuknya dicabut oleh malaikat Jibril a.S.

Dan oleh kudrat kuasa Ilahi yg manakala menghendaki terjadinya sesuatu cukup mengatakan "Kun!" maka terciptalah Hawa dari tulang rusuk Adam a.S, sebagai insan kedua penghuni syurga dan sebagai pelengkap kurnia yang dianugerahkan pada Adam a.S yang mendambakan seorang kawan tempat beliau mampu bermesraan dan bersenda gurau.

H. Pertemuan Adam dan Hawa

Hawa duduk bersandar dalam bantal lembut pada atas tempat duduk megah yang bertatahkan emas dan permata-permata bermutu manikam, sambil terpesona memperhatikan kecerahan wajah berdasarkan seorang lelaki yg sedang terbaring, tidak jauh di depannya.

Butir-butir fikiran yg menggelombang di pada sanubari Hawa seolah-olah adalah arus-arus energi listrik yang datang mengetuk kalbu Adam a.S, yang pribadi menerimanya menjadi mimpi yang berkesan di dalam citra jiwanya seketika itu.

Adam terjaga....! Alangkah terkejutnya dia waktu dilihatnya terdapat makhluk insan misalnya dirinya hanya beberapa langkah di hadapannya. Ia seolah tak percaya dalam penglihatannya. Ia masih terbaring mengusap matanya beberapa kali buat memastikan apa yang sedang dilihatnya.

Hawa yang diciptakan lengkap menggunakan perasaan membuat malu, segera memutar badannya sekedar buat menyembunyikan bukit-bukit di dadanya, seraya mengirimkan senyum anggun bercampur manja, diiringi pandangan melirik dari sudut mata yg memberikan sinar asa bagi hati yg melihatnya.

Memang dijadikan Hawa dengan bentuk & paras rupa yang sempurna. Ia dihiasi menggunakan kecantikan, kemanisan, estetika, kejelitaan, kehalusan, kelemah-lembutan, kasih-sayang, kesucian, keibuan dan segala sifat-sifat keperibadian yg terpuji pada samping bentuk tubuhnya yang mempesona serta memikat hati setiap yg memandangnya.

Ia adalah wanita tercantik yang menghiasi syurga, yang kecantikannya itu akan diwariskan turun temurun di hari kemudian, & daripadanyalah maka terdapat kecantikan yg diwariskan kepada perempuan  -perempuan   yg datang dibelakangnya.

Adam a.S pun tak kurang gagah & gantengnya. Tidak dijumpai stigma pada dirinya karena ia adalah satu-satunya makhluk manusia yang dicipta oleh Allah SWT secara langsung tanpa perantaraan.

Semua ketampanan yang diperuntukkan bagi lelaki terkumpul padanya. Ketampanan itu pulalah yg diwariskan turun temurun pada orang-orang pada belakangnya menjadi anugerah Allah SWT pada makhluk-Nya yg bergelar insan. Bahkan diriwayatkan bahwa kelak seluruh penduduk syurga akan dibangkitkan dengan pantulan berdasarkan cahaya rupa Adam a.S.

Adam a.S bangkit berdasarkan pembaringannya, memperbaiki duduknya. Ia membuka matanya, memperhatikan dengan pandangan tajam. Ia sadar bahwa orang asing pada depannya itu bukanlah bayangan selintas pandang, namun sahih-sahih suatu fenomena berdasarkan wujud insani yg memiliki bentuk fisik seperti dirinya. Ia yakin dia nir keliru pandang. Ia memahami itu insan seperti dirinya, yg hanya tidak sinkron kelaminnya saja. Ia dan merta dapat menciptakan konklusi bahwa makhluk di depannya merupakan perempuan  . Ia sadar bahwa itulah jenis yang dirindukannya. Hatinya gembira, bersyukur, bertahmid memuji Zat Maha Pencipta.
Ia tertawa pada gadis jelita itu, yg menyambutnya tersipu-sipu seraya menundukkan kepalanya menggunakan pandangan tidak pribadi, pandangan yang menyingkap apa yg terselip di kalbunya.

I. Nabi Adam terpikat

Adam terpikat dalam paras Hawa yang jelita, yg bagaikan kecantikan bidadari-bidadari pada dalam syurga.

Tuhan menanam asmara murni & impian birahi di hati Adam a.S serta menjadikannya orang yang paling asyik dilamun cinta, yg tiada taranya pada sejarah, yaitu kisah cinta 2 insan pada dalam syurga. Adam a.S ditakdirkan jatuh cinta pada puteri yg paling anggun dari segala yg anggun, yang paling jelita menurut segala yg jelita, & yg paling harum menurut segala yang harum.

Adam a.S dibisikkan sang hatinya agar merayu Hawa. Ia berseru: "Aduh, hai si jelita, siapakah gerangan kekasih ini? Dari manakah datangmu, & untuk siapakah engkau  disini?" Suaranya sopan, lembut, & penuh afeksi.
"Aku Hawa," sambutnya ramah. "Aku berdasarkan Pencipta!" suaranya tertegun seketika. "Aku....Aku ....Saya, dijadikan untukmu!" tekanan suaranya menyakinkan.

Tiada suara yang seindah & semerdu itu walaupun aneka macam bunyi merdu dan indah terdengar setiap saat di dalam syurga. Tetapi suara Hawa....Nir pernah di dengarnya suara sebegitu latif yg keluar berdasarkan bibir kecil si perempuan   jelita itu. Suaranya membangkitkan rindu, gerakan tubuhnya menyebabkan semangat.

Kata-istilah yang paling segar didengar Adam a.S artinya tatkala Hawa mengucapkan terputus-putus: "Aku....Aku ....Saya, dijadikan untukmu!" Kata-istilah itu nikmat, menambah kemesraan Adam kepada Hawa.

Adam a.S sadar bahwa nikmat itu tiba dari Tuhan dan cintapun datang dari Tuhan. Ia memahami bahwa Allah SWT itu cantik, senang pada kecantikan. Jadi, bila cinta kepada kecantikan berartilah juga cinta kepada Tuhan. Jadi cinta itu bukan dosa namun malah suatu pengabdian. Dengan mengenali cinta, makrifat kepada Tuhan semakin mendalam. Cinta pada Hawa berarti cinta kepada Pencipta. Dengan keyakinan demikian Adam a.S menjemput Hawa menggunakan berkata: "Kekasihku, ke marilah kamu!" Suaranya halus, penuh kemesraan.

"Aku malu!" balas Hawa seolah-olah menolak. Tangannya, kepalanya, memberi isyarat menolak seraya memandang Adam dengan penuh ketakjuban. "Kalau kamu yg inginkan saya, engkaulah yg ke sini!" Suaranya yg bagaikan irama seolah-olah memberi harapan. Adam tidak ragu-ragu. Ia mengayuh langkah gagah mendatangi Hawa. Maka semenjak itulah menjadi istiadat bahwa wanita itu didatangi, bukan mendatangi.

Hawa bangkit menurut loka duduknya, bergeser beberapa langkah ke belakang. Ia sadar bahwa walaupun dirinya diperuntukkan bagi Adam a.S, namunlah haruslah mempunyai syarat-kondisi eksklusif. Di pada sanubarinya, ia tidak dapat menyangkal bahwa iapun tergoda & tertarik kepada paras Adam a.S yg benar-benar indah.

Adam a.S tidak putus asa. Ia memahami itu bukan dosa. Ia tahu membaca isi hati. Ia memahami bukannya Hawa menolak, namun menghindarnya itu memanglah suatu perbuatan masuk akal dari perilaku malu seseorang gadis yang berbudi. Ia memahami bahwa pada pulang "malu" terselit "rasa mau". Karenanya dia konfiden dalam dirinya bahwa Hawa diperuntukkan baginya. Naluri insaninya bergelora.

Tatkala ia telah dekat pada Hawa serta hendak mengulurkan tangan sucinya kepadanya, maka tiba-tiba terdengarlah panggilan ghaib berseru: "Hai Adam....Tahanlah dirimu. Pergaulanmu dengan Hawa tidak halal kecuali dengan mahar & menikah!". Adam a.S tertegun, balik  ke tempatnya dengan taat. Hawa pun mendengar teguran itu & hatinya tenteram.

j. Perkahwinan Adam dan Hawa

Allah SWT. Yang Maha Pengasih buat menyempurnakan nikmatnya lahir & batin kepada ke 2 hamba-Nya yang saling memerlukan itu, segera memerintahkan gadis-gadis bidadari penghuni syurga buat menghiasi & menghibur mempelai perempuan   itu serta membawakan kepadanya perhiasan-perhiasan syurga. (Allah memakaikan pada Siti Hawa menggunakan 70 jenis perhiasan Syurga & diberinya sebuah mahkota & didudukkan di atas singgahsana menurut emas.¹) Sementara itu diperintahkan juga pada malaikat langit buat berkumpul beserta-sama di bawah pohon "Syajarah Thuba", menjadi saksi atas pernikahan Adam dan Hawa.

Diriwayatkan bahwa dalam akad pernikahan itu Allah SWT. Berfirman:
"Segala puji merupakan kepunyaan-Ku, segala kebesaran adalah pakaian-Ku, segala kemegahan merupakan hiasan-Ku dan segala makhluk merupakan hamba-Ku dan pada bawah kekuasaan-Ku. Menjadi saksilah kamu hai para malaikat dan para penghuni langit dan syurga bahwa Aku menikahkan Hawa dengan Adam, ke 2 kreasi-Ku dengan mahar, & hendaklah keduanya bertahlil & bertahmid pada-Ku!".

Setelah akad nikah terselesaikan berdatanganlah para malaikat & para bidadari menyebarkan mutiara-mutiara yaqut dan intan-intan permata kemilau pada kedua pengantin agung tersebut. Selesai upacara akad, diantarlah Adam a.S mendapatkan isterinya di istana
megah yang akan mereka diami.

Hawa menuntut haknya. Hak yang disyariatkan Tuhan semenjak semula."Mana mahar?" tanyanya. Ia menolak bersentuhan sebelum mahar hadiah dibayar dulu.

Adam a.S resah seketika. Lalu sadar bahwa buat menerima haruslah bersedia memberi. Ia insaf bahwa yg demikian itu haruslah sebagai kaidah pertama pada pergaulan hidup.

Sekarang beliau telah memiliki kawan. Antara sesama kawan sine qua non saling memberi dan saling menerima. Pemberian pertama pada pernikahan buat menerima kehalalan ialah mahar. Oleh karena itu Adam a.S menyedari bahwa tuntutan Hawa buat mendapat mahar merupakan sahih.
K. Mahar perkahwinan Nabi Adam
Pergaulan hidup adalah persahabatan! Dan pergaulan antara lelaki menggunakan perempuan   akan berubah menjadi perkawinan jika disertai menggunakan mahar. Dan sekarang apakah bentuk mahar yang harus diberikan? Itulah yg sedang dipikirkan Adam.

Untuk keluar menurut keraguan, Adam a.S berseru: "Ilahi, Rabbi! Apakah gerangan yang akan kuberikan kepadanya? Emaskah, intankah, perak atau permata?".

"Bukan!" istilah Tuhan.
"Apakah hamba akan berpuasa atau sholat atau bertasbih buat-Mu sebagai maharnya?" tanya Adam a.S dengan penuh pengharapan.
"Bukan!" tegas suara Ghaib.

Adam membisu, mententeramkan jiwanya. Kemudian bermohon menggunakan tekun: "Kalau begitu tunjukilah hamba-Mu jalan keluar!".

Allah SWT. Berfirman: "Mahar Hawa merupakan sholawat sepuluh kali pada Nabi-Ku, Nabi yg bakal Kubangkitkan, yang membawa pernyataan berdasarkan sifat-sifat-Ku: Muhammad, cincin permata berdasarkan para anbiya' & epilog dan penghulu segala Rasul. Ucapkanlah sepuluh kali!".

Adam a.S merasa lega. Ia mengucapkan sepuluh kali sholawat ke atas Nabi Muhammad SAW. Sebagai mahar pada isterinya. Suatu mahar yg bernilai spiritual, lantaran Nabi Muhammad SAW adalah rohmatan lil 'alamin (rahmat bagi semua alam).

Hawa mendengarkannya & menerimanya menjadi mahar. "Hai Adam, sekarang Aku halalkan Hawa bagimu", perintah Allah, "dan dapatlah dia sebagai isterimu!". Adam a.S bersyukur lalu masuk kamar isterinya dengan ucapan salam. Hawa menyambutnya menggunakan segala keterbukaan & cinta kasih yang tulus Allah SWT. Berfirman pada mereka:
"Hai Adam, diamlah kamu bersama isterimu pada dalam syurga & makanlah (serta nikmatilah) apa saja yang kamu berdua ingini, dan janganlah engkau  berdua mendekati pohon ini lantaran (bila mendekatinya) engkau  berdua akan menjadi zalim".
(Al-A'raaf: 19). 
Dengan pernikahan ini Adam a.S nir lagi merasa kesepian pada pada syurga. Inilah percintaan dan pernikahan yang pertama pada sejarah ummat manusia, & berlangsung di dalam syurga yang penuh kenikmatan. Yaitu sebuah pernikahan agung yg dihadiri sang para bidadari, jin & disaksikan sang para malaikat.

Peristiwa pernikahan Adam dan Hawa terjadi dalam hari Jum'at. Entah berapa lama   keduanya berdiam pada syurga, hanya Allah SWT yang tahu. Lalu keduanya diperintahkan turun ke bumi. Turun ke bumi buat menyebar luaskan keturunan yg akan mengabdi kepada Allah SWT menggunakan janji bahwa syurga itu tetap tersedia pada hari kemudian bagi hamba-hamba yg beriman dan beramal sholeh.

Firman Allah SWT.: "Kami berfirman: Turunlah engkau  berdasarkan syurga itu. Kemudian jika tiba petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, pasti nir ada kekhawatiran atas mereka, dan nir (jua) mereka bersedih hati."
(Al-Baqarah: 38).
[Miftachul Arifin]

Allah berpesan pada Adam:"Tinggallah kamu bersama isterimu pada syurga,rasakanlah kenikmatan yg berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yg lazat yg masih ada di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan  mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan namun Aku ingatkan janganlah makan butir menurut pohon ini yang akan mengakibatkan engkau  celaka dan termasuk orang-orang yg zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,dia akan berusaha membujuk engkau  dan menyeret kamu keluar menurut syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yg engkau  sedang nikmat ini."

Sesuai menggunakan ancaman yang diucapkan waktu diusir oleh allah berdasarkan Syurga dampak pembangkangannya & terdorong jua sang rasa iri hati & dengki terhadap Adam yang sebagai karena hingga ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai memperlihatkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hayati berdua di syurga yang tenteram, tenang dan senang .

Ia menyatakan kepada mereka bahawa dia adalah mitra mereka & ingin memberi petuah  dan petunjuk buat kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara & istilah-istilah halus dipakai sang Iblis buat menerima agama Adam & Hawa bahawa ia betul-betul jujur pada petuah  dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.Larangan Tuhan pada mereka memakan butir-butir yang ditunjuk itu adalah karena menggunakan memakan buah itu mereka akan berubah menjadi menjadi malaikat & akan hayati abadi.Diulang-ulangilah bujukannya dengan memperlihatkan akan harumnya bau pohon yg tidak boleh latif bentuk buahnya dan lazat cita rasanya.Sehingga dalam akhirnya termakanlah bujukan yg halus itu oleh Adam dan Hawa & dilanggarlah embargo Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu & berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah engkau  mendekati pohon itu dan memakan berdasarkan buahnya & tidakkah Aku telah ingatkan engkau  bahawa syaitan itu adalah musuhmu yg nyata."
Adam & Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka sudah terlanggar perintah Allah & bahawa mereka sudah melakukan suatu kesalahan & dosa besar .Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami sudah menganiaya diri kami sendiri & sudah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami lantaran nescaya kami akan tergolong orang-orang yg rugi bila Engkau tidak mengampuni & mengasihi kami."

L. Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam & Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka sudah lakukan hal mana sudah melegakan dada mereka & menghilangkan rasa murung  akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yg cantik tetapi berancun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali sehabis mendapat pengampunan Allah & selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis & akan berusaha agar pelanggaran yg sudah dilakukan & menyebabkan marah dan teguran Tuhan itu sebagai  pedagogi bagi mereka berdua buat lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yg terlaknat itu.Harapan buat tinggal terus pada syurga yg sudah pudar lantaran perbuatan pelanggaran perintah Allah,hayati pulang dalam hati & fikiran Adam dan Hawa yg merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka pada syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah dan rahmatnya akan tetap melimpah pada atas mereka buat selama-lamanya.Akan namun Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yg tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.W.T.Yang telah menentukan pada takdir-nya bahawa bumi yg penuh dengan kekayaan buat dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam & Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama menurut hamba-hambanya yg bernama insan itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah engkau  ke bumi sebagian daripada engkau  menjadi musuh bagi sebagian yang lain engkau  bisa tinggal permanen dan hidup disan sampai ketika yg sudah dipengaruhi."

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hayati baru yang jauh berlainan menggunakan hidup pada syurga yg pernah dialami dan yg nir akan berulang kembali.Mereka wajib  menempuh hayati pada global yang fana ini dengan senang & dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat & tabiatnya bhineka warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yg akan berkelompok-grup menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa pada mana yang satu sebagai musuh yg lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya & tindas-menindas sebagai akibatnya berdasarkan saat ke saat Allah mengutus nabi-nabi-Nya & rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama insan jalan yang menuju kepada redha-Nya & kebahagiaan insan di dunia dan akhirat.
Terimakasih telah membca artikel berjudul Kisah Lengkap Nabi Adam Berdasarkan Al Qur'an

Kumpulan Makalah
Kumpulan Makalah Updated at: 10/12/2017

0 komentar Kisah Lengkap Nabi Adam Berdasarkan Al Qur'an

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak