Home » » Keteguhan Hati Imam Hambali dalam Menghadapi Tantangan

Keteguhan Hati Imam Hambali dalam Menghadapi Tantangan

   
Keteguhan Hati Imam Hambali dalam Menghadapi Tantangan

Keteguhan Imam Hanbali pada Masa Mendapat Tantangan

Telah sebagai keniscayaan bahwa kehidupan seorang mukmin nir bakal lepas dari ujian dan cobaan, terlebih lagi seseorang alim yang berlangsung pada atas jejak semua nabi & rasul. Dan Imam Ahmad tergolong di antaranya. Imam Hanbali mendapatkan cobaan menurut tiga orang khalifah Bani Abbasiyah sekitar rentang ketika 16 tahun.


Pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah, memakai kentara terlihat kecondongan khalifah yg berkuasa menjadikan unsur-unsur asing (non-Arab) sebagai kekuatan penunjang dominasi mereka. Khalifah al-Makmun menjadikan orang-orang Persia menjadi kekuatan pendukungnya, sementara al-Mu‘tashim memilih orang-orang Turki. Akibatnya, malah sedikit-sedikit kekurangan menggerogoti dominasi mereka. Pada masa itu dibuka penerjemahan ke dalam bahasa Arab buku-buku pandangan hidup menurut keterangan dari Yunani, Rumania, Persia, dan India memakai sokongan dana dari penguasa. Akibatnya, memakai cepat tidak sedikit sekali format bid‘ah merasuk menyebar ke dalam akidah & ibadah kaum muslimin. Berbagai macam kumpulan yang sesat menyebar pada tengah-tengah mereka, contohnya Qadhariyah, Jahmyah, Asy‘ariyah, Rafidhah, Mu‘tashilah, & lain-lain.

Kelompok Mu‘tashilah, secara khusus, mendapat dukungan dari penguasa, khususnya dari Khalifah al-Makmun. Mereka, pada bawah pimpinan Ibnu Abi Duad, dapat mensugesti al-Makmun buat membetulkan dan berbagi pendapat-pendapat mereka, pada antaranya pendapat yang mengingkari sifat-sifat Allah, tergolong sifat kalam (berbicara). 

Sebenarnya Harun ar-Rasyid, khalifah sebelum al-Makmun, sudah menindak tegas pendapat tentang kemakhlukan Alquran. Selama hidupnya, nir ada seseorang juga yg berani mengaku pendapat tersebut sebagaimana diceritakan oleh Muhammad bin Nuh, “Aku pernah mendengar Harun ar-Rasyid mengatakan, ‘Telah sampai penjelasan kepadaku bahwa Bisyr al-Muraisiy mengungkapkan bahwa Alquran tersebut makhluk. Merupakan kewajibanku, andai Allah menguasakan orang tersebut kepadaku, niscaya bakal saya aturan bunuh beliau dengan teknik yg tidak pernah dilaksanakan oleh seorang pun’”. 

Untuk memaksa kaum muslimin mendapat pendapat kemakhlukan Alquran, al-Makmun sampai menyelenggarakan ujian untuk mereka. Selama masa pengujian tadi, tidak terhitung orang yg telah dipenjara, disiksa, & bahkan dibunuhnya. Ujian tersebut sendiri telah menyibukkan pemerintah dan warganya baik yg generik pun yg spesifik. Ia sudah menjadi bahan percakapan mereka, baik di kota-kota pun di desa-desa di negeri Irak dan selainnya. Telah terjadi polemik yang sengit di kalangan ulama tentang hal itu. 

Al-Makmun bahkan sempat menyuruh bawahannya supaya membawa Imam Ahmad dan Muhammad bin Nuh ke hadapannya di kota Thursus. Kedua ulama tersebut pun kesudahannya digiring ke Thursus dalam suasana terbelenggu.

Sepeninggal al-Makmun, kekhalifahan beralih ke tangan putranya, al-Mu‘tashim. Dia sudah menerima wasiat menurut keterangan dari al-Makmun agar meneruskan pendapat kemakhlukan Alquran dan menguji orang-orang pada urusan tersebut; dan dia juga melaksanakannya. 

Imam Hambali dikeluarkannya menurut keterangan dari penjara kemudian dipertemukan dengan Ibnu Abi Duad dan konco-konconya. Mereka mendebat Imam Hanbalitentang kemakhlukan Alquran, namun Imam Hanbalimampu membantahnya menggunakan sangkalan yang tidak bisa mereka bantah. Akhirnya Imam Hanbalidicambuk sampai nir sadarkan diri kemudian dimasukkan balik  ke dalam penjara dan meringkuk di sana sekitar sekitar 28 bulan atau 30-an bulan menurut keterangan dari yang lain-. Selama tersebut Imam Hanbalishalat & istirahat pada suasana kaki terbelenggu.

Selama tersebut jua, masing-masing harinya al-Mu‘tashim mengutus orang bikin mendebat Imam Hanbali, tetapi jawaban Imam Hanbalitetap sama, nir berubah. Akibatnya, meningkat kemarahan al-Mu‘tashim untuk Imam Hanbali. Dia menakut-nakuti & memaki-maki Imam Hanbali, dan mengajak bawahannya mencambuk lebih keras dan meningkatkan belenggu pada kaki Imam Hanbali. Semua itu, diterima Imam Ahmad dengan sarat kesabaran dan keteguhan bak gunung yg menjulang dengan kokohnya.
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Keteguhan Hati Imam Hambali dalam Menghadapi Tantangan

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 10/17/2017

0 komentar Keteguhan Hati Imam Hambali dalam Menghadapi Tantangan

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak