Home » » Hukum Seputar Hewan Kurban Berdasarkan Petunjuk Nabi Muhammad Saw

Hukum Seputar Hewan Kurban Berdasarkan Petunjuk Nabi Muhammad Saw

Hukum Seputar Hewan Kurban Berdasarkan Petunjuk Nabi Muhammad Saw

Hukum Seputar Hewan Kurban 

Ada beberapa aturan yang berkaitan menggunakan hewan kurban. Sepantasnyalah bagi seseorang muslim untuk mengetahuinya supaya ia berada di atas ilmu dalam melakukan ibadahnya, dan pada atas warta yg konkret menurut urusannya. Berikut ini aku  sebutkan aturan-hukum tadi secara ringkas.

1. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkurban dengan 2 ekor domba jantan yg disembelihnya sesudah shalat Ied. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan.

"Artinya : Siapa yg menyembelih sebelum shalat maka tidaklah termasuk kurban sedikitpun, akan namun hanyalah daging sembelihan biasa yang diberikan buat keluarganya" 

2. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada para sahabatnya agar mereka menyembelih jadza' berdasarkan domba, & tsaniyya menurut yang selain domba 

Mujasyi bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu mengabarkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya jadza' menurut domba memenuhi apa yg memenuhi tsaniyya menurut kambing" 

3. Boleh mengakhirkan penyembelihan dalam hari ke 2 dan ketiga sehabis Idul Adha, karena hadits yang sudah tsabit berdasarkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : (bahwa) dia bersabda :

"Artinya : Setiap hari Tasyriq ada sembelihan" 

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah.

"Ini adalah madzhabnya Ahmad, Malik & Abu Hanifah semoga Allah merahmati mereka seluruh. Berkata Ahmad : Ini merupakan pendapatnya lebih dari satu teman Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Al-Atsram menyebutkannya dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhum"

4. Termasuk petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bagi orang yg ingin menyembelih kurban supaya tidak merogoh rambut & kulitnya walau sedikit, apabila sudah masuk hari pertama dari sepuluh hari yang awal bulan Dzulhijjah. Telah niscaya larangan yang demikian itu.

Berkata An-Nawawi pada "Syarhu Muslim" (13/138-39).

"Yang dimaksud menggunakan embargo merogoh kuku & rambut adalah embargo menghilangkan kuku dengan gunting kuku, atau memecahkannya, atau yg selainnya. Dan embargo menghilangkan rambut menggunakan mencukur, memotong, mencabut, membakar atau menghilangkannya dengan obat eksklusif[8] atau selainnya. Sama saja apakah itu rmabut ketiak, kumis, rambut kemaluan, rambut ketua dan selainnya menurut rambut-rambut yang berada di tubuhnya".

Berkata Ibnu Qudamah dalam "Al-Mughni" (11/96).

"Kalau beliau terlanjur mengerjakannya maka hendaklah mohon ampunan pada Allah Ta'ala & tidak ada tebusan karena itu dari ijma, sama saja apakah dia melakukannya secara sengaja atau karena lupa".

Aku katakan :
Penuturan dari beliau rahimahullah mengisyaratkan haramnya perbuatan itu & sama sekali dilarang (sekali kali nir boleh melakukannya ) & ini yg tampak kentara dalam dari larangan nabi.

5. Nabi Muhammad memilih hewan kurban yang sehat.

Boleh berkurban menggunakan domba jantan yang dikebiri karena ada riwayat berdasarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dibawakan Abu Ya'la (1792) & Al-Baihaqi (9/268) dengan sanad yang dihasankan oleh Al-Haitsami pada " Majma'uz Zawaid" (4/22).

6. Nabi Muhammad melaksanakan pemotongan hewan kurban ditempat terbuka atau lapang. tempat melaksanakan shalat idul kurban

7. Termasuk petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa satu kambing mencukupi menjadi kurban dari seseorang laki-laki  dan seluruh keluarganya walaupun jumlah mereka poly. Sebagaimana yang dikatakan oleh Atha' bin Yasar : Aku bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshari : "Bagaimana hewan-hewan kurban pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ?" Ia menjawab : "apabila seseorang laki-laki  berkurban dengan satu kambing darinya dan menurut keluarganya, maka hendaklah mereka memakannya dan memberi makan yg lain" .

8. Disunnahkan bertakbir dan mengucapkan basmalah ketika menyembelih kurban, karena ada riwayat menurut Anas bahwa dia mengatakan :

"Artinya : Nabi berkurban menggunakan dua domba jantan yg berwarna putih campur hitam & bertanduk. Beliau menyembelihnya dengan tangannya, dengan mengucap basmalah dan bertakbir, & dia meletakkan satu kaki beliau pada sisi-sisi kedua domba tadi".

9. Hewan kurban yang afdhal (lebih primer) berupa domba jantan (gemuk) bertanduk yang berwarna putih bercampur hitam di kurang lebih ke 2 matanya dan di kaki-kakinya, lantaran demikian sifat hewan kurban yang disukai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

10. Disunnahkan seseorang muslim buat bersentuhan pribadi dengan fauna kurbannya (menyembelihnya sendiri) & dibolehkan serta nir terdapat dosa baginya buat mewakilkan pada orang lain dalam menyembelih hewan kurbannya. 

11. Disunnahkan bagi keluarga yg menyembelih kurban buat ikut makan menurut hewan kurban tadi & menghadiahkannya serta bersedekah dengannya. Nabi bersabda:
"Artinya : Makanlah kalian, simpanlah dan bersedekahlah" 

12. Badanah (unta yg gemuk) dan sapi betina mencukupi menjadi kurban dari tujuh orang. Imam Muslim telah meriwayatkan dalam "Shahihnya" (350) berdasarkan Jabir radhiyallahu 'anhu beliau mengungkapkan.

"Artinya : Di Hudaibiyah kami menyembelih beserta Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam satu unta buat tujuh orang dan satu sapi betina buat tujuh orang".

13. Upah bagi tukang sembelih kurban atas pekerjaannya nir diberikan menurut fauna kurban tadi, karena terdapat riwayat dari Ali radhiyallahu dia menyampaikan.

"Artinya : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan aku  buat mengurus kurban-kurbannya, dan agar saya bersedekah menggunakan dagingnya, kulit & apa yg dikenakannya & saya nir boleh memberi tukang sembelih sedikitpun berdasarkan fauna kurban itu. Beliau bersabda : Kami akan memberikannya menurut sisi kami" 

14. Siapa di antara kaum muslimin yang tidak sanggup buat menyembelih kurban, beliau akan mendapat pahala orang-orang yang menyembelih dari umat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena Nabi berkata saat menyembelih galat satu domba.

"Artinya : Ya Allah ini dariku & ini menurut orang yg tidak menyembelih menurut kalangan umatku" 

15. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam & Al-Khulafaur rasyidun sesudah beliau menyembelih kurban. Seandainya mereka tahu sedekah itu lebih utama pasti mereka menuju padanya.... Dan karena mementingkan/mendahulukan sedekah atas kurban mengantarkan kepada ditinggalkannya sunnah yg ditetapkan sang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. (Dari Ibnu Qudamah) 
Terimakasih telah membca artikel berjudul Hukum Seputar Hewan Kurban Berdasarkan Petunjuk Nabi Muhammad Saw

Kumpulan Makalah
Kumpulan Makalah Updated at: 10/12/2017

0 komentar Hukum Seputar Hewan Kurban Berdasarkan Petunjuk Nabi Muhammad Saw

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak