Skip to main content

Sejarah Munculnya Hadis Maudhu

Sejarah Hadits Maudhu
Pengertian Maudhu menurut bahasa berarti sesuatu yang ditempatkan, sedangkan menurut istilahnya adalah: "sesuatu yang dibuat dan dibuat-buat dan kemudian dikaitkan dengan Rasulullah dalam kebohongan". 

Pengertian Hadis Maudhu

hadis maudhu adalah yang terburuk dan paling jelek di antara hadis-hadis dhaif lainnya.
Selain para ulama membagi hadis menjadi empat bagian: saheeh, hasan, da'eef dan Maudhu. Jadi maudhu menjadi bagian yang terpisah. hadis Maudhu adalah: seburuk hadis Da'eef, hadis Maudhu juga disebut hadis Musqath, hadis Matruk, Mukhtalaq dan Muftara.

Sejarah Munculnya Hadis Maudhu

Para ulama berbeda pandangan tentang kapan awal munculnya hadis maudhu. Berikut beberapa pendapat menyaktut awal munculnya hadis maudhu, yaitu: 
  • Menurut Ahmad Amin bahwa hadis Maudhuterjadi sejak zaman Nabi masih hidup.
  • Shalahuddin ad-Dabi mengatakan bahwa pembuatan hadis itu terkait dengan masalah duniawi yang terjadi pada masa Nabi.
  • Menurut jumhur al-muhaddin, pembuatan hadis terjadi selama kekhalifahan Ali bin Abi Thalib.
Hadis Maudhu tidak muncul kecuali ada perbuatan bid'ah dan pertikaian. Berdasarkan data sejarah, pembuatan hadis tidak hanya dilakukan oleh umat Islam, tetapi juga dilakukan oleh non-Muslim. Ada beberapa motif yang mendorong mereka untuk membuat hadis maudhu, yaitu:
  • Konflik politik
Perpecahan dalam komunitas Muslim adalah hasil dari masalah politik yang terjadi selama kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, memiliki pengaruh besar pada munculnya tradisi palsu. Setiap kelompok berusaha untuk mengalahkan lawan mereka dan mencoba untuk mempengaruhi orang-orang tertentu, salah satu upaya adalah membuat tradisi yang salah.
  • Usaha kaum zindiq
Zindiq adalah kelompok yang membenci Islam, baik sebagai agama maupun sebagai dasar bagi pemerintah. Mereka merasa tidak mungkin memalsukan Alquran sehingga mereka beralih ke hadis palsu. Dengan tujuan menghancurkan Islam dari dalam.
  • Fanatik buta
Salah satu faktor dalam membuat tradisi palsu adalah adanya ego dan fanatisme yang buta terhadap suku, bangsa, negara, dan pemimpin. Sebuah contoh dari kelompok fanatik adalah ash-Syu'ubiyah yang fanatik terhadap orang Persia, ia berkata, "Ketika Allah murka, ia menurunkan wahyu dalam bahasa Arab dan ketika ia bahagia ia berkurang dengan bahasa Persia.
  • Mempengaruhi Orang Awam dengan Cerita dan Nasihat
Kelompok yang memalsukan hadis ini bertujuan untuk mendapatkan simpati dari pendengar mereka sehingga mereka kagum dengan kemampuan mereka. hadis yang mereka katakan terlalu banyak. Bahkan ada hadis palsu yang berbunyi: "Nabi duduk berdampingan dengan Allah di Singgasananya".
  • Perselisihan dalam ilmu fiqhi dan kalam
Munculnya hadis palsu dalam hal fiqhi dan ilmu kalam, berasal dari para pengikut sekolah. Mereka memalsukan tradisi karena mereka ingin memperkuat sekolah mereka masing-masing.
  • Lobi dengan pihak berwenang
Seseorang bernama Ghiyats ibn Ibrahim pernah membuat hadis yang ia sebutkan di depan Khalifah al-Mahdi yang menyangkut kesenangan khalifah. Peristiwa ini terjadi pada masa khalifa bani Abbasiyah.
  • Semangat ibadah yang berlebihan tanpa didasarkan pada pengetahuan
Di antara jamaah ada yang berpikir bahwa membuat tradisi yang mendorong untuk aktif beribadah (targhib) diperbolehkan, dalam konteks taqarrub kepada Allah.

Cara Mengetahui hadis Maudhu

Para ulama hadis menetapkan aturan untuk memudahkan melacak keberadaan Maudhu, sehingga hadis Maudhu dapat diketahui dengan beberapa hal, yaitu:
  • Adanya orang yang mengaku memalsukan hadis. Misalnya pengakuan Abi 'Ismat Noah ibn Abi Maryam bahwa ia telah memalsukan hadis dari Ibn Abbas tentang keutamaan al-Qur'an persurah.
  • Ada indikasi dalam narator yang menunjukkan kepalsuan mereka: misalnya seorang narator yang Rafidha dan hadisnya tentang keutamaan umpan ahlul.
  • Ada indikasi pada isi hadis, seperti: isinya bertentangan dengan akal sehat, atau bertentangan dengan indera realitas, atau bertentangan dengan ketentuan agama yang kuat dan cerah, atau komposisi lafazh yang lemah dan semrawut, misalnya apa yang diriwayatkan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari ayahnya dari ayahnya dari kakeknya dalam sebuah marfu, "bahwa perahu Nuh tawaf mengelilingi Kabah tujuh kali dan berdoa dua rakaat di stasiun Ibrahim."

Hukum Menyebarkan hadis Maudhu

Para ulama sepakat bahwa dilarang untuk meriwayatkan hadis Maudhu dari siapa pun yang mengetahui kebohongannya dalam bentuk apa pun, kecuali disertai dengan penjelasan tentang keMaudhuannya, berdasarkan pada kata-kata Nabi: "siapa pun yang menceritakan hadis dari saya sementara dia tahu bahwa itu bohong, maka dia adalah di antara orang-orang pembohong. "(HR.Muslim)
Ada beberapa kitab yang termasuk Kitab hadis Maudhu, yaitu:
  • al-Maudhuat, oleh Ibn al-Jauzib
  • al-La'ali al-Ma'shum fi al-hadis al-Maudhuah, oleh as-Suyuthic
  • Silsilah al-hadis ad-Dha'ifah, oleh al-Albani
Demikian penjelasan singkat tentang sejarah munculnya hadis maudhu yang tidak hanya dibuat oleh umat islam, akan tetapi juga diciptakan oleh orang-rang yang bukan Islam dengan tujuan tertentu.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar