Home » » Pengertian Filsafat Hukum dan Objek Kajiannya

Pengertian Filsafat Hukum dan Objek Kajiannya

   
Pengertian Filsafat Hukum dan Objek Kajiannya

A.  Pengertian Filsafat Hukum

Purnadi Purbasraka dan Soerjono Soekanto mengatakan “filsafat hukum adalah perenungan dan perumusan nilai-nilai, filsafat hukum juga mencakup penyerasian nilai-nilai misalnya penyerasian antara ketertiban dan ketenteraman, antara kebendaan dengan keakraban, dan antara kelanggengan konservatisme dengan pembaharuan”.Menurut Muhadiberpendapat: filsafat hukum adalah falsafah tentang hukum, falsafah tentang segala sesuatu di bidang hukum secara mendalam sampai ke akar-akarnya secara sistematis. Soedjono Dirdjosisworo mengatakan filsafat hukum adalah pendirian atau penghayatan kefilsafatan yang dianut orang atau masyarakat atau negara tentang hakikat ciri-ciri serta landasan berlakunya hukum. Van Apeldoorn menguraikan sebagai berikut: “filsafat hukum menghendaki jawaban atas pertanyaan : apakah hukum itu? Ia menghendaki agar kita berpikir secara mendalam tentang tanggapan kita dan bertanya pada diri sendiri, apa yang sebenarnya kita anggap tentang hukum”.


Rumusan lain adalah dari E.Utrecht, mengetengahkan sebagai berikut : “filsafat hukum memberikan jawaban atas pertanyaan seperti : apakah hukum itu sebenarnya? (persoalan : adanya dan tujuan hukum). Inilah pertanyaan-pertanyaan yang sebetulnya juga dijawab oleh ilmu hukum, tetapi juga bagi orang jawaban ilmu hukum tidak memuaskan. Ilmu hukum sebagai suatu ilmu empiris hanya melihat hukum sebagai sutau gejal saja, yang menerima hukum sebagai suatu “gegebenheit” belaka. Selanjutnya Gustaf Radbruch merumuskan : Fisafat hukum adalah cabang filsafat yang mempelajari hukum yang benar. Sedang Langemeyer, mengatakan bahwa filsafat hukum adalah pembahasan secara filosofis tentang hukum. Penulis lain yaitu Anthoni D’Amato menyatakan: “Jurisprudensi atau filsafat hukum adalah acapkali dikonotasikan sebagai penelitian mendasar dari pengertian hukum secara abstrak”. Selain itu Theo Huijbers menyatakan bahawa filsafat hukum memiliki arti yang mendalam dimana adanya penetapan hukum kepada sebuah komunitas oleh pimpinan kelompok.Menurut Bruse D.Fischer: Jurisprudensi adalah suatu studi tentang filsafat hukum. Kata ini berasal dari bahasa latin yang berarti kebijaksanaan (“prudencce”) berkenaan dengan hukum (“juris”) sehingga secara tata bahasa berarti studi tentang filsafat hukum”. Berbeda dengan para penulis diatas, Kari N. Llewellyn menyatakan: kesulitan dalam memberikan kerangka dan konsep tentang hukum adalah karena terlampau banyaknya perihal yang terkait sementara satu sama lain di antara perihal yang terkait ini sangat berbeda sekali.

Filsafat hukum adalah cabang filsafat yang membicarakan apa hakekat hukum itu, apa tujuannya, mengapa dia ada dan mengapa orang harus tunduk kepada hukum. Di samping menjawab pertanyaan masalah-masalah umum abstrak tersebut, filsafat hukum juga membahas soal-soal kongkret mengenai hubungan antara hukum dan moral (etika) dan masalah keabsahan berbagai macam lembaga hukum.

Dari Penjelasan pengertian filsafat hukum di atas maka dapat disimpulkan bahwa Filsafat hukum adalah salah satu bagian dari filsafat yang membahas secara mendalam tentang hukum dan yang terkait dengan hukum baik fungsi maupun manfaat adanya hukum itu sendiri, yang kemudian membicarakan secara konkrit tentang filsafat hukum dimana ada relefansinya dengan etika dan moral dalam sebuah tatanan masyarakat.

C. Objek Kajian Filsafat Hukum

Ada pendapat yang mengatakan bahwa filsafat hukum merupakan bagian khusus dari filsafat pada umumnya, maka berarti filsafat hukum hanya mempelajari hukum secara khusus. Sehingga, hal-hal non hukum menjadi tidak relevan dalam pengkajian filsafat hukum. Penarikan kesimpulan seperti ini sebetulnya tidak begitu tepat. Filsafat hukum sebagai suatu filsafat yang khusus mempelajari hukum hanyalah suatu pembatasan akademik dan intelektual saja dalam usaha studi dan bukan menunjukkan hakekat dari filsafat hukum itu sendiri. Sebagai filsafat, filsafat hukum tunduk pada sifat-sifat, cara-cara dan tujuan-tujuan dari filsafat pada umumnya. Di samping itu, hukum sebagai obyek dari filsafat hukum akan mempengaruhi filsafat hukum. Dengan demikian secara timbal balik antara filsafat hukum dan filsafat saling berhubungan. Maka kemudian jelaslah posisi filsafat hukum adalah cabang filsafat, yaitu filsafat tingkah laku atau etika, yang mempelajari hakikat hukum. Dengan perkataan lain, filsafat hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum secara filosofis. Sehingga karena posisi filsafat hukum sebagai cabang dari filsafat maka tak ubahnya seperti filsafat pendidikan, filsafat ekonomi, dan filsafat yang lain.

Oleh karena itu objek filsafat hukum adalah hukum, dan obyek tersebut dikaji secara mendalam sampai kepada inti atau dasarnya, yang disebut hakikat. Pertanyaan tentang apa apa hakikat hukum itu sekaligus merupakan pertanyaan filsafat hukum juga. Pertanyaan tersebut mungkin saja dapat dijawab oleh ilmu hukum, tetapi jawaban yang diberikan ternyata serba tidak memuaskan. Menurut Apeldorn, hal tersebut tidak lain karena ilmu hukum hanya memberikan jawaban yang sepihak. Ilmu hukum hanya melihat gejala-gejala hukum sebagaimana dapat diamati oleh pancaindra manusia mengenai perbuatan-perbuatan manusia dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat. Sementara itu pertimbangan nilai di balik gejala-gejala hukum, luput dari pengamatan ilmu hukum. Norma atau kaidah hukum, tidak termasuk dunia kenyataan (sein), tetapi berada pada dunia nilai (sollen), sehingga norma hukum bukan dunia penyelelidikan ilmu hukum. Hakikat hukum dapat dijelaskan dengan cara memberikan suatu definisi tentang hukum. Sampai saat ini menurut Apeldorn, sebagaimana dikutip dari Immanuel Kant, para ahli hukum masih mencari tentang apa definisi hukum. Definisi (batasan) tentang hukum yang dikemukakan para ahli hukum sangat beragam, tergantung dari sudut mana mereka melihatnya.
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Pengertian Filsafat Hukum dan Objek Kajiannya

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 9/30/2017

0 komentar Pengertian Filsafat Hukum dan Objek Kajiannya

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak