Home » » Pengertian Evaluasi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Evaluasi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Evaluasi dan Jenis-jenisnya

A.   Pengertian Evaluasi

Menurut bahasa, evaluasi (value) berasal dari bahasa Inggris evaluate, yang berarti menilai dan menaksir. Dalam bahsan Arab, semakna dengan قيمة  yang berarti nilai, jumlah seperti قيمة اسمية  berarti nilai nominal, atau dapat pula searti dengan المقدار  yang berarti jumlah. Dapat pula berarti تقدير  , تثمين  , تقويم  , تخمين  yang berarti penilaian, estimate, evaluation. Dalam pengertian umum, evaluasi berarti penilaian terhadap segala sesuatu.

Menurut Ahmad Tafsir, ada tiga istilah yang kadang-kadang diartikan sama dalam peristilahan penilaian yaitu istilah test, measurement, dan evaluation. Dalam bahasa Indonesia, dikenal istilah ujian.

Test atau testing, dalam arti umum dapat berarti mengetest kekuatan sesuatu benda dan dapat pula berarti mengetest kemampuan sebuah kelas dalam suatu bidang studi, dapat pula berarti mengetest tingkat kecerdasan seseorang, kesehatannya, serta kemampuan-kemampuannya yang tertentu. Sekarang pengertian tersebut di sekolah telah menjadi begitu luas, sehingga meliputi pengertian measurement dan evaluation.

Secara operasional, evaluasi ialah usaha mengumpulkan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang dapat dijadikan dasar untuk menentukan perlakaukan selanjutnya. Evaluasi adalah alat untuk mengukur kemampuan dan penguasaan peserta didik terhadap bahan pendidikan yang telah diberikan.

Adapun evaluasi yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah evaluasi di sekolah, yaitu penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam menguasai bahan, khususnya mengenai pengajaran dan pendidikan agama.

B.   Jenis-jenis Evaluasi

Yang penulis maksudkan dengan jenis-jenis evaluasi ialah yang dapat digunakan dalam mengevaluasi pedidikan agama Islam di sekolah. Prof. Dr. H. Mappanganro, MA mengemukakan jenis-jenis evaluasi ini dalam bentuk antara lain: test, observasi, interview, anecdotal record, checklist, dan sociometri.

1. Test
Test adalah semacam ujian atau percobaan yang diharuskan untuk menyelesaikan atau menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu. Test ini, apabila ditinjau, maka dapat dilihat dari berbagai segi:

a. Test ditinjau dari berbagai fungsinya, dapat dibagi atas:
1. Speed test atau test kecepatan, yaitu suatu test untuk mengetahui kecepatan seseorang mengerjakan suatu tugas dengan kelompok soal-soal yang relatif kesulitannya dianggap sama. Yang mentes hanya ingin mengetahui sejauhmana kecepatan orang yang test dengan tidak memperhatikan kecakapan dan kepandaian orang yang ditest.
2. Power test atau test batas kesanggupan, yaitu suatu test untuk mengetahui sejauhmana kemampuan peserta didik yang hendak ditest.
3. General survey test, yaitu dilakukan untuk mengetahui tingkat pelajaran yang dikuasai seseorang yang dibandingkan dengan kecepatan orang lain yang dianggap sebaya dengan kepandaiannya.
4. Diagnostic test atau test pengukuran, yaitu suatu test yang dilakukan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang dialami oleh peserta didik atau suatu unit pelajaran, sehingga dapat diketahui hal-hal yang perlu mendapat perbaikan.

b. Test Ditinjau dari segi banyaknya orang yang ditest. Test ini terdiri atas:
1. Test individual, yaitu test yang diberikan kepada peserta didik untuk dapat mengetahui faktor-faktor individualnya. Misalnya tentang gugup atau takut, tingkah laku dan reaksi-reaksi peserta didik yang ditest.
2. Test kelompok, yaitu test yang diberikan oleh seorang guru atau beberapa orang guru kepada sekelompok peserta didik.

c. Test ditinjau dari segi cara penyampaian bahan, dapat dibagi atas:
1. Test bahasa, yaitu test untuk menguji kemampuan berbahasa. Ini dapat ditempuh dengan lisan atau tulisan.
2. Test perbuatan atau test tingkah laku. Ini dapat dilakukan dengan menyuruh mempraktekkan, seperti praktek wudhu, salat, dan sebagainya.

d. Test ditinjau dari segi proses pembuatan test, terdiri atas:
1. Standardiset test, yaitu test yang disusun oleh suatu lembaga, yang orang-orangnya terdiri atas orang-orang yang ahli pada bidang mata pelajaran yang hendak diteskan itu.
2. Test buatan guru, yaitu test yang dibuat oleh seorang guru sendiri dalam mata pelajaran tertentu.

e. Test ditinjau dari segi awal dan akhir pelaksanaan program pengajaran, terdiri atas:
1. Test awal atau pre test, yaitu test yang dilakukan sebelum pelajaran inti diberikan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik dapat menguasai pelajaran yang akan diberikan.
2. Post test, yaitu test yang diberikan pada akhir pelajaran. Test ini disebut juga test formatif, yaitu test untuk mengukur pencapaian TIK (Tujuan Instruksional Khusus) yang merupakan umpan balik untuk mencari motivasi dari suatu masalah terhadap guru untuk mempelajari kelemahan-kelemahan dalam pengujian dan sebagainaya.
3. Sumatif test, yaitu test yang dilakukan pada tiap akhir catur wulan untuk mengetahui penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah disampaikan dalam setiap catur wulan.

f. Test ditinjau dari segi tujuan khusus dilaksanakannya. Test ini terdiri atas:
1. Achievement test atau test penguasaan, yaitu test yang bertujuan meneliti tingkat kemajuan yang dicapai peserta didik dalam suatu pelajaran.
2. Intelligence test atau test kecerdasan, yaitu test yang bertujuan  meneliti atau mengetahui tingkat kecerdasan peserta didik.
3. Test minat, yaitu test yang dilaksanakan dengan tujuan untuk meneliti kecenderungan atau minat peserta didik.
4. Test kepribadian, yaitu suatu test yag dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sifat pribadi peserta didik.

g. Test ditinjau dari segi strukturnya, terdiri atas:
1.  Essay test atau test menerangkan, yaitu suatu bentuk test yang meminta jawaban dengan jalan menerangkan sehingga memerlukan jawaban agak panjang.
2. Jenis test menjawab, yang terbagi atas: Short answer test, yaitu test menjawab pendek. Biasanya pertanyaan diakhiri dengan akhiran “kah”. Completion test, yaitu test melengkapi. Biasanya dibuat dengan kalimat yang tidak lengkap, hanya dengan titik-titik (…….).
3. Test pilihan, terdiri atas:
a. True False test, yaitu test yang terdiri atas pernyataan-pernyataan yang mengandung salah satu dari dua kemungkinan benar atau salah.
b. Multiple choice test atau test pilihan ganda. Peserta test dituntut untuk memilih salah satu dari pernyataan-pernyataan yang tersedia sebagai jawaban yang tepat
c. Matching test atau test menjodohkan. Peserta didik dituntut untuk menjodohkan pernyataan-pernyataan yang paling ada hubungannya secara logis dan tepat.
d. Rearrangment test atau test mengatur kembali. Test ini merupakan pernyataan yang tidak teratur dan peserta didik diharap menyusun dengan rapi dan benar.

2.   Observasi
Observasi sebagai salah satu alat evaluasi, menilai, mengadakan pengamatan secara langsung, teliti dan sistematis.[20] Dapat pula dibagi atas dua jenis:
a. Participant observation, penilai melibatkan diri di tengah-tengah peserta didik yang sedang diamati.
b. Non-participant observation, penilai berada di luar garis seorang-olah sebagai penonton saja. Hal di atas dapat dipahami bahwa observasi adalah salah satu cara menghimpun data yang dilakukan dengan pengamatan langsung.

3.  Interview
Interview sebagai salah satu bagian dari evaluasi, adalah suatu alat evaluasi pendidikan dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilaksanakan secara sistematis. Anas Sudijono mengemukakan ada dua jenis wawancara yang dapat dipergunakan sebagai alat evaluasi, yaitu:
a. Wawancara terpimpin
Materi wawancara ini sudah dipersiapkan secara matang, yaitu dengan berpegang pada panduan wawancara, yang butir-butir itemnya terdiri atas hal-hal yang dipandang perlu.
b. Wawancara tidak terpimpin
Pewawancara selaku evaluator mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada peserta didik tanpa dikendalikan oleh pedoman tertentu.

4. Anecdotal record 
Anecdotal recordadalah pencatatan mengenai seseorang dalam sesuatu atau banyak aspek. Pencatatan ini dibuat oleh evaluator baik berdasarkan pengamatannya sehari-hari maupun berdasarkan autobiografi peserta didik.

5. Checklist 
Checklist adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai sesuatu hal yang hendak dicek. Hal ini berguna bagi evaluasi, peserta memberikan tanda cek terhadap item-item yang diajukan.

6. Sociometri 
Sociometri merupakan suatu teknik untuk mengetahui hubungan-hubungan antara perserta didik dalam kelas atau kelompok-kelompok dalam kelas.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Cet. XIII; Jakarta: Bumi Aksara, 1997.
Buchari, M. Teknik-teknik Evaluasi dalam Pendidikan. Bandung: Jemmars, 1980.
Daradjat, Zakiah, et al. Ilmu Pendidikan Islam. Cet. III; Jakarta: Bumi Aksara, 1996.
Echolson, John M. dan Hassan Shadily. Kamus Inggris-Indonesia. Cet. XIII; Jakarta: PT Gramedia, 1996.
Mappanganro. Implementasi Pendidikan Islam di Sekolah. Ujungpandang: Yayasan Ahkam, 1996.  
Marimba, Ahmad D. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: PT Almaarif, 1989.
Munawwir, Ahmad Warson Kamus al-Munawwir Arab-Indonesia. Yogyakarta: Pesantren al-Munawwir, 1984.
Nuh, Abd bin dan Oemar Bakrie. Kamus Indonesia-Arab-Inggris. Cet. IV; Jakarta: Mutiara, 1974.
Sudijono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Cet. II; Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1998.
Tafsir, Ahmad. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Cet. IV; Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1999.
Zuhairini, et al. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Surabaya: Usaha Nasional, 1983.
Terimakasih telah membca artikel berjudul Pengertian Evaluasi dan Jenis-jenisnya

Kumpulan Makalah
Kumpulan Makalah Updated at: 9/27/2017

0 komentar Pengertian Evaluasi dan Jenis-jenisnya

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak