Skip to main content

Konsep Dasar Pasar Modal

Konsep Pasar Modal

A. Pengertian Pasar Modal

Tjipto Darmaji menjelaskan konsep pasar modal yaitu pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang dapat diperdagangkan baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri.
Sedangkan menurut Sri Susilo, Pasar Modal adalah pasar keuangan untuk dana jangka panjang dan merupakan pasar yang konkret.
Menurut Rudiger Dornbusch dan Stanley Fischer Capital pasar adalah pasar di mana uang, obligasi, saham, tempat tinggal dan berbagai bentuk kekayaan lainnya diperdagangkan. Ada berbagai jenis kekayaan, dan perdagangan jenis kekayaan ini terjadi setiap hari dengan jumlah yang sangat besar.
Dari beberapa pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa pasar modal adalah pasar untuk berbagai jenis instrumen keuangan jangka panjang yang dapat diperdagangkan, baik instrumen utang (obligasi), ekuitas (saham), mutual dana, instrumen derivatif dan instrumen lainnya. Pasar modal adalah sarana pendanaan untuk perusahaan maupun lembaga lain (misalnya pemerintah), dan merupakan kendaraan untuk kegiatan investasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi banyak kendaraan dan infrastruktur kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.

B. Instrumen Pasar Modal

Dalam melakukan transaksi di pasar umumnya ada barang dan jasa yang diperdagangkan. Demikian juga di pasar modal, barang yang diperdagangkan kita kenal dengan istilah instrumen pasar modal. Instrumen pasar modal yang diperdagangkan dalam bentuk surat berharga yang dapat diperdagangkan di rumah oleh pemiliknya, baik instrumen pasar modal adalah kepemilikan atau hutang. Kepemilikan instrumen pasar modal dimanifestasikan dalam bentuk saham, sedangkan utang dimanifestasikan dalam bentuk obligasi. Setiap jenis instrumen pasar modal dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Saham

Merupakan sekuritas yang merupakan kepemilikan. Ini berarti bahwa pemegang saham adalah pemilik perusahaan. Semakin besar stok yang dimilikinya, semakin besar kekuatan di perusahaan. Keuntungan yang diperoleh dari saham diketahui menggunakan dividen. Pembagian dividen ditentukan pada Rapat Umum Pemegang Saham.

2. Obligasi

Efek obligasi adalah instrumen utang untuk perusahaan yang ingin mendapatkan modal. Keuntungan menurut membeli obligasi diwujudkan dalam bentuk kupon. Tidak seperti menggunakan saham, non-obligasi memiliki hak manajemen dan aset perusahaan.
Ini berarti bahwa perusahaan yang menerbitkan obligasi hanya mengakui memiliki banyak hutang kepada pemegang obligasi seperti halnya obligasi yang mereka miliki. Oleh karena itu, dalam struktur modal terlihat di perusahaan yang terlihat di neraca, obligasi termasuk dalam modal asing atau hutang jangka panjang, hutang ini akan dilunasi jika jatuh tempo.
Obligasi adalah janji peminjam untuk membayar sejumlah uang tertentu (pokok) kepada pemberi pinjaman pada hari yang tetap (tanggal jatuh tempo yang lalu) dan membayar sejumlah uang dalam menciptakan bunga setiap tahun. Obligasi diterbitkan oleh berbagai jenis peminjam pemerintah, pemerintah daerah dan perusahaan swasta. Suku bunga yang ditawarkan oleh berbagai jenis peminjam tidak mencerminkan risiko yang berbeda dari kemungkinan gagal bayar. Kelalaian terjadi ketika non-peminjam dapat membayar pinjaman utama serta bunga tahunan. Perusahaan yang menerbitkan obligasi sering gagal memenuhi kewajibannya, dan selama depresi besar tahun 1930-an, sejumlah perusahaan dan pemerintah kota yang menerbitkan obligasi tidak dapat membayar kembali pinjaman yang mereka terima.

3. Pemain di Pasar Modal

Dalam melakukan transaksi jual beli baik saham dan obligasi di pasar modal, penjual dan pembeli diperlukan. Penjual dan pembeli di pasar modal disebut sebagai pemain dalam transaksi pasar modal. Para pemain terdiri dari pemain utama dan lembaga pendukung yang bertugas melayani kebutuhan dan kelancaran pemain utama di pasar modal adalah perusahaan yang akan menjual dan pembeli.

C. Institusi yang Terlibat di Pasar Modal

Lembaga-lembaga yang bergerak di pasar modal terdiri dari berbagai perusahaan, di mana antara satu lembaga dan forum lainnya saling membutuhkan, lembaga-lembaga yang mengatur prosedur kerja pasar modal ini dapat berjalan dengan baik. Badan ini disusun sesuai dengan forum pemerintah dan forum swasta, di mana layanan masing-masing forum memiliki peran masing-masing mulai berdasarkan perusahaan yang ingin go public.
Lembaga terkait yang menggunakan pasar modal terdiri dari forum pemerintah dan forum swasta.

1. Forum pemerintah

Ini adalah forum atau badan pemerintah yang ditugaskan dan diperbantukan untuk mendukung dan memfasilitasi proses perdagangan yang diinduksi di pasar modal, mulai dari perencanaan emisi hingga penjualan sekuritas. Instansi pemerintah berikut yang terkait dengan kegiatan di pasar modal adalah sebagai berikut.
a. Badan Pelaksana Pasar Modal (BAPEPAM)
b. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
c. Departemen teknis
d. Depkeh

2. Institusi swasta

a. Notaris
b. Konsultan aturan
c. Penilaian
d. Konsultan dampak

Referensi
Bambang Riyanto. (2010). Dasar-dasar Pengeluaran Perusahaan. Yogyakarta: BPFE
Munawir, S. (2010). Analisis laporan keuangan. Yogyakarta: Kebebasan
Kieso dan Weygant Alihbahasa Herman Wibowo. (1992). Prinsip Akuntansi. Edisi ke-6. New York: John Wiley and Sons, Inc
Tjipto Darmaji et al (2000), Pasar modal di Indonesia, Jakarta: Salemba Empat
Y. Sri Susilo, (2000), Bank dan Lembaga Keuangan, Jakarta: Salemba Empat
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar