Skip to main content

Mengenal Strategi Dakwah Nabi Muhammad Saw

Nabi Muhammad saw ketika memasuki usia 40 tahun, tepatnya malam 17 Ramadhan atau 6 Agustus 610 M, di zaman Muhammad. merenungkan di Gua Hira, Malaikat Jibril datang dengan wahyu dan mengundang Muhammad. untuk membacanya, yaitu Surah Al 'Alaq ayat 1-5. Ini adalah wahyu pertama yang diungkapkan oleh Allah SWT untuk Nabi Muhammad yang adalah penobatannya sebagai nabi dan utusan bagi seluruh umat manusia dan tugasnya untuk berdakwah. Kejadian ini diceritakan kepada istrinya, Khadijah dan pada saat yang sama Khadijah mempercayainya. Dia adalah orang yang memiliki iman dan masuk Islam. Penunjukan Muhammad SAW untuk menjadi seorang Nabi dikoreksi oleh seorang pendeta Kristen yang bernama Waraqah bin Naufal. Dua setengah tahun kemudian, Rosulullah SAW menerima wahyu kedua, yaitu Al-Muddassir ayat 1-7.

Strategi Dakwah Nabi Muhammad

Dengan diturunkannya wahyu, jelaslah tujuan dari dakwah yang harus dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam mengucapkan risalahnya. Misinya adalah antara meminta orang untuk menyembah Tuhan Yang Mahakuasa, yang tidak memiliki anak dan tidak ditindaklanjuti dan tidak ada pasangan untuk-Nya. Berikut ini adalah awal dari perintah untuk menyiarkan agama Tuhan kepada seluruh umat manusia.


Baca Juga : Faktor Keberhasilan Dakwah Nabi Muhammad SAW

Dakwah Nabi Muhammad SAW memiliki dua karakter yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada di masyarakat Mekah. Simbol yang ia laksanakan termasuk secara diam-diam dan terbuka.

a. Dakwah Nabi Muhammad secara rahasia

Setelah menerima wahyu kedua yang menyatakan tugasnya, ia mulai berdakwah secara rahasia dan memanggil keluarga terdekatnya. Ada yang tinggal di lokasi yang sama dan teman terdekat. Satu demi satu, mereka diberi pemahaman sehingga mereka akan meninggalkan penyembahan berhala dan hanya menyembah Tuhan Yang Mahakuasa. Berikut adalah nama-nama orang percaya sebelumnya untuk Rosulullah SAW:
  1. Siti Khadijah (Istri Rosulullah SAW)
  2. Ali bin Abi Thalib (masih yang termuda) putra paman Rosulullah SAW, Abu Thalib
  3. Zaid bin Harisah, budak Nabi Muhammad yang kemudian menjadi anak angkat
  4. Abu Bakar Siddik (Sahabat Rosulullah SAW)
Melalui Abu Bakar, tidak sedikit orang memeluk Islam, antara Usman bin Affan yang berbeda, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqqas, Abdurrahman bin Auf, Talhah bin Ubaidillah, dan lainnya. Mereka diberi gelar As Sabiqunal Awwalun, yaitu mereka yang pertama atau pertama masuk Islam. Mereka mendapat pelatihan Islam dari Rosulullah SAW langsung di tempat tersembunyi di rumah Arqam bin Abil Arqam di kota Mekah.

b. Dakwah Nabi Muhammad secara terbuka

Nabi Muhammad SAW melakukan da'watul afrad, yaitu, rekomendasi untuk memeluk Islam secara diam-diam atau diam-diam dari satu lokasi ke lokasi lain selama sekitar tiga tahun. Kemudian surat dari Al Hijr ayat 94 turun yang mengatakan kepada Nabi untuk memanggil atau menyiarkan agama Islam secara terbuka atau tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sejak itu, Nabi Muhammad memanggil umatnya secara umum di tempat-tempat terbuka sehingga orang hanya akan menyembah Allah, Allah SWT dan tidak bergaul dengan rekan-rekannya. Seruan yang bersifat umum ini telah terbukti:
  1. Kerabatnya
  2. Penduduk Mekah dalam berbagai lapisan kehidupan, baik bangsawan, jurnalis, dan budak, tidak terkecuali dari kaum Quraish.
  3. Suku-suku Arab dari berbagai daerah yang datang ke Mekah untuk berziarah.
Pada awalnya mereka melihat pesan Nabi Muhammad sebagai:
  1. Gerakan yang tidak memiliki dasar dan tujuan
  2. Gerakan itu tidak akan bertahan lama
  3. Gerakan yang tidak perlu diabaikan
  4. Gerakan yang dipimpin oleh Muhammad SAW dan dia dianggap gila lagi.
Namun, dengan kepercayaan dan bimbingan serta bimbingan Allah SWT, gerakan dakwah Nabi Muhammad SAW semakin meluas dan pengikutnya semakin banyak. panggilan Nabi Muhammad SAW bahkan lebih tegas, keras, dan berani, bahkan mengklarifikasi bahwa penyembahan mereka adalah kesalahan dan paling menyesatkan.

Keberhasilan Strategi Dakwah Nabi Muhammad

Faktor keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw tidak terlepas dari contoh terbaik yang diperlihatkan dalam memobilisasi dan mengelola dakwah. Keberhasilannya dalam mengirim orang ke agama Tuhan itu spektakuler. Bagaimana tidak, hanya dalam kurun waktu 23 tahun ia berhasil mengundang semua bangsa Arab dalam pelukan Islam, yang dampaknya secara alami dari generasi ke generasi Islam telah menyebar ke seluruh jagat raya. Jumlah populasi Muslim dunia, yang kini mencapai tidak lebih dari 1,5 miliar tidak dapat dipisahkan dari kiprahnya sekitar 23 tahun. Diskusi seputar keberhasilan dakwah, tidak ada referensi yang sangat tepat kecuali merujuk pada warisan sunnah yang telah ditinggalkan oleh orang yang paling mulia yaitu Muhammad.
Beberapa komentator memberikan penjelasan, yang dimaksud dengan 'ala basyiroh dalam ayat di atas adalah' ala sunnah atau ala ilmin, artinya dakawah untuk Allah harus didasarkan pada sunnah para rasul-Nya. Perintah ini sangat logis, karena telah dibuktikan dalam salinan historis Muhammad sebagai rasul terakhir benar-benar sukses besar dalam menjadikan Islam rahmatan lil alamin. Dan tidak berlebihan jika kemudian seorang peneliti barat Michael Hurt, menanam Muhammad Saw di tempat pertama dari 100 tokoh dunia yang sangat berpengaruh.

Keberhasilan dakwah Nabi Muhammad SAW yang sangat menonjol selama dakwah Sirriyah, dapat diringkas menjadi tiga strategi yaitu:

1. Strategi Rekrutmen

Dari sekian banyak orang Quraisy, banyak yang menjadi sasaran satu rasul saat ini termasuk di antara para wanita dari istrinya Khadijah, dari kalangan pemuda Ali bin Abi Thalib, dan di antara para pemimpin dan tokoh masyarakat adalah Abu Bakar As- shidiq. Menurut penjelasan seorang sejarawan yang memiliki nama Ibn Ishak, konversi Islam ke Abu Bakar segera setelah berhasil digantikan oleh para pemimpin Quraish ke dalam garis propaganda Rasulullah, antara berbeda; Uthman bin Affan, Abdurrahman bin Awf, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqas dan Talha ibn Ubaidillah. Keenam sahabat ini yang memiliki peran mendesak dalam menyusun awabiun generasi awwalun, yaitu generasi pertama Islam.

2. Strategi Pemberdayaan Perempuan

Dalam konteks ini, poin utama adalah peran Khadijah yang berhasil mendidik putri-putri Nabi, mendukung dakwahnya. Peran kedua dilakukan oleh Asma binti Abu Bakar, yang menjadi pahlawan dalam perjalanan hijrahnya ke Madinah. Dari dua perempuan itu, perlahan-lahan iilah perempuan-perempuan terkemuka Quraisy, masuk Islam termasuk bibi Rasulullah dari jalan ayahnya.

3. Strategi Pembinaan Aqidah

Pembentukan aqidah di awal risalah difokuskan pada lokasi seorang teman yang memiliki nama Arqam bin Abil Arqam, di pinggiran kota Mekah. Ini adalah lokasi kesadaran dan menggembleng sejumlah teman utama Nabi. Itu di lokasi ini di mana Umar bin Khattab juga seorang Muslim dari Nabi. Itu di kediaman ini di mana teman Mus'ab bin Umair dididik oleh Nabi, yang kemudian mengandalkan teman ini untuk membuka dakwah di kota Yastrib. 
Baca Juga : Sejarah Nabi Muhammad Sebelum Kerasulan dan Sesudahnya
Kemudian dalam fase dakwah jahriyyah, poin-poin penting yang mendorong kesuksesan dakwah Nabi Muhammad yaitu:

4. Dakwah Nabi Muhammad SAW melalui kerabat

Media untuk pertemuan keluarga digunakan sebagai sarana bagi Rasulullah untuk memerintahkan kerabatnya yang termasuk dalam ruang belajar pemimpin di mata orang Quraish. Selama masa ini, berhasil merekrut dua paman rasul yang menjadi pembela dakwahnya, pertama kepada Abu Thalib, meskipun ia tidak mau menerima doktrin Islam, tetapi ini adalah pintu utama kurir dalam menghadapi intimidasi para rasul. Orang Quraish Kedua, Hamzah bin Abdul Mutholib, selain menerima doktrin Islam, ia adalah tetangga kedua rasul dalam menghadapi intimidasi dari Abu Jahl dan Abu Lahab. Sosok Hamzah bin Abdul Mutholib dalam hal keparajuritan di mata orang-orang Quraisy, jelas memperkuat posisi para rasul misionaris di Mekah pada waktu itu.

5. Dakwah Nabi Muhammad melalui media publik

Media publik yang bisa digunakan untuk berdakwah tidak luput dari perhatian Nabi dalam membangun pesan pesan tersebut. Pada saat ini, yang perlu digarisbawahi adalah penggunaan momentum ziarah oleh Rasulullah untuk berdakwah, sehingga ia berhasil bergabung dengan barisan dakwah ia 12 orang dari suku Aus dan Khazraj dari Madinah selama ziarah. musim. Pada musim haji berikutnya, 12 orang ini membawa 70 orang dari Madinah yang ingin masuk Islam dan dengan setia membela para rasul dalam perjuangan dakwah mereka. Peristiwa-peristiwa berikut dikenal dalam sejarah sebagai persatuan Ba'aitul aqobah dan Ba'aitul aqabah kedua.

6. Dakwah Nabi Muhammad melalui surat

Nabi Muhammad dalam dakwahnya mengirim surat kepada raja, untuk diberitahu percaya pada Allah. Di antara mereka yang berhasil memeluk Islam adalah raja Najasi di Habasyah (Ethiopia - Afrika), yang dalam perjalanan misi Islam Raja Najasyi tidak memberikan kontribusi kecil. Aktivitas tertulis ini kemudian dikembangkan oleh semua teman-temannya dan semua tabin 'untuk menyebarkan pesan Islam ke seluruh penjuru dunia. Bahkan di antara teman dan teman, hampir semua sarjana meninggalkan karya yang dapat dibaca dan diteruskan ke generasi berikutnya. Itulah sejumlah poin mendesak yang dapat disajikan dalam artikel singkat ini, tentunya kita tidak boleh mengupas semua strategi dakwah Nabi tentang kesempatan ini, karena keterbatasan waktu dan peluang. Tetapi yang sangat penting adalah bagaimana kita dapat meniru strategi propagandanya, di era era informasi, untuk terus mempromosikan propaganda Islam di bumi ini.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar