--> Skip to main content

KDRT Dalam Pandangan Islam

Membangun keluarga yang harmonis merupakan impian setiap orang. Keluarga merupakan lingkungan pertama seseorang bersosialisasi dengan orang lain. Dengan demikian, KDRT atau kerekerasan dalam rumah tangga harus dihindari oleh suami maupun istri dan anggota keluarga lainnya demi ketentraman dan kedamaian hidup berkeluarga.

Apa Itu KDRT?

KDRT yang merupakan singkatan dari Kekerasan dalam rumah tangga adalah tindakan yang besifat negatif atau buruk baik secara fisik maupun psikis yang dilakukan oleh anggota keluarga seperti ayah, ibu, anak dan lainnya sehingga keharmonisan dalam rumah tangga menjadi hilang. 

KDRT adalah perbuatan kepada seseorang yang umumnya perempuan dan anak-anak yang menimbulkan penderitaan fisik, psikologi, seksual, pemaksaan dan lain sebagainya yang dilakukan dalam rumah tangga.

Korban KDRT secara umum adalah para istri yang dilakukan oleh suami mereka meskipun sebaliknya terdapat suami yang menjadi korban kekerasan dari istrinya, akan tetapi kejadian tersebut tidak umum terjadi.

Baik pelaku maupun korban KDRT adalah orang yang memiliki hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, perwalian dengan suami, dan anak bahkan pembatu yang berada pada satu lokasi yang sama yaitu dalam satu rumah. Meskipun banyak kejadian KDRT pada masyarakat, akan tetapi hanya sedikit yang muncul ke permukaan dan menjadi pembahasan publik. Hal tersebut terjadi karena anggota keluarga biasanya menutupi dengan dalih, agama, budaya, dan harga diri keluarga sehingga penegakan hukum terkait KDRT belum bisa dilakukan secara maksimal.

Bentuk-Bentuk KDRT

Pada dasarnya, terdapat banyak bentuk KDRT yang terdapat pada masyarakat dan tidak hanya sebatas sentuhan fisik saja. Adapun bentuk-bentuk KDRT yang sering terjadi dalam rumah tangga, yaitu:

a. Kekerasan Fisik

Kekerasan fisik ialah suatu tindakan kekerasan seperti memukul, menendang, dan lain-lain yang menyebabkan luka, rasa sakit, atau cacat pada tubuh seseorang bahkan sampai ada yang menyebabkan kematian.

b. Tekanan Psikis

Tekanan psikis ialah suatu tindakan penganiayaan secara verbal atau kata-akat seperti menghina, berbicara kasar dan kotor yang menyebabkan penurunan rasa percaya diri pada seseorang, timbulnya rasa takut, yang menyebabkan hilangnya keterampilan untuk berbuat. tekanan psikis jika dilakukan setiap saat akan menyebabkan anggota keluarga seperti istri akan merasa bergantung pada suami meskipun selalu menderita. Selain itu, tekanan psikis dalam rumah tangga akan menimbulkan perasaan dendam diantara anggota keluarga. 

c. Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual merupakan tindakan seksual yang dilakukan secara paksa baik oleh suami kepada istrinya maupun sebaliknya yang mengakibatkan terciptanya ketidakpuasan bahkan terjadi perasaan sakit oleh istri maupun suami.

d. Tekanan Ekonomi

Tekanan ekonomi adalah tindakan yang dilakukan oleh suami kepada istrinya atau bahkan sebaliknya dengan membatasi istri atau suaminya bekerja di luar tempat tinggal atau daerah tertentu.

Selain itu, tekanan ekonomi juga dalam bentuk pembatasan uang belanja kepada istrinya sehingga kebutuhan hidup sehari-hari tidak cukup. Suami melarang membeli barang yang dibutuhkan oleh istri padahal hal tersebut merupakan kebutuhan mendesak dan lain sebagainya.

KDRT Dalam Pandangan Islam

Konsep rumah tangga dalam islam sudah jelas diatur sesuai dengan konsep kemanusiaan seperti seorang suami berperan untuk mendidik istri dan anak-anaknya agar senantiasa taat kepada Allah swt. Hal tersebut berdasarkan firman Allah dalam Surah At-Tahrim ayat 6. Ayat tersebut menjelaskan bahwa sebagai orang yang beriman hendaklah menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Hal tersebut dilakukan dengan mengajarkan perilaku yang berkesesuaian dengan ajaran islam.

Dalam pandangan islam, memukul anak adalah sesuatu yang boleh dilakukan tentu dengan cara yang baik dan pantas jika seorang anak tidak melaksanakan salat sebagai ibadah yang sangat pundamental dalam islam. Dalam hal tersebut, islam melihat bukan suatu perbuatan yang temasuk KDRT selama dilakukan dengan batas kewajaran dan tidak menimbulkan mudarat yang lebih besar. Namun Demikian, seorang istri juga memiliki hak yang harus diberikan oleh suami dalam berumah tangga seperti nafkah, kasih sayang, perlakuan yang baik dan lain sebagainya.

Kehidupan rumah tangga dalam pandangan islam mengarah kepada mencari ridha Allah swt. Sehingga dalam membangun rumah tangga harus saling melengkapi untuk mencapai keharmonisan menggapai derajat takwa.

KDRT dalam pandangan islam merupakan tindakan kekerasan kepada perempuan dan pelakunya harus diberikan sanksi yang sesuai, demikian juga sebaliknya jika tindakan kekerasan dilakukan oleh seorang perempuan kepada suaminya.

Berikut merupakan bentuk-bentuk KDRT dalam pandangan islam, yaitu:
  1. Qadzaf, yaitu melempar tuduhan. Sebagai contoh, menuduh wanita baik-baik  berzina tanpa bukti yang dapat diterima oleh syariat Islam. Sanksi hukumnya ialah 80 kali cambukan.
  2. Membunuh, yaitu menghilangkan nyawa seseorang. Dalam urusan ini sanksi untuk pelakunya ialah qishos atau hukuman mati.
  3. Mensodomi, yaitu menggauli perempuan pada duburnya. Haram hukumnya sampai-sampai pelaku mesti dikenai sanksi.
  4. Penyerangan terhadap anggota tubuh. Sanksi hukumnya ialah kewajiban menunaikan diyat atau denda 100 ekor unta, tergantung organ tubuh yang disakiti. 
  5. Perbuatan cabul seperti berusaha melakukan zina dengan wanita meskipun belum melakukannya.
  6. Penghinaa, yaitu jika terdapat dua orang saling menghina sementara keduanya tidak mempunyai bukti mengenai faktanya, maka dua-duanya akan dikenakan sanksi penjara hingga 4 tahun.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar