Skip to main content

Metode Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Metode Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus






A. Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus


Anak berkebutuhan khusus didefinisikan sebagai anak yang memerlukan pendidikan dan layanan khusus untuk mengembangkan potensi kemanusiaan mereka secara sempurna. Penyebutan sebagai anak berkebutuhan khusus, dikarenakn  dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, anak ini membutuhkan bantuan layanan pendidikan, layanan sosial, layanan bimbingan dan konseling, dan berbagai jenis layanan lainnya yang bersifat khusus.

Dalam percakapan sehari hari, anak berkebutuhan khusus dijuluki sebagai“orang luar biasa“, dikarenakan  mereka memiliki kelebihan yang luar biasa, misalnya orang yang terkenal memiliki kemampuan intelektual  yang luar biasa, memiliki kreatifitas yang tinggi dalam melahirkan suatu temuan-temuan yang luar biasa dibidang iptek,religius, dan di bidang-bidang kehidupan lainnya.

Dalam dunia pendidikan, kata luar biasa juga merupakan julukan atau sebutan bagi mereka yang memiliki kekurangan atau mengalami berbagai kelainan dan penyimpangan yang tidak di alami oleh orang normal pada umumnya. Kelainan atau kekurangan itu dapat berupa kelainan dalam segi fisik, psikis, sosisal, dan moral.

Pengertian “luar biasa“ dalam dunia pendidikan mempunyai ruang lingkup pengertian yang lebih luas daripada pengertian “berkelainan atau cacat“ dalam percakapan sehari hari. dalam dunia pendidikan istilah luar biasa mengandung arti ganda, yaitu mereka yang menyimpang ke atas karena mereka memiliki kemampuan yang luar biasa dibanding dengan orang normal pada mereka yang mnyimpangumumnya dan mereka yang mnyimpang ke bawah, yaitu mereka yang menderita kelainan atau ketunaan dan kekurangan yang tidak di derita oleh orang normal pada umumnya. Contoh orang yang menyimpang ke atas dari segi kemampuan intelektual ( otak ), misalnya professor B.J Habibie, karena dia memiliki inteligensi di atas orang normal dan kemampuan intelektual dibidang “aerodinamika“ yang berkelas dunia sehingga beliau di juluki sebagai orang yang jenius di bidangnya, sedangkan contoh orang yang menyimpang ke bawah ialah orang yang lambat dan sulit dalam belajar.

B. Jenis-Jenis Anak Berkebutuhan Khusus


Dalam dunia pendidikan, anak berkebutuhan khusus di klasifikasikan atas beberapa kelompok sesuai dengan jenis kelainan anak. Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis-jenis anak berkebutuhan khusus, sebagai berikut:

1.  Anak Tuna Netra


Adalah anak yang mempunyai kekurangan secara indrawi, yakni indra penglihatan. Meskipun indra penglihatannya bermasalah, intelegensi yang mereka miliki masih dalam taraf normal. Hal-hal yang berhubungan dengan mata diganti dengan indra lain sebagai kompensasinya.

2. Anak Tuna Rungu


Adalah anak yang mempunyai  kelainan pada pendengarannya. Mereka mengalami kesulitan dalam berinteraksi dan bersosialisasi terhadap orang lain terhadap lingkungan termasuk pendidikan dan pengajaran. Anak tuna rungu dibagi menjadi 2 yaitu, tuli (the deaf), dan kurang dengar (hard of hearing).

3. Anak Tuna Daksa


Adalah anak yang mempunyai kelainan pada tubuhnya yakni kelumpuhan. Anak yang mengalami kelumpuhan ini disebabkan karena polio dan gangguan pada syaraf motoriknya.

4. Anak Tuna Wicara


Adalah anak yang mengalami kelainan pada proses berbicara atau berbahasa. Anak yang seperti ini mengalami kesulitan dalam berbahasa atau berbicara sehingga tidak dapat dimengerti oleh orang lain.

5. Kelainan Emosi


Adalah anak yang mengalami gangguan pada tingkat emosinya. Hal ini berhubungan dengan masalah psikologisnya. Anak yang mengalami kelainan emosi ini dibagi menjadi 2 macam yaitu:

a. Gangguan Prilaku

ciri-cirinya yaitu:
1)   Suka mengganggu di kelas
2)   Tidak sabaran, terlalu cepat beraksi
3)   Tidak menghargai orang lain
4)   Suka menentang
5)   Suka menyalahkan orang lain
6)   Sering melamun.

b.  Gangguan Konsentrasi

Gejala-gejalanya terjadi paling sedikit selama 6 bulan. 
Gejala-gejala tersebut diantaranya yaitu:
1)   Tidak mendengarkan orang lain berbicara
2)   Sering gagal dalam memperhatikan objek tertentu
3)   Sering tidak melaksanakan perintah dar orang lain.

c. Anak Hiperaktif 

Gejala-gejalanya yaitu:
1)   Tidak bisa diam
2)   Ketidakmampuan untuk member perhatian yang cukup lama
3)   Hiperaktivitas
4)   Canggung

6.   Keterbelakangan Mental


Adalah anak yang memiliki mental yang sangat rendah, selalu membutuhkan bantuan orang lain karena tidak mampu mengurus dirinya sendiri, kecerdasannya terbatas, apatis, serta perhatiannya labil. 

Berdasarkan intelegensinya, anak yang terbelakang mentalnya  terbagi menjadi beberapa bagian yaitu:

a. Idiot


Idiot yaitu anak yang paling rendah taraf intelegensinya (IQ 20), perkembangan jiwanya tidak akan bertambah melebihi usia 3 tahun, meskipun pada dasarnya usianya sudah remaja atau dewasa.

b. Imbesil 


Imbesil yaitu anak yang mempunyai (IQ 20-50), perkembangan jiwanya dapat mencapai usia 7 tahun, bisa diajari untuk memelihara diri sendirivdalam kebutuhan yang paling sederhana.

c. Debil atau mo ron


Debil atau mo ron yaitu anak yang mempunyai (IQ 50-70), keterbelakangan Debil tidak separah dua jenis diatas. Perkembangan jiwanya dapat mencapai hingga 10 ½ tahun. Orang Debil ini dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.

7. Psikoneurosis


Anak yang mengalami psikoneurosis pada dasarnya adalah anak yang normal. Mereka hanya mengalami ketegangan pribadi yang terus menerus, selain itu mereka tidak bisa mengatasi masalahnya sendiri sehingga ketegangan tersebut tidak kunjung reda. Psikoneurosis ini dibagi menjadi 3 yaitu:

a. Psikoneurosis 


Psikoneurosis Adalah anak yang mempunyai rasa khawatir yang berlebihan dan tidak beralasan.

b. Histeris


Histeris adalah anak yang secara tidak sadar melumpuhkan salah satu anggota tubuhnya, sesunguhnya secara organis tidak mengalami kelainan.

c. Psikoneurosis obsesif


Psikoneurosis obsesif adalah anak yang memiliki pikiran-pikiran dan dorongan-dorongan tertentu yang terus menerus.

8. Psikosis


Psikosis disebut juga dengan kelainan kepribadian yang besar karena seluruh kepribadian orang yang bersangkutan terkena dan orang tersebut tidak dapat hidup dengan normal.

9. Psikopathi


Adalah kelainan tingkah laku, maksudnya penderita psikopathi ini tidak dapat memperdulikan norma-norma sosial. Mereka selalu berbuat semaunya sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan orang lain, hingga sering sekali merugikan orang lain. Dan penderita psikopathi ini tidak menyadari adanya kelainan pada dirinya.

C.  Sebab-Sebab Anak Berkebutuhan Khusus


Ada tiga faktor yang menyebabkan anak berkebutuhan khusus yaitu:

1. Peristiwa Pra Natal (dalam kandungan)


Berbagai macam penyakit yang dapat menyebabkan kelainan pada janin saat ibu hamil diantaranya adalah:
a.  Keracunan darah (Toxaenia) pada ibu-ibu yang sedang hamil dapat menyebabkan janin tidak memperoleh oksigen secara maksimal, sehingga mempengaruhi syaraf-syaraf otak yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem syaraf dan ketunaan pada bayi.
b. Infeksi karena penyakit kotor (penyakit kelamin / spilis yang diderita ayah atau ibu), toxoplasmosis (dari virus binatang seperti bulu kucing), trachma dan tumor. Tumor dapat terjadi pada otak yang berhubungan pada indera penglihatan akibatnya kerusakan pada bola mata dan pendengaran akibatnya kerusakan dalam selaput gendang telinga.
c. Kekurangan vitamin atau kelebihan zat besi sehingga ibu keracunan yang mengakibatkan kelainan pada janin yang menyebabkan gangguan pada mata. Juga kerusakan pada otak sehingga menyebabkan terganggu fungsi berfikirnya atau verbal komunikasi, kerusakan pada organ telinga sehingga hilangnya fungsi pendengaran.

2. Natal (saat kelahiran)


Pada saat terjadinya kelahiran yang mungkin hanya memakan waktu yang cukup singkat akan tetapi jika penanganan yang tidak tepat akan mengancam perkembangan bayinya. Diantara nya adalah:
1)   Lahir prematur
2)   Kelahiran yang dipaksa dengan menggunakan vacum
3)   Proses kelahiran bayi sungsang.
3.   Post Natal (setelah kelahiran)

Berbagai peristiwa yang dialami dalamkehidupannya seringkali dapat mengakibatkan seseorang kehilangan salah satu fungsi organ tubuh atau fungsi otot dan syaraf. Bahkan dapat pula kehilangan organ itu sendiri. Penyebab ketunaan yang terjadi setelah kelahiran diantaranya:
1)      Terjadi insident
2)      Kekurangan vitamin atau gizi
3)      Penyakit panas tinggi dan kejang-kejang.

D.    Metode Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus


Tidak dapat dipungkiri, pengasuhan anak berkebutuhan khusus (ABK) memerlukan tambahan energi, pemikiran, serta biaya yang lebih tinggi dibanding mengasuh anak-anak pada umumnya. berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah dalam menangani anak berkebutuhan khusus di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Penguatan kondisi mental 


orang tua Strategi ini membutuhkan peran aktif orang tua dalam melakukan pengasuhan anak berkebutuhan khusus. Beberapa strategi yang dibutuhkan oleh orang tua anak berkebutuhan khusus diantaranya perlumen yediakan waktu untuk dirinya sendiri, beker jasama dalam pengasuhan dengan pasangan, dan aktif dalam mencari informasi mengena ianak berkebutuhan khusus. Orang tua perlu menyediakan waktu untuk dirinya sendiri, sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri yang sudah menyediakan waktu ekstra dan tenaga sehari-har iuntuk mengasuh anak berkebutuhan khusus.

2. Dukungansoaial yang memadai


Dukungan social memegang peranan luar biasa bagi keberlangsungan pengasuhan anak  berkebutuhan khusus. Dukungan social dapat berupa dorongan moral, yang menguatkan dari masyarakat sekitar maupun keluarga terdekat. Melalui dukungan sosial, diharapkan orang tuaa nak berkebutuhan khusus dapat berbagi pengalaman tentang pola asuh anak berkebutuhan khusus.Hal ini belum banyak terlihat di lingkungan masyarakat kita, mengingat masih kuatnya kepercayaan bahwa memiliki anak berkebutuhan khusus merupakan “karma” dari Tuhan.Sehingga, kecenderungan yang ada keluarga dengan anak berkebutuhan khusus cenderung “dikucilkan” masyarakat. Untuk menghapus kecenderungan ini, perlu peran pemerintah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat umum tentang anak berkebutuhan khusus. Edukasi ini dapat disampaikan melalui jalur media atau pos-pos pelayanan masyarakat untuk menyentuh masyarakat di area pinggiran atau pedesaan.

3.  Peran aktif pemerintah


Peran aktif pemerintah dalam menyediakan pelayanan kesehatan dan konsultasi yang dapat dijangkau masyarakat. Hal ini merupakan faktor yang sangat vital bagi masyarakat umum, terutama bagi mereka yang berada pada kelas social menengah ke bawah. Tidak dapatdi pungkiri, pelayanan konsultasi dan kesehatan masih merupakan sesuatu hal yang mahal. 

Dengan menyediakan konsultasi anak berkebutuhan khusus yang mudah dijangkau masyarakat, diharapkan anak berkebutuhan khusus mendapat pelayanan konsultasi yang mudah dan murah. Pemerintah pun, harus menyediakan fasilitas penanganan anak berkrbutuhan khusus secara terpadu. Saat ini, pemerintah sudah memberikan perhatian kepada anak berkebutuhan khusus melalui pembentukan Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa (PSLB) di bawah koordinasi Departemen Pendidikandan Kebudayaan.

E. Cara mengajar anak berkebutuhan khusus


Cara Praktis dalam pengajaran Anak Berkebutuhan Khusus memuat informasi yang menunjang metode pengajaran guru.Untukituguru harus mengikuti pelatihan pendidikan inklusif yang praktis dan komprehensif agar dapat memahami dan menerapkan lebih baik strategi-strategi yang digunakan dalam pendidikan inklusif. 

Adapun cara mengajar anak berkebutuhan khusus adalah sebagai berikut:
1.   Bersikap baik dan positif
2.   Gunakan seting kelas yang sesuai
3.   Bicaralah dengan jelas dengan posisi wajah menghadap siswa
4.   Menfaatkan semua metode komunikasi
5.   Gunakan strategi pengajaran yang efisien
6.   Utamakan dukungan teman sebaya
7.   Manfaatkan materi pengajaran yang ada sebaik mungkin
8.   Beri penjelasan pada semua anak mengenai diabilitas
9.   Buatlah kelas anda seaksesibel mungkin dan 
10. Berbagilah pengalaman. 

Kesemua prinsip pengajaran tersebut juga dapat diterapkan pada kelas regular.


DAFTAR PUSTAKA

Sarlito, Wirawan Sarwono, 2010, Pengantar Psikologi Umum, Jakarta: Rajawali Pers.
Dariyo, Agoes, 2007,  Psikologi Perkembangan anak 3 tahun pertama, bandung: Revika Aditama.
An, Mahfud, TT, Petunjuk Mengatasi Stres, Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Ahmadi, Abu, 2008, Psikologi Belajar, jakarta: Rineka Cipta.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar