Home » » Pengertian, Tujuan dan Prinsip-prinsip Ekonomi Islam

Pengertian, Tujuan dan Prinsip-prinsip Ekonomi Islam

Pengertian, Tujuan dan Prinsip-prinsip Ekonomi Islam

A. Pengertian Ekonomi Islam

Ekonomi Islam merupakan ilmu yang memeriksa Kegiatan ekonomi insan yang perilakunya diatur menurut anggaran agama Islam & didasari menggunakan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iman dan rukun Islam. Bekerja adalah suatu kewajiban karena Allah swt memerintahkannya, sebagaimana firman-Nya pada QS. At Taubah: 105, "Dan katakanlah, bekerjalah engkau , lantaran Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaan itu". Kerja membawa pada kemampuan, sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW: "Barang siapa diwaktu harinya keletihan lantaran bekerja, maka pada waktu itu dia menerima ampunan". (HR. Thabrani & Baihaqi).

Berikut ini Pengertian Ekonomi Islam dari Para Ahli :
S.M. Hasanuzzaman, “ilmu ekonomi Islam adalah pengetahuan & aplikasi ajaran-ajaran dan aturan-aturan syariah yg mencegah ketidakadilan dalam pencarian & pengeluaran sumber-asal daya, guna memberikan kepuasan bagi insan dan memungkinkan mereka melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah & warga .”

M.A. Mannan, “ilmu ekonomi Islam merupakan suatu ilmu pengetahuan social yg mengusut permasalahan ekonomi berdasarkan orang-orang mempunyai nilai-nilai Islam.”

Khursid Ahmad, ilmu ekonomi Islam merupakan “suatu upaya sistematis buat mencoba tahu perseteruan ekonomi & perilaku manusia pada hubungannya dengan konflik tersebut menurut sudut pandang Islam.”

M.N. Siddiqi, ilmu ekonomi Islam merupakan respon “para pemikir muslim terhadap tantangan-tantangan ekonomi zaman mereka. Dalam upaya ini mereka dibantu oleh Al Qur’an & As Sunnah juga akal & pengalaman.”

M. Akram Khan, “ilmu ekonomi Islam bertujuan mempelajari kesejahteraan insan (falah) yg dicapai dengan mengorganisir sumber-sumber daya bumi atas dasar kerjasama dan partisipasi.”

Louis Cantori, “ilmu ekonomi Islam nir lain adalah upaya buat merumuskan ilmu ekonomi yang berorientasi insan dan berorientasi masyarakat yang menolak ekses individualisme pada ilmu ekonomi klasik.”

B. Tujuan Ekonomi Islam

Adapun Tujuan ekonomi Islam diataranya:

1. Mewujudkan kesejahteraan manusia
Terpenuhinya kebutuhan utama manusia pada pandangan Islam sama pentingnya dengan kesejahteraan insan sebagai upaya peningkatan spiritual. Oleh sebab itu, konsep kesejahteraan pada Islam bukan hanya berorientasi dalam terpenuhinya kebutuhan material-duniawi, melainkan pula berorientasi dalam terpenuhinya kesejahteraan spiritual-ukhrowi. Bagian yg sebagai hak setiap insan menggunakan penuh kesadaran harus diberikan kepadanya. Dalam hal ini, yang di tuntut ekonomi Islam merupakan ekuilibrium dan porsi yang tepat bukan persamaan.

Oleh karena itu, konsep kesejahteraan dalam Islam yg pada atas dikatakan menjadi upaya buat menselaraskan kepentingan dunia & akhirat adalah karakteristik utama tujuan ekonomi Islam yang sekaligus di sisi lain membedakan konsep kesejahteraan ekonomi Islam menggunakan sistem ekonomi lain misalnya kapitalisme yg berorientasi pada materialisme individual & sosialisme yang berorientasi pada materialisme kolektif.

2. Mewujudkan sistem distribusi kekayaan yang adil
Dalam pandangan Islam merupakan sesuatu yg telah sebagai ketentuan bahwa setiap insan mempunyai kemampuan & kecakapan yang berbeda-beda. Namun demikian disparitas tadi tidaklah dibenarkan menjadi sebuah alat buat mengekspliotasi gerombolan  lain. Dalam hal ini kehadiran ekonomi Islam bertujuan membangun prosedur distribusi kekayaan yang adil ditengah-tengah kehidupan warga . Oleh karenanya, Islam sangat melarang praktek penimbunan (ikhtikar) dan monopoli asal daya alam pada sekolompok rakyat.

3. Menciptakan ekuilibrium ekonomi pada rakyat
Keseimbangan ekonomi hanya akan bisa terwujud manakala kekayaan tidak berputar pada sekelompok rakyat. Oleh karenanya, pada rangka menciptakan ekuilibrium ekonomi, Islam memerintahkan peredaran kekayaan haruslah merata nir boleh hanya berputar pada sekelompok mini   warga  saja. Kondisi demikian dijelaskan dalam al-Qur’an S. Al-Hasyr: 7 yang berbunyi :
Artinya :”agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang kaya saja di antara engkau ”

4. Larangan Penimbunan Harta
Sistem ekonomi Islam, melarang individu mengumpulkan harta secara hiperbola. Sebab, menggunakan adanya pengumpulan harta secara berlebihan membuahkan pada mandegnya roda perekonomian. Oleh karena itu, penimbunan merupakan prilaku yg dihentikan pada ajaran Islam. Hal ini ditegaskan sang Allah SWT dalam al-Qur’an S. At-Taubah: 34 yg berbunyi :

Artinya : “Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak & nir menafkahkannya dalam jalan Allah, beritakanlah pada mereka bahwa mereka akan mendapat siksaan yg pedih”. (QS. At-Taubah : 34)

5. Mendorong tercapainya kesejahteraan & keberhasilan di dunia dan akhirat
Hal ini sebagaimana diungkapkan sang Amin Akhtar yg menyatakan tujuan ekonomi Islam hanya bisa dipahami dalam konteks pandangan hidup Islam secara holistik. Oleh karena itu, pada hakekatnya ekonomi Islam merupakan sistem yang berlandaskan pada nilai-nilai keadilan , kedermawanan, kemanfaatan serta kebajikan & kemakmuran.13 Nilai-nilai tersebut apabila dirujuk dalam al-Qur’an, maka akan pada bisa beberapa nash yg melegitimasi nilai-nilai di atas.

Nilai keadilan bisa dijumpai dalam al-Qur’an S. An-Nisa: 135 yang menyatakan :

Artinya : ”…. & tolong-menolonglah kamu pada (mengerjakan) kebajikan & takwa, & jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa & pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.

C. Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam

Menurut Yusuf Qardhawi (2004), ilmu ekonomi Islam memiliki 3 prinsip dasar yaitu tauhid, akhlak, & keseimbangan. Dua prinsip yg pertama kita sama-sama memahami pasti nir ada dalam landasan dasar ekonomi konvensional. Prinsip keseimbangan pun, pada praktiknya, justru yg membuat ekonomi konvensional semakin dikritik dan ditinggalkan orang. 

Ekonomi islam dikatakan memiliki dasar sebagai ekonomi Insani lantaran sistem ekonomi ini dilaksanakan & ditujukan buat kemakmuranmanusia.Sedangkan menurut Chapra, dianggap sebagai ekonomi Tauhid.Keimanan mempunyai peranan penting pada ekonomi Islam, lantaran secara eksklusif akan mensugesti cara pandang pada menciptakan kepribadian, perilaku, gaya hayati, selera,dan preferensi insan, perilaku-perilaku terhadap insan, sumber daya & lingkungan.Saringan moral bertujuan buat menjaga kepentingan diri tetap berada pada batas-batas kepentingan sosial dengan membarui preferensi individual seuai menggunakan prioritas sosial & menghilangkan atau meminimalisasikan penggunaan sumber daya buat tujuan yang akan menggagalkan visi sosial tersebut, yg akan menaikkan keserasian antara kepentingan diri dan kepentingan sosial.(Nasution dkk)

Dengan mengacu kepada anggaran Ilahiah, maka setiap perbuatan manusia mempunyai nilai moral & ibadah. Pada paham naturalis, asal daya menjadi faktor terpenting & dalam pada paham monetaris menempatkan modal financial sebagai yg terpenting.Dalam ekomoni Islam sumber daya insanilah yg terpenting.

Karasteristik Ekonomi Islam bersumber dalam Islam itu sendiri yg meliputi tiga asas utama. Ketiganya secara asasi dan bersama mengatur teori ekonomi pada Islam, yaitu asas akidah, akhlak, dan asas hukum (muamalah). Penyelewengkan uang menurut bidangnya yg normal merupakan bunga (riba). 

REFERENSI
Suherman Rosyidi, Pengantar Teori ekonomi : Pendekatan kepada Teori Ekonomi Mikro & Makro, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1998
Mohamed Aslam Haneaf, Cotemporery Islamic Economic Thought: A Selected Comparative Analysis, Terj. Suherman Rosydi, Surabaya: Airlangga University Press, 2006.
Adiwarman Karim, Ekonomi Mikro Islam, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2007
Rafiq Yunan al-Misri, Ushulul Iqtishad Al-Islamiyah, Beirut: Dar al-Qalam, tt
Heri Sudarsono, Konsep Ekonomi Islam: Suatu Pengantar Yogyakarta: EKONSIA, 2002
Rustam Efendi, Produksi Dalam Islam, Yogyakarta: Megistra Insania Press, 2003
M. Umer Chapra, Negara Sejahterah Islam Dan Perannya Di Bidang Ekonomi, dalam Etika Ekonomi Politik:Elemen-Elemen Strategis Pembangunan Masyarakat Islam, edt. Ainur R. Sophian, Surabaya: Risalah Gusti, 1997
M. Umer Chapra, Islam Dan Tantangan Ekonomi: Islamisasi Ekonomi Kontemporer, Terj. Nur Hadi Ihsan , Surabaya: Risalah Gusti, 1999
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Pengertian, Tujuan dan Prinsip-prinsip Ekonomi Islam

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 10/08/2017

0 komentar Pengertian, Tujuan dan Prinsip-prinsip Ekonomi Islam

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak