Home » » Pelayanan Kesehatan Pada Bayi dan Balita

Pelayanan Kesehatan Pada Bayi dan Balita

Pelayanan Kesehatan Pada Bayi dan Balita

A. Pelayanan Kesehatan Pada Bayi

1. Definisi Bayi
Berdasarkan keterangan dari Dep. Kes. RI, (2005) Bayi baru bermunculan normal ialah bayi yang bermunculan dengan usia kehamilan 37 minggu hingga 42 minggu dan berat bermunculan 2500 gram hingga 4000 gram. Berdasarkan keterangan dari M. Sholeh Kosim, (2007) Bayi baru bermunculan normal ialah berat bermunculan antara 2500-4000 gram, lumayan bulan, bermunculan langsung menangis, dan tidak terdapat kelainan congenital (cacat bawaan) yang berat

2. Definisi Pelayanan Kesehatan Pada Bayi
Pelayanan kesehatan  cocok standar yang diserahkan oleh petugas kesehatan yang kompeten untuk neonates/bayi baru lahir tidak banyak 3 kali, sekitar periode 0 hingga dengan 28 hari sesudah lahir ,baik di kemudahan kesehatan maupun melalui trafik rumah.
Kunjungan neonatal ialah  pengamalan pelayanan ksehatan neonatal/bayi baru bermunculan sedikitnya 3 kali yaitu:
a. Kunjungan Neonatal ke-1(KN 1) dilaksanakan pada kurun masa-masa 6-48 jam sesudah lahir.
b. Kunjungan Neonatal ke-2(KN 2) dilaksanakan pada kurun masa-masa hari ke 3 hingga dengan hari ke 7 sesudah lahir 
c. Kunjungan neonatal ke-3(KN 3) dilaksanakan pada kurun masa-masa hari ke 8 hingga dengan hari ke 28 sesudah lahir.

B. Pelayanan Kesehaatan Pada Balita

Definisi Pelayanan Kesehatan Balita ialah Pelayanan kesehatan anak balita sakit dan sehat yang diserahkan oleh tenaga kesehatan cocok standar. Jenis Pelayanan Kesehatan Anak Balita Pemantauan perkembangan balita dengan KMS paling tidak 8 kali KMS (Kartu Menuju Sehat) guna balita ialah alat yang simpel dan murah, yang dapat dipakai untuk mengawasi kesehatan dan perkembangan anak. Oleh karenanya KMS mesti ditabung oleh ibu balita di rumah, dan mesti tidak jarang kali dibawa masing-masing kali mendatangi posyandu atau kemudahan pelayanan kesehatan, tergolong bidan dan dokter. Manfaat KMS ialah :

1)    Sebagai media untuk menulis dan mengawasi riwayat kesehatan balita secara lengkap, mencakup : pertumbuhan, perkembangan, pengamalan imunisasi, penanggulangan diare, pemberian kapsul vitamin A, situasi kesehatan pemberian ASI eksklusif, dan Makanan Pendamping ASI.
2)   Sebagai media edukasi untuk orang tua balita mengenai kesehatan anak.
3)   Sebagai sarana komunikasi yang dapat dipakai oleh petugas guna menilai penyuluhan dan perbuatan pelayanan kesehatan dan gizi.

C. Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi dan Balita atau Deteksi Dini

Periode urgen dalam tumbuh kembang anak ialah masa balita. Dalam pertumbuhan anak ada masa kritis, dimana dibutuhkan rangsangan/stimulasi yang berguna supaya potensi berkembang, sampai-sampai perlu mendapat perhatian.Frankenburg dkk.(1981) melewati Denver Development Stress Test (DDST) menyampaikan 4 parameter pertumbuhan yang digunakan dalam menilai pertumbuhan anak balita yakni :
1.      Personal Social ( Kepribadian/Tingkah Laku Sosial ).
2.      Fine Motor Adaptive ( Gerakan Motorik Halus )
3.      Langauge ( Bahasa )
4.      Gross Motor ( Perkembangan Motorik Kasar )

D.   Imunisasi Pada Bayi dan Balita

Imunisasi ialah upaya yang dilaksanakan dengan sengaja menyerahkan kekebalan (imunisasi ) pada bayi atau anak sampai-sampai terhindar dari penyakit (Supartini, Y, 2004).
Imunisasi ialah suatu prosese untuk menciptakan sistem pertahanan tubuhkebal terhadap infasi mikroorganisme (bakteri dan virus). Yang dapatmenyebabkan infeksi sebelum mikroorganisme itu mempunyai kesempatanuntuk menyerang tubuh kita. Dengan imunisasi tubuh anda akan terlindungi dariinfeksi demikian pula orang lain. Karena tidak tertular dari kita.

1.     Tujuan Imunisasi
Tujuan dari imunisasi ialah untuk menguranggi angka penderitaan suatupenyakit yang paling membahayakan kesehatan bahkan dapat menyebabkankematian pada penderitanya. Beberapa penyakit yang bisa di hindari denganimunisasi yaitu: Hepatitis, Campak, Polio, Difteri,Tetanus, Batuk Rejan, Gondongan, Cacar air, TBC

2.    Macam-Macam Imunisasi
a.    Imunisasi Aktif.
Adalah kekebalan tubuh yang diperoleh seorang sebab tubuh yangsecara aktif menyusun zat antibodi, contohnya: imunisasi polio ataucampak . Imunisasi aktif pun dapat di untuk 2 macam:
1)      Imunisasi aktif alamiahAdalah kekebalan tubuh yang secara ototmatis di peroleh sembuhdari sebuah penyakit.
2)     Imunisasi aktif buatanAdalah kekebalan tubuh yang diperoleh dari vaksinasi yang diserahkan untuk menemukan perlindungan dari sutu penyakit.
b.    Imunisasi Pasif
Adalah kekebalan tubuh yang diperoleh seseorang yang zat kekebalantubuhnya diperoleh dari luar.Contohnya Penyuntikan ATC (Anti tetanusSerum). Pada orang yang merasakan luka kecelakaan. Contah beda adalah:Terdapat pada bayi yang baru bermunculan dimana bayi itu menerimaberbagi jenis antibodi dari ibunya melewati darah placenta sekitar masakandungan.misalnya antibodi terhadap campak. Imunisasi pasif ini dipecah yaitu:
1)       Imunisai pasif alamiah  ialah antibodi yang diperoleh seorang sebab di turunkan olehibu yang adalahorang tua kandung langsung saat beradadalam kandungan.
2)     Imunisasi pasif buatan.Adalah kekebalan tubuh yang di peroleh sebab suntikan serumuntuk menangkal penyakit tertentu

3.    Jenis-Jenis Imunisasi
a.        BCG (Bacillus Calmatte Guerin)
Dosis pemberian 1 kali pada umur 0-2 bulan pada bahu kanan. Setelah penyuntikan imunisasi ini, bakal timbul benjolan putih pada lekngan bekas suntikan yang akan menyusun luka serta reaksi panas. Jangan dipecahkan.
b.        DPT + Hb (Kombo)
Dosis pemberian 3 kali pada umur 2-11 bulan pada paha. Anak akan merasakan panas dan nyeri pada lokasi yang diimunisasi. Beri obat penurun panas ¼ tablet dan tidak boleh membungkus bayi dengan selimut tebal.
c.        Polio
Dosis pemberian 4 kali melewati tetes mulut (2 tetes) pada umur 0-11 bulan Setelah imunisasi, tidak terdapat efek samping. Jika anak menderita kelumpuhan sesudah imunisasi polio, bisa jadi sebelum di vaksin telah terkena virus polio. 
d.        Campak
Dosis pemberian 1 kali umur 9 bulan pada bahu kiri.Setelah 1 minggu imunisasi, terkadang bayi bakal panas dan hadir kemerahan. Cukup beri ¼ tablet penurun panas.
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Pelayanan Kesehatan Pada Bayi dan Balita

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 10/06/2017

0 komentar Pelayanan Kesehatan Pada Bayi dan Balita

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak