Home » » Sejarah Munculnya Hadis Maudhu'

Sejarah Munculnya Hadis Maudhu'

Sejarah Munculnya Hadis Maudhu

1. Pengertian Hadis Maudhu’

Maudhu’ menurut bahasa artinya sesuatu yang diletakkan, sedangkan menurut istilah adalah: ”sesuatu yang diciptakan dan dibuat-buat lalu dinisbatkan kepada rasulullah secara dusta”Hadis ini adalah yang paling buruk dan jelek diantara hadis-hadis dhaif lainnya. Selain ulama membagi hadis menjadi empat bagian: shahih, hasan, dhaif dan maudhu’. Maka maudhu menjadii satu bagian tersendiri. Hadis maudhu adalah: seburuk-buruk hadis dhaif, hadis maudhu’ dinamakan juga hadis musqath, hadis matruk, mukhtalaq dan muftara.

2. Sejarah Munculnya Hadis Maudhu’

      Para ulama berbeda pendapat tentang kapan mulai terjadinya pemalsuan hadis, berikut pendapat mereka:
a. Menurut Ahmad Amin bahwa hadis maudhu’ terjadi sejak masa rasulullah masih hidup.
b. Shalahuddin ad-Dabi mengatakan bahwa pemalsuan hadis berkenaan dengan masalah keduniaan yang terjadi pada masa rasulullah saw.
c. Menurut jumhur al-muhaddin, pemalsuan hadis terjadi pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib.

3. Latar belakang Munculnya HadisMaudhu’

   Hadis maudhu’ tidaklah bertambah kecuali bertambahnya bid’ah dan pertikaian. Berdasarkan data sejarah, pemalsuan hadis tidak hanya dilakukan oleh orang-orang islam, tetapi juga dilakukan oleh orang-orang non islam.
       Ada beberapa motif yang mendorong mereka membuat hadis palsu, antara lain:
a.   Pertentangan Politik
   Perpecahan umat islam terjadi akibat permasalahan politik yang terjadi pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib, membawa pengaruh besar terhadap munculnya hadis-hadis palsu. Masing-masing golongan berusaha mengalahkan lawannya dan berusaha mempengaruhi orang-orang tertentu, salah satu usahanya adalah dengan membuat hadis palsu.
    b. Usaha Kaum Zindiq
   Kaum Zindiq adalah golongan yang membenci islam, baik sebagai agama maupun sebagai dasar pemerintahan. Mereka merasa tidak mungkin dapat memalsukan Alqur’an sehingga mereka beralih melakukan upaya pemalsuan hadis. Dengan tujuan ingin menghancurkan islam dari dalam.
c.  Sikap Fanatik Buta
   Salah satu faktor upaya pembuatan hadis palsu adalah adanya sifat ego dan fanatik buta tehadap suku, bangsa, negeri dan pimpinan. Contoh golongan yang fanatik yaitu ash-Syu’ubiyah yang fanatik terhadap bangsa persia, dia mengatakan “Apabila Allah Murka, dia menurunkan wahyu dengan bahasa arab dan apabila senang dia menurunkan dengan bahsa persia.
    d. Mempengaruhi Kaum Awam Dengan Kisah  dan Nasehat
      Kelompok yang melakukan pemalsuan hadis ini bertujuan untuk memmperoleh simpati dari pendengarnya sehingga mereka kagum melihat kemampuannya. Hadis yang mereka katakan terlalu berlebih-lebihan. Bahkan ada hadis palsu yang berbunyi: “nabi duduk bersanding dengan Allah diatas Arsy-nya”.
    e. Perselisihan dalam fiqhi dan ilmu kalam
   Munculnya hadis palsu dalam masalah fiqhi dan ilmu kalam, berasal dari para pengikut madzhab. Mereka melakukan pemalsuan hadis karena ingin menguatkan madzhabnya masing-masing.
    f. Lobby dengan penguasa
    Sebuah peristiwa yang terjadi pada masa khilafah bani Abbasiyah, seorang yang bernama Ghiyats ibn Ibrahim pernah membuat hadis yang disebutkannya didepan khalifah al-Mahdi yang menyangkut kesenangan khalifah.
    g. Semangat ibadah yang berlebihan tanpa didasari pengetahuan.
    Dikalangan para ahli ibadah ada yang beranggapan bahwa membuat hadis-hadis yang bersifat mendorong agar giat beribadah (targhib) adalah hal yang dibolehkan, dalam rangka ber-taqarrub kepada Allah.

   4. Kaidah-kaidah Untuk Mengetahui Hadis Maudhu’

      Para ulama hadis menetapkan kaidah-kaidah untuk memudahkan melacak keberadaan hadis maudhu’, sehingga hadis maudhu’ dapat diketahui dengan beberapa hal, antar lain:
a. Pengakuan dari orang yang memalsukan hadis: seperti pengakuan Abi ‘Ismat Nuh bin Abi Maryam, yang digelari Nuh al-Jami’, bahwa dia telah memalsukan hadis atas Ibnu Abbas tentang keutamaan-keutamaan al-Qur’an surah persurah.
b. Adanya indikasi pada perawi yang menunjukkan akan kepalsuannya: misalnya seorang perawi yang Rafidhah dan hadisnya tentang keutamaan ahlul bait.
c. Adanya indikasi pada isi hadis, seperti: isinya bertentangan dengan akal sehat, atau bertentangan dengan indra kenyataan, atau berlawanan dengan ketetapan agama yang kuat dan terang, atau susunan lafazhnya yang lemah dan kacau, misalnya apa yang diriwayatkan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari bapaknya dari kakeknya secara marfu’,”bahwasanya kapal nabi Nuh thawaf mengelilingi ka’bah tujuh kali dan shalat dua raka’at di maqam Ibrahim.”

    5.Hukum Meriwayatkan Hadis maudhu’

Para ulama sepakat bahwanya diharamkan meriwayatkan hadis maudhu’dari orang yang  mengetahui kepalsuannya dalam bentuk apapun, kecuali disertai dengan penjelasan akan kemaudhu’annya, berdasarkan sabda Nabi saw: “barang siapa yang menceritakan hadis dariku sedangkan dia mengetahui bahwa itu dusta, maka dia termasuk para pendusta.”(HR.Muslim)

6. Kitab-kitab Hadis Maudhu’

a. al-Maudhu’at, karya Ibn al-Jauzib. al-La’ali al-Ma’shum fi al-Hadis al-Maudhu’ah, karya as-Suyuthic. Silsilah al-Hadis ad-Dha’ifah, karya al-Albani.


Terimakasih telah membca artikel berjudul Sejarah Munculnya Hadis Maudhu'

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 9/09/2017

0 komentar Sejarah Munculnya Hadis Maudhu'

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak