Home » , » Sejarah Pendidikan Islam

Sejarah Pendidikan Islam

Sejarah Pendidikan Islam

A. Pengertian Sejarah Pendidikan Islam

Sejarah pendidikan islam, terdiri dari tiga kata yaitu sejarah, pendidikan dan Islam. Kata sejarah dalam bahasa Arab disebut tarih, dalam arti bahasa berarti ketentuan masa, sedangkan dalam arti istilah berarti keterangan yang terjadi pada masa lampau. Dalam bahasa Inggris sejarah disebut history yang berarti pengalaman masa lampau umat manusia.[2]
Dalam KBBI, Poerwadarminta mengemukakan bahwa sejarah itu mengandung tiga pengertian, yaitu:

1.      Kesusastraan lama, asal usul dan silsilah.
2.      kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
3.      ilmu pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
Dari segi bahasa, pendidikan berasal dari kata education yang berarti pengembangan, pengajaran, perintah, pembinaan dan menumbuhkan. sedangkan dalam bahasa Arab kata pendidikan merupakan terjemahan dari kata al-tarbiyah yang berarti proses menumbuhkan dan mengembangkan potensi yang terdapat pada diri sesorang baik secara fisik, psikis, sosial maupun spiritual.
Adapun menurut para ahli definisi pendidikan adalah:
1.      Menurut Omar Muhammad al-Toumy al-Syaibani, bahwa pendidikan adalah proses mengubah tingkah laku individu pada kehidupan pribadi, masyarakat dan alam sekitarnya dengan cara pengajaran.
2.      Hasan Langgulung, bahwa pendidikan merupakan suatu proses yang mempunyai tujuan yang biasanya diusahakan untuk menciptakan pola_pola tingkah laku tertentu pada kanak-kanak atau orang yang sedang di didik. [3]
Secara harfiah, Islam berasal dari bahasa Arab yaitu salima yang berarti terjaga, terpelihara dan pengabdian. [4]

Jadi Sejarah Pendidikan Islam adalah ilmu yang membahas tentang berbagai aspek atau komponen pendidikan yang pernah terjadi dan dilakukan oleh umat Islam dengan berpedoman pada ajaran yang terkandung didalam Al-Quran dan Al-Sunnah serta sumber-sumber lainnya yang tidak bertentangan dengan Al-Quran dan Al-Sunnah tersebut.[5] Atau dapat diartikan bahwa sejarah pendidikan Islam (Tarihut Tarbiyyah Islamiyyah) itu sebagai berikut:
1.      Keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dari waktu ke waktu yang lain, sejak zaman lahirnya Islam sampai dengan masa sekarang.
2.      Cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW sampai sekarang.[6]

B.       Objek Sejarah Pendidikan Islam

Sejarah biasanya ditulis dan dikaji dari sudut pandang suatu fakta atau kejadian tentang peradaban bangsa. Maka objek Sejarah Pendidikan Islam mencakup fakta-fakta yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam baik informal maupun formal. Dengan demikian dapat diperoleh “sejarah serba objek”. Dalam hal ini sejalan dengan peranan agama Islam sebagai agama da’wah menyeru kebaikan dan mencegah pada kemunkaran, menuju kehidupan yang sejahtera baik lahir maupun batin. Namun sebagai cabang ilmu pengetahuan, objek sejarah pendidikan Islam umumnya tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan dalam objek-objek sejarah pendidikan, seperti mengenai sifat-sifat yang dimilikinya.
Pendidikan tidak akan ada artinya apabila manusia tidak ada di dalamnya. Hal ini disebabkan karena manusia merupakan objek dan subyek pendidikan, artinya manusia tidak akan berkembang dan mengembangkan budayanya secara sempurna apabila tidak ada pendidikan. dengan demikian maka akan di peroleh apa yang di sebut “ sejarah serba subyek”.

C.      Metode Sejarah Pendidikan Islam

Memahami sejarah adalah hal yang cukup rumit, setidaknya ada dua fase untuk sampai pada hal tersebut. pertama adalah fase penggalian sejarah, dan kedua adalah fase penulisan sejarah. Adapun metode yang dapat ditempuh untuk fase yang pertama adalah :
1.       Metode Lisan dengan metode ini pelacakan suatu obyek sejarah dengan menggunakan interview.
2.       Metode Observasi dalam hal ini obyek sejarah diamati secara langsung
3.       Metode Documenter dimana dengan metode ini berusaha mempelajari secara cermat dan mendalam segala catatan atau dokumen tertulis [7].

Mengenai metode sejarah pendidikan Islam, walaupun terdapat hal-hal yang sifatnya khusus, berlaku kaidah-kaidah yang ada dalam penulisan sejarah.Kebiasaan dari penelitian dan penulisan sejarah meliputi suatu perpaduan khusus keterampilan intelektual. Sejarahwan harus menguasai alat-alat analisis untuk menilai kebenaran materi-materi sebenarnya, dan perpaduan untuk mengumpulkan dan menafsirkan materi-materi tersebut kedalam kisah yang penuh makna, sebagai seorang ahli, sejarahwan harus mempunyai sesuatu kerangka berpikir kritis baik dalam mengkaji materi maupun dalam menggunakan sumber-sumbernya.
Adapun fase yang kedua yaitu metode penulisan untuk memahami Sejarah Pendidikan Islam diperlukan suatu pendekatan atau metode yang bisa ditempuh adalah keterpaduan antara metode deskriptif, metode komparatif dan metode analisis sintesis.
1.    Metode Deskriptif
Dengan cara deskriptif dimaksudkan bahwa ajaran-ajaran Islam sebagai agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW dalam Al-Quran dan Hadits, trutama yang berhubungan dengan pendidikan harus diuraikan sebagaimana adanya, dengan maksud untuk memahami makna yang terkandung dalam ajaran Islam.
2.    Metode Komparatif
Melalui metode ini dimaksudkan bahwa ajaran-ajaran Islam itu dikomparasikan dengan fakta-fakta yang terjadi dan berkembang dalam kurun waktu serta tempat-tempat tertentu untuk mengetahui adanya persamaan dan perbedaan dalam suatu permasalahan tertentu
3.    Metode Analisis-sintesis
Metode analisis berarti secara kritis membahas, meneliti istilah-istilah, pengertian-pengertian yang diberikan oleh Islam sehingga diketahui adanya kelebihan dan kekhasan pendidikan Islam. Dan sintesis berarti.untuk memperoleh kesimpulan yang diambil guna memperoleh satu keutuhan dan kelengkapan kerangka pencapaian tujuan serta manfaat sejarah pendidikan Islam.

D.      Periodesasi Sejarah Pendidikan Islam

Menurut Harun Nasution, sejarah pendidikan Islam itu terbagi menjadi tiga periode yaitu periode klasik, pertengahan dan modern. Kemudian dapat dirinci lagi menjadi lima masa, yaitu:
1.    Masa hidupnya Nabi Muhammad SAW (571-632).
2.    Masa khalifah yang empat (Khulafaur Rosyidin: Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali di Madinah pada 632-661).
3.    Masa kekuasaan Umawiyah di Damsyik (661-750).
4.    Masa kekuasaan Abbasiyah di Bagdad (750-1250).
5.    Masa dari jatuhnya kekuasaan khalifah di Bagdad tahun 1250 M samapai sekarang.

a.    Pendidikan islam dalam priode klasik (650-1250 M)

1.      Pendidikan islam dimasa Nabi Muahammad SAW (571-632 M)
Sejak nabi Muhammad SAW di angkat menjadi rosul sebagai tanda datangnya islam sampai sekarang telah berjalan selitar 14 abad lamanya.
Pendidikan islam pada masa nabi Muhammad SAW merupakan prototip (Sifat atau model pertama) yang terus menerus di kembangkan ummat islam untuk kepentingan pendidikan pada zamannya. Nabi Muhammad SAW melakukan pendidikan islam setelah mendapatkan perintah (wahyu) dari Allah SWT sebagaimna termaktub di surat Al-Muddastir ayat 1-7, menyeru yang berarti mengajak, Dan mengajak berartu mendidik, Dan dari wahyu yang mula-mula tueun iutu dapat di ambil kesimpulan, Bahwa pendidikan dalam islam dapat di bagi menjadi empat macam :
a.       Pendidikan keagamaan.
b.      Pendidikan aqliyah dan ilmiyyah.
c.       Pendidikan akhlak dan budi pekerti.
d.      Pendidikan jasmani.
Pada masa ini pendidikan islam di artikan pembudayaan ajaran islam yaitu memasukkan ajaran-ajaran islam dan menjadikan sebagai unsure budaya bangsa arab dan menyatu kedalamnya, dengan pembudayaan ajaran islam kedalam sistem dan lingkungan budaya bangsa arab tersebut, Maka terbentuklah system budaya islam dalam lingkungan budaya bangsa arab.
2.      Pendidikan Islam Di Masa Khulafaur Risyidin (632-661 M)
Setelah Rosulullah wafat, peradaban islam memberi contoh bagaimana cara mengendalikan Negara dengan bijaksana dalam politik yang mengandung hikmah Berfikir, Berhak, Berprilaku yang berbau kelincahan dan kelicikan.
Setelah Rosulullah wafat pemerintahan islam di pegang secara bergantian oleh abu bakar, Ummar Bin khotob, Utsman bin Affan, Ali Bin Abi Tholib, Pada masa Abu Bakar, Padaal pemerintahan di guncang oleh para pemberontak dari orang murtad, Orang-orang yang mengaku Nabi. Dan orang-orang yang tidak mau membayar zakat, oleh sebab itu Abu Bakar memusatkan perhatian untuk memerangi pemberontakan-pemberontakan tersebut yang mana dapat mempengaruhi orang-orang islam yang masih lemah imannya untuk menyimpang dari islam.
Pada masa kholifah Ummar Bin Khottob, situasi politik dalam keadaan stabil dan untuk pendidikan, Ummar mengangkat guru-guru untuk brtugas memajukan isi Al-Qur’an dan ajran islam kepada penduduk yang baru masuk islam, Ummar juga memerintahkan panglima untuk membangun masjid–masjid sebagai tempat ibadah sekaligus sebagai tempat belajar.
Pada masa ini sudah terdapat pengajaran bhs arab dengan itu orang-orang yang baru masuk islam dari daerah atau wilayah yang lainya harus belajar Bahasa Arab, Jika mereka ingin belajar dan mendalami pelajaran islam.
Pada masa kholifah Utsman Bin Affan kedudukan peradaban islam dan pendidikan islam tidak jauh berbeda dengan masa sebelumnya. para shabat di perbolehkan meninggalkan madinah untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang di miliki. Proses pendidikan islam pada masa ini sebagian besar memang di warnai oleh pengajaran/ pembudayan dan sunnah ke dalam lingkungan budaya bangsa –bangsa secara luas pula. Begitu pula dalam pendidikan islam tidak jauh berbeda di masa nabi Muhammad yang menekankan pada pengajaran baca tulis dan ajran-ajaran islam oleh perhatian ummat islam terhadap perluasan wilayah islam dan terjadi pergelokan politik, Khususnya di masa Ali bin abi Tholib.
3.      Pendidikan islam di masa Muawiyyah,Abbasiyahdan kekholifahan selanjutnya (661-1250 M)
Dengan berakhirnya masa Khulafaur Rosyidin mulailah kekuasaan bani Umayyah. Adapun kemajuan peendidikan dan peradaban Abasiyyah mencapai kemajuan terutama pada kholifah Al-Mahdi (775-785 M) dan puncak kejayaan terutama pada masa kholifah Al-Mahdi dan puncak popularitasnya baru setelah pemerintah Harun Al-Rosyid (785-809 M) dan di teruskan putranya Al-Makmun(813-833 M).
Pada masa Muawiyyah ini (dinasti bani umayyah) Abdul Malik merubah administrasi dan bahasa yunani dan bahasa pahlawan ke bahasa arab. Pada masa tahun 659 M beliau juga merubah mata uang bizaintum dan Persia seperti dinar dan dirham dengan memakai kata-kata dan tulisan arab dinar dibuat daru emas dan dirham dari perak dan di zaman inilah di mulai adanya ilmu tafsir, Hadist, Feqih, dan ilmu kalam, Yang menjadi pusat dari kegiatan-kegiatan ilmiah ini adalah kuffah dan basroh di Iraq.
Diantara monument terbaik yang di tinggalkan zaman ini untuk generasi-generasi selanjutnya adalah kbah Al-Sakhr (dome of the rock)juga di al quds,Masjid cardova juga di zaman inilah di bangun dan pada tahun 750 M kekuasaan mereka menurun sehingga akhirnya di patahkan oleh bani abbas.
Dimasa bani Abbas inilah ilmu pengetahuan dan filsafat yunani memuncak terutama di zaman Harun Al-Rasyid dan Al-Ma’mun. buku tersebut didatangkan dari Bizantium, yang kemudian di terjemahkan ke dalam bahasa Arab, kegiatan ini berlangsung kira-kira satu abad. Adapun Bait Al-Hikmah adalah merupakan tempat pusat penterjemah dan juga akademi yang mempunyai perpustakaan yang didirikan oleh Al-Ma’mun.
Dimasa ini pulalah buat pertama kalinya dalam sejarah terjadi kontak antara islam dengan kebudayaan barat/ yunani klasik yang terdapat di mesir, Syiria, Mesopotamia dan Persia. Sebagaimana yang di tekungkan dalam ayat-ayat al-qur’an yang dimana menganjurkan umat islam supaya menghargai kekuatan akal yang dianugrahkan allah pada manusia. Dan dari nabi Muhammad SAW supaya umat islam senantiasa mencari ilmu pengetahuan, Maka kontak dengan kebudayaan barat itu membawa asa yang gilang-gemilang bagi islam.
Adapun perguruan tinggi yang di dirikan di zaman ini di antaranya adalah Al-Hikmah di Baghdad dan Al-Azhar Kairo, yang hingga kini masi harum namanya sebagai Universitas Islam yang tertinggi di seluruh dunia.
Al-Ma’mun adalah Kholifah yang banyak jasanya dalam penerjemahan. Ilmuan muslim ini membaca karya yunani sebagai motivasi untuk menggunakan logika dalam membahas ajaran islam dan mengembangkan serta menemukan berbagai macam ilmu pengetahuan yang baru. Untuk dialektika (cara berfikir yang sesuai dengan kenyataan) dari Socrates, idealism ploto dan logika Aristoteles tersebut termasuk berpengaruh terhadap beberapa aliran dalam islam seperti Qodariyah, As-Sya’riyah, Mu’tazillah.
Melalui orang-orang kreatif seperti Al-Kindy, Al-Rozy, Al-Faraby, Ibnu Sina, AL-Ghozali, Ibnu Khaldun, Ibnu Thufair, Dll. Pengetahuan islam telah melakukan investigasi dalam ilmu kedokteran, teknologi, matematika, geografi dan bahkan sejarah.

b.     Pendidikan Islam Dalam Periode Pertengahan (1250-1800 M)

Islam pada priode pertengahan dapat di bagi menjadi dua, yaitu :
1.      Zaman kemunduran.
Zaman ini berlangsung sekitan 250 tahun. Kemuduran ini di awali dengan hancurnya Baghdad oleh Hulaqohan. Dia membunuh semua keluarga kholifah, tetapi untunglah salah seorang anak kholifah abbasiyah bisa melarikan diri ke masir, lalu dia diangkat oleh sultan Mamluk menjadi kholifah yang berkedudukan di kota Kairo.
Dengan demikian ibu kota alam islam berpindh ke Kairo, Mesir, begitu juga pusat pendidikan pengajaran ke kairo, ke Al-Jami’ Al-Azhar, system pengajaran saat itu ialah dengan menghafal matan-matan seperti matan Alfiyah, Matan Taqrib dan lain-lain, kemudian barulah mereka menghafal syarahnya.
2.      Zaman tiga kerajaan besar
Tiga kerajaan besar yang dimaksudkan adalah kerajaan Usmani di Turki (1290-1924 M), kerajaan safawi di Persia (1501-1736 M), dan kerajaan Maghon di india (1526-1858).
Pada masa kejaan Usmani pendidikan mengalami kemunduran. Kali ini di karenakan banyak ulama’ dan guru-guru yang hanya mempelajari kaidah-kaidah ilmu agama dan bahasa arab, serta sedikit mempelajari ilmu berhitung dan ilmu miqat. Mereka tidak terpengaruh oleh pergerakan ilmiah di eropa. Demikianlah keadaan pendidikan pada masa kerajaan Usman sampai jatuhnya sultan yang terakhir.

c.     Priode Modern (1800 M- Sampai Sekarang)

Priode ini merupakan zaman kebangkitan islam. Ekspedisi Napoleon di mesri, membuka mata dunia islam, akan kemunduran umat islam di samping kemajuan barat, raja dan pemuka- pemuka islam mulai berfikir utntuk mengembalikan kejayaan umat islam.
Dengan demikian timbulnya apa yang di sebut pemikiran dan aliran pembaharuan atau modernisasi dalam islam. Pemuka-pemuka islam mengeluarkan pemikiran-pemikiran untuk membuat islam kembali maju. Seperti yang dilakukan oleh Mohammad Ali Basyah setelah menguasai mesir tahun 1805 M. Beliau membangun Al-Azhar kembali dan menghidupkan semangat para ulama’ dan belajar yang telah padam. Beliau mengirimkan mereka ke prancis untuk mempelajari ilmu kedokteran, ilmu tehnik, ilmu ketentraman, Dll.
Pembagian lima masa tersebut berkaitan dengan periodesasi sejarah pendidikan Islam, sedangkan pada bagian selanjutnya yaitu periodesasi tentang kajian pendidikan Islam di Indonesia dengan beberapa fase, diantaranya yaitu:
1.    Fase datangnya Islam ke Indonesia.
2.    Fase pengembangan dengan melalui proses adaptasi.
3.    Fase berdirinya kerajaan-kerajaan Islam.
4.    Fase kedatangan orang Barat (zaman penjajahan).
5.    Fase penjajahan Jepang.
6.    Fase Indonesia merdeka.
7.    Fase pembangunan.

DAFTAR PUSTAKA

Amin, Samsul Minur. Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: Amzah: 2010)
Azra, Azyumari. Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalimah, 2001), cet. Ke-3
Nata, Abuddin. 2011. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Zuhairini. 2011. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: PT Bumi Aksara.


[2] Zuhairini, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011), hlm. 1
[3] Abuddin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana Prenada Media, 2011), hlm 12-16
[4] Ibid, hlm 21
[5] Ibid, hlm 24
[6] Zuhairini, Op. Cit, hlm. 2
[7] Samsul Minur Amin, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: Amzah: 2010), hal. 4
Terimakasih telah membca artikel berjudul Sejarah Pendidikan Islam

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 8/26/2017

0 komentar Sejarah Pendidikan Islam

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak