Home » » Makalah - Komunikasi Islam

Makalah - Komunikasi Islam

A. Pengertian Komunikasi Islam

Makalah - Komunikasi Islam
Mempelajari komunikasi dalam suatu kegiatan kehidupan dimaksudkan agar manusia dapat melakukan interaksi dua arah atau banyak arah secara timbal balik yang akan melahirkan masukan serta hasil. Di samping itu agar dapat mengetahui bagaimana interaksi dipergunakan secara efektif untuk membantu mencapai tujuan-tujuan tertentu.
            Kata komunikasi bukan merupakan suatu hal yang aneh, karena merupakan kegiatan manusia yang seolah-olah sudah berjalan dengan sendirinya. Komunikasi bukanlah barang yang telah ada, tetapi suatu yang harus diciptakan atau diwujudkan melalui suatu kegiatan pernyataan. Sebagai kegiatan dan usaha menjalin pengertian yang memungkinkan orang mau diajak bekerjasama.

        “Komunikasi” berasal dari bahasa  latin “communis”,  artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih.1
            Selain itu sebuah defenisi yang dibuat oleh kelompok sarjana komunikasi yang mengkhususkan diri pada studi komunikasi antar manusia menyebutkan:
“Komunikasi adalah suatu transaksi, proses simbolik yang menghendaki orang-orang yang mengatur linkungannya dengan: (1) Membangun hubungan antara sesama manusia, (2) melalui pertukaran informasi, (3) untuk menguatkan sikap dan tingkah laku orang lain, (4) serta berusaha mengubah sikap dan tingkah laku itu”.2
            Salah satu aspek dari perspektif Islam terhadap komunikasi ialah penekanannya pada nilai-nilai sosial religius, dan budaya. Proses ini berlangsung melalui kegiatan pemindahan informasi-informasi terhadap dua orang atau lebih.Sehingga pengertian komunikasi Islam berarti mengajak atau memindahkan sekaligus untuk berbuat dari pemikiran-pemikiran dan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah swt. kepada perbuatan-perbuatan yang diridhai Allah swt.3
Dengan demikian, pengertian komunikasi menjadi sangat luas dan kompleks, meliputi komunikasi verbal dan non verbal, jadi meliputi ucapan, tulisan, tingkah laku, dan perbuatan. Sekaligus komunikasi yang berhubungan dengan keislaman berupa memindahkan pikiran, pengetahuan, dan perilaku orang lain yang tidak diridhai oleh Allah kepada jalan pengetahuan, pemikiran, perilaku dan perbuatan yang diridhai oleh Allah swt.

B. Tujuan dan Fungsi Komunikasi Islam

1. Tujuan komunikasi Islam

            Apabila dikaitkan dengan pengertian komunikasi Islam seperti yang telah diuraikan terdahulu, maka jelas bahwa tujuan komunikasi Islam terdiri atas tiga komponen yang amat penting:
a.    Komunikasi Islam bertujuan untuk mengajak seluruh manusia agar menyembah kepada Allah Yang Maha Esa, tanpa mempersekutukannya dengan sesuatu. QS. An-Nisa: 36:
وعبدوا الله ولاتشركو به سيئا
“Sembahlah Allah, janganlah kamu mempersekutukannya dengan sesuatu”.
b.    Komunikasi Islam bertujuan untuk mengajak umat Islam agar mereka ikhlas beragama, karena Allah, menjaga agar amal perbuatannya jangan bertentangan dengan iman.
c.    Komunikasi Islam bertujuan untuk menerapkan hukum Allah yang akan mewujudkan kesejahteraan dan keselamatan bagi umat manusia.

2. Fungsi komunikasi Islam

   Fungsi pelaksanaan komunikasi Islam adalah untuk menyebarkan ajaran Islam, menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada orang lain4, dengan jalan:  
a. Meluruskan itiqad
            Dalam hal ini seorang komunikator bertugas untuk membersihkan kepercayaan dan keyakinan yang keliru dan mengembalikannya kepada kepercayaan dan keyakinan yang hak, yakni ajaran tauhid baik itu dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.
b. Mencegah kemungkaran
            Kemungkaran dan kemaksiatan adalah bentuk perbuatan yang dilarang oleh Allah swt. sehingga seorang komunikator berfungsi untuk mencegah perbuatan tersebut dengan cara menurut ukuran kemampuan. Pertama, hendaklah diusahakan dengan tangan, tenaga atau kekuatan, bila tidak mampu maka kedua, hendaklah diusahakan dengan perkataan, nasehat, dan teguran, ketiga, hendaklah mencegah dengan hati, artinya bercita-cita untuk mengubah pada suatu saat menjadi baik dengan lisan maupun perbuatan.
c. Membersihkan jiwa
            Manusia tidak cukup baik hanya dari sudut lahiriahnya saja, tetapi perlu pula bersih batin atau rohaniahnya, sehingga seorang komunikator bertugas untuk mengarahkan orang lain agar supaya selalu bersih dari penyakit-penyakit yang biasanya tidak disadari, utamanya penyakit rohaniah.

d. Mendorong dan merangsang untuk beramal
            Seorang mungkin saja berpengetahuan, akan tetapi pengetahuan tersebut tidak cukup untuk menumbuhkan sikap untuk beramal, sehingga seorang komunikator bertugas untuk mengemukakan argumentasi yang mantap dan terarah yang dapat menimbulkan gairah untuk beramal.
e. Mengokohkan pribadi
            Kepribadian adalah aktifitas psikis yang dimanifestasikan oleh individu-individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Aktifitas psikis berupa tanggapan, pikiran, perasaan, intuisi, dan tanggapan indera yang bekerja secara seimbang dan saling mengisi dalam menghadapi berbagai tantangan. Tugas seorang komunikator adalah mengokohkan kepribadian seseorang, agar kepribadiannya diwarnai oleh nilai-nilai agama.
f. Membina persatuan dan kesatuan
            Persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat adalah kebutuhan primer untuk menjamin ketenteraman dan mencapai kemajuan bersama. Seorang komunikator bertugas untuk membina persatuan umat dan meluaskan rasa kesatuan atau persaudaraan di antara mereka.

C. Prinsip Komunikasi Islam

       Baik Alquran maupun hadis telah menempatkan prinsip-prinsip dan metode komunikasi Islam yang pasti diharapakan oleh komunikator muslim. Sebagai prinsip dan metode tersebut tampak dalam uraian berikut:7
1.    “.... dan berkatalah kamu kepada semua manusia dengan cara yang baik...” (Q.S. 2: 83).
2.    “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan perasaan” (Q.S. 2: 263).
3.    “... sekiranya kamu bersikap keras dan berhati keras, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu...” (Q.S. 3: 159).
4.    “Allah tidak menyukai ucapan yang buruk (yang diucapakan) terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya” (Q.S. 4: 159)
5.    “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantalah mereka dengan cara yang baik pula” (Q.S. 16: 125).
6.    “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka mengucapkan perkataan yang baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan diantara mereka. Sesungguhnya setan itu merupakan musuh yang nyata bagi manusia” (Q.S. 16: 53).
7.    “Maka berbicaralah kamu berdua  kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut” (Q.S. 20: 44).
8.    “Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang yang dhalim di antara mereka” (Q.S. 29: 46).
9.    “Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahat menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan” (Q.S. 25: 63).
10. “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu menyatakan apa yang kamu tidak lakukan ?. Amat besar murka Allah apabila kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” (Q.S. 2: 3).
            Hadis juga penuh dengan sejumlah prinsip komunikasi. Nabi Muhammad saw. membicarakan tentang bagaimana komunikasi seharusnya berlangsung, sebagaimana sabda beliau yang diriwayatkan oleh Ibn Abi Dunya, yang mana dapat diuraikan sebagai berikut;
1.    Menyatakan apa saja yang bukan urusan anda
2.    Menyatakan apa saja yang menjadi urusan anda pada kesempatan yang tidak tepat.
            Dalam hadis yang lain Nabi menyatakan:
“Sesungguhnya, Allah tidak suka kepada orang-orang... yaitu mereka yang menjungkirbalikkan (fakta) dengan lidahnya seperti seekor sapi mengunya-nguyah rumput dengan lidahnya”.
            Prinsip komunikasi semacam ini dapat membantu memelihara dan memperkuat perdamaian dan harmoni terhadap bangunan sosial yang merupakan bagian dari upaya membina keluarga yang islami.
            Ibn Khaldun yakin bahwa semua bahasa merupakan kebiasaan lidah untuk memenuhi tujuan mengekspresikan gagasan.6
            Dr. Muhammad Faiz Almath dalam bukunya “1100 Hadis Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad.”7 Menguraikan prinsip-prinsip dalam komunikasi, antara lain;
1. Berbicara yang baik-baik, sebagaimana hadisnya
من كان يؤمنوا بالله واليوم الأخر فليقل خير أو ليصمت
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah berbicara yang baik-baik”. (H.R. Al-Bukhari)

2. Diam (tidak bicara), sebagaimana hadisnya:
إذا غضب احدكم فليسكت
“Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam” (H.R. Ahmad).
3. Tabukan, Ghibah, sebagaimana sabda beliau
Artinya:
Tahukah kamu apaitu ghibah? Para sahabat menjawab “ Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui” Beliau bersabda “menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai (H.R. muslim).

            Demikianlah prinsip komunikasi Islam yang merupakan bagian yang terpenting dari proses komunikasi Islam, sehingga terbina keluarga yang islami.

Catatan Kaki:
1Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi (Cet. I; Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1998), h. 17.
4Ibid., h. 18
2Agus Toha Kuswanta dan R. UU. Kuswara Surya Kusuma, Komunikasi Islam dari Zaman ke Zaman (Cet. I; Jakarta: Arikha Media Cipta, 1990), h. 10.
3Lihat Mahmud Yunus, Pedoman Dakwah Islam dan Pedoman Muballigh (Semarang: Toha Putra, 1970), h. 20.
4Mohd. Yusuf Hussain, “Islamization of Communication theory,” dalam Media Asia, No. I, Vol. 13, 1986, h. 33
5Ibn Khaldun, The Muqaddimah: An Introduction to History, diterjemahkan oleh Franz Rosenthal (edisi singkatan). (Princeton, NJ: University Press, Dawood, Bollingen Series, 1969), h. 438.
6Lihat Muhammad Faiz Almath, 1100 Hadis Pilihan: Sinar Ajaran Muhammad (Cet. XIII; Jakarta: Gama Insani Press, 1999), h. 298-3000
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Makalah - Komunikasi Islam

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 4/18/2017

0 komentar Makalah - Komunikasi Islam

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak