Home » » Sekolah Sebagai Lembaga Pendidikan Formal

Sekolah Sebagai Lembaga Pendidikan Formal

A. Pengertian Sekolah

Sekolah Sebagai Lembaga Pendidikan Formal
Kata sekolah berasal dari Bahasa Latin yaitu: skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki arti: waktu luang atau waktu senggang, dimana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja. Kegiatan dalam waktu luang itu adalah mempelajari cara berhitung, cara membaca huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti) dan estetika (seni). Pengertian sekolah sendiri adalah suatu lembaga yang memang dirancang khusus untuk pengajaran para murid (siswa) di bawah pengawasan para guru

B. Pendidikan Formal

Pendidikan formal merupakan pendidikan di sekolah yang di peroleh secara teratur, sistematis, bertingkat, dan dengan mengikuti syarat-syarat yang jelas. Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah yang lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari dan oleh serta untuk masyarakat, merupakan perangkat yang berkewajiban memberikan pelayanan kepada generasi muda dalam mendidik warga negara.

C. Sekolah Sebagai Lembaga Pendidikan Formal

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa jalur pendidikan sekolah/formal merupakan jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang (Pasal 1 ayat 10). Peranan sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang membantu lingkungan keluarga, maka sekolah bertugas mendidik dan mengajar serta memperbaiki dan memperhalus tingkah laku anak didik yang dibawa dari keluarganya. Sementara dalam perkembangan kepribadian anak didik, peranan sekolah dengan melalui kurikulum, antara lain yaitu, 
1. Anak didik belajar bergaul sesama anak didik, antara guru dengan anak didik, dan antara anak didik dengan orang yang bukan guru (karyawan). 
2. Anak didik belajar mentaati peraturan-peraturan sekolah. 
3. Mempersiapkan anak didik untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi agama, bangsa dan negara.

Jelasnya bisa dikatakan bahwa sebagian besar pembentukan kecerdasan (pengertian), sikap dan minat sebagai bagian dari pembentukan kepribadian, dilaksanakan oleh sekolah.Kenyataan ini menunjukkan, betapa penting dan besar pengaruh dari sekolah. Tentang fungsi sekolah itu sendiri, sebagaimana yang dipaparkan oleh Suwarno,1990 (dalam Hasbullah ,1999) adalah sebagai berikut: 
 1. Mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan; di samping bertugas untuk mengembangkan pribadi anak didik secara menyeluruh, fungsi sekolah yang lebih penting sebenarnya adalah menyampaikan pengetahuan dan melaksanakan pendidikan kecerdasan. Fungsi sekolah dalam pendidikan intelektual dapat disamakan dengan fungsi keluarga dalam pendidikan moral. 
2. Spesialisasi; sebagai konsekuensi makin meningkatnya kemajuan masyarakat ialah makin bertambahnya diferensiasi social yang melaksanakan tugas tersebut. Sekolah mempunyai fungsi sebagai lembaga sosial yang spesialisasinya dalam bidang pendidikan dan pengajaran. 
3. Efisiensi; terdapatnya sekolah sebagai lembaga sosial yang berspesialisasi di bidang pendidikan dan pengajaran, maka pelaksanaan pendidikan dan pengajaran dalam masyarakat menjadi lebih efisien, sebab: 

a) Apabila tidak ada sekolah dan pekerjaan mendidik hanya harus dipikul oleh keluarga, maka hal ini tidak akanpekerjaannya,serta banyak orang tua tidak mampu melaksanakanpendidikan dimaksud, 
b) Oleh karena pendidikan sekolah dilaksanakan dalam programyang tertentu dan sistematis, dan 
c) Di sekolah dapat dididik sejumlah besar anak secarasekaligus. 

4. Sosialisasi; sekolah mempunyai peranan yang penting didalam proses sosialisasi, yaitu proses membantu perkembanganindividu menjadi makhluk sosial, makhluk yang dapatberadaptasi dengan baik di masyarakat. Sebab bagaimanapunpada akhirnya dia berada di masyarakat. 

5. Konservasi dan transmisi kultural;Fungsi lain dari sekolah adalah memelihara warisan budayayang hidup dalam masyarakat dengan jalan menyampaikanwarisan kebudayaan tadi (transmisi kultural) kepada generasimuda, dalam hal ini tentunya adalah anak didik. 

6. Transisi dari rumah ke masyarakat; ketika berada di keluarga,kehidupan anak serba menggantungkan diri pada orang tua,maka memasuki sekolah di mana ia mendapat kesempatanuntuk melatih berdiri sendiri dan tanggung jawab sebagaipersiapan sebelum ke masyarakat. Di bidang sosial dan pendidikan sekolah memiliki fungsi, yaitu membina dan mengembangkan sikap mental peserta didik dan menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dengan melaksanakan pengelolaan komponen-komponen sekolah, melaksanakan administrasi sekolah dan melaksanakan supervisi.
Secara garis besar fungsi sekolah adalah : 
1.        Mendidik calon warganegara yang dewasa 
2.        Mempersiapkan calon warga masyarakat 
3.        Mengembangkan cita-cita profesi atau kerja 
4.        Mempersiapkan calon pembentuk keluarga yang baru 
5.        Pengembangan pribadi (realisasi pribadi)
(Simanjuntak dalam Soebagio Atmodiwirio 2000:65) Dari teori diatas, dijelaskan bahwa banyaknya fungsi dan manfaat sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan yang dipercaya oleh masyarakat sebagai alat untuk membentuk kepribadian diri individu dalam mayarakat, mendidik warga negara menjadi lebih baik dan nantinya diharapkan dapat berguna bagi bangsa dan negara. 
Terimakasih telah membca artikel berjudul Sekolah Sebagai Lembaga Pendidikan Formal

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 3/19/2017

0 komentar Sekolah Sebagai Lembaga Pendidikan Formal

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak