Home » » Polemik Ujian Nasional Dalam Sistem Pendidikan di Indonesia

Polemik Ujian Nasional Dalam Sistem Pendidikan di Indonesia

A. Pengertia Ujian Naional

Polemik Ujian Nasional Dalam Sistem Pendidikan di Indonesia
Ujian Nasional biasa disingkat UN adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.

B. Kelebihan dan Kekurangan Ujian Nasional

1. Manfaat dan Kelebihan Ujian Nasional

Adapun Manfaat dan Kelebihan Ujian Nasional adalah sebagai berikut : 1. UN dapat menggambarkan indikator kondisi pendidikan di Indonesia secara umum, artinya lembaga pendidikan internasional (UNESCO dll) dapat mengetahui kondisi pendidikan di Indonesia melalui UN. 2. UN dapat memacu sekolah, dinas pendidikan (propinsi dan kab/kota) untuk berkompetisi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 3. UN dapat memotovasi guru untuk senantiasa meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga guru senantiasa meningkatkan kompetensinya untuk menuju guru yang professional. 4. UN juga dapat memotivasi siswa untuk terus belajar sehingga mampu meraih nilain UN yang tinggi. Artinya disini dengan dilaksanakannya UN dapat membelajarkan siswa sehingga mampu berkembang secara optimal dalam mengembagkan potensinya. 

2. Kekurangan Ujian Nasional

Disamping kelebihan dan manfaat diatas, pelaksanaan UN juga memiliki kelemahan dan dampak negative, diantarnya adalah : 1. Standar nilai UN sama di seluruh Indonesia, sementara kondisi baik sarana prasarana, guru, input siswa di setiap daerah terdapat perbedaan yang sangat signifikan. Apakah wajar sekolah yang di Jakarta misalnya SMPN 115 jakarta dengan fasilitas dan guru yang sangat lengkap standar kelulusannya disamakan dengan SMP Hidayatutthullab yang berada di Air Tenggulang Sumsel yang baik fasilitas maupun guru masih sangat kurang ? 2. Dengan dilaksanakannya nilai UN sebagai syarat kelulusan akan menimbulkan kompetisi yang tidak sehat. Hal ini terjadi karena UN masih dijadikan standar apakah pendidikan di suatu sekolah itu berkualitas atau tidak. Tingginya nilai UN di sekolah atau daerah masih dianggap sebagai gambaran kualitas pendidikan disekolah/ daerah tersebut. Hal ini akan mendorong sekolah/daerah melakukan kecurangan UN. 3. Pemanfaatan Anggaran Dana yang mubadzir (sia-sia). Pelaksanaan UN menghabiskan dana yang tidak sedikit baik dari perencanaan,pelaksanan maupun monev UN misalnya pencetakan naskah soal, pengawalan naskah soal, kepengawasan, tim independen, dan lain lain. Sementara hasil yang dicapai UN tidak mampu menjamin gambaran pencapaian kompetensi peserta didik yang sebenarnya sesuai dengan tujuan Un itu sendiri. 4. UN merupakan penilaian yang sifatnya temporal (sesaat) dan hanya menilai 1 aspek saja, namun menentukan kelulusan. Hal ini bertentangan dengan penilaian berbasis kelas (PBK) yang menitikberatkan penilaian selama proses pembelajaran yang seharusnya lebih menentukan syarat kelulusan karena dilaksanakan secara kontinu.

C. Polemik Penerapan Ujian Nasional di Indonesia

Rencana moratorium yang diterapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Menurut Muhadjir salah satu kelemahan UN adalah UN cenderung membawa proses belajar ke orientasi yang tidak tepat.
Berdasarkan hasil pengamatannya saat berinteraksi dengan guru di berbagai daerah, Menteri Muhadjir menyampaikan, ada kecenderungan sekolah mengesampingkan atau mereduksi hakikat pendidikan, yakni membangun karakter, perilaku dan kompetensi.
"Sekolah cenderung hanya berfokus pada mata pelajaran yang diberikan pada UN, kurang memperhatikan mata pelajaran lainnya. Bahkan beberapa guru yang mengampu mata pelajaran bukan mata pelajaran UN merasa tidak diapresiasi baik oleh sekolah maupun peserta didik," ungkap Menteri Muhadjir, Kamis (1/12) seperti yang dilansir mardiyas.com dikutip dari jpnn.
Ditambahkannya, fokus berlebihan pada UN akan menjauhkan dari proses pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis, analitis. Dicontohkannya, sebagai proses evaluasi yang bersifat massal, sampai saat ini bentuk instrumen UN adalah pilihan ganda.
Hal tersebut dinilai kurang sesuai dengan upaya pemerintah untuk menghadirkan generasi yang memiliki keterampilan abad 21.
Sementara itu, tiga ranah pendidikan yang diharapakan tercapai dalam sistem pendidikan Indonesia yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik tidak seluruhnya terkaper dimana pelaksanaan ujian nasional hanya berpokus pada ranah kognitif saja. Dalam teori pendidikan kecerdasan majemuk atau multeple intelegence disebutkan bahwa setiapa anak memiliki kecenderungan dan kecerdasannya masing masing. mereka berbeda antara satu dengan yang lain. Dikaitkan dengan kesuksesan seorang anak dimasa depannya tidak dapat diukur dengan nilai kognitif saja seperti di sebutkan oleh Daniel Golemen melalui penelitiannya bahwa kesuksesan seseorang 80% adalah kecerdasan emosional dan kognisi hanya 20%. Dengan demikian, sungguh ironi jika kelulusan seorang siswa hanya ditentukan dengan penilaian kognitif lewat perwakilan mata pelajaran tertentu.
Disamping hal tersebut, kesenjangan sarana dan prasaran antara sekolah-sekolah yang ada di Indonesia juga menjadi polemik penerapan ujian nasional. Betapa tidak, sekolah yang bertaraf internasional pada akhirnya disamakan dengan sekolah pedalaman dalam hal evaluasi nasional.
Selain itu, standar dan kualifikasi dan penempatan guru belum merata di seluruh Indonesia sehingga semakin menambah polemik penerapan ujian nasional di Indonesia.
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Polemik Ujian Nasional Dalam Sistem Pendidikan di Indonesia

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 3/11/2017

0 komentar Polemik Ujian Nasional Dalam Sistem Pendidikan di Indonesia

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak