Home » » Bacaan Zikir yang Paling Utama

Bacaan Zikir yang Paling Utama

Bacaan Zikir yang Paling Utama

A. Pengertian Zikir

Secara etimologi  zikir memiliki arti "menyebut", "mengingat" atau "berdoa", kata zikir juga berarti memori, pengajian. Dalam bahasa agama Islam zikir sering didefinisikan dengan menyebut atau mengingat Allah dengan lisan melalui kalimatkalimat thayyibahZikir atau Dzikir (Arab: ذِکْر‎, ðɪkr) adalah sebuah aktifitas ibadah dalam umat Muslim untuk mengingat Allah. Di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah, dan zikir adalah satu kewajiban yang tercantum dalam al-Qur'anBacaan zikir yang paling utama adalah kalimat "Laa Ilaaha Illallaah", sedangkan doa yang paling utama adalah "Alhamdulillah". Seseorang yang melakukan zikir disebut dzaakir (ذاكر).

B. Jenis-jenis Zikir

1. mengingat nama dan sifat Allah serta memuji, mensucikan Allah dari sesuatu yang tidak layak bagi-Nya.
  • Sekedar menyanjung Allah seperti mengucapkan “subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar”, “subhanallah wa bihamdih”, “laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir”.
  • Menyebut konsekuensi dari nama dan sifat Allah atau sekedar menceritakan tentang Allah. Contohnya adalah seperti mengatakan, “Allah Maha Mendengar segala yang diucapkan hamba-Nya”, “Allah Maha Melihat segala gerakan hamba-Nya, “tidak mungkin perbuatan hamba yang samar dari penglihatan Allah”, “Allah Maha menyayangi hamba-Nya”, “Allah kuasa atas segala sesuatu”, “Allah sangat bahagia dengan taubat hamba-Nya.”
2. mengingat perintah, larangan dan hukum Allah. Zikir jenis ini ada dua macam:
  • Mengingat perintah dan larangan Allah, apa yang Allah cintai dan apa yang Allah murkai.
  • Mengingat perintah Allah lantas segera menjalankannya dan mengingat larangan-Nya lantas segera menjauh darinya.
3. mengingat berbagai nikmat dan kebaikan yang Allah beri.

C. Keutamaan Zikir

1. Membuat Hidup Jadi Tenang
2. Menghapus dosa-doa
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang mengucapkan: Subhanallah wa Bihamdihi (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali, maka dihapuskan segala kesalahan (dosa)-Nya walaupun sebanyak buih dilaut.” (Muttafaq ‘alaih)
3. Suka Zikir dianggap Hidup, kurang zikir dianggap “mati”
“Perumpamaan orang yang berzikir kepada Allah dan orang yang tidak berzikir, adalah seumpama orang yang hidup dan mati.” (HR. Bukhari)
4. Mengusir /menundukkan Setan
Allah subahanahu wa ta’ala berfirman: “Dan Jika Syaithan mengganggumu dengan suatu ganguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS: Fushilat:36)
5. Menghilangkan kesedihan dan kemuraman dari hati
6. Mendatangkan kegembiraan dan kesenangan dalam hati
7. Melapangkan rizki dan mendatangkan barakah
8. Membuahkan ketundukan, yaitu berupa kepasrahan diri kepada Allâh dan kembali kepada-Nya
9. Allah bersama Orang Yang Berzikir

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُوْلُ : أَنَا مَعَ عَبْدِيْ مَا ذَكَرَنِيْ وَتَحَرَّكَتْ بِيْ شَفَتَاهُ
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman: “Aku bersama hamba-Ku selagi dia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak-gerak menyebut-Ku.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

11. Membuat hati menjadi hidup
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah t berkata, “Zikir bagi hati sama dengan air bagi ikan, maka bagaimana keadaan yang akan terjadi pada ikan seandainya berpisah dengan air ?”
12. Membersihkan hati dari karatnya, karena segala sesuatu ada karatnya dan karat hati adalah lalai dan hawa nafsu. Sedang untuk membersihkan karat ini adalah dengan taubat dan istighfar
13. Menyelamatkannya dari adzab Allâh
Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu dan dia memarfu’kannya ” Tidak ada amal yang dilakukan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari adzab Allâh, selain dari zikir kepada Allâh Azza wa Jalla

14. Malaikat mengelilingi
Sebagaimana yang disabdakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Dari Abu Sa’id al-Khudzri ra, Rasulullah bersabda, “Tidaklah sekelompok orang duduk dan berzikir kepada Allah, melainkan mereka akan dikelilingi para malaikat, mendapatkan limpahan rahmat, diberikan ketenangan hati, dan Allah pun akan memuji mereka pada orang yang ada di dekat-Nya.” (HR. Muslim)
Dari ibnu Umar ra, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kalian melalui taman-taman surga, maka kelilingilah ia.” Sahabat bertanya, “apakah taman-taman surga wahai Rasulullah SAW?”, beliau menjawab, “yaitu halaqoh-halaqoh zikir, karena sesungguhnya Allah memiliki pasukan-pasukan dari malaikat, yangmencari halaqoh-halaqoh zikir, yang apabila mereka menjumpainya, mareka akan mengelilinginya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Baihaqi)
15. Terjaga dari Kebatilan
Siapa yang membiasakan lidahnya untuk berzikir, maka lidahnya lebih terjaga dari kebathilan dan perkataan yang sia-sia. Namun siapa yang lidahnya tidak pernah mengenal zikir, maka kebathilan dan kekejian banyak terucap dari lidahnya. Zikir pada Allah akan menjadikan kesulitan itu menjadi mudah, suatu yang terasa jadi beban berat akan menjadi ringan, kesulitan pun akan mendapatkan jalan keluar. Zikir pada Allah benar-benar mendatangkan kelapangan setelah sebelumnya tertimpa kesulitan.
15 . Menghilangkan rasa takut yang ada pada jiwa dan ketenangan akan selalu diraih. Sedangkan orang yang lalai dari zikir akan selalu merasa takut dan tidak pernah merasakan rasa aman.
16. Bisa melakukan hal yang menakjubkan
Contohnya adalah Ibnu Taimiyah yang sangat menakjubkan dalam perkataan, tulisannya, dan kekuatannya. Tulisan Ibnu Taimiyah yang ia susun sehari sama halnya dengan seseorang yang menulis dengan menyalin tulisan selama seminggu atau lebih. Begitu pula di medan peperangan, beliau terkenal sangat kuat. Inilah suatu hal yang menakjubkan dari orang yang rajin berzikir.
17. Menjadi Saksi di Hari Kiamat
Orang yang senantiasa berzikir ketika berada di jalan, di rumah, di lahan yang hijau, ketika safar, atau di berbagai tempat, itu akan membuatnya mendapatkan banyak saksi di hari kiamat. Karena tempat-tempat tadi, gunung dan tanah, akan menjadi saksi bagi seseorang di hari kiamat. Kita dapat melihat hal ini pada firman Allah Ta’ala.
18. Terlindung dari bahaya racun
Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan zikir ini di sore hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan mendapat bahaya racun di malam tersebut. (HR. Ahmad 2/290, An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 590). Bacaan yang dimaksud adalah; أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya.” (dibaca 3 x pada petang hari)
19. Dicukuki Kebutuhannya oleh Allah
Abdullah bin Khubaib disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan surat tersebut masing-masing sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka itu akan mencukupinya dari segala sesuatu. (HR. Abu Daud (4/322, no. 5082), Tirmidzi (5/567, no. 3575). Hadits yang dimaksud adalah bacaan 3 surat Al Ikhlas: 1-4, Al Falaq: 1-5 dan An Naas: 1-6 di waktu pagi dan petang.
20. Dapat Ridho Allah Subhanahu Wata’ala
Dalam hadits Tsauban bin Bujdud radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan hadits ini sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka pantas baginya mendapatkan ridho Allah di hari kiamat. (HR. Ahmad (4/337). Bacaan yang dimaksud adalah; رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّ
“Aku ridho Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi (yang diutus oleh Allah).”
Dari Abdullah bin Basr radhiallahu ‘anhu ia berkata, “Seorang laki-laki pernah berkata kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam itu banyak maka beri tahukan kepadaku sesuatu yang dapat aku jadikan pegangan!’ Maka Rasul menjawab;
لا يزال لسانك رطبا من ذكر الله
“Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan berzikir pada Allah.” (HR. Tirmidzi no. 3375

D. Bacaan Zikir yang Paling Utama

Berikut ini adalah tiga bacaan zikir yang paling dicintai Allah.

1. Zikir Dua Bacaan
Bacaan zikir pertama yang dicintai oleh Allah SWT adalah dengan mengucapkan Subhanallahi wa bihamdihi.Sebagaimana disebutkan dalam al-Adzkar, Imam an-Nawawi mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr al-Ghifari, “Maukah engkau kuberitahu bacaan yang paling dicintai Allah Ta’ala?”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya ucapan yang paling disukai Allah Ta’ala adalah  (Subhanallahi wa bihamdihi-Mahasuci Allah dan segala puji hanya bagi-Nya).”

Abu Umamah meriwayatkan, bahwa bacaan ini lebih agung dari emas yang diinfaqkan di jalan Allah Ta’ala. Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang ditakuti malam sehingga disusahkan, atau rasa bakhil untuk berinfaq, atau rasa takut kepada musuh,” lanjut Rasulullah, “hendaklah memperbanyak mengucapkan subhanallahi wa bihamdih.” Sebab, terangnya mengakhiri, “Hal itu lebih dicintai Allah Ta’ala dari gunung emas yang diinfaqkan di jalan-Nya.”

2. Zikir Empat Bacaan
Bacaan zikir selanjutnya terdiri dari empat bacaan. Empat bacaan ini amat masyhur di kalangan kaum Muslimin yang mencintai zikir. Bisa diucapkan dalam satu bacaan utuh, dipisah-pisah, dan bisa dibaca sesuai kondisi seseorang.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Samurah bin Jundab, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Bacaan yang paling dicintai Allah Ta’ala ada empat. Ialah Subhanallah-Mahasuci Allah, Alhamdulillah-Segala puji bagi Allah, Laa ilaha ilallah-Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allahu akbar-Allah Mahabesar.

Di akhir riwayat yang dikutip oleh Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan petunjuk, “Tidak ada salahnya bagimu untuk memulai (membacanya)nya dari bacaan yang mana.”

Selain itu, bacaan zikir empat bacaan ini bisa menjadi perisai untuk menghalau api neraka. Pada hari kiamat, bacaan tersebut akan datang mendahului dan menghindarikan dari api neraka serta menjaga keselamatan orang yang sering membacanya. 

3. Zikir Paling Utama
Namun, di antara bacaan-bacaan zikir lainnya, bacaan Laa Ilaha illallah yang paling utama. Karena dalam lafadz zikir ini berarti Tiada Tuhan selain Allah. Orang yang melafadzkan bacaan zikir ini yakin bahwa hanya Allah lah yang wajib disembah dan dijadikan sebagai tempat berdoa serta meminta pertolongan. 

Diriwayatkan secara hasan oleh Imam at-Tirmidzi, Jabir bin ‘Abdillah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Zikir yang paling utama adalah (Laa ilaha ilallah-Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah).”
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Bacaan Zikir yang Paling Utama

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 3/06/2017

0 komentar Bacaan Zikir yang Paling Utama

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak