Home » » Komunikasi Pendidikan

Komunikasi Pendidikan

Komunikasi Pendidikan
Komunikasi Pendidikan

A. Pengertian Komunikasi Pendidikan

Secara sederhana, komunikasi pendidikan dapat diartikan sebagai komunikasi yang terjadi dalam suasana pendidikan. Dengan demikian, komunikasi pendidikan adalah proses perjalanan pesan atau informasi yang merambah bidang atau peristiwa-peristiwa pendidikan. Proses pembelajaran  pada hakikatnya adalah proses kounikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan yang disampaikan berupa isi/ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi, baik verbal maupun non-verbal

B. Macam-Macam Komunikasi Pendidikan

Dalam lingkungan pendidikan terdapat komunikasi yang dibedakan menjadi:
1.       Komunikasi Internal adalah yang terjadi didalam sekolah yakni:
a.      Antara Kepala Sekolah dengan Guru
Disekolah guru membantu kepala sekolah dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu komunikasi antara Kepala Sekolah dengan guru – guru harus dijalin dengan baik sehingga hubungan menjadi hubungan dinas dan akrab.
b.      Antara Kepala Sekolah dengan  Siswa
Komunikasi yang berlangsung antara Kepala Sekolah dan siswa dapat dilakukan dengan tertulis (pengumuman, edaran, teguran, sanksi dan lain sebagainya) maupun secara lisan ( pengumuman, teguran, dan peringatan)
c.       Antara Kepala Sekolah dengan Tata Usaha
Pegawai tata usaha mempunyai fungsi yang sama dengan guru tetapi tata usaha membantu siswa dalam bidang administrasi.
d.      Antara Guru dengan Guru
Hubungan antara guru dengan guru adalah hubungan yang menyangkut dengan hubungan kerja sama dalam melaksanakan tugas sekolah. Hubungan kedinasan dapat berupa pertemuan dalam rapat sekolah, bekerja sama dalam membimbing kelompok, menyelesaikan tugas kelompok dan sebagainya. Hubungan tidak formal antar guru adalah selain yang dimaksudkan untuk melancarkan pelaksanaan tugas bersama juga untuk mempererat kekeluargaan antara kawan yang satu dengan yang lain yang senasib sepenanggungan satu profesi sebagai guru.
e.      Antara Guru dengan Tata Usaha
Komunikasi antar guru dan tata usaha hampir tidak ada yang bersifat formal, karena guru dan tata usaha berkedudukan sederajat tetapi berbeda dalam jenis tugas. Jenis komunikasi yang dijalin banyak hal yang tidak bersifat formal, seperti dalam bentuk pertemuan dan kunjungan. Dalam kedinasan komunikasi diarahka pada usaha kerja sama dalam mencapai tujuan bersama yaitu membina dan mengembangkan sekolah.
f.        Antara Siswa dengan Usaha
Ada beberapa urusan yang dapat diselesaikan oleh siswa pada pegawai tata usaha, misalnya surat-surat keterangan, pembayaran SPP, pengambilan buku presensi, buku kelas dn sebagainya.
g.      Komunikasi antar Siswa dengen Siswa
Komunikasi antara siswa dengan siswa merupakan komunikasi yang bersifat formal dan non formal. Formal  (tetapi bukan dinas) yaitu komunikasi yang terjadi dalam kelas dalam situasi belajar(dalam kerja kelompok atau diskusi) ,tetapi juga banyak yang bersifat non formal. Komunikasi antar siswa harus ditumbuhkan dengan baik agar bermanfaat untuk kepentingan suksesnya kegiatan belajar.
2.      Komunikasi Eksternal, yaitu komunikasi yang terjadi antara sekolah dengan masyarakat yakni orang tua atau wali siswa dan masyarakat pada umumnya.
Tujuan kerjasama sekolah dengan orang tua atau wali murid siswa adalah dengan dasar kesamaan tanggung jawab dan kesamaan tujuan.

C.    Prinsip-prinsip Komunikasi Pendidikan

Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai penjabaran lebih jauh dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu :
1.     Komunikasi adalah suatu proses simbolik. Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu titik, tetapi terus berkelanjutan
2.     Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi. Setiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus.
3.     Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan. Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi. Percakapan diantara dua orang sahabat dan antara dosen dan mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda.
4.     Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan. Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya tercapai)
5.     Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu. Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung.
6.     Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi. Tidak dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi.
7.     Komunikasi itu bersifat sistemik. Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi.
8.     Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi. Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan.
9.     Komunikasi bersifat nonsekuensial. Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan dimengerti.
10.   Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional. Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi.
11.   komunikasi bersifat irreversible. Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut.
12.   Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah

Terimakasih telah membaca artikel berjudul Komunikasi Pendidikan

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 2/05/2017

0 komentar Komunikasi Pendidikan

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak