Pengertian dan Jenis-jenis Jasa Bank

Pengertian dan Jenis-jenis Jasa Bank
Pengertian dan Jenis-jenis Jasa Bank
A. Pengertian bank 

Kasmir
   
Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan giro, tabungan dan deposito. Kemudian bank juga dikenal sebagai tempat untuk menukar uang, memindahkan uang atau menerima segala bentuk pembayaran dan setoran seperti pembayaran listrik, telepon, air pajak, uang kuliah dan pembayaran lainnya.


Rachmadi Usman

Bank merupakan suatu lembaga keuangan yang melayani kepentingan masyarakat dalam segala bentuk transaksi yang menyangkut kepentingan dari pihak yang memakai jasa bank, dengan tanpa mengabaikan keuntungan bank baik secara langsung maupun tidak.

Prof G.M. Verryn Stuart

Bank merupakan salah satu badan usaha lembaga keuangan yang bertujuan memberikan kredit, baik dengan alat pembayaran sendiri, dengan uang yang diperolehnya dari orang lain, dengan jalan mengedarkan alat-alat pembayaran baru berupa uang giral.

H. Malayu S.p Hasibuan
   
Bank adalah lembaga keuangan berarti Bank adalah badan usaha yang kekayaan terutama dalam bentuk asset keuangan (Financial Assets) serta bermotivasi profit dan juga sosial, jadi bukan mencari keuntungan saja

Dari beberapa definisi diatas maka kami dapat menarik benang merahnya bahwa“Bank adalah suatu lembaga keuangan yang melayani kepentingan masyarakat seperti melakukan transaksi penukaran uang, menerima simpanan dan memindahakan atau menerima segala bentuk pembayaran”

Zeithaml

Jasa adalah aktivitas Ekonomi dengan output selain produk yang dikonsumsi dan di produksi pada saat yang bersamaan, memberikan nilai tambah dan tidak berwujud bagi pembelinya.

Adrian Payne

Jasa adalah aktivitas ekonomi yang memiliki nilai atau manfaat intangible yang berkaitannya, melibatkan interaksi dengan konsumen atau dengan barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan.

Kotler

Jasa ialah setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip tidak berwujud dan menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk.

B. Jenis-jenis Jasa Bank

Menurut Kasmir (2012:131) jenis-jenis jasa bank yang dapat dikatakan lengkap untuk ukuran perbankan di Indonesia dewasa ini.

1)   Kiriman Uang (Transfer)

     Transfer merupakan jasa pengiriman uang lewat bank baik dalam kota, luar kota atau keluar negeri. Lama pengiriman dan besarnya biaya kirim tergantung pada sarana digunakan untuk mengirim.

Sarana-sarana yang dapat digunakan adalah:

§      Surat

§      Telex

§      Telepon

§      Faksimile

§      On line komputer


Pengiriman Uang atau Transfer lewat bank akan memberi beberapa keuntungan bagi nasabah, jika dibandingkan dengan jasa lainnya.
Keuntungan yang diperoleh oleh masing-masing pihak antara lain:

a.    Bagi nasabah akan mendapatkan

§    Pengiriman uang lebih cepat

§    Aman sampai tujuan

§    Pengiriman dapat dilakukan lewat telepon melalui pembebanan rekening

§    Prosedur mudah dan cepat

b.    Bagi bank akan memperoleh

§    Biaya kirim

§    Biaya provisi dan komisi

§    Pelayanan kepada nasabah


2)   Kliring (Clearing)

     Kliring merupakan jasa penyelesaian utang piutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring (penagihan warkat seperti cek atau BG yang berasal dari dalam kota). Peserta kliring adalah bank yang sudah memperoleh izin dari Bank Indonesia.


Tujuan dilaksanakan kliring oleh Bank Indonesia antara lain:

a.    Untuk memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral

b.     Agar perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilaksanakan lebihmudah, aman dan efisien.

Warkat-warkat yang dapat dikliringkan atau diselesaikan di lembaga kliring adalah warkat-warkat yang berasal dari dalam kota seperti:

a.    Cek

b.    Bilyet Giro (BG)

c.    Wesel Bank

d.   Surat Bukti Penerimaan Transfer dari luar kota

e.    Lalu Lintas Giral (LLG)/nota kredit

Proses penyelesaian warkat-warkat kliring di lembaga kliring terdiri dari:
a. Kliring keluar
b. Kliring masuk
c. Pengembalian kliring (clearing retour)

Warkat-warkat yang dikliringkan tidak selamanya tertagih, bahkan setiap kali transaksi kliring terdapat beberapa warkat yang ditolak pembayarannya.

Ada beberapa alasan penolakan kliring pada saat penerimaan warkat-warkat kliring dalam kliring masuk. Penolakan pembayaran cek atau BG disebabkan:

a.    Asal cek atau BG salah

b.    Tanggal cek atau BG belum jatuh tempo

c.    Material tidak ada atau tidak cukup

d.   Jumlah yang tertulis di angka dan huruf berbeda

e.    Tanda tangan tidak sama/lengkap

f.     Coretan atau perubahan tidak ditandatangani

g.    Cek atau BG sudah kadaluwarsa

h.    Resi belum kembali

i.      Endorsment cek tidak benar

j.      Rekening sudah ditutup

k.    Dibatalkan penarik

l.      Rekening diblokir oleh berwajib

m.  Kindisi cek atau BG rusak atau tidak sempurna

n.    Dan alasan lainnya


3)   Inkaso (collection)

     Inkaso merupakan jasa bank untuk menagihkan warkat-warkat yang berasal dari luar kota atau luar negeri. Sebagai contoh apabila kita mendapat selembar cek yang diterbitkan oleh bank di kota Bandung, maka cek tersebut dapat dicairkan di Jakarta melalui jasa insako.

     Adapun warkat-warkat yang dapat diinkasokan atau ditagihkan adalah warkat-warkat yang berasal dari luar kota atau luar negri seperti:

-          Cek

-          Bilyet

-          Wesel

-          Kuitansi

-          Surat aksep

-          Deviden

-          Kupon

-          Money order

-          Dan surat berharga lainnya

     Lama penagihan warkat dan besarnya biaya tagih yang dibebankan kepada nasabah tergantung bank yang bersangkutan. Biasanya lama penagihan berkisar antara 1 minggu sampai 4 minggu.

Proses penyelesaian inkaso yang dilakukan oleh bank dibagi kedalam dua bagian yaitu:

a.    Inkaso berdokumen, di mana surat-surat yang diinkasokan disertai oleh dokumen yang mewakili surat/barang tersebut

b.    Inkaso tidak berdokumen, surat yang diinkasokan tidak diwakili dokumen yang mewakili surat atau barang tersebut.

4)   Safe Deposit Box

     Safe Deposite Box (SDB) merupakan jasa-jasa bank yang diberikan kepada nasabahnya(safe loket).

Kegunaan dari SDB adalah untuk menyimpan surat-surat berharga dan surat-surat penting seperti:

-          Sertifikat deposito

-          Sertifikat tanah

-          Saham

-          Obligasi

-          Surat perjanjian

-          Akte kelahiran

-          Surat nikah

-          Ijazah

-          Paspor

-          Dan surat atau dokumen lainnya.

Disamping itu, SDB dapat pula digunakan untuk menyimpan benda-benda berharga seperti:

-          Emas

-          Mutiara

-          Berlian

-          Intan

-          Permata

-          Dan benda yang dianggap berharga lainnya.

Sedangkan larangan menyimpan barang-barang di SDB adalah seperti:

-          Narkotika dan sejenisnya

-          Bahan yang mudah meledak

-          Dan larangan lainnya.

Keuntungan bagi bank dengan membuka jasa SDB kepada masyarakat adalah sebagai berikut:

-          Biaya sewa

-          Uang setoran jaminan yang yang mengendap

-          Pelayanan nasabah

Kemudian keuntungan bagi nasabah pemegang SDB adalah:

a.    Menjamin kerahasian barang-barang yang disimpan, karena pihak bank tidak perlu tahu isi SDB selama tidak melanggar aturan yang telah ditentukan sebelumnya.

b.    Keamanan dokumen juga terjamin, hal ini disebabkan:

-          Peralatan keamanan canggih

-          SDB terbuat dari baja tahan api

-          Terdapat dua buah anak kunci dimana SDB hanya dapat dibuka dengan kedua kunci tersebut yang masing-masing dipegang oleh bank dan nasabah

-          Tidak dapat dibuka oleh salah satu pihak, apakah nasabah pemegang SDB maupun bank.

Disamping memperoleh keuntungan seperti diatas, nasabah juga dikenakan berbagai macam biaya.

Adapun biaya yang dikenakan kepada nasabah yang menyewa SDB ada dua macam yaitu:

a.    Biaya sewa yang besarnya tegantung ukuran box yang diinginkan serta jangka waktu sewa. Biaya sewa dibayar biasanya per tahun

b.    Setoran jaminan, merupakan biaya pengganti, apabila kunci yang dipegang oleh nasabah hilang dan box harus dibongkar. Akan tetapi, jika tidak terjadi masalah, maka apabila SDB tidak diperpanjang setoran jaminan dapat diambil kembali.


5)   Bank Card

     Bank Card merupakan “kartu plastik” yang dikeluarkan oleh bank yang diberikan kepada nasabahnya untuk dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran di tempat-tempat tertentu seperti supermarket, pasar swalayan, hotel, restoran, tempat hiburan dan tempat lainnya. Disamping itu, dengan kartu ini juga dapat diuangkan (mengambil uang tunai) diberbagai tempat seperti di ATM (Automated Teller Machine). ATM biasanya tersebar di berbagai tempat yang strategis seperti di pusat perbelanjaan, hiburan dan perkantoran.

Sistem kerja bank card mulai dari permohonan sampai dengan melakukan transaksi dapat dijelaskan sebagai berikut:

a.       Cara kerja kartu ini dimulai dari nasabah mengajukan permohonan sebagai pemegang kartu dengan memenuhi segala peraturan yang ada.

b.      Bank akan menerbitkan kartu apabila “disetujui” dan diserahkan ke nasabah.

c.       Dengan kartu ini pemegang kartu berbelanja di suatu tempat dengan bukti pembayarannya.

d.      Pihak pedagang akan menagihkan ke bank dan bank akan bayar sesuai perjanjian.

e.       Bank akan menagihkan ke pemegang kartu berdasarkan bukti pembelian dengan disertai suku bunga.

f.       Pemegang kartu akan membayar sejumlah nominal yang tertera sampai waktu yang telah ditentukan.


6)   Bank Notes

     Bank Notes merupakan uang kartal asing yang dikeluarkan dan diterbitkan oleh bank luar negeri. Bank Notes dikenal juga dengan istilah “Devisa Tunai” yang mempunyai sifat-sifat seperti uang tunai. Tidak semua Bank Notes dapat diperjualbelikan, hal ini tergantung dari pada peraturan devisa di Negara yang asal Bank Notes.

     Sedangkan yang dimaksud dengan jual beli bank notes merupakan transaksi antara valuta yang dapat diterima pembayarannya dan dapat diperjualbelikan dan diperdagangkan kembali sesuai dengan nilai tukar yang terjadi pada saat itu.

     Dalam transaksi jual beli bank notes, bank mengelompokan bank notes kedalam dua klasifikasi. Yaitu bank notes yang lemah dan bank notes yang kuat dan bank biasanya lebih menyukai bank notes yang nilainya kuat.

     Pengelompokan bank notes yang kuat berdasarkan katagori sebagai berikut:

a.       Bank notes tersebut mudah diperjualbelikan

b.      Nilai tukar terkendali atau stabil

c.       Frekuensi penjualan sering terjadi

d.      Dan pertimbangan lainnya.

     Sedangkan kelompok bank notes yang lemah dikembalikan dari bank notes yang kuat, dalam pengelompokan ini tergantung dari bank yang bersangkutan.

Dalam prakteknya bank tidak selalu menerima penjualan dan pembelian bank notes. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan yaitu:
a. Kondisi bank notes cacat/rusak
b. Tergolong dalam valuta lemah
c. Tidak memiliki persediaan
d. Diragukan keabsahanya

     Kurs yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia oleh perbankan dijadikan patokan harga mata uang asing tersebut. Kurs ini dipergunakan untuk transaksi jual dan beli ditambah dengan keuntungan yang diharapkan oleh bank tersebut. Berikut ini beberapa pengertian:
- valuta            : mata uang
-kurs                : nilai valuta asing
- konversi        : penyesuaian
- kurs konvensi : penyesuaian nilai valuta asing terhadap rupiah

     Dalam transaksi jual beli bank notes ada dua macam kurs yaitu jual beli (buying rate) dan kurs jual (selling rate). Penggunaan kurs beli dan kurs jual dalam transaksi bank notes adalah sebagai berikut:
- kurs jual pada saat bank menjual, artinya dalam hal ini nasabah membeli.
- kurs beli pada saat bank membeli artinya dalam hal ini nasabah menjual.

7)   Travellers cheque

     Travellers chaque dikenal dengan nama cek wisata atau cek perjalanan yang biasanya dipergunakan oleh mereka yang hendak bepergian atau sering dibawa oleh turis.
Penggunaan trevellers cheque dapar dibelanjakan diberbagai tempat terutama dimana bank yang mengeluarkan trevellers cheque tersebut melakukan peningkatan dan perjanjian. Disamping itu, treveller cheque juga dapat diuangkan diberbagai bank.

Keuntungan serta manfaat penggunaan treveller cheque terutama bagi mereka yang suka berpergian/berwisata antara lain sebagai berikut:

a. Memberikan kemudahan berbelanja, karena treveller cheque dapat dibelanjakan atau diuangkan diberbagai tempat

b. Mengurangi resiko kehilangan uang, karena setiap treveller cheque yang hilang dapat diganti

c. Memberikan rasa percaya diri, karena sipemakai treveller cheque dilayani secara prima

d.  Dapat dijadikan cedera mata ataupun hadiah buat teman, kolega atau nasabah

e. Biasanya untuk pembelian treveller cheque, tidak dikenakan biaya, begitu pula pada saat pencairannya, namun hal ini sangat tergantung kepada yag menerbitkannya.

     Jenis-jenis treveller chaque yang beredar dapat dilihat dari segi mata uang antara lain:
- treveller cheque mata uang rupiah
- treveller cheque dalam valuta asing yang diterbitkan oleh bank yang berstatus bank devisa

     Treveller cheque dengan personal chaque terdapat beberapa perbedaan, namun berfungsi sama yaitu sebagai alat pembayaran.

Perbedaan antara personal cheque dengan treveller chaque adalah sebagai berikut:

Personal cheque
   

1.      Umumnya maksimal 70 hari

2.      Hanya dapat diuangkan pada bank dimana dibuka rekening

3.      Besarnya nilai cek ditulis pada saat penerbitan cek

4.      Dikenakan bea materai

5.      Tanda tangan dibubuhkan pada saat cek diterbitkan

6.      Dapat ditanda tangani lebih dari 2 orang

7.      Cek biasa pada hakikatnya pencairan dana di bank

8.      Cek biasa jika hilang maka tidak dapat di gantikan


Treveler cheque   

1.      Umumnya tidak dibatasi tergantung dari bank yang diterbitkannya

2.      Dapat dibelanjakan dan diuangkan diberbagai tempat yang punya hubungan dengan bank yang mengeluarkannya

3.      Besarnya nilai treveller cheque dalam bentuk pecahan tertentu

4.      Tidak dikenakan materai

5.      Tanda tangan dibubuhkan dua kali, yaitu pada saat pembelian dan pencarian

6.      Hanya ditandatangani oleh satu orang (yang berhak)

7.      TC pada hakikatnya bukan berasal dari simpanan di bank

8.      TC jika hilang dapat diganti sesuai nominal yang hilang tersebut

8)   Letter of Credit (L/C)

Kegunaan letter of credit adalah untuk menampung dan menyelesaikan kesulitan-kesulitandari pihak pembeli(importir) maupun penjual (eksportir) dalam transaksi dagangannya.

     Pengertian secara umum L/C merupakan suatu pernyataan dari bank atas permintaan nasabah (biasanya importir) untuk menyediakan dan membayar sejumlah uang tertentu untuk kepentingan pihak ke tiga (penerimaan L/C atau eksportir). L/C sering disebut dengan kredit berdokumen atau documentary credit.

Faktor-faktor lain yang mempunyai andil besar dalam proses penyelesaian L/C adalah dokumen-dokumen yang di butuhkan. Dokumen L/C yang dibutuhkan meliputi:
a. Bill of lading (B/L) atau konosemen
B/L mempunyai fungsi sebagai:
- Bukti tanda pengiriman
- Bukti kontrak pengangkutan dan penyerahan barang
- Bukti pemilikan atau dokumen pemilikan barang

b. Draft ( wesel )
Merupakan perintah yang tidak bersyarat dalam bentuk tertulis yang ditujukanuntuk membayar pada saat diminta atau pada waktu yang telah ditentukan untuk membayar sejumlah uang kepada orang yang ditunjuk atau kepala sipemegang wesel. Wesel dapat dipindah tangankan atau diperjual belikan kepada pihak lain.

c. Faktur ( invoice )
merupakan daftar perincian harga dari barang-barang yang dikeluarkan oleh penjual atas suatu transaksi sebagai tanda bukti transaksi dan dapat juga dijadikan sebagai alat tagihan.

d. Asuransi
merupakan perusahaan yang akan menanggung dan mengganti terhadap kerugian yang akan dialami para eksportip apabila terjadi kehilang atau kerusakan barang.

e. Daftar pengepakan
merupakan daftar uraian barang-barang yang dimasukan dalam peti(countainer).

f. Certificate of origin merupakan surat keterangan asal barang yang di ekspor .

g. Certificate of inspection merupakan surat keterangan pemeriksaan tentang keadaan barang yang di buat oleh independent surfeyor .

9) Bank garansi dan referensi bank

Bank garansi yaitu jaminan pembayaran yang di berikan oleh bank kepada suatu pihak bank baik perorangan, perusahaan atau badan/lembaga lainnya dalam bentuk surat jaminan. Pemberian jaminan dengan maksud bank menjamin atau memenuhi (membayar) kewaijiban-kewajiban dari pihak yang di jaminkan kepada pihak yang menerima jaminan, apabila yang di jamin kemudian hari ternyata tidak memenuhi kewajiban kepada pihak lain sesuai dengan yang di perjanjikan atau cedera janji.

Di dalam pemberian fasilitas bank garansi ada tiga pihak ketiga, yaitu:

-          Pihak penjamin (bank)

-          Pihak terjamin (nasabah)

-          Pihak penerima jaminan (pihak ketiga)

Tujuan pemberian bank garansi oleh pihak bank kepada si penerima jaminan atau yang di jaminkan sebagai berikut:

a.    Memberikan bantuan fasilitas dan kemudahan dalam memperlancar transaksi nasabah.

b.    Bagi pemegang jaminan bank garansi adalah untuk memberikan kenyakinan bahwa pemegang jaminan tidak akan menderita kerugian bila pihak yang di jaminkan melalaikan kewajiban, karena pemegang akan mendapat ganti rugi dari pihak perbankan.

c.    Menumbuhkan rasa saling  percaya antara pemberi jaminan, yang di jamin dan yang menerima jaminan.

d.   Memberikan rasa aman dan ketentraman dalam berusaha baik, bagi bank maupun pihak lainnya.

e.    Bagi bank di samping keuntungan yang juga akan memperoleh keuntungan dari biaya-biaya yang harus di bayar nasabah serta jaminan lawan yang di berikan.

Adapun sifat bank garansi adalah hanya berlaku untuk satu kali transaksi

yaitu sampai dengan tanggal berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan sesuai dengan klausa dalam surat bank garansi yang bersangkutan. Bank garansi tidak dapat di perpanjang, tetapi dapat di ajukan permohonan oleh nasabah untuk di perbaharui atas persetujuan tertulis dari pemegang surat bank garansi.

Jenis-jenis bank garansi di lihat dari tujuannyan:

a.    Bank garansi untuk penangguhan bea masuk

Merupakan bank garansi yang di berikan kepada kantor bea cukai untuk kepentingan pemilik barang guna menagguhkan pembayaran bea masuk atau barang yang di keluarkan oleh pelabuhan.

b.    Bank garansi untuk pita cukai

Yaitu bea cukai kepada kantor bea cukai untuk kepentingan yang di jamin (pengusaha pabrik rokok) guna menagguhkan pembayaran pita cukai tembakau atas rokok-rokok yang akan di keluarkan dari pabrik untuk peredaran.

c.    Bank garansi untuk tender dalam negeri

Yaitu bank garansi yang di berikan kepada bouwheer (yang memberi pekerjaan) untuk kepentingan kontraktor/ leveransir yang akan mengikuti tender dalam negeri.

d.   Bank garansi untuk pelaksanaan pekerjaan

Bank garansi yang di berikan kepada bouwheer untuk kepentingan kontraktor guna menjamin pelaksanan pekerjaan yang di terima oleh bouwheer.

e.    Bank garansi untuk uang muka pekerjaan

Bank garansi yang di berikan kepada bouwheer untuk kepentingan kontraktor untuk menerima pembayaran uang muka dari yang memberiakan pekerjaan.

f.     Bank garansi untuk tender luar negeri

Bank garansi yang di berikan untuk kepentingan kontraktor yang akan mengikuti tender pemborong yang mana bouwheer adalah pihak luar negeri.

g.    Bank garansi untuk perdagangan

Bank garansi yang di berikan kepada agen atau dealer perdagangan atau depot-depot perdagangan.

h.    Bank garannsi untuk penyerahan barang

Bank garansi yang di berikan kepada nasabah yang akan melakukan penyerahan barang, baik yang di biayai oleh bank ataupun tidak.

i.      Bank garansi untuk mendapatkan keterangan pemasukan barang, bank garansi yang di berikan untuk pengeluaran barang yang L/C nya belum di bayar penuh oleh importir

Selanjutnya setiap transaksi yang berikitan dengan bank garansi akan di kenakan biaya. Biaya-biaya yang di kenakan kepada nasabah yang mengajukan permohonan bank garansi merupakan balas jasa atau pendapatan bagi bank. Biaya-biaya ini merupakan kompensasi dari resiko yang mungkin akan terjadi di keudian hari. Biaya-biaya yang di maksud adalah:
a. Biaya provisi

Merupakan sejumlah uang yang wajib di bayar oleh terjamin kepada bank sebagai balas jasa untuk pemberian bank garansi. Besarnya provisi ditetapkan berdasarkan tujuan penggunaan bank garansi dan di tetapkan berdasarkan persentase. Pemerintah melalui bank indonesia menetapkan besarnya provisi bank garansi secara umum tanpa membedakan tujuan pengguanaan garansi bank.
b. Biaya administrasi
Merupakan biaya yang lazim di pungut berhubungan dengan pelaksanaan administrasi. Jumlah yang di kenakan terjamin tergantung bank masing- masing.
c. Bea materai
merupakan biaya materai yang di lekatkan pada surat perjanjian bank garansi yang di tanda tangani oleh bank dan pihak terjamin.

Surat garansi yang di terbitkan oleh bank hendaknya memuat hal-hal minimal sebagai berikut:

a.       Judul garansi bank atas bank garansi

b.      Nama dan alamat bank pemberi bank garansi

c.       Nama dan alamat terjamin

d.      Nama dan alamat penerima jaminan

e.       Macam transaksi antara terjamin dan penerima jaminan

f.       Tanggal penerbitan surat bank garansi

g.      Jumlah uang yang di jaminkan oleh bank

h.      Batas waktu untuk mengajukan claim kepada bank

i.        Pernyataan bahwa penjamin (bank) akan memenuhi pembayaran hingga suatu jumlah tertentu dengan terlebih dulu menyita dan menjual lebih dulu benda-benda milik terjamin yang di jadikan jaminan lawan

j.        Jangka waktu pembayaran oleh bank kepada penerima jaminan terhitung saat bank menerima tuntutan

k.      Tanda tangan pihak bank pemberi garansi.

Ketentuan dan syarat-syarat lainnya tidak boleh di muat dalam surat garansi bank antara lain:

-          Sebagai syarat berlaku bank garansi terjamin terlebih dulu harus memenuhi syarat-syarat tertentu

-          Keterangan yang menyatakan bahwa bank garansi dapat di ubah atau di batalkan secara sepihak .

Di samping bank garansi biasanya nasabah juga di minta untuk melengkapi dengan surat referensi bank.

10) Memberikan jasa-jasa di pasar modal
Jasa-jasa bank yang di berikan dalam rangka mendukung kelancaran transaksi di pasar modal antara lain:

- penjamin emisi(underwriter)

- penjamin(guarantor)

-wali amanat(trustee)

-perantara perdagangan efek/tialang(broker)

- Pedagang efek(dealer)

- perusahaan pengelola dana(investment company)


11) Menerima setoran-setoran

Jasa ini di utamakan untuk membantu nasabahnya dalam mengumpulkan setoran atau pembayaran lewat bank. Setoran atau pembayaran yang biasa di terima oleh bank antara lain:

-          Pembyaran listrik

-          Pembayaran telepon

-          Pembayaran pajak

-          Pembayaran uang kuliah

-          Pembayarn rekening air

-          Pembayaran ONH

12) Melakukan pembayaran

- Gaji
- Pensiun
-Bonus
- Hadiah
-Deviden


DAFTAR PUSTAKA

Dr. Kasmir.2012.Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.Jakarta.PT RajaGrafindo Persada

Marala Djuhaepah T. Suyatno Thomas.dkk.1999.Kelembagaan Perbankan.Jakarta.PT Gramedia Pustaka Utama

Kafeilmu.2011.http://kafeilmu.com/pengertian-kredit-macet/

Artabuana.2011. http://artabuana.blogspot.com/

Shelmi.2009.https://shelmi.wordpress.com/2009/03/14/pengertian-dan-karakteristik-jasa/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian dan Jenis-jenis Jasa Bank"

Post a Comment