Konsep Dasar Pasar Modal


A.   Literature Review Mengenai Konsep Dan Definisi Pasar

            Pengertian pasar menurut DR.Kasmir yaitu pasar Dalam arti sempit merupakan tempat para penjual dan pembeli bertemu untuk melakukan transaksi dalam arti luas pengertian pasar merupakan tempat melakukan transaksi antara pembeli dan penjual dimana pembeli dan penjual tidak harus bertemu dalam suatu tempat atau bertemu langsung, tetapi dapat di lakukan melalui sarana informasi yang ada seperti sarana elektronika

Sedangkan menurut menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan  Pembinaan Pasar  Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern Pasar adalah area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari  satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoan, mall,  plaza, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya[3].

Berdasarkan dari dua definisi pasar diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pasar adalah suatu tempat berkumpulnya beberapa penjual baik berupa penjual barang ataupun jasa dan juga pembeli dalam suatu tempat dan waktu yang sama. Meskipun terdapat beberapa istilah penyebutan pasar seperti plaza, mall, pasar tradisional, namun memiliki substansi yang sama yaitu pasar.


2.2 Literature Review Mengenai Definisi Modal


[2] Dr.Kasmir, bank dan lembaga keuangan, (Jakarta: PT Raja Grafindo,2012),Hal.184

[3] Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan  Pembinaan Pasar  Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan T oko Modern


Modal merupakan salah satu aspek penting dalam keberlangsungan  suatu perusahaan untuk membiayai kegiatan perusahaan, dimana dana yang telah  dikeluarkan untuk membiayai kegiatan  perusahaan tersebut diharapkan kembali kepada perusahaan melalui hasil penjualan yang mendatangkan laba.


Menurut Polak yang dikutip pernyataannya oleh Bambang Riyanto , yaitu:

“Modal adalah kekuasaan untuk menggunakan barang-barang modal.  Dengan demikian modal ialah terdapat di neraca sebelah kredit. Adapun  yang dimaksud ke dalam barang-barang modal ialah barang- barang  yang ada di dalam perusahaan yang belum dipergunakan, jadi yang terdapat di neraca sebelah debit”[4].


Sedangkan menurut S.Munawir  pengertian modal didefinisikan  sebagai Hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukkan dalam pos modal (modal saham), surplus dan laba yang ditahan. Atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya[5].


Menurut Kieso dan Weygant yang dialih bahasakan oleh Herman Wibowo menyatakan bahwa dalam keuangan perseroan, modal menunjukan total aktiva dari  perusahaan. Dalam hukum, modal adalah bagian dari ekuitas pemegang  saham yang disyaratkan menurut anggaran dasar untuk ditahan dalam  perusahaan sebagai perlindungan bagi kreditur [6].


Dari berbagai pendapat ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa modal  adalah barang-barang berupa uang atau barang kongkret yang tercatat di sebelah


[4] Bambang Riyanto, Dasar –dasar Pembelanjaan Perusahaan, (Yogyakarta: BPFE, 2010) , Hal.18


[5] Munawir, S, Analisa Laporan Keuangan (Yogyakarta : Liberty, 2010), Hal.19


[6] Kieso dan Weygant Alihbahasakan Herman Wibowo, Accounting Principle  6th Edition,( New York:John Wiley and Sons, Inc, 1992), hal. 295


debit, maupun berupa uang atau nilai tukar dari barang-barang itu yang tercatat di sebelah kredit yang terdapat di dalam rumah tangga suatu perusahaan, dan memiliki peran produktif untuk menghasilkan keuntungan atau laba yang maksimal bagi suatu perusahaan.


2.3 Literature Review Mengenai Definisi Pasar Modal


            Menurut Tjipto Darmaji dkk, pasar  modal adalah pasar untuk berbagai macam instrument keuangan jangka panjang yang bisa diperjual belikan baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri[7].

Sedangkan menurut Y. Sri Susilo dkk, Pasar Modal atau Capital Market adalah Pasar keuangan untuk dana-dana jangka panjang dan merupakan pasar yang kongkret[8].

            Menurut Rudiger Dornbusch dan Stanley Fischer Pasar modal adalah pasar dimana uang, obligasi, saham, rumah dan berbagai bentuk kekayaan lain nya di perdagangkan. Terdapat berbagai jenis kekayaan, dan perdagangan dari jenis jenis kekayaan ini berlangsung setiap hari dalam jumlah yang sangat besar.[9]

Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat di ambil kesimpulan bahwa pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual belikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai


[7] Tjipto Darmaji dkk, Pasar modal di Indonesia,( Jakarta: Salemba Empat, 2000), Hal.1

[8] Y. Sri Susilo, Bank dan Lembaga Keuangan, ( Jakarta: Salemba Empat, 2000), Hal.189

[9] Rudiger Dornbusch,Stanley Fischer, Ekonomi Makro,(Jakarta: PT Rineka Cipta,1994), hal.152


sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.

2.4 Instrumen Pasar Modal

            Dalam melakukan transaksi di pasar biasanya ada barang dan jasa yang diperjual belikan. Begitu pula dalam pasar modal, barang yang diperjual belikan kita kenal dengan istilah instrument pasar modal.

Instrument pasar modal yang diperdagangkan berbentuk surat-surat berharga yang dapat diperjual belikan kembali oleh pemiliknya, baik instrument pasar modal bersifat kepemilikan atau bersifat utang. Instrument pasar modal yang bersifat kepemilikan diwujudkan dalam bentuk saham, sedangkan yang bersifat utang diwujudkan dalam bentuk obligasi. Adapun masing-masing jenis instrument pasar modal dapat dijelaskan sebagai berikut.

1.      Saham(Stock)

Merupakan surat berharga yang bersifat kepemilikan. Artinya si pemilik saham merupakan pemilik perusahaan. Semakin besar saham yang dimilikinya,maka semakin besar pula kekuasaannya di perusahaan tersebut.

Keuntungan yang diperoleh dari saham dikenal dengan nama deviden. Pembagian deviden ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

2.      Obligasi(Bonds)

Surat berharga obligasi merupakan instrumen utang bagi perusahaan yang hendak memperoleh modal. Keuntungan dari membeli obligasi diwujudkan dalam bentuk kupon. Berbeda dengan saham,maka obligasi tidak mempunyai hak terhadap manajemen dan kekayaan perusahaan.

Artinya perusahaan yang mengeluarkan obligasi hanya mengakui mempunyai utang kepada si pemegang obligasi sebesar obligasi yang dimilikinya. Oleh karena itu, dalam struktur modal yang terlihat dalam perusahaan yang terlihat dalam neraca, obligasi dimasukkan dalam modal asing atau utang jangka panjang utang ini akan dilunasi apabila telah sampai waktunya.[10]

Obligasi adalah janji peminjam untuk membayarkan sejumlah uang (pinjaman pokok) kepada pemberi pinjaman pada hari yang telah ditetapkan (tanggal jatuh tempo) dan membayarkan sejumlah uang Dalam membentuk bunga setiap tahunnya. Obligasi diterbitkan oleh berbagai jenis peminjam pemerintah, pemerintah daerah dan perusahaan swasta. Tingkat suku bunga obligasi yang ditawarkan oleh berbagai jenis peminjam yang berbeda mencerminkan resiko berbeda tentang kemungkinan kelalaian pembayaran. Kelalaian terjadi bila peminjam tidak mampu membayar pinjaman pokok maupun bunga tahunannya. Perusahaan yang menerbitkan obligasi seringkali lalai memenuhi kewajiban mereka, dan sepanjang masa depresi besar decade 1930-an, sejumlah perusahaan dan pemerintah kota yang menerbitkan obligasi tak mampu membayar pinjaman yang mereka terima.[11]


2.4   Para Pemain Di Pasar Modal

Dalam melaksanakan transaksi jual dan beli baik saham maupun obligasi di pasar modal diperlukan penjual dan pembeli. Penjual dan pembeli di pasar modal kita sebut sebagai para pemain dalam transaksi di pasar modal. Para pemain terdiri dari para pemain utama dan lembaga penunjang yang bertugas melayani kebutuhan dan kelancaran pemain utama pemain utama dalam pasar modal adalah perusahaan yang akan melakukan penjualan (emiten) dan pembeli atau pemodal (investor) yang akan membeli instrument yang ditawarkan oleh emiten. Kemudian di dukung oleh lembaga penunjang pasar modal atau perusahaan penunjang yang mengandung kelancaran operasi pasar modal.

Terdapat pemain dalam proses transaksi antara pemain utama sebagai berikut:


[10] Dr.Kasmir,op.cit,hal.185-187

[11] Rudiger Dornbusch,Stanley Fischer,op.cit, hal.156


a.       Emiten

b.      Investor

c.       Lembaga penunjang


2.4              Lembaga Yang Terlibat Di Pasar Modal

Lembaga – lembaga yang berkecimpung di pasar modal terdiri dari berbagai perusahaan,dimana antara satu lembaga dengan lembaga lainnya saling membutuhkan, lembaga- lembaga inilah yang mengatur mekanisme kerja pasar modal sehingga dapat berjalan secara baik. Lembaga tersebut terdiri dari lembaga pemerintah dan lembaga swasta, dimana jasa masing-masing lembaga mempunyai peranan masing-masing mulai dari perusahaan yang hendak go public.

Lembaga terkait dengan pasar modal terdiri dari lembaga pemerintah dan lembaga swasta.

1.      Lembaga-lembaga pemerintah

Merupakan lembaga-lembaga atau badan pemerintah yang di tugaskan dan diperbantukan untuk mendukung dan memperlancar proses perdagangan efek di pasar modal,mulai dari rencana emisi sampai kepada penjualan efeknya. Lembaga-lembaga pemerintah yang terkait dengan kegiatan di pasar modal berikut adalah sebagai berikut.

a.       Badan Pelaksana Pasar Modal (BAPEPAM)

b.      Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

c.       Departemen Teknis

d.      Departemen Kehakiman

2.      Lembaga-lembaga swasta

a.       Notaris

b.      Konsultan hukum

c.       Penilaian

d.      Konsultan efek


DAFTAR PUSTAKA


Bambang Riyanto. (2010) . Dasar –dasar Pembelanjaan Perusahaan.Yogyakarta: BPFE

Munawir, S. (2010). Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta : Liberty

Kieso dan Weygant Alihbahasakan Herman Wibowo. (1992). Accounting Principle. 6th Edition . New York:John Wiley and Sons, Inc

Dr.Kasmir,( 2012) Bank dan Lembaga Keuangan, Jakarta: PT Raja Grafindo

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan  Pembinaan Pasar  Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan T oko Modern

Tjipto Darmaji dkk(2000), Pasar modal di Indonesia, Jakarta: Salemba Empat

Y. Sri Susilo,(2000),  Bank dan Lembaga Keuangan, Jakarta: Salemba Empat

Rudiger Dornbusch,Stanley Fischer, ( 1994), Ekonomi Makro, Jakarta: PT Rineka Cipta.











Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Konsep Dasar Pasar Modal"

Post a Comment