thumbnail

Tafsir Al-Qur'an Birra'yi

Tafsir Al-Qur'an Birra'yi

A.  Pengertian Tafsir Brra'yi

Berdasarkan pengertian etimologi, Ra’yi berarti keyakinan (I'tiqad), dan Ijtihad. Dan ra’yi dalam terminologi tafsir adalah Ijtihad.[1] Sedangkan menurut terminologi sebagaimana didefinisikan oleh Manna Qathan,[2] ialah :
التفسير بالرأى هو ما يعتمد فيه المفسر فى بيان المعنى على فهمه الخاص واستنباطه بالرأي المجرد-وليس منه الفهم الذى يتفق مع روح الشريعة

“ Tafsir Birra’yi ialah tafsir yang didalam menjelaskan maknanya mufassir hanya berpegang pada pemahaman sendiri dan penyimpulan (istinbath) yang didasarkan pada ra’yu semata yakni bukan pemahaman yang sesuai dengan ruh syari’ah. ” Dengan demikian, tafsir birra’yi sebagaimana didefinisikan Husen Adz-dzahabi adalah tafsir yang penjelasannya diambil berdasarkan ijtihad dan pemikiran mufassir yang telah mengetahui bahasa arab dan metodenya, dalil hukum yang ditunjukkan, serta problema penafsiran seperti asbab an-nuzul, nasakh-mansukh, dan sebagainya.[3] Al-farmawi mendefinisikan tafsir birra’yi sebagai penafsiran al-Qur’an dengan ijtihad setelah mufassir yang bersangkutan mengetahui metode yang digunakan orang-orang arab ketika berbicara dan ia pun mengetahui kosakata Arab beserta muatan artinya.[4]
Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 12/03/2016
thumbnail

Paham Murji'ah


Paham Murji'ahA. Pengantar Paham Murji'ah 


Ketika peperangan Shiffin antara  Ali Bin Abi Thalib dengan Muawiyah ra. Pihak Muawiyah hampir kalah lalu mereka mengangkat Mushaf pada ujung tombak dan menyerukan perhentian peperangan dengan bertahkim.Akibat itu golongan Ali terbagi menjadi dua golongan yaitu golongan yang setuju dengan tahkim dan golongan yang tidak setuju dengan tahkim. Mereka yang tidak setuju dengan tahkim beralasan bahwa orang yang mau berdamai pada ketika pertempuran adalah orang yang ragu akan pendiriannya, dalam kebenaran peperangan yang ditegakkannya. Hukum Allah sudah nyata kata mereka, siapa yang melawan khalifah yang sah harus diperangi. Kaum inilah yang dinamakan kaum Khawarij yaitu kaum yang  memisahkan diri dari barisan Ali.Kemudian selain Khawarij, umat islam juga mengenal aliran Murji’ah. Aliran Murji’ah ini merupakan golongan yang tak sepaham dengan kelompok Khawarij dan Syi’ah. Pengertian Murji’ah sendiri adalah penangguhan vonis hukuman atas perbuatan seseorang sampai di pengadilan Allah SWT, sehingga seorang muslim sekalipun berdosa besar dalam kelompok ini tetap diakui sebagai muslim dan mempunyai harapan untuk bertobat.
Baca juga paham aliran kalam yang lain diantaranya:

             B. Sejarah dan Latar Belakang Munculnya Murji’ah

Murjiah merupakan aliran yang muncul di Damasyik, Ibu kota Kerajaan Umayyad , di sebabkan beberapa pengaruh Masehi pada masa pertengahan  kedua abad pertama Hijriah. Nama Murji’ah diambil dari kata irja atau arja’a yang bermakna penundaan, penangguhan, dan pengharapan.Kata arja’a mengandung pula arti memberi harapan, yakni memberi harapan kepada pelaku dosa besar untuk memperoleh pengampunan dan rahmat Allah. Selain itu, arja’a berarti pula meletakan di belakang atau mengemudikan, yaitu orang yang mengemudikan amal dari iman. Oleh karena itu, Murji’ah artinya orang yang menunda penjelasan kedudukan seseorang yang bersengketa yakni Ali dan Muawiyah serta pasukannya masing-masing ke hari kiamat kelak.
Aliran Murji’ah ini muncul sebagai reaksi atas sikapnya yang tidak mau terlibat dalam upaya kafir mengkafirkan terhadap orang yang melakukan dosa besar, sebagaimana hal itu dilakukan oleh aliran khawarij. Mereka menangguhkan penilaian terhadap orang-orang yang terlibat dalam peristiwa tahkim itu dihadapan Allah, karena hanya Allah-lah yang mengetahui keadaan iman seseorang. Demikian pula orang mukmin yang melakukan dosa besar masih dianggap mukmin dihadapan mereka.
Awal mula timbulnya Murji’ah adalah sebagai akibat dari gejolak dan ketegangan pertentangan politik yaitu soal khilafah (kekhalifahan) yang kemudian mengarah ke bidang teologi. Pertentangan politik ini terjadi sejak meninggalnya Khalifah Usman yang berlanjut sepanjang masa Khalifah Ali dengan puncak ketegangannya terjadi pada waktu perang Jamal dan perang Shiffin. Setelah terbunuhnya Khalifah Utsman Ibn Affan, umat islam terbagi menjadi dua golongan yaitu kelompok Ali dan Muawiyyah. Kelompok Ali lalu terpecah menjadi dua yaitu Syi’ah dan Khawarij.
Setelah wafatnya Ali, Muawiyyah mendirikan Dinasti Bani Umayyah (661M). Kaum Khawarij dan Syi’ah yang saling bermusuhan, mereka sama-sama menentang kekuasaan Bani Umayyah itu. Syi’ah menganggap bahwa Muawiyyah telah merampas kekuasaan dari tangan Ali dan keturunannya. Sementara itu, Khawarij tidak mendukung Muawiyyah karena ia dinilai telah menyimpang dari ajaran islam. Di antara ke tiga golongan itu terjadi saling mengkafirkan. Dalam suasana pertentangan ini, timbul satu golongan baru yaitu Murji’ah yang ingin bersikap netral, tidak mau turut dalam praktek kafir mengkafirkan yang terjadi antara golongan yang bertentangan itu. Bagi mereka, sahabat-sahabat yang bertentangan itu merupakan orang-orang yang dapat dipercayai dan tidak keluar dari jalan yang benar. Oleh karena itu, mereka tidak mengeluarkan pendapat tentang siapa yang sebenarnya salah dan memandang lebih baik menunda penyelesaian persoalan ini ke hari perhitungan di hadapan Tuhan.
Dari persoalan politik mereka tidak dapat melepaskan diri dari persoalan teologis yang muncul di zamannya. Waktu itu terjadi perdebatan mengenai hukum orang yang berdosa besar. Persoalan dosa besar yang ditimbulkan kaum Khawarij mau tidak mau menjadi bahan perhatian dan pembahasan bagi mereka. Terhadap orang yang berbuat dosa besar, kaum Khawarij menjatuhkan hukum kafir sedangkan kaum Murji’ah menjatuhkan hukum mukmin. Karena, yang dipentingkan oleh Murji’ah bukan perbuatan tetapi keimanan. Penghukuman atas suatu perbuatan, ditangguhkan pada hari kebangkitan nanti. Pandangan yang dikemukakan oleh Murji’ah itu berangkat dari latar belakang kemunculan yang ingin bersikap netral. Mereka tidak ingin melibatkan diri secara praktis dalam pertentangan antara khawarij dan syiah. Aliran Murji’ah ini berkembang sangat subur pada masa pemerintahan Dinasti bani Umayyah, karena bersifat netral dan tidak memusuhi pemerintahan yang sah. Dalam perkembangan berikutnya, lambat laun aliran ini tak mempunyai bentuk lagi, bahkan beberapa ajarannya diakui oleh aliran kalam berikutnya.

C. Doktrin dan ajaran Murji’ah

Ajaran  pokok Murji’ah pada dasarnya bersumber dari gagasan  irja atau arja’a yang diaplikasikan dalam banyak persoalan, baik persoalan politik maupun persoalan teologis. Ajaran dan pemikiran Murji’ah yang dikembangkan antara lain:
1. Bidang  i’tiqodiyah bahwa tidak akan memberi  dasar dan memudaratkan perbuatan maksiat itu terhadap keimanan. Demikian juga kebalikannya.
2. Di bidang politik Prinsip-prinsip politik dari kaum Murji’ah dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Dilarang menentang khalifah yang zhalim sebab masalah khalifah bukanlah urusan manusia tetapi urusan Allah semata-mata.
b. Baik buruknya sesuatu pemerintahan atau khalifah bukanlah urusan manusia, tetapi terserah kepada Tuhan karena masalah itu adalah urusan Tuhan.
c.  Tidak mau menjatuhkan Nabi.
d.  Jadi dipandang dari segi politik kaum Murji’ah ini lebih menguntungkan pemerintah waktu itu, yakni Bani Umayah, karena dengan dogmatika ini dapat mencegah umat Islam berontak terhadap pemerintah.
      3. Di bidang Teologi
Dalam bidang Teologi, Murji’ah mempunyai faham tersendiri berbeda dengan kaum Khawarij, Syi’ah, dan Ahlussunnah wal Jsama’ah. Adapun pokok-pokok pikiran kaum Murji’ah di bidang teologi antara lain:
      a.       Imam itu ialah mengenal Tuhan dan rasul-rasulny-Nya.
Orang beriman dalam hatinya bila berbuat dosa besar orang tersebut masih tetap mukmin. Orang beriman bila ia berbuat dosa besar, maka hukum baginya ditangguhkan atau menunggu sampai kemuka Allah pada hari kiamat. Sebagian kaum Murji’ah yang ekstrim beri’tikad, bahwa asal seorang mengakui dalam hati atas wujudnya Tuhan dan kepada rasul-rasulnya maka orang itu telah disebut mukmin meskipun ia berbicara hal-hal yang menjadikan seorang kafir, seperti menghina nabi, al-Qur’an dan sebagainya.

3.  Sekte-Sekte dalam murji’ah.

Secara garis besar, kelompok Murji’ah terbagi kepada dua golongan yakni golongan moderat dan golongan ekstrim. Golongan Murji’ah moderat berpendapat bahwa orang yang berdosa besar bukanlah kafir dan tidak kekal dalam neraka,tetapi akan dihukum sesuai dengan besar kecilnya dosa yang dilakukan. Sementara golongan Murji’ah ekstrim,yaitu pengikut Jaham Ibn Sofwan, berpendapat bahwa orang islam yang percaya kepada Tuhan kemudian menyatakan kekufuran secara lisan, tidaklah menjadi kafir, karena iman dan kufur tempatnya didalam hati. Bahkan orang yang menyembah berhala,menjalankan agama Yahudi dan demikian, menurut pandangan Allah,tetap merupakan seorang mukmin yang sempurna imannya.
  
DAFTAR PUSTAKA

Muchtar Adeng,Perkembangan ilmu kalam dari klasik hingga modern,Bandung:Pustaka Setia,20003
Rozak Abdul,Master Agama Ilmu Kalam,Bandung :CV.Pustaka Setia,2010
http://kurnia-yalid.blogspot.co.id/p/bab-i-pendahuluan-a_13.html



Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 12/03/2016
thumbnail

Paham Khawarij

Paham Khawarij

A. Sejarah Munculnya Khawarij

Nama Khawarij berasal dari kata kharaja yang berarti keluar. Nama itu diberikan kepada mereka karena mereka keluar dari barisan ‘Ali. Tetapi ada pula pendapat yang menyatakan bahwa pemberian nama itu didasarkan pada surah an-Nisa’ ayat 100, yang didalamnya disebutkan “keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan rasul-Nya”. Dengan demikian kaum Khawarij memandang diri mereka sebagai orang yang meninggalkan rumah dari kampung halamannya untuk mengabdikan diri kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dalam Ensiklopedi Islam, terungkap bahwa kharijiyyah jamak Khawarij, berarti “orang-orang yang melepaskan diri”. Sebuah sekte yang muncul sebagai penentang kelompok ‘Ali dan Mu’awiyah sebagai akibat kebijakan perundingan damai yang berlangsung menjelang berakhirnya perang Shiffin (37/657). Semula Kharijiyyah berpihak kepada ‘Ali, tetapi ketika terjadi kesepakatan bahwasannya masalah suksesi khalifah hendaknya diselesaikan melalui meja perundingan, mereka melepaskan diri dari pihak ‘Ali, karena itulah mereka dikenal sebagai Khawarij (Orang-orang yang melepaskan diri). Kharijiyyah berpendapat bahwa permasalahan yang sedang diperselisihkan tidak dapat diselesaikan melalui perundingan, mereka meneriakkan prinsipnya La hukma illa Allah (Tiada keputusan melainkan hukum Allah, yakni perang).
Kaum Khawarij juga dinamakan Haruriyah, karena mereka pergi berlindung ke suatu kota kecil dekat Kufah yang bernama Harura. Sebagaimana mereka dinamakan Muhakkimah, karena mereka selalu menggunakan semboyan La hukma illa Allah.

B. Konsep Ajaran Khawarij

Kaum Khawarij yang sebelumnya mengkafirkan Mu’awiyah karena melawan ‘Ali sebagai khalifah yang sah, juga mengkafirkan ‘Ali. Kedua tokoh itu dianggap oleh golongan Khawarij telah melakukan dosa besar. Pelaku dosa besar menurut golongan Khawarij adalah kafir.
Kaum Khawarij adalah kelompok masyarakat Badui yang tekenal dengan kegersangan jiwa dan berhati batu serta berpikiran kaku, sulit dilunakkan dan dijinakkan, tetapi mereka sangat konsekuen dengan penghayatan dan pengamalan agama. Semboyan mereka adalah La hukma illa Allah (tidak ada hukum selain hukum Allah).
Menurut kalangan Kharijiyyah, setiap orang dapat tampil sebagai pimpinan umat jika memenuhi persyaratan moral. Pimpinan Kharijiyyah juga bergelar imam yang ditetapkan berdasarkan pemilihan. Kharijiyyah berpegang teguh pada pandangan bahwa terdapat kewajiban untuk melawan dan memberontak terhadap imam yang berbuat dosa. Bahkan menurut doktrin mereka, perbuatan sejumlah dosa besar melepaskan seseorang dari status mukmin. Dengan berbuat dosa besar secara otomatis menjadi kafir. Tanpa adanya jalan penyelesaian melalui tobat. Menurut mereka, iman yang tidak disertai perbuatan adalah tidak ada gunanya (sia-sia).
Dalam buku Teologi Pembangunan Paradigma Baru Pemikiran Islam, juga dipaparkan bahwa, kelompok Khawarij itu kemudian berkembang menjadi golongan ekstrim dan eksklusif. Sebagai dasar legitimasinya, kaum Khawarij menciptakan doktrin teologisnya berdasarkan ayat-ayat Alquran sebagai pegangan formal yang sesungguhnya merupakan manifestasi dari nilai-nilai budaya kaum Baduwi. Kaum Khawarij berpendapat bahwa orang-orang yang berbuat dosa itu adalah kafir, dan karena itu tidak bisa disebut kaum mukmin dan harus dikeluarkan dari lingkungan umat.
Aqidah yang dianut oleh golongan Khawarij atau oleh kebanyakan mereka adalah :
1. Khilafah atau kepemimpinan negara tertinggi bukanlah hak-hak orang tertentu, tetapi harus diadakan pemilihan umum oleh umat Islam. Apabilah khalifah menyimpang dari kebenaran, wajiblah dipecat atau dibunuh. Khalifah boleh dari gologan Quraisy, boleh dari golongan lain, bahkan lebih baik dari golongan yang lain supaya mudah dipecat. Yang mula-mula diangkat menjadi Amir adalah Abdullah Ibn Wahab ar-Rasibi, sedangkan ia bukan orang Quraisy.
2. Mereka berpendapat bahwa mengerjakan shalat, berpuasa, berhaji dan ibadah-ibadah yang lain, serta menjauhi segala yang dilarang adalah suatu suku dari iman. Orang yang tidak melaksanakan yang demikian itu dan tidak menjauhi larangan tidak disebut mukmin, hanya dinamakan fasiq.
Harun Nasution dalam Teologi Islam membagi sekte Khawarij ke dalam enam golongan, yaitu : golongan al-Muhakkimah, al-Azariqah, al-Najdat, al-‘Ajaridah, al-Sufriah, dan al-Ibadah. Sementara dalam Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid/ Kalam yang disusun oleh T.M. Hasbi ash-Shiddieqy membagi partai Khawarij menjadi empat kelompok yang terkenal di antara lebih dari 20 mazhab Khawarij, yakni golongan Azariqah, Najdah, Ibadliyah dan Shaffariyah.
Dalam lapangan ketatanegaraan, mereka mempunyai paham yang berlawanan dengan paham yang ada pada waktu itu. Mereka lebih bersifat demokratis, karena menurut mereka khalifah atau imam harus dipilih secara bebas oleh seluruh umat Islam. Yang berhak menjadi khalifah bukanlah anggota suku bangsa Quraisy saja, bahkan bukan hanya orang Arab, tetapi siapa saja yang sanggup asal orang Islam, sekalipun ia hamba sahaya yang berasal dari Afrika. Khalifah yang terpilih harus terus memegang jabatannya selama ia bersikap adil dan menjalankan syariat Islam. Tetapi kalau ia menyeleweng dari ajaran-ajaran Islam, ia wajib dijatuhkan atau dibunuh.
Ajaran-ajaran Islam sebagaimana yang terdapat dalam Alquran dan hadis, mereka artikan menurut lafaznya dan harus dilaksanakan sepenuhnya. Oleh karena itu, iman dan paham mereka merupakan iman dan paham orang yang sederhana dalam pemikiran lagi sempit akal serta fanatik.
Dalam perkembangan selanjutnya, karena aliran ini terlalu ekstrim, maka dengan cepat terpecah ke dalam beberapa sekte-sekte dengan corak yang ekstrim pula.

C. Tokoh-tokoh Khawarij

Di antara tokoh-tokoh golongan khawarij yang terkenal adalah ‘Abdullah bin Wahhab ar-Rasyidi, Urwah bin Hudair, Mustarid bin Sa’ad, Hausarah al-Asadi, Quraib bin Maruah, Nafi’ bin al-Azraq, ‘Abdullah bin Basyir.
Adapun pentolan kaum khawarij kelompok muta’akhhirin di antaranya adalah Al Yaman bin Rabab, Tsa’by, Baihaqi, Abdullah bin Yazid, Muhammad bin Harb, Yahya bin Kamil, Ibadliyah, dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA
Amin, Ahmad. Duha al-Islam Juz III. Cet. VIII, t.d.
Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. Ensiklopedi Islam. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 1994.
Glasse, Cyril. Ensiklopedi Islam. Jakarta : P.T. Raja Grafindo Persada, 1999.
Hasymy, A. Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta : Bulan Bintang, 1979.
Nasution, Harun. Teologi Islam : Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan. Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1986.
Ash-Shiddieqy, T. M. Hasbi. Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid / Kalam. Jakarta: Bulan Bintang, 1992.
Soetrisno, Loekman et.al. Teologi Pembangunan Paradigma Baru Pemikiran Islam. Jakarta : Menara Mas Offset, 1989.
Al-Syahrastani, al-Milal wa al-Nihal, Jilid I. Kairo : Mustafa al-Baby al-Halabiy, 1967.
Syihab, Tgk. H.Z.A. Aqidah Ahlus Sunnah. Cet. I; Jakarta ; Bumi Aksara, 1998.
Watt, W. Montgomery. Theology and Philosophy, diterjemahkan oleh Umar Basalim dengan judul Pemikiran Teologi dan Filsafat Islam. Cet. I; Jakarta: P3M, 1987.
Abu Zahrah, Muhammad. Aliran Politik dan Aqidah dalam Islam, Cet. I; Jakarta: Logos, 19
Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 12/02/2016
thumbnail

perkembangan otak anak dan neurosains

Otak adalah organ tubuh paling kompleks yang kita miliki. Otak menyandung sekitar seratus miliar (100.000.000.000) sel. Beberapa peneliti mengatakan bahwa otak kita dimulai kehilangan sel-selnya sejak kita dilahirkan. Yang lain mengatakan, memburuknya sel dimulai ketika umur 12 tahun.
Banyak yang berpendapat bahwa anak memiliki masa keemasan pada otaknya. Dimana pada saat itu ilmu yang diajarkan dapat cepat terserap sempurna oleh otak dan langsung diaplikasikan.  Masa keemasan otak tersebutlah yang kadang tidak diketahui oleh para orang tua yang notabene bertindak sebagai pendidik paling awal dan paling dekat dengan anak. Oleh karena itu disini akan diuraikan sedikit tentang masa keemasan otak yang terjadi pada usia 0-3 tahun. Masa keemasan otak terjadi saat perkembangan anak usia 0-3 tahun. Pada masa ini kemampuan otak untuk menyerap hal hal baru lebih cepat dari usia setelah 3 tahun. Kita dapat melihat dari  perkembangannya yang terjadi sangat pesat pada usia 0-3 tahun.
Kita mulai dari gerakan motorik.Pada awal dilahirkan bayi sangat terbatas dalam melakukan banyak kegatan motorik.Bahkan hanya untuk secara reflek mengedipkan matapun tidak bisa.Yang bisa dilakukan hanya sesekali menggerakkan kepala, menendang dan menggerakkan kedua tangan.Keterbatasan melakukan kegiatan yang bersifat motorik ini berlangsung selama 3 bulan.Setelah 3 bulan bayi mulai mampu menggerakkan banyak dari anggota tubuhnya.Mulai dari memiringkan badan hingga tengkurap.Biasannyah juga bayi mulai mengangkat kakinya ke arah muka.Pada fase ini bayi sudah dapat melakukan kegiatan motorik yang cukup rumit.Setelah menginjak 7 bulan biasanyah bayi mulai merangkak.Hal ini tentu dapat dikuasai apabila bayi sudah mampu tengkurap dalam jangka waktu yang cukup lama dan mampu mengangkat kepala pada saat posisi tengkurap. Setelah melewati tahapan merangkak maka dengan cepat si bayi akan belajar berdiri sendiri dengan cara berpegangan pada tembok atau dengan dilatih oleh orang tua. Setelah merasa mampu berdiri dengan baik maka dengan sendirinya si bayi belajar berjalan. Begitu cepat proses perkembangan motorik anak dari usia 0-3 tahun sehingga biasanyah menginjak usia 3 tahun si anak sudah dapat bermain dn berlari-larian dengan temannya.
Selain perkembangan motorik, si anak juga mengalami perkembangan kelima panca indranya. Dimulai dari bayi yang baru lahir dan belum dapat menggunakan indranya dengan baik hingga menginjak usia 3 bulan. Setelah itu kelima indra anak seolah dihidupkan secara otomatis dan mulai mengenal sensasi di tiap indranya. Mulai dari itu dikumpulkan data-data mengenai sensasi tiap-tiap indra dan menyimpannya sebagai memori. Jadi pada saat bertemu kembali dengan sensasi yang sama, si anak akan bisa memilih apakah ditolak atau dilanjutkan.
Bermain dan belajar adalah salah satu usaha yang bisa kita lakukan untuk mengasah pertumbuhan otak bayi kita.  Ada banyak permainan yang bisa kita ajarkan ke buah hati kita. Selain itu juga kita harus memperhatikan pola tidur bayi, pola tidur yang berkualitas juga akan mempengaruhi pertumbuhan otak bayi. Bahkan ada yang mengatakan bahwa pertumbuhan otak bayi akan lebih berkembang ketika bayi sedang tertidur. Ya, benar.Di saat tidurlah pertumbuhan otak bayi itu mencapai puncaknya.
Lima konsep inti lainnya dalam perkembangan anak menurut National Scientific Council dari Harvard adalah sebagai berikut:
1.       Otak dibangun sepanjang waktu.
2.      Pengaruh interaktif antara gen dan pengalaman membentuk arsitektur pengembangan otak, dan komponen aktif anak dalam terlibat hubungan dengan orang tua dan pemberi perhatian dalam keluarga atau komunitas adalah ‘serve and return’.
3.      Arsitektur otak dan pengembangan kemampuan dibangun dari bawah, dengan sirkuit dan keahlian sederhana dalam menyediakan jenjang untuk sirkuit dan keahlian yang lebih canggih sepanjang waktu.
4.      Stres beracun pada anak usia dini terkait dengan efek menetap pada sistem syaraf dan sistem hormon stres yang bisa merusak pengembangan arsitektur otak dan mengarah pada masalah seumur hidup dalam pembelajaran, prilaku, dan kesehatan fisik dan  mental.
5.      menciptakan kondisi yang tepat bagi perkembangan anak sejak dini cenderung lebih efektif dan sedikit biaya daripada menyelesaikan masalah pada usia lebih tua.
Banyak cara menstimulasi perkembangan otak anak, sebaiknya sebagai ibu dan ayah sudah menstimulasi perkembangan otak dimulai sejak ibu masa- masa kehamilan. Bebagai faktor yang mempengaruhi perkembangan otak anak adalahGen, dan Nutrisi yang terbaik untuk bayi, seperti dikatakan Soedjatmiko, adalah Air Susu Ibu (ASI) hal ini dikarenakan ASI mengandung banyak zat yang diperlukan seperti protein dan asam amino, AA-DHA, Gangliosida (GA), kolin, dan zat gizi mikronutrien lainnya. Adapun penambahan nutrisi terhadap bayi akan memberi efekpositif bila diberikan sedini mungkin, yakni sekitar 6-12 bulan. Menurut beliau perkembangan otak bayi setelah dilahirkan lebih penting dalam menentukan IQ anak di kemudian hari dibanding saat di dalamkandungan.
Di samping nutrisi, Stimulasi juga memegang peranan penting dalam memaksimalkan kecerdasan anak.Beliau berpendapat bahwa Stimulasi diperlukan agar hubungan antarsel syaraf otak (sinaps) dapat berkembang, karena bila tak distimulasi sinaps yang jarang atau tak terpakai akan musnah. Jadi dengan kata laian, anak harus sesering mungkin mendapat stimulasi dari orang tuanya agar otak anak dapat berfungsi dengan baik.Stimulasi ini dapat diterapkan sejak dini, yakni sejak janin masih dalam kandungan hingga umur 2-3 tahun yang dikenal dengan masa keemasan perkembangan otak anak (golden age).
Stimulasi, menurut Soedjatmiko, dapat dilakukan dengan bermain aktif dengan penuh kasih sayang, gembira, dan bebas.
Faktor yang terakhir yaitu faktor kasih sayang, kasih sayang ini juga penting karena kedekatan emosional saat orangtua dan anak itu bermain dapat menstimulasi anak untuk berpikir kreatif. Dengan mendapat kasih sayang yang hangat dari orangtua anak akan merasakan kedekatan batin dan dengan sendirinya otak anak akan berfungsi dengan baik.
Keempat faktor tersebut diatas sangat mempengaruhi perkembangan otak anak, dengan kata lain perkembangan otak anak sangat tergantung dari faktor-faktor tersebut, jika salah satu dari faktor tersebuttidak terpenuhi maka dengan sendirinya otak anak tidak dapat berfungsi dengan baik.
1.       Cara-cara menstimulasi perkembangan otak anak
a.      Sampaikan atau bacaakan cerita atau dongen yang mengandung nilai moral yang tinggi.
b.      Berikan mainan yang melatih kreatifitasnya seperti puzzle dan balok.
c.       Ajarkan anak bersosialisasi dengan lingkungannya dan teman sebayanya.
d.      Ajarkan kebiasaan membaca sejak dini.
e.      Ajak ia untuk bernyanyi bersama sambil diiringi alunan musik.
f.        Ajak si kecil bermain dengan alam di sekitarnya untuk pengalaman yang baru.
g.      Ajak si kecil turut serta atau berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, seperti memasak dan bersih-bersih.
h.     Berikan kebebasan kepada anak untuk bereksperimen.
i.        Tunjukkan rasa cinta dan kasih sayang anda kepadanya dalam setiap hal.
j.        Ketahui potensi dalam dirinya, dan berikan hal – hal yang dapat menunjang potensi tersebut. Misalnya setting interior kamar yang sesuai dengan potensi dirinya.
2.      Observasi pada anak umur 3 tahun dan 5 tahun
Melalui observasi yang dilakukan pada anak umur 3 dan 5 tahun, yang bernama :
a.      Zaskia Rehana Amalia (5th)
b.      Fara Dwi Fadillah (3th)
Mereka adalah kakak beradik yang memiliki banyak perbedaan dari berbagai aspek perkembangan, terutama perkembangan otak anak tersebut.
Menurut orang tuanya, anak mereka berbagai ransangan yang mereka berikan agar anaknya dapat bersosialiasasi dengan lingkungan bahkan teman sebayanya. Tetapi kedua anak tersebut ada yang cepat perkembangannya dan ada pula yang lambat perkembangannya. Berbagai stimulasi yang diberikan oleh orang tuanya antara lain:
a.      Dari awal masa kehamilan sudah di stimulasi oleh orang tuanya, misalnya mencium perut istri, mengelus-elus perut istrinya, dan siibu selama hamil selalu mendekatkan diri pada Allah SWT.
b.      Bukan hanya dimasa kehamilan, setelah melahirkan siayah pun siap siaga dalam menstimulasi anaknya, ayahnya ini suka memainkan musik anak-anak dan jarang musik jazz.
c.       Setelah anaknya pandai berbicara, siayah selalu menstimulasi anaknya dengan mengajarkan main keyboard kepada anaknya, dan menyajarkan lagu anak-anak.
d.      Dari segi kognitif oragtuanya selalu bertanya pada anak berapa benda yang mereka pegang.
e.      Sosialisasi juga di ajarkan oleh orang tuannya, baik di lingkungan,teman sebaya.
Berbagai aspek perkembangan otak kedua itu ada yang perkembangan otaknya yaang cepat dan ada yang lambat.
a.     Zaskia Rehana Amalia (5th)
Perkembangan otak yang cepat,antara lain:
1.       Di dibidang perkembangan kognitif
Dibidibang perkembangan kognitif anak ini mempunyai daya ingat yang cukup kuat, hal ini dapat dilihat ketika ibu bertanya tentang kejadian masa lampau, sianak dapat menceritakan kejadian-kejadian tersebut dengan baik dan benar.
2.      Bidang perkembangan bahasa
Ketika anak ini mendengarkan lagu, secara otomatis anak ini dapat menyimak dan menghapal lagu tersebut melalui aspek pendebgaran.
3.      Dibidang fisik motorik
Pada perkembangaan ini, fisik motorik anak ini sudah mulai berkembang, perkembangan ini dapat dari cara anak ini bermain. Contohnya: menendang kelereng, main lompat tali,dll.
Perkembangan otak anak yang lambat,antara lain:
Bidang pengembangan sosial emosional Pada aspek bidang sosial dan emosional anak ini mengalami kelemahan tertentu, seperti kurangnya pergaulan dengan teman sebaya dan disaat bergaul anak ini mempunyai egoisme yang tinngi sehinngga sering bertengkar dan temannya menjauhinya.
b.     Fara Dwi Fadillah (3th)
Perkembangan otak yang cepat, antara lain:
1.       Bidang perkembangan bahasa
Pada tahap ini, anak dapat memahami apa-apa yang diajarkan orang tuanya, seperti mengulang 3-4 kata.
2.      Bidang perkembangan kognitif
Pada tahap perkembangan ini anak-anak dapat menyerap materi yang diajarakan orang tuanya, seperti belajar berhitung.
3.      Bidang perkembangan sosial emosional
Pada tahap perkembangan ini, annak dapat berinteraksi dengan teman sebayanya, karena daopat menyesuaikan diri.
4.      Bidang perkembangan fisik motorik
Pada tahap ini anak sudah dapat memainkan motorik kasarnya, seperti menendang bola.
Neurosains merupakan bidang ilmu yang mengkhususkan pada studi saintifik dari sistem syaraf. Komunitas atau Perkumpulan Neurosains didirikan pada tahun 1969, namun pembelajaran mengenai otak sudah dilakukan sejak lama sekali. Beberapa hal yang dipelajari meliputi struktur, fungsi, sejarah evolusi, pengembangan, genetika, biokimia, fisiologi, farmakologi, informatika, komputasi neurosains dan patologi dari sistem syaraf. Secara tradisionil kelihatan merupakan cabang dari ilmu biologi. Namun, saat ini sudah banyak dilakukan kerjasama penelitian antar bidang ilmu dalam kerangka neurosains, seperti disiplin ilmu psikologi-neuro dan kognitif, ilmu komputer, statistik, fisika dan kedokteran.
Saat ini neurosains sudah melibatkan beberapa eksperimental saintifik sistematik dan investigasi teoritis atas sistem syaraf pusat dan periferal dari organisme biologik. Metodologi empirik yang digunakan oleh para neurosaintis telah berkembang dari analisis biokimia dan genetika dari dinamika sel-sel syaraf individual dan unsur-unsur pokok molekularnya hingga penyajian citra perseptual dan aktivitas motorik dalam otak. Bahkan saat ini sudah dilakukan pemodelan komputasional untuk mendukung neurosains.
Secara umum, neurosains mencakup semua bidang ilmu saintifik yang terkait dengan sistem syaraf. Psikologi, sebagai studi saintifik proses mental, dapat dianggap sebagai sub-bidang neurosains, walaupun beberapa teoris pikiran/tubuh tidak setuju dengan hal ini - menurut mereka, psikologi adalah studi proses-proses mental yang dapat dimodelkan dengan berbagai macam prinsip-prinsip dan teori-teori abstrak, seperti psikologi perilaku dan kognitif tradisional, dan itu tidak berhubungan dengan proses-proses syaraf. Istilah neurobiologi kadang dipakau sebagai ganti dari neurosains, walaupun istilah yang pertama merujuk pada biologi-nya sistem syaraf.
Neurolog dan Psikiater merupakan bidang khusus kedokteran yang secara spesifik mempelajari penyakit pada sistem syaraf. Istilah ini merujuk pada disiplin klinik yang menyangkut diagnosa dan perawatan dari penyakit ini. Neurologi berkaitan dengan penyakit dari sistem syaraf pusat dan periferal seperti ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) dan stroke, sedangkan Psikiater fokus pada penyakit mental. Batasan antara kedua semakin kabur hingga sat ini dan dokter spesialis salah satunya sering mendapatkan pelatihan keduanya. Neurolog dan Psikiater banyak dipengaruhi oleh riset-riset dasar neurosains.
Dari observasi yang saya lakukan pada kedua anak tersebut, berbbagai stimulasi yang dirangsang berbagai aspek pekembangan berkaitan dengan neursains, seperti:
1.      Bidang perkembangan fisik mottorik
Pada tahap ini berbagai stimulasi yang diberikan oleh orang tua, sehingga anak dapat  menggunakan motoriknya, baik itu motorik halus maupun motorik kasar. Misalnya anak mampu mengancingkan baju.
Jadi otak yang yang berkembang dari stimulasi tersebut adalah otak kecil, dimana otak ini berfungsi mengatur sikap posisi tubuh, mengontrol keseimbangan, koordinasi otot dan gerakan tubuh.
2.     Bidang perkembangan bahasa
Pada tahap ini anak di stimulasi dengan berbagai lagu, sehingga anak tersebut bisa menyanyikan lagu yang didengarkannya. Disini otak yang berfungsi yaitu, otak besar yang merupakan bagian dari lobus temporal yang berfungsi kemampuan pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa dalam bentuk suara.
3.     Bidang perkembbangan kognitif
Pada tahap ini anak dirangsang untuk menghitung benda yang dipegang nya, jadi disini otak yang berfungsi adalah otak besar.
4.     Bidang perkembangan sosial emosional
Pada tahap ini anak diajrkan atau di stimulus agar dapat berinteraksi dengan teman sebaya dan lingkungannya. Otak yang berfungsi pada tahap ini adalah sistem limbik yang berfungsi menyimpan banyak informasi yang tidak dapat disentuh indra.
Beberapa tips yang dapat Anda mulai untuk mengasah kecerdasan otak si buah hati, terutama pada dua tahun pertama kehidupannya.
a.     Mulai sejak dini
Mulailah sejak dini bahkan sebelum ia dilahirkan. Caranya dengan memastikan calon ibu memiliki kesehatan yang baik dan cukup gizi. Hindari zat berbahaya seperti alkohol, obat-obatan, rokok, dan merkuri yang diketahui berbahaya bagi perkembangan otak bayi Anda.Penuhi kebutuhan gizi khusus untuk perkembangan otak bayi, seperti asam folat dan minyak ikan.Banyak obat yang tidak dianjurkan selama kehamilan.Jadi konsultasikan dulu dengan dokter Anda sebelum mengambil obat-obatan tertentu.
b.     Pemberian ASI
ASI mengandung nutrisi tak terhitung yang penting untuk pertumbuhan bayi. Salah satu unsur terpenting itu adalah asam docosahexaenoic (DHA), yang merupakan asam lemak esensial yang baik untuk perkembangan otak.Banyak perusahaan pemasaran makanan telah mencoba untuk meniru bahan ini di laboratorium dan menambahkannya ke makanan bayi.Tapi belum ada yang bisa menyamai DHA alami seperti yang terdapat dalam ASI.
c.     Membacakan cerita
Meski bayi mungkin belum memahami isi cerita yang Anda bacakan, namun membaca terus-menerus akan membantu bayi untuk mendengar, mengenali kata-kata dan artinya. Proses ini penting dalam membantu cara bicara dan membangun kosa kata bayi.
d.    Berikan mainan cerdas
Mainan memainkan peran penting dalam perkembangan otak bayi Anda. Kuncinyamemilih mainan dan kegiatan yang tepat harus sesuai dengan tahap perkembangan biologi anakPilih mainan sederhana yang tidak membuat bayifrustasi.Belikan mainan buka tutup untuk menggasah imajinasi serta membantumembangun koordinasi antara mata dan tangan.
e.     Bermain tanda
Ajaklah bayi Anda mempelajari tanda-tanda ketika menginjak usia 4 (empat)bulan. Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan bahasa isyarat mengarah ke peningkatan dalam bahasa lisan serta IQ yang lebih tinggi.
f.       Kenalkan bahasa asing
Pada usia yang tepat, perkenalkan anak Anda untuk mendengar suara dankosakata dari bahasa asing. Memutar DVD bahasa asing, bisa meningkatkan kosakata anak Anda. Beberapa penelitian menunjukkan pengenalan bahasa asing sebaiknya dimulai setelah anak lancar berbahasa ibu.
g.     ontak fisik
Belaian dan sentuhan Anda kepada bayi sangat penting untuk pertumbuhan emosionalnya.Membelai rambut, tungkai dan tubuh juga membantu membuat koneksi neurologis yang penting untuk perkembangan otak. Ini juga akan membantu memperkuat ikatan Anda dengan bayi Anda
Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 11/29/2016