SYARAT-SYARAT KEPEMIMPINAN

A.    Syarat-syarat kepemimpinan secara umum

           Menjadi pemimpin bukanlah suatu hal yang mudah dipundaknya terdapat beban dan tanggung jawab untuk mensejahterakan dan memakmurkan orang yang dipimpimnya. Oleh karena itu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh orang yang akan menjadi pemimpin
           Dalam buku fiqih sejarah oleh Drs. H. Amir Abyan dan Zainal Muttaqin, MA. Menyebutkan bahwa syarat-syarat yang harus dipenuhi orang yang akan menjadi pemimpin antara lain:[1]
1.      Beriman dan bertakwa
2.      Berwibawa
3.      Adil dan bijaksana
4.      Memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas
5.      Sehat jasmani dan rohaninya
6.      Mampu mengatur orang yang dipimpinnya
7.      Berani melindungi bawahanya
8.      Menguasai dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau golongan.

      Dalam buku study kepemimpinan ilmu Imam al-Mawardi mengemukakan bahwa untuk menjadi karang pemimpin diperlukan kriteria antara lain:
1.      Seseorang pemimpin harus mempunyai sifat adil
2.      Memiliki pengetahuan untuk memanage persoalan-persoalan yang terkait dengan kehidupan bangsa dan bernegara
3.      Sehat panca inderanya
4.      Sehat anggota badan dari kekurangan, sehingga memungkinkan dia untuk bergaul lebih lincah, cepat, dan tidak loyo
5.      Seseorang pemimpin harus mempunyai visi dan misi yang jelas
6.      Mempunyai keberanian dan kekuatan
7.      Syarat terakhir  yang menjadi pemimpin harus keturunan  Quraisy.

       Menurut pandangan Imam Abu Hasan bin Habib Al-Mawardi. Syarat pemimpin ideal harus memiliki kriteria sebagai berikut.[2]
1.        Jujur, sebab tanpa kejujuran akan terjadi penyalahgunaan wewenang dan jabatan manipulasi terhadap anggota yang dipimpinya
2.        Amanah (dapat dipercaya).
Dengan amanah akan terhindar dari tindakan kolusi, korupsi, dan manipulasi. Dengan amanah maka orang yang dipimpin akan memberi kepercayaan penuh sehingga program-program kepemimpinan akan mendapat dukungan optimal
3.        Ludas (fathanah)
       Pemimpin yang ludas akan dapat mengambil inisiatif secara cermat, tepat dan cepat ketika menghadapi persoalan yang ada dalam kepemimpinannya.
4.        Adil
       Sebab jika tidak adil maka akan memunculkan kecemburuan yang dapat memicu kerawanan sosial, konflik dan ketegangan .
Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang dapat membawa rakyat dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran
5.        Bijaksana dan mempunyai sikap tanggung jawab
Kebijakan-kebijakan atau keputusan yang diambil oleh  seorang pemimpin benar-benar bijaksana dan dapat dipertanggung jawabkan, baik secara moral maupun secara formal. Artinya jangan sampai pemimpin bertindak sewenang-wenang tanpa memperdulikan nasib anggota yang dipimpinnya.
6.        Terbuka (bersedia dikritik dan mau menerima saran dari orang lain)
Sikap terbuka ini mencerminkan sikap tawadu’, tidak sombong.
7.        Keikhlasan
Berbuat dan beramal dengan ikhlas adalah hal yang sangat penting dalam pandangan islam. Sebab tanpa keikhlasan amal perbuatan akan sia-sia oleh sebab itu kadang pemimpin harus mempunyai jiwa ikhlas beramal.
Keikhlasan di sini tetap dalam pengertian melaksanakan amanah kepemimpinan yang sebaik-baiknya, bukan semaunya sendiri.
     Dari beberapa pandangan di atas, maka menurut hemat penulis, kriteria pemimpin yang ideal adalah:
1.        Beriman dan bertakwa
2.        Ludas
3.        Mencintai kebenaran dan bertindak yang benar
4.        Dapat dipercaya
5.        Mampu bekerja sama orang lain
6.        Ahli dalam bidang kepemimpinan
7.        Senang bergaul, ramah tamah, suka menolong
8.        Terbuka menerima pandangan orang lain
9.        Memiliki visi kehidupan
10.    Memiliki dedikasi dan kesetiaan yang tinggi
11.    Kreatif, inisiatif, dan inovatif
12.    Bertanggung jawab dari segala keputusan yang diambil
13.    Konsekwen/istiqamah
14.    Sehat jasmani dan rohani
15.    Jujur, adil, dan bijaksana
16.    Berwibawa
17.    Memiliki koneksi/jaringan

B.  Syarat-syarat kepemimpinan pendidikan

1.      Kepemimpinan kepala sekolah
         Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengalahkan , dan menggalahkan guru, staf, siswa, orang tua siswa,  dan pihak terkait untuk bekerja atau berperan guna mencapai tujuan yang diharapkan.
 Oleh karena itu banyak hal yang mempengaruhi keberhasilan kepala sekolah :
Dalam buku panduan managemen sekolah (Depdeknas, 1999) dikemukakan.[3]
1.      Kepribadian yang kuat, yaitu pribadi yang percaya diri, berani, bersemangat, murah hati  dan memiliki kepekaan sosial
2.      Memahami tujuan pendidikan dengan baik
3.      Memiliki pengetahuan yang luas
4.      Memiliki keterampilan yang profesianal
 Syarat-syarat pengangkatan kepala sekolah
a.       Persyaratan umum
1.      Mampu menyusun program pendidikan di sekolah
2.      Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang  maha Esa
3.      Berkedudukan sebagai guru dan aktif mengajar
4.      Usia setinggi-tingginya 52 tahun
5.      DP3 serendah-rendahnya memperoleh nilai amat baik untuk unsur kesetiaan dan nilai baik untuk unsur penilaian lainnya
6.      Sehat jasmani dan rohani
7.      Menguasai kurikulum yang berlaku
8.      Kreatif dan inovatif
9.      Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi
10.  Tanggap terhadap perkembangan IPTEK
11.  Dan lain-lain

b.      Persyaratan khusus
a.       Berijazah serendah-rendahnya SI
b.      Berpengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun sejak diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil
c.       Pernah mengikuti pendidikan dan latihan calon kepala sekolah
2.      Kepemimpinan pengawas atau supervisor
          Menurut  SK MENPAN NO. 188/1996 KMA NO. 381 Tahun 1999 pengawasan pendidikan adalah pengawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah dengan melaksanakan penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan pendidikan pra sekolah, dasar dan menengah.
          Syarat-syarat untuk diangkat menjadi pengawas atau supervisor adalah:
1.        Berpengalaman sebagai pendidik.
Pengalaman sebagai pendidik atau guru sekurang-kurangnya 6 tahun atau sebagai kepala sekolah selama 4 tahun
2.        Memahami kurikulum
Pengawas atau supervisor harus memahami kurikulum agar dapat melaksanakan dengan tepat guna dan tepat sasaran.
Kemampuan untuk memahami kurikulum ini disyaratkan karena setiap kegiatan di sekolah dan di luar sekolah yang melibatkan siswa-siswanya akan menjadi tugas yang paling utama bagi pengawasan yang berlangsung pada setiap sekolah yang menjadi tanggung jawab.

3.        Memahami Evaluasi
Evaluasi adalah alat untuk mengetahui suatu kegiatan kependidikan atau pembelajaran itu berhasil atau tidak.
Pemahaman teori evaluasi bagi pengawas ini berguna untuk membawa dan memberikan informasi yang sangat bermanfaat bagi setiap guru di sekolah, agar guru-guru dapat melakukan evaluasi-evaluasi yang beraneka ragam. Lebih dari itu, dengan pengawas melakukan dan membimbing tiapguru disekolah yang menjadi tugasnya.
4.        Memahami Administrasi
Karena pengawasan ini berkaitan dengan kegiatan kependidikan di sekolah, maka teknik dan praktek administrasi pula dipahami secara seksama.
5.        Memahami Edukatif dan Akademik
Agar pengawas dapat melaksanakan tugas-tugasnya secara baik dan benar, maka pengawas perlu memahami teknik-teknik dalam praktek kependidikan secara berhasil guna dan budaya guna. Dalam hal ini meliputi : proses belajar mengajar, pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
6.        Mampu memotivasi
Untuk mnjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas yang baik, di perlukan seni dan kreasi untuk memberikan dukungan bagi pengembangan kinerja para guru di setiap sekolah.
Untuk itu pengawas diharapkan memiliki kemampuan teknis operasional untuk memotivasi setiap guru ditiap sekolah yang menjadi lingkungan kerjanya.
7.        Rendah hati dan sederhana
Supervisor jangan mempunyai sikap sombong atau merasa lebih mengetahui dan orang yang disupervisor. Ia hendaknya lebih banyak bertanya dari pada berceramah dan memerintah. Kelebihan pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman hendaknya digunakan untuk mendorong orang lain untuk berbuat lebih banyak dan lebih baik.
8.        Bersikap suka menolong
Seorang supervisor harus selalu siap mendengarkan keluhan dan kesulitan yang di dalam para bawahannya dan berusah keras untuk mengakomodir serta membantu mencari penyelesaian yang terbaik.
9.        Memiliki sifat sabar dan emosional yang stabil
Seorang supervisor hendaknya memiliki sifat sabar, tidak mudah putus asa dan kecewa apabila menghadapi kegagalan. Dan sebaliknya tidak cepat merasa puas bila berhasil, apalagi bangga dan sombong, Sifat seperti ini (sabar dan emosional yang stabil) akan memberikan rasa aman dalam diri setiap bawahannya.
10.    Memiliki sikap demokrasi
Seorang supervisor adalah pemimpin yang demokratis, artinya tidak otoriter setiap persoalan dibicarakan secara bersama dan trasnsparan, setiap orang yang di supervisor berhak untuk bertanya dan mengemukakan pendapat secara bebas dan terbuka. Kepentingan yang diambil merupakan kesepakatan bersama, bukan atas  kemauanya sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
Amir Abyar, Zainal Musttaqim, Fiqih Islam, Mts Kls IX,PT. Karya Toha Putra Semarang Tahun 2004.
Departemen Agama RI, Pedoman Pengembangan Administrasi dan Supervise Pendidikan, Direktorat Jendral Kelembagaan Agama Islam Jakarta, 2003
Departemen Agama RI, Pedoman Rekontruksi Calon Pengawas, direktorat Jenderal Kelembagaan Agama  Islam, 2004
Ngalim Purwanto, Administrasi dan supervise Pendidikan, PT. Remaja Rosdakarya-Bandung.
Syarifuddin, Managemen Lembaga Pendidikan Islam, PT, CIPUTAT MESS JAKRTA.
Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Tinjauan Teoritik dan dan Permasalahannya, PT. Raja Grafindo Jakarta.
Zainuddin Muhadi, Mustaqim, Abl, Study Kepemimpinan Islam, Telaah Kreatif dan Historis : Putra Mediatama Prees.





1        Lilat Amir Abyar dan Zainal Muttaqin, Kepemimpinan dalam Islam, FIQIH Mts, hal: 149

2        Baca Ibnu Khaedun, Mukaddimah Ibnu khaldun (Burut : Dar Al-Fikr tth)hal 38-40

3        Baca SK. Mendikbut RI     halaman 085/U/1994 tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala sekolah dilingkungan Depdekbut hal. 367

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SYARAT-SYARAT KEPEMIMPINAN"

Post a Comment