Home » » Prinsip-prinsip Komunikasi Pemasaran

Prinsip-prinsip Komunikasi Pemasaran

Prinsip-prinsip Komunikasi Pemasaran

Prinsip-prinsip Komunikasi Pemasaran

Kegiatan komunikasi pemasaran jua mempunyai kiprah yg sangat krusial dalam membentuk ekuitas merek dan mendorong efektivitas & efisiensi penjualan suatu produk. Misalnya menggunakan cara membentuk pencerahan tentang merek, menciptakan penilaian atau perasaan tentang merek yg positif, & bisa memfasilitasi koneksi merek-konsumen yang lebih kuat. 

A. Mengembangkan Komunikasi Pemasaran

1. Mengindentifikasi pasar target
Indentifikasi pasar sasaran pada pengem bangan komunikasi pemasaran, tujuan dasarnya adalah  buat mengetahui siapakah sebenarnya pasar target berdasarkan sebuah aktifitas pemasaran tadi. Apakah mereka pembeli potensial produk perusahaan, pengguna, pengambil keputusan, atau bahkan gerombolan  yg memberi imbas pada konsumen potensial. Selanjutnya juga perlu dipandang apakah pasar sasaran tersbut setia dalam merek perusahaan, ataukah kepada pesaing. Jawaban yg diperoleh akan menentukan taktik komunikasi pemasaran yg harus dilakukan. 

2. Menentukan tujuan komunikasi Pemasaran
Menentukan tujuan komunikasi pemasar an sangat diperlukan agar proses komunikasi yg dilakukan pada memperlihatkan suatu produk perusahaan bisa secara efektif diterima oleh konsumennya. Sesuai dengan model hirarki impak, Rossiter dan Percy mengindentifikasi empat kemungkinan tujuan komunikasi pemasaran seperti sebagai berikut :
a. Kebutuhan kategori, menentukan produk atau jasa yang dibutuhkan buat mengalihkan atau memuaskan perbe daan asumsi antara keadaan motivasi onal ketika ini dan keadaan emosional yang diinginkan.
b. Keadaan merek, kemampuan untuk mengindentifikasi merek dalam kategori dengan relatif rinci untuk melakukan pembelian. Pengakuan lebih gampang dicapai dibandingkan ingatan konsu men.
c. Sikap merek, mengevaluasi merek dengan memperhatikan kemampuan anggapannya buat memenuhi kebutuhan relevan ketika ini. 
d. Maksud pembelian merek, Instruksi mandiri buat membeli merek atau merogoh tindakan yang herbi pembelian. Tawaran promosi dalam bentuk kupon, atau penawaran dua buat satu mendorong konsumen melakukan komitmen mental buat mengambil produk.

3. Merancang komunikasi Pemasaran
Setelah dapat diketahui indentifikasi pasar target, & tujuan komunikasi pema saran, selanjutnya pemasar dapat meran cang komunikasi pemasaran dengan tujuan bisa mencapai respon yang diinginkan. Menurut Kotler & Keller, paling tidak ada 3 kaidah buat mencapai respon yg dinginkan, antara lain :
a. Strategi pesan, manajemen mencari daya tarik, tema, atau inspirasi yg terkait dengan positioning merek dan membantu memilih titik paritas atau titik disparitas.
b. Strategi kreatif, efektifitas komunikasi pemasaran tergantung dalam bagaimana sebuah pesan diekspresikan, & juga kandungan pesan itu sendiri.
c. Sumber pesan, banyak komunikasi pemasaran nir memakai sumber di luar perusahaan.

4. Memilih saluran komunikasi pemasaran
Saluran komunikasi pemasaran pada dasarnya dapat dibedakan sebagai dua diantaranya :
a. Saluran komunikasi langsung (personal communication channels), dua orang atau lebih berkomunikasi melalui tatap muka, telepon, e-mail. Di sini kita dapat menarik disparitas antara saluran komunikasi, penasehat, ahli, dan social.
b. Saluran komunikasi non pribadi, yaitu saluran komunikasi yang diarahkan pada poly orang contohnya melalui media, kenaikan pangkat   penjualan, acara-program eksklusif, serta hubungan rakyat (public relation / PR).

5. Bauran Komunikasi Pemasaran
Bauran komunikasi pemasaran pada prinsip nya komunikasi pemasaran yang meng gunakan banyak sekali macam aktivitas menggunakan tujuan mengefektifkan dan mengefisiensikan proses komunikasi pemasaran. Bauran komu nikasi pemasaran dapat memakai delapan model komunikasi primer, yaitu :
a. Iklan, menjangkau pembeli yg tersebar luas secara geografis, dan dapat bersifat pengulangan, penguatan ekspresivitas, dan impersonalitas.
b. Promosi penjualan, menggunakan mengunakan rabat harga, doskon, hadiah, vocher, dll guna menarik perhatian pembeli.
c. Hubungan warga  dan publisitas, hal ini sangat tepat dalam situasi jika pasar memiliki persepsi yang nir sesuai dari yang dinginkan oleh pemasar. Kotlet & Keller menyebutkan terdapat 3 kualitas yang tidak sinkron, antara lain ; kredebilitas tinggi, kemampuan buat mencapai pembeli, & dramatisasi.
d. Acara & pengalaman, keuntungannya adalah; relevan, melibatkan, tersirat.
e. Pemasaran eksklusif, memiliki banyak bentuk antara lain; melalui telepon, on-line, dan lainnya.
f. Pemasaran interaktif, mempunyai 3 karakteristik diantaranya; penyesuaian, modern, interaktif.
g. Pemasaran menurut mulut ke lisan, hal ini bisa bersifat on-line atau of-line, dimana memiliki tiga ciri diantaranya; andal, eksklusif, sempurna saat.
h. Penjualan personal. Model ini paling efektif terutama dalam tahap pembentukan pembelian selanjynya, terutama pada membangun preferensi, kenyakinan, dan tindakan dua orang atau lebih. Model ini mempunyai 3 kekuatan diantaranya; hubungan pribadi, pengembangan, & respon.

B. Strategi Marketing Public Relation (MPR)

Strategi ini merupakan penempatan misi perusahaan atau penetapan target organisasi dengan mengingat kekuatan eksternal & internal, perumusan kebijaksanaan dan strategi tertentu buat mencapai target dan memastikan implementasinya secara sempurna, sehingga tujuan dan sasaran primer organisasi akan tercapai. Dari pengertian-pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Marketing Public Relations adalah gugusan aplikasi program dan taktik pemasaran (Marketing Strategi Implementation) menggunakan kegiatan acara kerja PR (Work Program of Public Relations). 

Dalam penerapannya ada tiga strategi penting dalam Marketing Public Relations, (Saka, 1994:99) yaitu Push Strategy (taktik mendorong), Pull Strategy (strategi menarik), Pass Strategy (strategi mensugesti).
1. Push Strategy (Strategi Mendorong). Strategi ini merupakan taktik yg digunakan buat mendorong tentang prospek terhadap produk/jasa baru perusahaan agar diterima sang masyarakat. Pada taktik ini public relations memiliki kekuatan untuk mendorong berhasilnya pemasaran.
2. Pull Strategy (Strategi Menarik). Pada strategi ini public relations memiliki dan harus menyebarkan kekuatan buat menarik perhatian publik. Strategi ini dipakai buat menarik publik supaya mereka permanen memakai produk/jasa perusahaan. Jika taktik ini efektif, maka akan poly konsumen yg bertanya ke pengecer tentang produk tersebut. Perangkat berdasarkan pull strategy ini umumnya adalah media massa, media khusus, event sponsorship, program audiens khusus, dan lain sebagainya.
3. Pass Strategy (Strategi Mempengaruhi).Strategi ini digunakan untuk mempengaru hi gatekeeper orang ketiga agar mendu kung & mendorong publik untuk membeli atau tidak menurut produk/jasa perusahaan. 

C. Strategi Memperluas Pasar

a.  Strategi Penerobosan Pasar (Penetra tion).
Di sini perusahaan mencari jalan untuk menaikkan pangsa pasar bagi produknya saat ini dalam pasar-pasar mereka kini.

Ada 3 cara pokok yg dapat dijalankan oleh perusahaan, yaitu:
1.  Meningkatkan Jumlah Pembeli Pada Segmen Yang Sama.
2.  Menaikkan Frekuensi Pembelian.
3. Menaikkan Jumlah Pembelian.

b. Strategi Pengembangan Pasar (Eks pansi).
Perusahaan perlu mencari pasar-pasar baru yang kebutuhannya mungkin dapat dipenuhi sang produk perusahaanya kini . 

Terdapat 3 cara yg dapat dilakukan sang perusahaan yaitu :
1. Pasar Geografis Baru. Perusahaan mungkin perlu memperluas aktivitas usahanya ke lokasi baru dalam tingkat regional, nasional, atau internasional.
2. Segmen Baru. Perusahaan perlu menguji apakah terdapat poly pemakai potensial pada suatu tempat, yang nir membeli produk, namun minatnya tinggi. Jadi, jika perusahaan sudah menjual produknya ke pasar konsumen, perusahaan mungkin dapat manjual ke pasar organisasi (segmen baru).
3. Evaluasi Operasi. Perusahaan mungkin perlu mengarah kan strateginya ke konsumen yg tidak pernah menggunakan atau membeli, agar konsumen tadi berminat membeli (evaluasi).

D. Strategi Pengembangan Produk 

Perusahaan perlu memperhatikan kemung kinan dilaksanakannya pengembangan produk baru atau menyempurnakan produk-produknya bagi pasarnya yang sekarang. Terdapat empat cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu :
1. High Margin. Perusahaan mungkin perlu memilihara kepuasan konsumen terhadap prestasi produk dengan cara mempertahankan citra mutu yg konsisten. Dengan adanya kepuasan, maka konsumen akan loyal terhadap perusahaan. Jadi buat meningkatkan volume penjualan, perusahaan dapat melaksanakan strategi kualitas tetap harga dinaikkan (high margin) menggunakan sasaran para konsumen yang sudah loyal.
2. Cost Reduction Dalam menaikkan volume penju alan perusahaan perlu menurunkan biaya porto produksinya misal menggunakan mass product, sehingga harga produk bisa diturunkan menggunakan kualitas permanen.
3. Product Mix. Perusahaan mungkin perlu mengem bangkan produk baru buat mening katkan penjualannya, seperti contohnya membuatkan versi baru, bentuk atau bungkus baru & lain-lain.
4. Diversifikasi. Perusahaan dapat melaksanakan taktik ini jika peluang emas sudah ditemukan diluar bisnis yg dijalankan waktu ini. Dalam aplikasi nya dapat dilakukan melalui 3 jenis diversifikasi diantaranya : strategi diversifikasi fisik, strategi diversifikasi horizontal, taktik diversifikasi konglomerat.
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Prinsip-prinsip Komunikasi Pemasaran

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 10/08/2017

0 komentar Prinsip-prinsip Komunikasi Pemasaran

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak