GENERASI SHALAHUDDIN TUTUP USIA

Syekh Majid ‘Irsan al-Kilani tutup usia di kota kelahirannya Ramtha, Yordania. Dia merupakan salah satu pemikir Islam terkemuka kelahiran 1932.
Gelar sarjana S-1 al-Kilani dalam bidang Sejarah diperoleh dari Universitas Kairo, sedang jenjang diploma di bidang Pendidikan dari the University of Jordan, Yordania pada tahun 1389 H/1969. Dia kemudian melanjutkan S-2 bidang Sejarah Islam di American University cabang Beirut. Pada tahun yang sama dia menyelesaikan magister dalam Filsafat Pendidikan dari the University of Jordan. Terakhir, S-3 fakultas Pendidikan di Universitas Pittsburgh negara bagian Pennsylvania Amerika Serikat pada tahun 1401 H/1981.
Di antara jabatan akademik yang pernah diembannya adalah dosen Sejarah Pendidikan di Akademi Khusus Perempuan, Saudi Arabia. Al-Kilani pernah menjabat sebagai direktur Pusat Studi Bahasa Arab di Departemen Bahasa Asing, Universitas Pittsburgh AS, direktur Pusat Pengkajian Pendidikan di Kementerian Pendidikan Yordania. Dia juga pernah menjabat dosen dan guru besar Pendidikan Islam dan Filsafat Pendidikan di Fakultas Pendidikan Universitas King ‘Abdul ‘Aziz dan Universitas Ummul Qura, Saudi Arabia. Direktur Studi Islam di PBB sekaligus profesor pendidikan di Universitas Sharjah adalah tugas lain yang pernah al-Kilani emban.
Karyanya yang sangat fenomenal adalah Hakadzā Zhahara Jīl Shalāh al-Dīn wa Hakadzā ‘Ādat al-Quds (Lahirnya Generasi Shalahudin dan Kembalinya al-Aqsa Palestina) tahun 1993. Buku ini merupakan upaya pembaruan dan reformasi karena menyentuh banyak aspek kehidupan, seperti pendidikan, sosial dan politik.
Berbagai penghargaan dan tanda kehormatan diterima al-Kilani dari beberapa negara. Yang terkahir adalah “Penghargaan Internasional al-Farabi untuk Studi Humaniora dan Islam”. Al-Kilani mendapat nominasi dari sejumlah universitas dunia atas karyanya Falsafat al-Tarbiyah al-Islāmiyyah: Dirāsah Muqāranah bayn Falsafat al-Tarbiyah al-Islāmiyyah wa al-Falsafāt al-Tarbawiyyah al-Mu’āshirah (Filsafat Pendidikan Islam: Studi Komparatif Filsafat Pendidikan Islam dan Filsafat Pendidikan Kontemporer).
Di antara perkataannya:
“Episode kekuasaan dan kekuatan dalam sejarah Islam lahir dari penggabungan dua unsur: keikhlasan dalam setiap kemauan dan ketepatan dalam berpikir dan beramal. Jika salah satu dari keduanya tidak ada, maka tidak ada gunanya mengerahkan usaha dan pengorbanan.”
“Kegiatan manusia terbagi atas niat dan gerakan, niat diwujudkan dalam pemikiran dan kemauan, sementara gerakan diwujudkan dalam perkataan dan perilaku.”
“Universitas-universitas di Amerika, Eropa dan Israel tidak menggali ilmu untuk ilmu itu sendiri, tidak juga mencari pengetahuan untuk mengangkat harkat sosial kemanusiaan atau hubungannya dengan tanah air, kehidupan dan masa depan. Akan tetapi mereka mencari ilmu dan pengetahuan karena keduanya adalah komponen kekuatan yang harus dimiliki untuk keluar sebagai pemenang dalam persaingan global.”
Ada puluhan judul buku ditulisnya, di antaranya membahas tentang pendidikan Islam:
1. Tathawwur Mafhūm al-Nazhariyyāt al-Tarbawiyyah al-Islāmiyyah (Sejarah Konsepsi Epistimologi Pendidikan Islam)
2. Al-Fikr al-Tarbawī ‘inda Ibn Taimiyyah (Pemikiran Pendidikan Perspektif Ibn Taimiyyah)
3. Ahdāf al-Tarbiyah al-Islāmiyyah fī Tarbiyat al-Fard wa Ikhrāj al-Ummah wa Tan-miyat al-Ukhuwwah al-Insāniyyah (Visi-Misi Pendidikan Islam dalam Mendidik Pribadi, Mengkader Umat dan Menumbuhkembangkan Persaudaraan Insani) dan lainnya.
(Msc)

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "GENERASI SHALAHUDDIN TUTUP USIA "

  1. Blog yang mencerahkan...
    "Didiklah anakmu karena anakmu akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu". Terimakasih telah berbagi dan hal positif telah dilakukan, Terus Berkarya !

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak