MASALAH THT

Hasil gambar untuk THT

A.     Pengertian dan Jenis-jensi THT

THT (Oto Rhino laryngologi) adalah sebuah cabang ilmu kedokteran yang dikenal secara umum menangani permasalahan tentang telinga, hidung, dan tenggorokan mesipun ada cabang kedokteran yang lebih luas lagi dari THT yaitu Otolaringologi.
Penyakit THT ada beberapa jenis, yang perlu untuk Anda ketahui. Jadi mungkin beberapa ada yang tidak umum yang terdengar di telinga Anda, namun ini semua ada. Berbeda jenis penyakit THT maka berbeda pula penyebabnya, dan tentu cara menyembuhkan yang harus dilakukan pun juga tentu ikut berbeda. Kami sebelumnya juga sudah membahas pada artikel tentang macam-macam penyakit pada telinga, namun mungkin di sini kami akan menambahkan beberapa yang sekiranya belum tertera pada informasi tersebut, sehingga bisa menambah wawasan Anda. Anda pun bisa ikut berjaga-jaga apabila ada sanak saudara atau teman yang terkena beberapa jenis penyakit ini. Mari baca selengkapnya.
Beberapa jenis THT  yaitu sebagai berikut:
1.      Sinusitis
Sinusitis merupakan sebuah kondisi peradangan yang terjadi di sinus. Peradangan ini diakibatkan oleh infeksi virus maupun alergi, infeksi jamur dan bakteri juga bisa menjadi faktor penyebabnya. Sinusitis dapat terjadi ke salah satu dari 4 sinus yang dimiliki manusia, adapun keempat sinus tersebut yakni etmoidalis, maksilaris, sfenoidalis, dan frontalis. Penyakit THT sinusitis ini dapat bersifat akut, dengan ciri berlangsung dalam 3 minggu, bisa juga kurang. Juga dapat bersifat kronis, dengan ciri berlangsung dalam 3 hingga 8 minggu lamanya, namun bisa juga berlanjut terus sampai dengan berbulan-bulan, tak hanya itu bahkan ada yang hingga bertahun-tahun lamanya.
2.      Contact Ulcers
Yang kedua adalah Contact Ulcers, Contact Ulsers ini merupakan koreng atau luka yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri di selaput lendir pembungkus kartilago atau tulang rawan yang menjadi tempat di mana pita suara melekat. Cara pengobatan Contact Ulcers yakni penderita diwajibkan untuk istirahat berbicara, berbicara seperlunya saja, untuk waktu minimal 6 minggu lamanya. Supaya penyakit ini tak kambuh lagi, penderita wajib mengetahui berapakah batas suaranya, serta belajar untuk menyesuaikan suara yang tercipta. Terapi suara juga merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan. Apabila hasil rontgen memperlihatkan terdapat refluks asam lambung, maka perlu diberikan antasid maupun obat untuk anti-ulkus, contohnya penghambat histamin. Selain itu penderita juga wajib tidur posisi kepala yang lebih tinggi.
3.      Faringitis
Faringitis nama istilah awamnya Anda kenal dengan radang tenggorokan. Radang tenggorokan merupakan suatu peradangan yang terjadi di faring (Tenggorokan). Cara pengobatan untuk penyakit THT yang satu ini yaitu dengan obat analgetik untuk pereda nyeri yang terjadi di tenggorokan penderita, ada juga obat hisap maupun obat kumur menggunakan larutan garam hangat atau obat kumur yang dibeli di apotik. Obat aspirin tak boleh diberikan untuk anak-anak juga remaja, yang usianya masih di bawah 18 th, itu karena dapat mengakibatkan sindroma Reye.
4.      Kanker leher Metastatik
Penyakit THT kanker leher Metastatik dapat dibilang merupakan penyakit yang cukup serius. Ini merupakan kondisi terjadinya kanker leher pada seseorang karena penyebaran dari kanker pada bagian tubuh yang lain, jadi sumber utama kanker bukan pada tenggorokan. Cara pengobatan apabila sel kanker ada pada bagian dalam kelenjar getah bening, termasuk jika sel kanker tak bisa ditemukan, perlu dilakukan prosedur terapi penyinaran pada tonsil, faring, kedua sisi leher dan dasar lidah penderita penyakit kanker leher Metastatik ini. Juga akan dilakukan pengangkatan kelenjar getah bening serta jaringan lain di daerah tersebut yang sudah terjangkit sel kanker, dengan tujuan agar sel kanker tak makin menyebar karena bisa berbahaya. Sekian artikel tentang penyakit THT, semoga lekas sehat.

  B.     Pembagian THT

1.     TELINGA
Telinga merupakan sebuah organ yang mampu mendeteksi/mengenal suara & juga banyak berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh. Telinga memiliki tiga bagian yaitu:
1.     Telinga Luar
Aurikula (daun telinga) Terdiri dari tulang rawan (kartilago) yang dibungkus kulit. Fungsi utama aurikula adalah untuk menangkap gelombang suara dan mengarahkannya ke dalam MAE. Meatus auditorius eksternus (saluran telinga) merupakan saluran ke dalam os temporale  dan membentuk kurva yang condong ke atas dan ke bawah. Fungsinya sebagai buffer terhadap perubahan kelembaban dan temperatur yang dapat mengganggu elastisitas membran timpani.
2.     Telinga tengah
Telinga tengah adalah rongga yang berisi udara dalam tulang temporal yang terdiri dari:
a.       Membran timpani (gendang telinga), membentang sampai bagian akhir saluran telinga, Terdiri dari jaringan fibrosa elastic berbentuk bundar dan cekung dari luar dan akan bergetar ketika gelombang suara melaluinya. Getaran ini akan diteruskan menuju ketiga tulang pendengaran.
b.      Tulang pendengaran terdiri dari: meleus inkus dan stapes. Stapes kemudian menghantarkan getaran ketelinga dlam yang terisi oleh cairan pada fenesta vestubuli. Fungsi ke tiga tulang ini adalah menurunkan amplitudo getaran yang diterima dari membran tympani dan meneruskannya ke jendela oval.
c.       Tuba eustachi Bermula dari ruang tympani ke arah bawah sampai nasofaring Struktur mukosanya merupakan kelanjutan dari mukosa nasofaring Tuba dapat tertutup pada kondisi peningkatan tekanan secara mendadak. Tuba ini terbuka saat menelan dan bersin Berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan udara di luar tubuh dengan di dalam telinga tengah.
3.     Telinga Dalam
Telinga dalam merupakan suatu rongga yang disebut labirin berdinding tulang (maze), yang dilapisi oleh membrane yang disebut membranosa labirin. Perilimf adalah cairan yang terdapat di antara tulang dan membran, dan edolimf adalah cairan yang terdapat di dalam struktur membrane didalam telinga dalam. Struktur-struktur tersebut adalah koklaea yang terkait erat dengan pendengaran dan utrikuklus, sakulus dan kanalis semisirkularis, yang semuanya berfunsi untuk mempertahankan keequlibrium.
Pemeriksaan pendengaran dilakukan untuk mengetahui fungsi telinga, secara sederhana pendengaran dapat diperiksa dengan menggunakan suara bisikan. Pendengaran yang baik akan dengan mudah diketahui dengan adanya bisikan.bila pendengaran dicurigai tidak berfungsi baik, pemeriksaan yang lebih teliti dapat dilakukan dengan garputala atau tes audiometri (oleh spesialis)
Cara pemeriksaan pendengaran dengan bisikan
1.      Atur posisi pasien berdiri membelakangi anda pada jarak sekitar 4,5-6 meter
2.      Anjurkan pasien untuk menutup salah satu telinga yang tidak diperiksa
3.      Bisikkan suatu bilangan (mis: tujuh enam)
4.      Beritahu pasien untuk mengulangi bilangan yang didengar
5.      Periksa telinga sebelah dengan cara yang sama
6.      Bandingkan kemampuan mendengar telinga kanan dan kiri pasien

2.     Hidung
Hidung merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai alat pernapasan dan indera penciuman.  Hidung terdiri dari hidung luar (nasus externus) dan rongga hidung (cavum nasi). Sepertiga bagian atas hidung luar ditunjang oleh tulang sedangkan dua pertiga bagian bawah terdiri dari kartilago yang berpasangan. Melalui nares anterior, udara masuk ke rongga hidung melalui daerah yang melebar yang disebut vestibulum dan melalui nares posterior akan sampai di nasofaring. Vestibulum dilapisi oleh kulit berambut, bukan oleh mukosa.
Rongga hidung terbagi dua oleh septum nasi yang tersusun oleh tulang maupun kartilago. Septum nasi dilapisi oleh mukosa yang banyak vaskularisasinya. Pada dinding lateral rongga hidung terdapat tiga buah concha (superior, media, inferior) yaitu tulang yang menonjol ke dalam rongga hidung, dilapisi oleh mukosa yang kaya vaskularisasi. Dibawah setiap concha terdapat alur atau meatus yang dinamai sesuai concha di atasnya. Dalam meatus inferior bermuara ductus nasolacrimalis, dan di dalam meatus medius bermuara sebagian besar sinus paranasal.
Sinus paranasalis adalah rongga berisi udara yang terdapat dalam tulang kranium di sekitar rongga hidung yang terdiri dari sepasang sinus maxillaris, sepasang sinus ethmoidalis, sepasang sinus frontalis, dan satu sinus sphenoidalis. Masing-masing sinus memiliki ostia (lubang). Sinus-sinus ini bermuara ke rongga hidung dan dilapisi oleh mukosa.
1.      Pangkal hidung (bridge) : perlekatan superior hidung pada cranium
2.      Batang hidung (darsum nasi) : badan hidung yang terbentuk dari tulang keras
3.      Apeks hidung (apex nasi) : ujung hidung
4.      Filtrum : depresi vertical yang terletak di bawah hidung, di atas bibir
5.      Lubang hidung (nastril) : lubang luar kavum nasalis
6.      Cuping hidung (ala nasi) : tepi nostril yang melebar
7.      Sulkus nasalis alaris : depresi lateral di sisi hidung yang menghubungkan hidung dengan jaringan wajah

3.     TENGGOROKAN
Tenggorokan adalah bagian yang cukup kompleks anatomi, bukan hanya tidak merupakan bagian dari saluran pernapasan bagian atas, tetapi membantu dengan tahap awal pencernaan bersama dengan membantu membentuk pembicaraan kita. Secara umum, tenggorokan terdiri dari laring (yang meliputi lipatan vokal), faring, epiglotis dan uvula; ada juga kelenjar getah jaringan di tenggorokan disebut amandel dan kelenjar gondok.
1.     Anatomi Tenggorokan
a.      Laring
Laring adalah sekelompok jaringan dan termasuk otot, tulang rawan dan jaringan lunak lainnya yang ditemukan di bagian atas trakea. Lipatan vokal (atau pita suara), yang terkandung antara struktur dan dekat untuk memungkinkan makanan untuk lulus hanya esofagus dan dicegah dari memasuki trakea dan maju ke paru-paru. Ketika udara didorong melalui laring pita suara bergetar dan suara yang dihasilkan, intensitas suara dapat diubah tergantung pada seberapa cepat udara dipaksa melalui laring. Ada tiga sub-struktur yang terkandung dalam laring dan ini disebut glotis, supraglottis dan subglottis itu.
b.     Faring
Faring adalah bagian atas dari jalan napas dan dimulai pada bagian belakang hidung dan hasil ke atas esofagus. Hal ini umumnya dianggap sebagai bagian dari kedua saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Sebagai faring berisi banyak struktur yang berbeda itu dipecah menjadi tiga komponen: orofaring, nasofaring dan laringofaring tersebut. Orofaring ini terletak di bagian belakang mulut dan terdiri dari uvula (bagian dari jaringan lunak yang terletak di bagian belakang mulut), epiglotis, amandel dan pangkal lidah. Nasofaring termasuk jaringan lunak yang terletak di bagian belakang hidung dan laringofaring mengacu pada struktur yang terletak di daerah tenggorokan di bawah orofaring terus pembukaan kerongkongan.
c.      Epiglottis
Ini adalah nama yang diberikan untuk bagian dari tulang rawan yang terletak di antara bagian belakang lidah dan laring. Ini adalah struktur yang sangat penting karena hal inilah yang menyebabkan laring yang akan diblokir selama menelan untuk melindungi paru-paru dari makanan dan cairan. Ia bekerja sebagai katup dan menutup setiap kali kita menelan, (bahkan air liur) tanpa kita harus membuat usaha sadar untuk menjalankan aksinya.
d.     Uvula
Uvula adalah sepotong kecil jaringan yang menggantung di belakang tenggorokan. Ketika kita menelan membantu untuk menyembunyikan hidung dan melindungi saluran udara kita dari terhalang dengan makanan dan cairan.
e.      adenoids dan amandel
Para adenoid dan tonsil adalah jaringan limfatik dan oleh karena itu merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh kita. Amandel dapat dilihat di bagian belakang tenggorokan dan kelenjar gondok ditemukan ke arah belakang bagian hidung.
Meskipun mereka adalah bagian dari kekebalan kita, baik struktur dapat dihapus jika mereka menjadi bermasalah, meskipun praktik ini terjadi jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mereka biasanya hanya akan dihapus jika serangan berulang dari infeksi yang menyebabkan terlalu banyak absen dari pekerjaan atau sekolah atau memiliki dampak yang parah pada kehidupan secara umum. Banyak orang meremehkan fungsi tenggorokan karena mereka tidak menyadari struktur halus yang disertakan dan bagaimana struktur ini fungsi. Tanpa jaringan otot dan tulang rawan paru-paru kita akan perlahan-lahan menjadi rusak akibat menghirup makanan dan cairan dan akan serius kompromi kelangsungan hidup kita.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MASALAH THT"

Post a Comment