KESEHATAN BALITA

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Hasil gambar untuk KESEHATAN BALITA

KESEHATANBALITA Perlindungan anak di bidang kesehatan  diselenggarakan melalui berbagai upaya  pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi  anak termasuk untuk bayi baru lahir dan anak balita . Pelayanan kesehatan untuk bayi baru lahir dan ank balita  merupakan salah satu program kesehatan  anak yang bertujuan untuk menjamin  kelangsungan hidup, tumbuh kembang anak  secara optimal dan perlindungan khusus dari kekerasan dan diskriminasi. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan anak Indonesia yang sehat , cerdas ceria, berahlaq mulia dan terlindungi sebagai modal dasar bagi pembangunan bangsa.


          Anak merupakan harapan masa depan. oleh karena itu mereka perlu dipersiapkan agar kelak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas,sehat dan cerdas. Program kesehatan anak merupakan salah satu kegiatan dari penyelenggaraan perlindungan anak di bidang kesehatan, yang dimulai sejak bayi berada di dalam kandungan, masa bayi, balita, usia sekolah dan remaja. Program tersebut bertujuan untuk menjamin kelangsungan hidup bayi baru lahir , memelihara dan meningkatkan kesehatan anak sesuai tumbuh kembangnya, dalam rangka  meningkatkan kualitas hidup anak yang akan menjadi sumber daya pembangunan bangsa di masa mendatang. 

B. Rumusan Masalah
1.      Mengetahui Perawatan Kesehatan Bayi.
2.      Mengetahui Perawatan Kesehatan Balita.
3.      Mengetahui Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi Dan Balita Atau Deteksi Dini.
4.      Mengetahui Tentang Imunisasi.

C. Tujuan
1.     Kita Dapat Mengetahui Perawatan Kesehatan Bay.I
2.    Kita Dapat Mengetahui Perawatan Kesehatan Balita.
3.   Kita Dapat Mengetahui Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi Dan Balita Atau       Deteksi Dini.
4.    Kita Dapat Mengetahui Tentang Imunisasi.

BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pelayanan Kesehatan Pada Bayi
1.     Definisi Bayi
Menurut Dep. Kes. RI, (2005) Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram.
Menurut M. Sholeh Kosim, (2007) Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500 – 4000 gram, cukup bulan, lahir langsung menangis, dan tidak ada kelainan congenital (cacat bawaan) yang berat

2.    Definisi Pelayanan Kesehatan Pada Bayi
Pelayanan kesehatan  sesuai standar yang diberikan oleh petugas kesehatan yang kompeten kepada neonates/bayi baru lahir sedikit 3 kali, selama periode 0 sampai dengan 28 hari setelah lahir ,baik di fasilitas kesehatan maupun melalui kunjungan rumah.
Kunjungan neonatal adalah  pelaksanaan pelayanan ksehatan neonatal/bayi baru lahir sedikitnya 3 kali yaitu:
a.       Kunjungan Neonatal ke-1(KN 1) dilakukan pada kurun waktu 6-48 jam setelah lahir.
b.      Kunjungan Neonatal ke-2(KN 2) dilakukan pada kurun waktu hari ke 3 sampai dengan hari ke 7 setelah lahir 
c.       Kunjungan neonatal ke-3(KN 3) dilakukan pada kurun waktu hari ke 8 sampai dengan hari ke 28 setelah lahir.

B.     Pelayanan Kesehaatan Pada Balita
Definisi Pelayanan Kesehatan Balita adalah Pelayanan kesehatan anak balita sakit dan sehat yang diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai standar. Jenis Pelayanan Kesehatan Anak BalitaPemantauan pertumbuhan balita dengan KMS minimal 8 kali KMS (Kartu Menuju Sehat) untuk balita adalah alat yang sederhana dan murah, yang dapat digunakan untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan anak. Oleh karenanya KMS harus disimpan oleh ibu balita di rumah, dan harus selalu dibawa setiap kali mengunjungi posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk bidan dan dokter. Manfaat KMS adalah :
1)    Sebagai media untuk mencatat dan memantau riwayat kesehatan balita secara lengkap, meliputi : pertumbuhan, perkembangan, pelaksanaan imunisasi, penanggulangan diare, pemberian kapsul vitamin A, kondisi kesehatan pemberian ASI eksklusif, dan Makanan Pendamping ASI.
2)   Sebagai media edukasi bagi orang tua balita tentang kesehatan anak.
3)   Sebagai sarana komunikasi yang dapat digunakan oleh petugas untuk menentukan penyuluhan dan tindakan pelayanan kesehatan dan gizi.
b.      Pemberian Kapsul Vitamin A. Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik) dan untuk kesehatan tubuh yaitu meningkatkan daya tahan tubuh, jaringan epitel, untuk melawan penyakit misalnya campak, diare dan infeksi lain.
c.       Pelayanan Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka
C.   Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi dan Balita atau Deteksi Dini
Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Dalam perkembangan anak terdapat masa kritis, dimana diperlukan rangsangan/stimulasi yang berguna agar potensi berkembang, sehingga perlu mendapat perhatian.Frankenburg dkk.(1981) melalui Denver Development Stress Test (DDST) mengemukakan 4 parameter perkembangan yang dipakai dalam menilai perkembangan anak balita yaitu :
1.      Personal Social ( Kepribadian/Tingkah Laku Sosial ).
2.      Fine Motor Adaptive ( Gerakan Motorik Halus )
3.      Langauge ( Bahasa )
4.      Gross Motor ( Perkembangan Motorik Kasar )
D.   Imunisasi
Imunisasi adalah upaya yang dilakukan dengan sengaja memberikan kekebalan (imunisasi ) pada bayi atau anak sehingga terhindar dari penyakit (Supartini, Y, 2004).
Imunisasi adalah suatu prosese untuk membuat sistem pertahanan tubuhkebal terhadap infasi mikroorganisme (bakteri dan virus). Yang dapatmenyebabkan infeksi sebelum mikroorganisme tersebut memiliki kesempatanuntuk menyerang tubuh kita. Dengan imunisasi tubuh kita akan terlindungi dariinfeksi begitu pula orang lain. Karena tidak tertular dari kita.
1.     Tujuan Imunisasi
Tujuan dari imunisasi adalah untuk menguranggi angka penderitaan suatupenyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkankematian pada penderitanya. Beberapa penyakit yang dapat di hindari denganimunisasi yaitu: Hepatitis, Campak, Polio, Difteri,Tetanus, Batuk Rejan, Gondongan, Cacar air, TBC
2.    Macam – Macam Imunisasi
a.    Imunisasi Aktif.
Adalah kekebalan tubuh yang di dapat seorang karena tubuh yangsecara aktif membentuk zat antibodi, contohnya: imunisasi polio ataucampak . Imunisasi aktif juga dapat di bagi 2 macam:
1)      Imunisasi aktif alamiahAdalah kekebalan tubuh yang secara ototmatis di peroleh sembuhdari suatu penyakit.
2)     Imunisasi aktif buatanAdalah kekebalan tubuh yang di dapat dari vaksinasi yang diberikan untuk mendapatkan perlindungan dari sutu penyakit.
b.    Imunisasi Pasif
Adalah kekebalan tubuh yang di dapat seseorang yang zat kekebalantubuhnya di dapat dari luar.Contohnya Penyuntikan ATC (Anti tetanusSerum). Pada orang yang mengalami luka kecelakaan. Contah lain adalah:Terdapat pada bayi yang baru lahir dimana bayi tersebut menerimaberbagi jenis antibodi dari ibunya melalui darah placenta selama masakandungan.misalnya antibodi terhadap campak. Imunisasi pasif ini dibagi yaitu:
1)       Imunisai pasif alamiah  adalah antibodi yang di dapat seorang karena di turunkan olehibu yang merupakan orang tua kandung langsung ketika beradadalam kandungan.
2)     Imunisasi pasif buatan.Adalah kekebalan tubuh yang di peroleh karena suntikan serumuntuk mencegah penyakit tertentu
3.    Jenis – Jenis Imunisasi
a.        BCG (Bacillus Calmatte Guerin)
Dosis pemberian 1 kali pada usia 0-2 bulan pada bahu kanan. Setelah penyuntikan imunisasi ini, akan timbul benjolan putih pada lekngan bekas suntikan yang akan membentuk luka serta reaksi panas. Jangan dipecahkan.
b.        DPT + Hb (Kombo)
Dosis pemberian 3 kali pada usia 2-11 bulan pada paha. Anak akan mengalami panas dan nyeri pada tempat yang diimunisasi. Beri obat penurun panas ¼ tablet dan jangan membungkus bayi dengan selimut tebal.
c.        Polio
Dosis pemberian 4 kali melalui tetes mulut (2 tetes) pada usia 0-11 bulan Setelah imunisasi, tidak ada efek samping. Jika anak menderita kelumpuhan setelah imunisasi polio, kemungkinan sebelum di vaksin sudah terkena virus polio. 
d.        Campak
Dosis pemberian 1 kali usia 9 bulan pada bahu kiri.Setelah 1 minggu imunisasi, terkadang bayi akan panas dan muncul kemerahan. Cukup beri ¼ tablet penurun panas.

BAB III
PENUTUP


A.   Kesimpulan
Perawatan Kesehatan Bayi adalah sebuah subjek mendasar yang harus diketahui oleh orang tua. Baik itu Orang tua baru atau yang sudah mempunyai anak lebih dari 2 kali. Banyak yang tergantung kepada dokter anak untuk mengevaluasi dan mendiagnosa buah hati mereka. Konsultasi dengan  Dokter Anak terpercaya secara rutin, adalah langkah terbaik untuk Menjaga Kesehatan Bayi.Selain itu, orang tua harus mengetahui tanda bayi sehat dan tanda bahaya pada bayi.
Perawatan Kesehatan Anak Balita tentu saja harus diperhatikan dengan sangat baik oleh para orang tua. Untuk mengetahui hal apa saja yang sangat penting dalam perawatan kesehatan tersebut, diperlukan pengetahuan yang jelas terhadap pilar-pilar penting yang erat kaitannya dengan kebutuhan balita Adapun pilar tersebut yaitu : nutrisi dan makanan anak, kecerdasan anak, psikologi anak.
Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi dan Balita/Deteksi Dini. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm,meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh); sedangkan perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan.(Soetjiningsih. 1998 ).

B.    Saran

                   Dengan di buatnya makalah ini diharapkn Kita khususnya D III kebidanan dapat mengerti dan lebih memahami tentang arti kebidanan komunitas serta tugas-tugasnya diwilayah kerja mengenai,perawatan kesehatanak balita, pemantauan tumbuh kembang dan deteksi dini bayi dan balita, imunisasi. Dan lebih diharapkan makalah ini dapat memotivasi bidan dimasa depan untuk lebih aktif, kreatif dan inovatif dalam memajukan pelayanan bidan komunitas sehingga tercipta pelayanan yang berkualitas untuk menuju indonesia sehat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KESEHATAN BALITA"

Post a Comment