Home » » Pengertian dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Keluarga

Pengertian dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Keluarga

A. Pengertian kesehatan keluarga

Kesehatan keluarga ialah pengetahuan tentang suasana sehat fisik, fisik dan sosial dari induvidu-induvidu yang ada dalam satu keluarga. Antara induvidu yang satu dengan lainnya saling memprovokasi dalam lingkaran siklus family untuk menjangkau derajat kesehatan family yang optimal. Keluarga yang sehat ialah salah satu kekayaan yang tak terhingga. Tapi tak tidak banyak dari anda yang masih menggali formulasi yang tepat untuk menyuruh seluruh anggota family memiliki kelaziman hidup sehat. 

B. Cara Menjaga Kesehatan Keluarga

Mehmet C Oz, MD, dokter yang diagungkan oleh Oprah Winfrey, menyerahkan tip praktisnya guna kita. “Jadikan trik ini laksana waktu berfoya-foya untuk semua keluarga!”

1. Jangan terbit rumah dalam suasana lapar Ini ialah salah satu cara supaya seluruh anggota family bebas dari risiko obesitas. Jika kita terbit rumah dalam suasana perut terisi, anda tidak akan kelaparan ketika di perjalanan mengarah ke tempat aktivitas. Terutama andai jarak lokasi tinggal dan lokasi tujuan lumayan jauh, atau mesti berhadapan dengan kemacetan. Rasa lapar akan merangsang hormon ghrelin sampai-sampai kita akan santap berlebihan setibanya di lokasi tujuan. “Plus tubuh memerlukan 30 menit untuk membalikkan ghrelin pulang ke level normal. Selama menantikan 30 menit itu, anda akan memakan apa saja untuk mengisi panggilan rasa lapar. Jadi usahakan pergilah dengan suasana perut terisi,” Oz memaparkan. Tapi andai terpaksa, sediakan sekantong kacang almon sebagai camilan sehat di perjalanan.

2. Olahraga bareng setiap hari, paling tidak 20 menit bikin apa olahraga di lokasi lain andai kita sekeluarga dapat melakukannya di rumah. Terlebih andai kita kendala untuk mengejar jadwal guna berolahraga bersama. Oz menyarankan, sebelum sarapan bersama, bangunkan semua anggota keluarga guna sekadar jalan pagi atau berolahraga dengan musik kesenangan bersama. “Tahu apa yang terjadi saat kita mencobanya melulu 20 menit? Setelah tersebut semua anggota bakal ketagihan sebab sebenarnya 20 menit ialah waktu yang singkat,” ucap Oz seraya mengingatkan kita supaya membuatnya menjadi laksana waktu bersenang-senang untuk seluruh anggota keluarga.

3. Jadilah “food decider” guna keluarga anda “Jangan langsung menginginkan kita bakal berperan laksana pemimpin yang otoriter, namun buatlah semua anggota keluarga menyenangi pilihan makanan yang anda berikan,” Oz mengingatkan. Caranya? “Jadilah koki guna keluarga kita.” Ini ialah trik membujuk sebenarnya. Sebab tanpa sadar, anggota keluarga bakal lebih memilih merasakan makanan yang anda buat ketimbang santap di luar. Ketika mereka menyenangi makanan rumah, itu dengan kata lain segala bahan yang anda pilih benar-benar lulus sensor untuk mengisi standar kesucian serta kesehatan. “Bagi yang punya anak-anak kecil, kita dapat menjadikan ini cara supaya mereka suka buah dan sayur.”

4. Makan malamlah bareng Sebenarnya duduk dan menikmati santap malam bareng bukanlah sekadar menguras makanan yang disajikan. Lebih dari itu, ujar Oz, santap malam bareng akan membuat ikatan emosi untuk seluruh anggota keluarga. Ini ialah modal kesehatan emosi dan menyusun rasa percaya diri pada anggota keluarga, terutama anak-anak. Ciptakan keadaan yang hangat dan terbuka sampai-sampai ritual santap malam bareng menjadi salah satu teknik untuk mempunyai waktu berbobot | berbobot | berkualitas bersama.

5.  Cerita sebelum istirahat Bagi anda yang mempunyai anak-anak yang masih kecil, membacakan dongeng ialah salah satu teknik untuk menciptakan anak rileks menjelang tidur. Hal ini bakal menjadi modal anak guna mendapatkan kualitas istirahat terbaik. Biasakan anak mempunyai jam dan kualitas istirahat yang baik sebab jam dan kualitas tidur dapat sangat dominan untuk kesehatan tubuh. “Bahkan saat kita tidak bisa tidur dengan nyenyak, risiko serangan jantung dan stroke bakal membayangi kita,” ujar Oz.

6. Jadikan anak sebagai “polisi” santap sehat Ketika kita menyuruh anak untuk merealisasikan pola  santap sehat, anda harus melibatkan mereka. Caranya, jadikan mereka “polisi” makanan. Jika di antara anggota keluarga, tergolong orang tua, kedapatan merasakan junk food, maka anak-anak sebagai polisi makanan berhak menyerahkan sanksi untuk kita. Berdasarkan keterangan dari Oz, ini tak melulu membuat anak unsur dari proses kelaziman sehat, namun secara langsung dapat memilih makanan-makanan apa saja yang masuk kelompok makanan sehat dan tidak. Dengan demikan, secara sadar mereka akan merealisasikan pola santap sehat tanpa merasa dipaksa.

7. Eratkan asmara di atas lokasi tidur bareng suami Memiliki jadwal tertata untuk bercinta bareng suami ialah cara mengasyikkan untuk menciptakan usia anda 3 tahun lebih panjang. “Lakukan paling tidak dua kali seminggu,” Oz menyarankan.

C. Faktor-faktor yang memprovokasi kesehatan keluarga

1. Faktor fisik
Ross, Mirowsaky, dan Goldstein (1990) memberikan cerminan bahwa terdapat hubungan positif antara perkawinan dengan kesehatan fisik. Contoh dari hubungan itu antara beda : seorang suami sebelum menikah tampak kurus maka sejumlah bulan lantas setelah menikah bakal terlihat lebih gemuk, beberapa dalil dikemukakan bahwa dengan menikah suami terdapat yang menyimak dan pola santap lebih tertata begitu kebalikannya dengan istri (Setiawati, 2008 : 21)
          2. Faktor psikis
Terbentuknya keluarga bakal menimbulkan akibat psikologis yang besar, perasaan nyaman sebab saling memperhatikan, saling menyerahkan penguatan atau dukungan. Suami bakal merasa tentram dan terarah sesudah beristri, begitupun kebalikannya (Setiawati, 2008 : 22).
Berdasarkan penelitian ternyata tingkat kecemaasan istri lebih tinggi dibanding dengan suami, urusan ini dimungkinkan sebab bertambahnya beban yang dirasakan istri sesudah bersuami.
           3. Faktor sosial
Status sosial memiliki akibat yang signifikan terhadap faedah kesehatan suatu keluarga.  Dalam suatu keluarga terdapat kecenderungan semakin tinggi tingkat penghasilan yang diterima semakin baik taraf kehidupannya.  Tingginya penghasilan yang diterima akan dominan  pada pemahaman mengenai pentingnya kesehatan, jenis pelayanan kesehatan yang dipilih, dan bagaimana berespon terhadap masalah kesehatan yang ditemukan dalam family (Setiawati, 2008 : 22).
Status sosial ekonomi yang rendah memaksa keluarga guna memarginalkan faedah kesehatan keluarganya, dengan dalil keluarganya bakal mendahulukan keperluan dasarnya.
   4.    Faktor budaya
Faktor kebiasaan terdiri dari (Setiawati, 2008 : 22-23) :Keyakinan dan praktek kesehatan, Nilai-nilai keluarga, Peran dan pola komunikasi keluarga, Koping keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

Says. 2010. Konsep Keluarga diakses melewati http://blog.ilmukeperawatan.com/konsep-keluarga.html pada tanggal 9 November 2010.
Friedman, Marilyn M. 1998.  Keperawatan Keluarga Teori dan Praktik edisi 3.  Jakarta : EGC
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Pengertian dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Keluarga

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 10/03/2017

0 komentar Pengertian dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Keluarga

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak